Catatan khotbah ini membahas konsep kerajaan dan kota Allah yang bersifat abadi dan orisinal, sangat kontras dengan peradaban manusia yang berdosa. Ditegaskan bahwa Allah tidak melakukan renovasi terhadap sistem dunia atau negara yang ada, melainkan mendatangkan pemerintahan surgawi melalui perubahan batiniah manusia. Mengacu pada kehidupan Abraham, dijelaskan bahwa identitas baru sebagai "raja-raja" bukan berasal dari upaya manusia, melainkan hasil pekerjaan penuh Roh Kudus. Tokoh seperti Nimrod dan Kain digambarkan sebagai pencetus konsep kota dan kerajaan yang mengandalkan kekuatan sendiri tanpa melibatkan Tuhan. Sebaliknya, orang beriman dipanggil untuk memiliki iman yang menanti , meyakini bahwa Allah sendirilah yang membangun pondasi kota masa depan yang kudus. Pembaca didorong untuk mengalami pergeseran paradigma agar tidak terjebak dalam ambisi duniawi, melainkan hidup sebagai bangsa terpilih yang membawa pengaruh ilahi ke seluruh bumi. Ibadah JMD Bandung 9 Agustu...