Khotbah ini membahas makna benih ilahi atau benih Kristus yang ditanamkan Tuhan kepada Abraham, yang kemudian diwariskan secara rohani kepada keturunannya dan melambangkan gereja sejati . Ps. Djonny menjelaskan bagaimana benih tersebut seharusnya dibiarkan bertumbuh untuk membentuk karakter Kristus di dalam diri setiap orang percaya, bukan sekadar dijalankan melalui usaha manusia atau aturan hukum Taurat. Kitab Wahyu digambarkan menggunakan simbol perempuan untuk merepresentasikan kondisi gereja, mulai dari gereja yang mengandung dimensi Kristus hingga gereja yang menjadi "pelacur besar" karena menerima berbagai ajaran menyimpang dan kompromi dengan dunia. Umat diingatkan untuk memeriksa kembali sumber benih rohani yang mereka hidupi agar tidak terjebak pada keinginan daging atau ajaran palsu. Pada akhirnya, jemaat diajak untuk merenungkan status rohani mereka dan kembali kepada pemerintahan Allah serta rencana agung-Nya yang sejati. Ibadah JMD Bandung 20 September 2026 ...