Khotbah ini membahas Kejadian 17 sebagai titik percepatan ilahi dalam kehidupan Abraham dan keturunannya. Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah Yang Mahakuasa untuk menegaskan bahwa Dialah yang memberikan daya kehidupan, bukan upaya manusia seperti yang dilakukan Abraham melalui Ismael. Pembicara menekankan pentingnya hidup tidak bercela , yang diartikan sebagai penyelarasan kepribadian manusia dengan kebenaran ilahi melalui peran Roh Kudus. Abraham dipanggil untuk melepaskan beban masa lalu, termasuk pengaruh Terah dan Lot, agar ia dapat menerima pemulihan potensi untuk menentukan jati diri keturunannya. Melalui proses penyunatan spiritual , setiap individu diajak untuk menanggalkan kehendak bebas yang egois demi menggenapi rencana agung Tuhan di bumi. Pesan ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti mengalami transformasi karakter yang mendalam untuk memancarkan kemuliaan Kristus. Ibadah JMD Bandung 05 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 45 Berikut adalah catatan m...