Langsung ke konten utama

Postingan

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

Iman Abraham dan Penyelarasan Pikiran dengan Dimensi Allah (MKS #38)

Manusia Kerajaan Sorga 38 oleh Ps. Djonny Tambunan Khotbah ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya, fokus pada poin kelima dari perjalanan iman Abraham berdasarkan Ibrani 11:17-19 . 1. Ujian Iman di Gunung Moria  Ketaatan Tanpa Syarat: Abraham diuji untuk mempersembahkan Ishak, anak tunggal perjanjiannya. Meskipun perintah ini nampak bertentangan dengan janji Allah (bahwa melalui Ishaklah keturunannya akan disebut), Abraham tetap melangkah. Sikap Rela: Muncul sikap rela  karena Abraham didasari oleh iman, bukan sekadar logika natural. 2. Penyelarasan Pikiran (Logizomai)  Sinkronisasi Jiwa dan Roh: Abraham "berpikir" ( logizomai ) bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang mati. Artinya, pikiran Abraham telah diselaraskan dengan apa yang ditangkap oleh imannya. Melampaui Fakta Natural: Secara medis dan fakta saat itu, belum ada preseden orang mati bangkit. Namun, pikiran Abraham melampaui segala pengetahuan dan pengalaman masa lalu. Harmonisasi: Tuhan menghen...

Antara Kehendak Bebas, Kelelahan Rohani, dan Hakikat Kasih Karunia

Manusia merasa lelah bukan karena imannya yang salah, melainkan karena mereka mencoba mengikut Tuhan dengan cara dan kehendak mereka sendiri. Ego ("aku") disembunyikan di balik topeng kepasrahan, padahal yang sebenarnya terjadi adalah penolakan untuk tunduk pada proses memikul salib. Akibatnya terjadilah kemunafikan. Ini terjadi pada orang-orang Farisi dan terjadi pada mereka yang menyebut dirinya Kristen (pengikut Kritus) yang setia beribadah dan melayani, tapi tanpa komitmen salib dan mengandalkan kekuatan sendiri (reputasi, kekayaan, kedudukan, dlsb.). "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Matius 5:17 (TB)   Yesus membaca isi hati mereka dan kemunafikannya. "Menyangka" adalah ilusi dan halusinasi manusia yang tidak mau berkomitmen memikul salib. Mereka berharap Tuhan akhirnya memaklumi kelemahan dan dosa mereka. Mereka menunjuk d...

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...