Langsung ke konten utama

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh

Living the life of the Spirit

Pendahuluan

Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.

 

Tuhan sedang mempersiapkan terlebih dulu umat-Nya untuk menghadapi sesuatu yang lebih besar. Untuk sebagian besar dari kita, kita telah memasuki awal dari masa lembu kurus; sebab masa kelimpahan lembu tambun telah berakhir. Sebagian di antara kita tetap berada di masa kelimpahan dan menerima lebih lagi untuk tujuan Tuhan berdasarkan kasih-karunianya. Mereka telah menghancurkan roh kelemahan dan roh kemiskinan dan Tuhan telah melepaskan mereka sebagai instrumen pilihan-Nya untuk terjadinya transfer ekonomi dan kekayaan.

Tapi yang dikehendaki Tuhan supaya semua kita bisa menyeberang dan masuk ke musim Tuhan atau masa yang baru. Siap atau tidak semua harus menyebrang. Saya tidak mau tertinggal dan tidak mengalami musim Tuhan yang baru. Sesuatu yang segar dan yang supranatural Tuhan akan segera berikan di antara April sampai September 2021 ini supaya kita mengalami naik ke level yang baru di segala aspek, masuk ke dimensi yang baru bersama Roh Kudus; supaya kita dapat menjadi jawaban bagi dunia ini,  sebagai gereja membawa berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa.

 

Jangan hanya berdiam diri dan merasa senang, karena tidak harus hadir di gereja, tidak harus memberikan persembahan dan perpuluhan. Saya dan semua saudara harus tetap teguh memegang apa yang sudah kita dapatkan sejak kita dilahirkan kembali ke dalam Kerajaan Sorga dan dikaruniakan Roh Kudus. Pertahankan apa yang sudah ada di dalam, yang sudah terbangun di dalam, sudah harus menjadi karakter dan bagian yang normal dalam hidup kita sehari-hari. Jika tidak, kita harus segera bertobat dan kembali kepada Firman. Sebab perkataan ini sudah tergenapi dan terbukti: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Mat 4:4

Pp. Jonathan David

Di hari-hari ini banyak sekali orang mengalami kegoncangan dan banyak yang tidak dapat bertahan, karena hanya mendapatkan suplaian roti saja, tapi tidak mendapatkan perkataan Allah, membuat ketimpangan dan kegoncangan.

Orang percaya yang tidak memiliki pewahyuan, pengertian dan hikmat; tidak akan mempunyai kekuatan untuk bertindak. Baik rombongan nabi yang di Gilgal mau pun rombongan nabi yang di Yerikho, tidak seperti Elisa. Rombongan nabi hanya tau bahwa Elia akan diangkat Allah ke sorga, tapi Elisa memiliki pengertian dan hikmat yang berbeda; karena dia telah menerima pewahyuan mengenai pengangkatan Elia. Selama 14 tahun Elisa telah mengabdikan diri kepada Elia. Dia tau sesuatu yang berharga telah terbangun dalam hidupnya Elia seumur hidupnya di mana Elia berdiri dan melayani Tuhan. Rombongan nabi itu hanya bisa mengamat-amati, tidak seperti Elisa yang selalu mengikuti Elia dan mendorong dirinya sendiri terus mengikuti kemana pun Elia pergi sampai ia terangkat ke sorga.

 

Papa Jonathan mendapatkan penglihatan tentang bola-bola api. Beliau melihat bola-bola minyak yang seketika berobah menjadi bola-bola api. Saat bola-bola api itu turun ke bumi, bola-bola itu mulai bergerak dengan lebih cepat. Dan bola-bola itu kembali menjadi cair dan turun ke atas semua orang yang berkumpul di tempat itu. Dan ketika minyak turun atas mereka, mereka menemukan bahwa mereka memakai pakaian imam besar. Saya percaya inilah maksud dari penglihatan itu.

