Langsung ke konten utama

Iman, Perbuatan, Kebenaran (MKS27)

Penyingkapan dari khotbah PP Djonny hari ini (22 Februari 2026) yang bertema "Manusia Kerajaan Sorga 27" berfokus pada misteri bagaimana manusia dibenarkan oleh Allah melalui pola hidup Abraham.



Berikut adalah poin-poin utama penyingkapannya:
1. Rahasia Kebenaran Allah melalui Iman dan Perbuatan
Iman sebagai Anugerah: Khotbah menekankan bahwa iman bukanlah hasil usaha manusia (Efesus 2:8-9), melainkan anugerah yang ditaruh Allah di dalam roh manusia.

Percaya sebagai Tindakan: Ada perbedaan antara "iman" (pada roh) dan "percaya" (pada jiwa/pikiran). Percaya adalah respons atau perbuatan yang timbul dari iman yang sudah ada.

Kebenaran Allah vs Kebenaran Diri: Abraham dibenarkan bukan karena kebenaran menurut standarnya sendiri, melainkan karena Allah memperhitungkan "tindakan percaya"-nya sebagai kebenaran Allah.

2. Pola "Keluar dari Kenajisan"
Pola Abraham: Seperti Abraham yang disuruh keluar dari neggʻerinya, umat Tuhan saat ini dipanggil untuk "keluar" dari segala sesuatu yang najis.

Definisi Najis: Hal najis bukan hanya soal moral, tetapi segala sesuatu yang didasarkan pada pemikiran duniawi atau diri sendiri yang tidak berasal dari pimpinan Roh Kudus.
3. Iman yang Progresif (Dari Iman kepada Iman)
Ketaatan Nuh dan Abraham: Khotbah membandingkan Nuh dan Abraham yang melakukan segala sesuatu "tepat sesuai" (akurat) dengan petunjuk Tuhan.
Iman yang Hidup: Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kebenaran Allah menjadi nyata melalui perjalanan hidup yang bertolak dari satu tingkat iman ke tingkat iman berikutnya melalui ketaatan praktis.
4. Status sebagai Keturunan Abraham
Kita disebut keturunan Abraham jika kita menjadi milik Kristus. Sebagai keturunan, kita berhak menerima janji-janji Allah yang pernah diberikan kepada Abraham.
Dibaptis dalam Kristus berarti mengenakan kepribadian Kristus dan mengikuti pengajaran serta kehidupan-Nya secara nyata.

Kesimpulan: Khotbah ini menyingkapkan bahwa untuk menjadi "Manusia Kerajaan Sorga", seseorang harus memiliki iman yang diekspresikan melalui perbuatan taat yang tepat, sehingga hidupnya diakui oleh Allah sebagai kebenaran.


Catatan tambahan mengenai Abraham:

*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat anugrah iman, kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Yosua 24:2 (TB) Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.

Pertanyaan Komsel:
1. Galatia 3:29 (TB) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Apakah yang dimaksud dengan milik Kristus? Bagaimana saudara menjadi milik Kristus? Mengapa mereka yang sudah menjadi milik Kristus juga berhak menerima seluruh janji Allah yang dijanjikan kepada Abraham?

Milik Kristus berarti Dia berdaulat atas hidup kita, tanpa keberatan atau mengeluh.

Sebagai bukti Tuhan memeteraikan roh kita dengan Roh Kudus. Kita harus hidup menurut roh, dipimpin oleh Roh Kudus dan terus mengalami dinamika iman dan pertumbuhan iman ke arah kedewasaa, sehingga memiliki ketetapan hati, keteguhan, hidup yang makin berbuah dan menjadi serupa dengan karakter Kristus.


2. Kejadian 12:1-3, Mengapa keluar atau menyeberang dari sungai Efrat ini menjadi faktor yang sangat penting sekali bagi Abram untuk dapat menerima seluruh janji Allah tersebut? 

Menyeberang bukan hanya secara lahiriah, tapi lebih merupakan keputusan iman untuk keluar dari keterikatan dari sistem dunia (Babel), memegang kebenaran Tuhan dan tidak memakai kebenaran sendiri, sedemikian sehingga, hanya percaya pada janji Tuhan.


Sebagai keturunan Abraham, dari hal apa saja saudara harus keluar dalam kehidupan pribadi saudara? 


*1. Keluar dari negerimu.*
Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran, 

Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

*Jadi iman benar-benar karna kasih karunia, pemberian Allah; tapi iman yang diterima harus dibuktikan lewat perbuatan oleh karna percaya.*


*Iman dikaruniakan > percaya > dibenarkan > bertindak > orang benar (hidup oleh iman).*

*2. Keluar dari rumah ayahmu.*
Kej 12:1-3

Allah memanggil Abram keluar dari rumah ayahnya di Haran. Tapi mungkin atas saran ayahnya, Abram masih membawa ‘bagasi ekstra’, yakni Lot.

*3. Keluar dari sanak saudaramu.* Ini bukan hanya hubungan lahiriah dengan sanak-saudara, tapi pertalian atau keterikatan dengan anggota keluarga yang lain, misalkan suami/istri, anak dan orangtua. Kau harus berani keluar dari bentukan dan pengaruh atau ikatan itu.

