Langsung ke konten utama

Postingan

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

Kesaksian Abraham dan Konsep Keselamatan Yesus

Ibrani 11:39 (TB)  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Abraham tidak memperoleh semua dari apa yang dijanjikan Allah kepadanya semasa hidupnya tentang menjadi bapa dari bangsa-bangsa. Ia hanya bisa memperoleh Ishak dan Yakub dan merasakan hidup bersama mereka dalam satu tenda. Ibrani 11:9 (TB)  Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.  Janji itu telah diturunkan kepada Ishak dan Yakub. Janji yang satu itu juga diturunkan kepada generasi-generasi selanjutnya yakni keturunan Israel yang hidup di Mesir. Janji itu juga diturunkan kepada kita orang percaya - yang telah menerima benih dimensi hidup Allah -  yang menjadi keturunan Abraham.  ​Keturunan Abraham bukan sekadar hubungan biologis, melainkan mereka yang hidup de...

Abraham dan Keturunannya (MKS #37)

Berikut adalah catatan detail dari pesan firman "Manusia Kerajaan Sorga 37" yang disampaikan di GPK JMD Bandung pada 10 Mei 2026: ​ Tema Utama: Perjalanan Hidup Abraham Oleh Iman ​Pesan ini menekankan bahwa Allah menemukan Abraham untuk menjadikannya pelaksana strategi-Nya dalam mewujudkan rencana agung, yaitu Langit Baru dan Bumi Baru [ 04:15 ]. ​ Poin-Poin Penting Pesan Firman: ​ 1. Panggilan Keluar dan Transformasi Identitas [ 03:41 ] ​Abraham dipanggil keluar dari negerinya, sanak famili, dan rumah ayahnya (Terah). ​Iman membuat Abraham mampu melihat bahwa bentukan dunianya yang lama (Babel/Ur-Kasdim) adalah sesuatu yang najis dan akan diruntuhkan oleh Tuhan [ 09:19 ]. ​Terjadi perubahan identitas dari "Abrahamnya Terah" menjadi "Abrahamnya Allah Yang Maha Tinggi", bapa bagi banyak bangsa [ 01:05:55 ]. ​ 2. Definisi Keturunan Abraham [ 17:10 ] ​Keturunan Abraham bukan sekadar hubungan biologis, melainkan mereka yang hidup dengan dimen...

Iman yang Hidup dan Bertumbuh (MKS #36)

Berikut adalah catatan dari pesan khotbah berjudul "Manusia Kerajaan Sorga 36" yang disampaikan di GPK JMD Bandung pada tanggal 3 Mei 2026: ​ Tema Utama: Iman yang Hidup dan Bertumbuh ​Khotbah ini menekankan bahwa iman bukan sekadar status saat lahir baru, melainkan sebuah proses pertumbuhan yang harus disertai dengan perbuatan nyata dalam keseharian. ​ 1. Hakikat Iman yang Benar ​ Iman sebagai Pemberian: Iman adalah pemberian Allah dan bukti keselamatan yang telah dilunasi oleh Kristus [ 03:01 ]. ​ Iman yang Melihat: Iman memberikan kemampuan kepada manusia untuk melihat apa yang harus diperbuat yang bersifat abadi, melampaui hal-hal fisik yang sementara [ 14:46 ]. ​ Iman vs Perbuatan: Berdasarkan Yakobus 2:17, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati ( nekros ) [ 12:39 ]. Allah menilai apakah iman kita hidup atau mati melalui keputusan-keputusan kecil dalam hidup kita setiap hari ​ 2. Belajar dari Pertumbuhan Iman Abraham ​Pengkhotbah membagi perja...