Pencurahan Roh Kudus dimulai saat hari Pentakosta 2000 tahun yang lalu. Dan ada suatu waktu saat kepenuhan Roh dilepaskan atas bumi ini. Dilepaskannya minyak Tuhan secara supranatural akan memenuhi hidupmu, sehingga pengurapan itu akan lebih dan lebih besar lagi dan lebih kuat lagi.  Roh Kudus akan melepaskan dimensi ini ke dalam hidup kita.  Ketika hati kita terbuka seperti ini dan kita sungguh merindukan di dalam roh, maka ini waktunya yang mendesak dimana sorga mencurahkan frekuensi yang harus kita tangkap. Pengurapan ganda yang turun atas kita seperti yang tercurah atas mereka dan mereka dapatkan diri mereka memakai jubah imam besar.

Ini adalah awal dari musim yang upbaru dari Tuhan; yang akan menyingkapkan dekade ganda dari destiny dan dekade ganda sorga yang terbuka.

Penglihatan yang pp Jonathan lihat adalah Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidup kita. Tuhan bekerja dalam segala keadaan, bahkan dalam masa pandemi Covid-19.  Dia tidak menghentikan rencana-Nya atas hidup kita.

Kita sudah melewati pandemi 1,5 tahun dan visi ini menjadi semakin jelas dan lebih jelas. Ia membentuk patron ilahi dalam hidup kita. Ia menaruhkan hidup-Nya di dalam kita; juga kuasa-Nya di dalam kita. Ia mengajarkan kita untuk menerobos. Ada patron dan juga ada penyelarasan frekuensi di dalam roh kita. Dan di dalam waktu tuaian akhir ini di waktu kita, patron itu menjadi sangat jelas, menjadi blueprint. Blueprint dan patron ini akn mendesain ulang gaya hidup kita.

Dalam waktu dua dekade sorga terbuka ini pelayan-pelayanan strategis akan terbuka kembali. Sebab Tuhan telah membuka gudang persenjataan-Nya. Apa yang dilakukan para pelayan strategis Tuhan dimasa terdahulu seperti Charles Finney, orang strategis seperti Edward Johnson, Katryn Kullman telah kembali kepada Tuhan. Selama hidupnya para pahlawan iman ini telah membentuk mantel-mantel dan itu dikembalikan kepada Tuhan, dikumpulkan, diseleksi dan disimpan di gudang persenjataan Tuhan (armory). Yang membentuk mantel-mantel itu adalah kehidupan mereka, pelayanan mereka, gaya hidup, posisi rohani mereka, kasih-karunia mereka, anugerah, frekuensi firman yang terkandung di dalam doktrin yang mereka percayai.

Kita terkait dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam kita oleh karena mereka.

Yeremia 50:25 TUHAN telah membuka tempat perlengkapan-Nya dan mengeluarkan senjata-senjata geram-Nya, sebab ada pekerjaan bagi Tuhan ALLAH semesta alam di negeri orang-orang Kasdim:

Kita menantikan hal yang luarbiasa ini. Dan pencurahan akhir RohKudus ditandai pula dengan dilepaskannya mantel-mantel ini kepada mereka yang memiliki kualifikasi di bumi ini. Saat orang-orang dalam gereja telah siap, maka Roh Kudus akan menyambar mereka.

Kita yang sedang berkumpul di sini harus membuka hati kita untuk kapasitas yang lebih besar itu terjadi. Inilah yang akan Tuhan berikan pada kita oleh karena kasih-karunia dan kerelaan-Nya (Fil 2:12-13) pada untuk musim yang baru ini. Sangat sulit untuk percaya sampai kau benar-benar mengalaminya sendiri dalam hidupmu.

Tuhanlah yang membangun Rumah-Nya dan Roh Kudus memberdayakannya. Ia bekerja untuk gereja yang tidak biasa, mengeksekusi rencana dan tujuan Tuhan dan menundukkan semua musuh sampai seluruh masuh menjadi tumpuan kaki Tuhan kita, Yesus Kristus.

