Langsung ke konten utama

Iman, Perbuatan, Kebenaran (MKS27)

Penyingkapan dari khotbah PP Djonny hari ini (22 Februari 2026) yang bertema "Manusia Kerajaan Sorga 27" berfokus pada misteri bagaimana manusia dibenarkan oleh Allah melalui pola hidup Abraham.



Berikut adalah poin-poin utama penyingkapannya:
1. Rahasia Kebenaran Allah melalui Iman dan Perbuatan
Iman sebagai Anugerah: Khotbah menekankan bahwa iman bukanlah hasil usaha manusia (Efesus 2:8-9), melainkan anugerah yang ditaruh Allah di dalam roh manusia.

Percaya sebagai Tindakan: Ada perbedaan antara "iman" (pada roh) dan "percaya" (pada jiwa/pikiran). Percaya adalah respons atau perbuatan yang timbul dari iman yang sudah ada.

Kebenaran Allah vs Kebenaran Diri: Abraham dibenarkan bukan karena kebenaran menurut standarnya sendiri, melainkan karena Allah memperhitungkan "tindakan percaya"-nya sebagai kebenaran Allah.

2. Pola "Keluar dari Kenajisan"
Pola Abraham: Seperti Abraham yang disuruh keluar dari neggʻerinya, umat Tuhan saat ini dipanggil untuk "keluar" dari segala sesuatu yang najis.

Definisi Najis: Hal najis bukan hanya soal moral, tetapi segala sesuatu yang didasarkan pada pemikiran duniawi atau diri sendiri yang tidak berasal dari pimpinan Roh Kudus.
3. Iman yang Progresif (Dari Iman kepada Iman)
Ketaatan Nuh dan Abraham: Khotbah membandingkan Nuh dan Abraham yang melakukan segala sesuatu "tepat sesuai" (akurat) dengan petunjuk Tuhan.
Iman yang Hidup: Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kebenaran Allah menjadi nyata melalui perjalanan hidup yang bertolak dari satu tingkat iman ke tingkat iman berikutnya melalui ketaatan praktis.
4. Status sebagai Keturunan Abraham
Kita disebut keturunan Abraham jika kita menjadi milik Kristus. Sebagai keturunan, kita berhak menerima janji-janji Allah yang pernah diberikan kepada Abraham.
Dibaptis dalam Kristus berarti mengenakan kepribadian Kristus dan mengikuti pengajaran serta kehidupan-Nya secara nyata.

Kesimpulan: Khotbah ini menyingkapkan bahwa untuk menjadi "Manusia Kerajaan Sorga", seseorang harus memiliki iman yang diekspresikan melalui perbuatan taat yang tepat, sehingga hidupnya diakui oleh Allah sebagai kebenaran.


Catatan tambahan mengenai Abraham:

*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat anugrah iman, kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Yosua 24:2 (TB) Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.

Pertanyaan Komsel:
1. Galatia 3:29 (TB) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Apakah yang dimaksud dengan milik Kristus? Bagaimana saudara menjadi milik Kristus? Mengapa mereka yang sudah menjadi milik Kristus juga berhak menerima seluruh janji Allah yang dijanjikan kepada Abraham?

Milik Kristus berarti Dia berdaulat atas hidup kita, tanpa keberatan atau mengeluh.

Sebagai bukti Tuhan memeteraikan roh kita dengan Roh Kudus. Kita harus hidup menurut roh, dipimpin oleh Roh Kudus dan terus mengalami dinamika iman dan pertumbuhan iman ke arah kedewasaa, sehingga memiliki ketetapan hati, keteguhan, hidup yang makin berbuah dan menjadi serupa dengan karakter Kristus.


2. Kejadian 12:1-3, Mengapa keluar atau menyeberang dari sungai Efrat ini menjadi faktor yang sangat penting sekali bagi Abram untuk dapat menerima seluruh janji Allah tersebut? 

Menyeberang bukan hanya secara lahiriah, tapi lebih merupakan keputusan iman untuk keluar dari keterikatan dari sistem dunia (Babel), memegang kebenaran Tuhan dan tidak memakai kebenaran sendiri, sedemikian sehingga, hanya percaya pada janji Tuhan.


Sebagai keturunan Abraham, dari hal apa saja saudara harus keluar dalam kehidupan pribadi saudara? 


*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.





3. Apakah perbedaan antara iman dengan percaya? 

perbedaan antara Pistis dan Pisteo:
1. Pistis (Iman) – Sisi Ilahi di dalam Roh, "biji benih" yang ditanamkan Tuhan di dalam tanah (roh) Anda.
2. Sumber: Berasal dari kasih karunia (grace). Anda tidak bisa membuat pistis sendiri;
3. Ibrani 11:1, pistis adalah bukti dari segala sesuatu yang belum terlihat oleh mata jasmani.
4. Setan tidak punya pistis, hanya percaya (pisteo), sebab setan itu roh dan tidak ada tubuh jasmani.
Yakobus 2:19 menyebutkan setan-setan pun "percaya" (pisteo) bahwa Allah itu satu, bahkan mereka gemetar. Namun, mereka tidak memiliki pistis (iman yang menyelamatkan) karena mereka tidak tunduk pada otoritas Allah.