Keterikatan keluarga berarti masih ada bagasi ekstra, karena tidak mandiri secara spiritual. 
Yesus mengatakan bahwa Ia memisahkan hubungan keluarga. 

Matius 10:35
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,


Tanpa pemisahan dan mengambil keputusan mandiri kita tidak dapat mengenakan kebenaran Allah, melain masih mengambil keuntungan dari keterikatan itu dan belum bergantung sepenuhnya kepada Allah.

*4. Di rumah Terah (orang tua/tradisi) kau terima keamanan emosional dan sosial (kenyamanan dan berkat dan warisan).*
Tapi menjadi Abramnya Allah yang Mahatinggi kau menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. IA membawamu ke seberang, di mana ada ikat-janji Allah tentang keselamatan, perlindungan, berkat bangsa-bangsa lewat pengurapan dari Melkisedek. Ia adalah imamnya Allah Yang Mahatinggi.

*5. Jangan kembali kepada Terah.*

Yesaya terikat kembali kepada Uzia.

Abram kembali terikat kepada Ismail.

Kita yang sudah percaya, bukan tidak mustahil kembali kepada kebenaran lama, kepada budaya dan tradisi lama.

*6..Jangan toleransi pada kelemahan, kekuranganmu: kemiskinan, sakit penyakit, kelumpuhan, dan sebagainya.*

Itu membuat mentalitas, moral dan kepercayaanmu terganggu.





3. Apakah perbedaan antara iman dengan percaya? 

perbedaan antara Pistis dan Pisteo:
1. Pistis (Iman) – Sisi Ilahi di dalam Roh, "biji benih" yang ditanamkan Tuhan di dalam tanah (roh) Anda.
2. Sumber: Berasal dari kasih karunia (grace). Anda tidak bisa membuat pistis sendiri;
3. Ibrani 11:1, pistis adalah bukti dari segala sesuatu yang belum terlihat oleh mata jasmani.
4. Setan tidak punya pistis, hanya percaya (pisteo), sebab setan itu roh dan tidak ada tubuh jasmani.
Yakobus 2:19 menyebutkan setan-setan pun "percaya" (pisteo) bahwa Allah itu satu, bahkan mereka gemetar. Namun, mereka tidak memiliki pistis (iman yang menyelamatkan) karena mereka tidak tunduk pada otoritas Allah.



Pisteo
Pisteo (Percaya) – Sisi Manusia di dalam Jiwa. 
1. Respon / ekspresi manusia terhadap iman yang sudah ada, sudah dikaruniakan.
2. Fungsi: Menyetujui apa yang Tuhan katakan.
3. Sumber: Berasal dari jiwa (pikiran, emosi, dan kehendak). Ketika pikiran Anda berkata, "Ya, saya setuju dan akan bertindak sesuai firman itu," itulah pisteo.
4. pisteo adalah proses biji itu mulai bertunas dan menembus tanah karena disirami oleh ketaatan.


Iman yang "Mati": Jika seseorang mengklaim punya pistis (iman di roh), tetapi jiwanya tidak melakukan pisteo (tindakan percaya/perbuatan nyata), maka iman itu tinggal sendirian dan "mati" atau tidak aktif.


Sejak kapan Abram memiliki iman dalam rohnya sehingga dia taat untuk keluar dari negerinya ke tempat yang belum dia ketahui? 

Abram mendapat kasih karunia Tuhan ketika masih di Ur-Kasdim, Mesopotamia.

Kisah Para Rasul 7:2 (TB) Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran
Kisah Para Rasul 7:3 (TB) dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.



Jadi bagaimanakah proses iman itu timbul dalam roh kita?

Skema besar:

Firman rhema > iman > respon > percaya > dibenarkan > bertindak / taat > orang benar.

1. Inisiasi: Suara Tuhan ​
Tuhan bersuara (Suara Roh Kudus).
Sebelum telinga lahiriah mendengar, Roh Kudus melepaskan firman suara (Rhema) ke dalam roh manusia.
​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”

​"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Rhema).”
​Roh Menerima (Iman ditanamkan sebagai anugerah).

Anugerah di dalam Roh
​Iman bukan hasil usaha atau diproduksi oleh pikiran manusia. Allah menaruh "Iman" tersebut langsung ke dalam roh manusia sebagai kasih karunia (anugerah).
​Letak Iman: Ada di dalam roh, bukan di jiwa atau pikiran.
​Sifatnya: Pemberian cuma-cuma agar tidak ada orang yang memegahkan diri.


​Jiwa Bereaksi / merespon (Pikiran memutuskan untuk Percaya).

Suara harus ditangkap di dalam roh (telinga rohani), bukan hanya secara jasmani, sehingga roh memberikan pengertian atau kebenaran firman (bukan akal budi, logika berpikir). Kebenaran bekerjasama dengan iman yang sudah ada, sehingga jiwa (pikiran) bisa diselaraskan dengan dan menerima pengertian itu dan percaya.