Salah satu kunci yang kita akan terima adalah penguasaan dan pengaruh daripada teritori dan domain di mana kita berada. Masalah orang-orang gereja adalah mereka tidak tau teritori pengaruh mereka. Mereka tidak mempunyai rumah rohani, tapi mereka hanya bergereja di mana mereka merasa perlu saja. Kita bergereja oleh karena alasan bukan karena musiman (for a reason not for a season). Tuhan tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang-orang yang tidak ada di dalam rumah. Roh Kudus hanya tercurah kepada 120 orang yang sedang menantikan Tuhan di loteng atas (upper room). Ketika Tuhan katakan tunggu (diam) kita harus menunggu. Di situlah kapasitas dan pengaruh hidup kita akan meningkat. Pegang ini selama masa dekade ganda sorga yang terbuka, karena itu adalah kuncinya, yaitu tetap tinggal di mana Tuhan perintahkan engkau, dan tetaplah tinggal di sana. Ketika kau buka TV sekarang ini, dikatakan “Tetaplah tinggal di rumah” dan “tetap hidup”. Jadi, tetaplah tinggal di dalam Rumah yang Tuhan tetapkan untukmu. Tinggal di kotamu.

Tuhan menunjukkan kunci kepada Ishak, supaya ia tetap tinggal di Filistin dan jangan ke Mesir; sehingga ketika ia taat, ia menerima kelimpahan. Ini bukan bicara memberikan berkat, atau memberkati berkatnya tapi Tuhan memberkati orangnya. Bukan karena ia menanam lantas menuai banyak, seperti ada tertulis, apa pun yang dikerjakannya akan berhasil. Itulah dampak dan pengaruh orang yang diberkati Tuhan karena taat.

Kejadian 26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 14  Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. II II II

15  Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.

16  Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami."

17  Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.

Ini nubuatan untuk kita dari pp Jonathan: Kita bisa memerintah bersama Kristus di dalam teritori kita. Dampak terbersar kita ada di teritori kita. kita akan dapatkan perkenanan Tuhan dan manusia; dan Tuhan akan menyediakan kita dengan sumber daya untuk apa yang Ia perintahkan kepada kita. Jadi, tetap tinggal di teritorimu dan diam di dalam pengurapan domain yang Tuhan anugerahkan kepadamu. Jangan melakukan sesuai dengan keinginan hatimu, tapi lakukan apa yang dikatakannya di dalam rohmu. Ini adalah caranya menolong kita untuk diberdayakan oleh RohKudus.

Kita harus tersedia untuk Tubuh Kristus. Kita membangun dengan baik dan kuat untuk menjadi sumber berkat. Kita menyadari, hidup kita, pekerjaan kita, pengaruh kita, hanya ada di dalam teritori kita. Jadi, temukan apa yang Tuhan mau lakukan. Apa domainmu, dan biarkan Tuhan mempersiapkanmu dengan saudara-saudaramu yang lain. Memiliki kekuasaan di setiap domain tidaklah mudah. Tuhan harus menyelaraskan kita, tajam, akurat, di waktu dan di tempat yang tepat. Harapkan sesuatu yang supranatural terjadi di dalam dan melalui hidupmu. Tahun 2021 adalah tahun terjadinya penggenapan. Kau bisa membuat itu terjadi dengan imanmu, dengan ketaatanmu dan dengan semua hal yang berharga yang sudah Tuhan taruhkan di dalam rohmu.

Alkitab mengatakan menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga, ia mendapatkan seratus kali lipat. Tuaian yang maksimum. Kelimpahan terjadi dan kapasitas semakin meningkat. Jadi kita harus tau apa yang Tuhan mau kita lakukan. Itu menjadi prioritas utama. Komitmen kita untuk ini adalah kita membawa transformasi karena ketaatan kita. Pengurapan apostolik adalah untuk melihat bagaimana bangsa-bangsa diubahkan.  Harapkan hari-hari kebangkitan, kedatangan kebangkitan oleh Roh Kudus yang bergerak dengan dahsyat dalam hidupmu.

