Langsung ke konten utama

Iman, Perbuatan, Kebenaran (MKS27)

Penyingkapan dari khotbah PP Djonny hari ini (22 Februari 2026) yang bertema "Manusia Kerajaan Sorga 27" berfokus pada misteri bagaimana manusia dibenarkan oleh Allah melalui pola hidup Abraham.



Berikut adalah poin-poin utama penyingkapannya:
1. Rahasia Kebenaran Allah melalui Iman dan Perbuatan
Iman sebagai Anugerah: Khotbah menekankan bahwa iman bukanlah hasil usaha manusia (Efesus 2:8-9), melainkan anugerah yang ditaruh Allah di dalam roh manusia.

Percaya sebagai Tindakan: Ada perbedaan antara "iman" (pada roh) dan "percaya" (pada jiwa/pikiran). Percaya adalah respons atau perbuatan yang timbul dari iman yang sudah ada.

Kebenaran Allah vs Kebenaran Diri: Abraham dibenarkan bukan karena kebenaran menurut standarnya sendiri, melainkan karena Allah memperhitungkan "tindakan percaya"-nya sebagai kebenaran Allah.

2. Pola "Keluar dari Kenajisan"
Pola Abraham: Seperti Abraham yang disuruh keluar dari neggʻerinya, umat Tuhan saat ini dipanggil untuk "keluar" dari segala sesuatu yang najis.

Definisi Najis: Hal najis bukan hanya soal moral, tetapi segala sesuatu yang didasarkan pada pemikiran duniawi atau diri sendiri yang tidak berasal dari pimpinan Roh Kudus.
3. Iman yang Progresif (Dari Iman kepada Iman)
Ketaatan Nuh dan Abraham: Khotbah membandingkan Nuh dan Abraham yang melakukan segala sesuatu "tepat sesuai" (akurat) dengan petunjuk Tuhan.
Iman yang Hidup: Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kebenaran Allah menjadi nyata melalui perjalanan hidup yang bertolak dari satu tingkat iman ke tingkat iman berikutnya melalui ketaatan praktis.
4. Status sebagai Keturunan Abraham
Kita disebut keturunan Abraham jika kita menjadi milik Kristus. Sebagai keturunan, kita berhak menerima janji-janji Allah yang pernah diberikan kepada Abraham.
Dibaptis dalam Kristus berarti mengenakan kepribadian Kristus dan mengikuti pengajaran serta kehidupan-Nya secara nyata.

Kesimpulan: Khotbah ini menyingkapkan bahwa untuk menjadi "Manusia Kerajaan Sorga", seseorang harus memiliki iman yang diekspresikan melalui perbuatan taat yang tepat, sehingga hidupnya diakui oleh Allah sebagai kebenaran.


Catatan tambahan mengenai Abraham:

*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat anugrah iman, kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Yosua 24:2 (TB) Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.

Pertanyaan Komsel:
1. Galatia 3:29 (TB) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Apakah yang dimaksud dengan milik Kristus? Bagaimana saudara menjadi milik Kristus? Mengapa mereka yang sudah menjadi milik Kristus juga berhak menerima seluruh janji Allah yang dijanjikan kepada Abraham?

Milik Kristus berarti Dia berdaulat atas hidup kita, tanpa keberatan atau mengeluh.

Sebagai bukti Tuhan memeteraikan roh kita dengan Roh Kudus. Kita harus hidup menurut roh, dipimpin oleh Roh Kudus dan terus mengalami dinamika iman dan pertumbuhan iman ke arah kedewasaa, sehingga memiliki ketetapan hati, keteguhan, hidup yang makin berbuah dan menjadi serupa dengan karakter Kristus.


2. Kejadian 12:1-3, Mengapa keluar atau menyeberang dari sungai Efrat ini menjadi faktor yang sangat penting sekali bagi Abram untuk dapat menerima seluruh janji Allah tersebut? 

Menyeberang bukan hanya secara lahiriah, tapi lebih merupakan keputusan iman untuk keluar dari keterikatan dari sistem dunia (Babel), memegang kebenaran Tuhan dan tidak memakai kebenaran sendiri, sedemikian sehingga, hanya percaya pada janji Tuhan.


Sebagai keturunan Abraham, dari hal apa saja saudara harus keluar dalam kehidupan pribadi saudara? 


*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.





3. Apakah perbedaan antara iman dengan percaya? 

perbedaan antara Pistis dan Pisteo:
1. Pistis (Iman) – Sisi Ilahi di dalam Roh, "biji benih" yang ditanamkan Tuhan di dalam tanah (roh) Anda.
2. Sumber: Berasal dari kasih karunia (grace). Anda tidak bisa membuat pistis sendiri;
3. Ibrani 11:1, pistis adalah bukti dari segala sesuatu yang belum terlihat oleh mata jasmani.
4. Setan tidak punya pistis, hanya percaya (pisteo), sebab setan itu roh dan tidak ada tubuh jasmani.
Yakobus 2:19 menyebutkan setan-setan pun "percaya" (pisteo) bahwa Allah itu satu, bahkan mereka gemetar. Namun, mereka tidak memiliki pistis (iman yang menyelamatkan) karena mereka tidak tunduk pada otoritas Allah.