Pisteo
Pisteo (Percaya) – Sisi Manusia di dalam Jiwa. 
1. Respon / ekspresi manusia terhadap iman yang sudah ada, sudah dikaruniakan.
2. Fungsi: Menyetujui apa yang Tuhan katakan.
3. Sumber: Berasal dari jiwa (pikiran, emosi, dan kehendak). Ketika pikiran Anda berkata, "Ya, saya setuju dan akan bertindak sesuai firman itu," itulah pisteo.
4. pisteo adalah proses biji itu mulai bertunas dan menembus tanah karena disirami oleh ketaatan.


Iman yang "Mati": Jika seseorang mengklaim punya pistis (iman di roh), tetapi jiwanya tidak melakukan pisteo (tindakan percaya/perbuatan nyata), maka iman itu tinggal sendirian dan "mati" atau tidak aktif.


Sejak kapan Abram memiliki iman dalam rohnya sehingga dia taat untuk keluar dari negerinya ke tempat yang belum dia ketahui? 

Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran
Kisah Para Rasul 7:3 (TB) dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Jadi bagaimanakah proses iman itu timbul dalam roh kita?

Skema besar:

Firman rhema > iman > respon > percaya > dibenarkan > bertindak / taat > orang benar.

1. Inisiasi: Suara Tuhan ​
Tuhan bersuara (Suara Roh Kudus).
Sebelum telinga lahiriah mendengar, Roh Kudus melepaskan firman suara (Rhema) ke dalam roh manusia.
​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”

​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”
​Roh Menerima (Iman ditanamkan sebagai anugerah).

Anugerah di dalam Roh
​Iman bukan hasil usaha atau diproduksi oleh pikiran manusia. Allah menaruh "Iman" tersebut langsung ke dalam roh manusia sebagai kasih karunia (anugerah).
​Letak Iman: Ada di dalam roh, bukan di jiwa atau pikiran.
​Sifatnya: Pemberian cuma-cuma agar tidak ada orang yang memegahkan diri.


​Jiwa Bereaksi / merespon (Pikiran memutuskan untuk Percaya).

Suara harus ditangkap di dalam roh (telinga rohani), bukan hanya secara jasmani, sehingga roh memberikan pengertian atau kebenaran firman (bukan akal budi, logika berpikir). Kebenaran bekerjasama dengan iman yang sudah ada, sehingga jiwa (pikiran) bisa diselaraskan dengan dan menerima pengertian itu dan percaya.

Ayub 32:8
Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. 

Pada ​Praktiknya: "kebenaran diri sendiri" (logika yang didasarkan pada pengalaman pahit atau ketakutan) harus disingkirkan. 

Visualisasi: Gunakan pola Abraham; saat ia melihat tubuhnya yang sudah tua (fakta), ia memutuskan lebih percaya janji Tuhan dengan
melihat bintang-bintang.

​Tubuh Bertindak (Perbuatan nyata/Ketaatan).

Eksekusi Akurat (The Precise Action)
​Ini adalah tahap paling krusial. Perbuatan Anda harus tepat sesuai instruksi, bukan "kira-kira".
​Contoh Akurasi Nuh: Tuhan memberikan ukuran bahtera yang sangat spesifik (panjang, lebar, tinggi). Nuh tidak mengubah ukurannya menjadi lebih kecil atau besar karena alasan efisiensi.

Mengapa Nuh menjadi contoh eksekusi yang akurat? Abram belum akurat, karena mendengar istrinya, Sarai (Kej 16:2).




Postingan populer dari blog ini

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kesaksian Abraham dan Konsep Keselamatan Yesus

Ibrani 11:39 (TB)  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Abraham tidak memperoleh semua dari apa yang dijanjikan Allah kepadanya semasa hidupnya tentang menjadi bapa dari bangsa-bangsa. Ia hanya bisa memperoleh Ishak dan Yakub dan merasakan hidup bersama mereka dalam satu tenda. Ibrani 11:9 (TB)  Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.  Janji itu telah diturunkan kepada Ishak dan Yakub. Janji yang satu itu juga diturunkan kepada generasi-generasi selanjutnya yakni keturunan Israel yang hidup di Mesir. Janji itu juga diturunkan kepada kita orang percaya - yang telah menerima benih dimensi hidup Allah -  yang menjadi keturunan Abraham.  ​Keturunan Abraham bukan sekadar hubungan biologis, melainkan mereka yang hidup de...

Siklus Profetik Tuhan - Dr. Jonathan David

Memahami Siklus Profetik Pesan ini mengajak kita untuk mengenal dan percaya pada rencana masa depan yang telah Tuhan tetapkan, dan hidup dengan Roh Kudus sebagai penuntun dan jaminan warisan kita. Dengan memahami siklus profetik ini, kita dapat berjalan dalam rencana dan tujuan Allah, mengalami akselerasi dan kemenangan di berbagai bidang kehidupan kita. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat- Ku tidak mengetahui hukum TUHAN. – Yeremia 8:7 (ITB) Ringkasan: Pengetahuan Masa Depan Allah: Tuhan memiliki pengetahuan penuh tentang masa depan, rencana, dan tujuan-Nya. Pengetahuan ini tidak berubah dan menjadi dasar bagi tindakan-Nya. Keputusan dan Penetapan Allah: Tuhan memutuskan jalannya masa depan, termasuk jalan hidup umat-Nya, dan menetapkan rencana tersebut sejak kekekalan. Pelaksanaan Rencana Allah: Tuhan membawa umat-Nya masuk ke dalam jalan yang telah ditentukan, dan...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...