Tahun 2021 ini antara April-September Tuhan akan meningkatkan kapasitas kita, sehingga kita bukan hanya untuk menghadapi pencobaan-pencobaan, tapi kita bisa menghadapi musuh-musuh yang ada dibalik pencobaan itu. Peperangan yang kita hadapi adalah peperangan yang nyata. Bukan darah dan daging, tapi pemerintahan dan penguasa. Mari kita rayakan kehidupan yang berkemenangan (overcoming life) yang Tuhan berikan kepada kita, sehingga hari-hari sorga di bawah bumi menjadi realita. Amin.

Kita telah membahas bagaimana kita diberdayakan oleh Roh Kudus. Kapan pun ketika kita menyadari apa yang Tuhan tunjukkan kepada kita dan saat Roh Kudus mendatangi kita, itu terjadi karena kita terhubung dengan tahta sorgawi di loteng atas. Pencurahan Roh Kudus sekali lagi akan mendatangi kita dengan cara yang unik.

 

 

 

 

Saya tidak percaya bahwa situasi ini akan terus terjadi, covid-19 harus berhenti.  Terlalu lama untuk mendapatkan jawaban. Kita harus percayai Tuhan bahwa Kerajaan Tuhan akan datang dan kuasa-Nya termanifestasikan lewat gereja-Nya dan akan menghentikan virus ini.  Jika kita tidak bisa menghentikan virus bagaimana kita hentikan iblis. Ketika kita dalam satu tujuan di satu tempat, maka ada perlindungan, ada kemerdekaan. hal yang supranatural terjadi. Sekaranglah waktunya hal ini sedang terjadi. Saat kita berada di tempat kudus, di ruang atas kita terhubung dengan ruang tahta Tuhan, sehingga termanifestasi-Nya Roh Kudus akan terjadi di loteng atas. Ini adalah tempat yang sudah ditentukan.

Kis 2: Kisah Rasul 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

Roh Kudus harus datang lebih dan lebih lagi pada gereja-Nya, sehingga Tuhan bisa mengerjakan hal yang dahsyat. Ada proses yang kontinue terjadi di mana kau membaktikan diri pada Allah yang sama, tujuan yang sama, prioritas yang sama, kepemimpinan yang sama dan orang-orang yang sama.

Kisah Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kita menciptakan atmosfir untuk Tuhan bergerak, karena kultur daripada Kerajaan Allah sudah terbangun.

Kisah Rasul 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Ada kesadaran akan Tuhan karena Roh Kudus bergerak di dalam dan melalui mereka. Mereka fokus pada dinamika gereja, pada doktrin dan pengajaran para rasul, pada persekutuan dan doa.

Di musim yang baru ini juga akan terjadi equalisasi, update dan upgrade seperti yang terjadi di Efesus, Kis 19, pada murid-murid Apolos. Mereka hanya mengalami baptisan pertobatan atau baptisan Yohanes dan belum tau dan belum mengalami baptisan Roh Kudus. Banyak dimensi Roh Kudus yang belum dapat ditangkap oleh Apolos sampai ia mengalami update dan upgrade, setelah belajar dari Priskila dan Akwila (Kis 18:26). Kepemimpinan di dalam gereja harus membangun budaya Kerajaan Allah, sehingga gereja Tuhan bisa bangkit.

Paulus menegaskan perlunya Roh Kudus dan dimensi Roh Kudus harus ada pada orang percaya sehingga bisa dibangun menjadi gereja. Dimensi Roh Kudus ini harus makin jelas dan makin jelas di hati gereja saat ini. Baptisan Roh Kudus bukan bicara hanya sebatas berdoa dengan bahasa roh, tapi lebih dari itu bagaimana Bapa, Yesus dan Roh Kudus hidup di dalam hati kita dan bagaimana kita bisa memanifestasikan kehidupan Kristus di dalam ke luar. Di mana ada Roh Kudus disitulah Kerajaan Allah ada. Tanpa Roh Kudus adalah kehidupan yang berbahaya bagi orang percaya. Bila Aku mengusir setan dalam kuasa Roh Kudus, maka Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.  Roh Kudus adalah faktor Allah yang paling kurang di dalam gereja-gereja saat ini.

 

Lihat videonya di link berikut:

https://youtu.be/aUE_2oVWnYw




 

 

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...