Pisteo
Pisteo (Percaya) – Sisi Manusia di dalam Jiwa. 
1. Respon / ekspresi manusia terhadap iman yang sudah ada, sudah dikaruniakan.
2. Fungsi: Menyetujui apa yang Tuhan katakan.
3. Sumber: Berasal dari jiwa (pikiran, emosi, dan kehendak). Ketika pikiran Anda berkata, "Ya, saya setuju dan akan bertindak sesuai firman itu," itulah pisteo.
4. pisteo adalah proses biji itu mulai bertunas dan menembus tanah karena disirami oleh ketaatan.


Iman yang "Mati": Jika seseorang mengklaim punya pistis (iman di roh), tetapi jiwanya tidak melakukan pisteo (tindakan percaya/perbuatan nyata), maka iman itu tinggal sendirian dan "mati" atau tidak aktif.


Sejak kapan Abram memiliki iman dalam rohnya sehingga dia taat untuk keluar dari negerinya ke tempat yang belum dia ketahui? 

Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran
Kisah Para Rasul 7:3 (TB) dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Jadi bagaimanakah proses iman itu timbul dalam roh kita?

Skema besar:

Firman rhema > iman > respon > percaya > dibenarkan > bertindak / taat > orang benar.

1. Inisiasi: Suara Tuhan ​
Tuhan bersuara (Suara Roh Kudus).
Sebelum telinga lahiriah mendengar, Roh Kudus melepaskan firman suara (Rhema) ke dalam roh manusia.
​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”

​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”
​Roh Menerima (Iman ditanamkan sebagai anugerah).

Anugerah di dalam Roh
​Iman bukan hasil usaha atau diproduksi oleh pikiran manusia. Allah menaruh "Iman" tersebut langsung ke dalam roh manusia sebagai kasih karunia (anugerah).
​Letak Iman: Ada di dalam roh, bukan di jiwa atau pikiran.
​Sifatnya: Pemberian cuma-cuma agar tidak ada orang yang memegahkan diri.


​Jiwa Bereaksi / merespon (Pikiran memutuskan untuk Percaya).

Suara harus ditangkap di dalam roh (telinga rohani), bukan hanya secara jasmani, sehingga roh memberikan pengertian atau kebenaran firman (bukan akal budi, logika berpikir). Kebenaran bekerjasama dengan iman yang sudah ada, sehingga jiwa (pikiran) bisa diselaraskan dengan dan menerima pengertian itu dan percaya.

Ayub 32:8
Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. 

Pada ​Praktiknya: "kebenaran diri sendiri" (logika yang didasarkan pada pengalaman pahit atau ketakutan) harus disingkirkan. 

Visualisasi: Gunakan pola Abraham; saat ia melihat tubuhnya yang sudah tua (fakta), ia memutuskan lebih percaya janji Tuhan dengan
melihat bintang-bintang.

​Tubuh Bertindak (Perbuatan nyata/Ketaatan).

Eksekusi Akurat (The Precise Action)
​Ini adalah tahap paling krusial. Perbuatan Anda harus tepat sesuai instruksi, bukan "kira-kira".
​Contoh Akurasi Nuh: Tuhan memberikan ukuran bahtera yang sangat spesifik (panjang, lebar, tinggi). Nuh tidak mengubah ukurannya menjadi lebih kecil atau besar karena alasan efisiensi.

Mengapa Nuh menjadi contoh eksekusi yang akurat? Abram belum akurat, karena mendengar istrinya, Sarai (Kej 16:2).




Postingan populer dari blog ini

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KETEGUHAN HATI DANIEL (Daniel's Steadfastness)

Saat Teduh 13 Feb 2025 Daniel tidak mau menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Mereka tinggal di Babel, dimana segala sesuatu seperti makanan dan minuman untuk orang-orang istimewa termasuk untuk raja, itu dipersembahkan dulu kepada dewa lalu kemudian di dalam makanan itu juga ada darah dan apabila makanan itu dimakan maka mereka akan mendapatkan kekuatan dari dewa-dewa Babel. Itu yang terjadi dan ini menajiskan, itu najis di MATA Tuhan. Mereka itu adalah tawanan, hidup di negeri orang asing, mereka itu kehilangan hak hidup sebenarnya, tetapi sekarang atas anugerah Tuhan mereka terpilih karena Nebukadnezar mencari orang-orang untuk melayani di kalangan raja dari orang-orang hebat. Apa yang sudah ada sebelum Daniel dan kawan-kawannya dipilih? KETETAPAN HATI. Daniel BERKETETAPAN HATI untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Ini penting untuk kita BANGUN di dalam diri kita. Kebanyakan orang di dalam gereja adalah SESUDAH masuk ke dalam ...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...