Ayub 32:8
Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. 

Pada ​Praktiknya: "kebenaran diri sendiri" (logika yang didasarkan pada pengalaman pahit atau ketakutan) harus disingkirkan. 

Visualisasi: Gunakan pola Abraham; saat ia melihat tubuhnya yang sudah tua (fakta), ia memutuskan lebih percaya janji Tuhan dengan
melihat bintang-bintang.

​Tubuh Bertindak (Perbuatan nyata/Ketaatan).

Eksekusi Akurat (The Precise Action)
​Ini adalah tahap paling krusial. Perbuatan Anda harus tepat sesuai instruksi, bukan "kira-kira".
​Contoh Akurasi Nuh: Tuhan memberikan ukuran bahtera yang sangat spesifik (panjang, lebar, tinggi). Nuh tidak mengubah ukurannya menjadi lebih kecil atau besar karena alasan efisiensi.

Mengapa Nuh menjadi contoh eksekusi yang akurat? Abram belum akurat, karena mendengar istrinya, Sarai (Kej 16:2).




Postingan populer dari blog ini

Membuang Cela Masa Lalu, Hidup Tanpa Noda (MKS #44)

Khotbah ini mengulas perjalanan iman Abraham dalam upayanya hidup tanpa cela di hadapan Allah berdasarkan Kejadian 17:1 .  Meskipun Abraham taat, ia masih membawa pola pikir duniawi yang diwarisi dari ayahnya, Terah, terutama melalui keterikatannya pada Lot dan Ismail . Kehadiran Lot dianggap sebagai bentuk kontaminasi spiritual karena Abraham belum sepenuhnya melepaskan keterikatan keluarga untuk mengikuti rencana murni Tuhan. Pp Djonny menekankan pentingnya kemitraan yang kudus dengan Roh Kudus agar manusia tidak menyimpang dari tujuan ilahi. Melalui kisah ini, jemaat diajak untuk membenahi hati dan memastikan bahwa hikmat Allah , bukan ambisi manusia, yang menuntun langkah hidup mereka. Akhirnya, pesan utama adalah tentang pemurnian diri dari segala cela agar penggenapan janji Tuhan dapat terwujud sepenuhnya. Ibadah JMD Bandung 28 Juni 2026 - Ps. Djonny Tambunan - Manusia Kerajaan Sorga 44 Berikut adalah catatan lengkap berdasarkan materi khotbah: 1. Jalan Hikmat Allah...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Menjadi Keturunan Abraham Melalui Kristus (MKS #40)

Khotbah yang disampaikan oleh PP Djonny dalam ibadah GPK JMD Bandung (31 Mei 2026) berjudul "Manusia Kerajaan Sorga 40" mengupas tuntas tentang bagaimana Allah mewujudkan pemerintahan-Nya di bumi melalui manusia rohani, dengan mengambil contoh kehidupan dan iman Abraham. Berikut adalah pesan khotbah tersebut secara detail beserta poin-poin pentingnya: 1. Keselarasan antara Jiwa (Pikiran) dan Roh Belajar dari Iman Abraham: Merujuk pada Ibrani 11:17-19 dan Kejadian 22, ketika Abraham diperintahkan untuk mempersembahkan Ishak, ia melakukannya tanpa ragu. Mengapa? Karena ada keharmonisan total antara roh dan jiwanya (pikirannya). Mengatasi Konflik Internal: Sering kali manusia gagal karena apa yang ada di dalam roh (iman) bertubrukan dengan apa yang dipikirkan oleh jiwa (logika kedagingan/fakta dunia luar). Abraham tidak mengalami konflik ini; pikirannya tunduk dan selaras dengan iman rohaninya, sehingga ia percaya Allah sanggup membangkitkan orang mati sekalipun. 2. Konsep ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

*PERBEDAAN ANTARA ORANG PERCAYA, ORANG KRISTEN DAN GEREJA*

*Ini bukan soal beda penyebutan, tapi sangat berbeda secara mendasar. Ada spirit yang berbeda yang bekerja dibalik penyebutan orang Kristen.* Siapakah saudara? Orang percaya, orang Kristen atau Gereja? Kita bisa mengaku-ngaku atau merasa diri sebagai apa dan siapa. Petunjuknya adalah ayat Alkitab yang mana yang paling saudara sukai, itu menunjukkan siapa saudara sebenarnya. Saya percaya jika diadakan survey mayoritas  orang Kristen akan menjawab Mazmur 23 adalah ayat-ayat favoritnya. Murid-murid pertama pertama kali disebut sebagai orang Kristen di Anthiokia, karena mereka terkenal sebagai pengikut Kristus. Sebutan orang Kristen itu adalah pandangan dan opini dari orang dunia. *Kita tidak boleh dibentuk oleh karena opini dunia, tapi dari perkataan dan pandangan Allah sendiri, karena opini dunia berasal dari benih si jahat.* Jangan puas dan bangga menjadi orang Kristen oleh karena dipanggil dan disebut orang dunia seperti itu, tapi lihatlah apa kata Tuhan sendiri mengenai oran...