Langsung ke konten utama

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14

 


Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi.

Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat mengenali dan memahami apa yang Tuhan sedang kerjakan. Contohnya adalah Musa yang mengimpartasikan Roh hikmat kepada Yosua, menggarisbawahi bahwa kapasitas rohani kita akan menentukan sejauh mana kita dapat menerima "warisan rohani”  dari para pendahulu kita atau pemahaman awal tentang rencana Tuhan di depan.

 

Poin kunci pertama dalam khotbah ini adalah konsep bahwa Tuhan sedang memanggil kembali umat-Nya yang murtad dan mengumpulkan mereka ke Sion. Kutipan dari Yeremia 3:14, "Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion," menegaskan bahwa Tuhan memiliki inisiatif dalam memulihkan umat-Nya dan membawa mereka ke tempat yang telah Ia persiapkan. Ini bukan hanya tentang kembali ke sebuah bangunan gereja, melainkan kembali ke sebuah dimensi rohani – kepada tujuan pinciptaan Tuhan -  dimana Tuhan bertahta.

 

Dr. Jonathan David menjelaskan bahwa Sion adalah pola untuk pembangunan kota. Kota-kota perlu memiliki dimensi Sion untuk menghindari kehancuran. Pembangunan Sion mencakup pembangunan kembali masyarakat, komunitas, dan orang-orang di lingkungan kita, khususnya mereka yang memiliki pengaruh atau dapat dipengaruhi. Pembangunan ini bukanlah upaya manusia, tetapi pekerjaan Ilahi yang membutuhkan orang-orang strategis yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan sendiri. Mereka adalah orang-orang yang dibangkitkan dari berbagai latar belakang, status sosial, dan ideologi, dan mereka akan diubahkan menjadi anak-anak Allah yang hidup. Tuhan melatih mereka di daerah masing-masing sebelum mengumpulkan mereka menjadi satu tim strategis.

 

Para pemimpin strategis ini akan diurapi dan diberikan Roh Tuhan, yang akan membawa perubahan dalam roh mereka dan memanifestasikan karakter Allah. Mereka akan menjadi alat baru di tangan Tuhan, membawa gerakan signifikan di bumi. Dr. Jonathan David mengambil contoh Ishak, yang diberikan mandat kerajaan untuk mengizinkan Tuhan membawa masuk orang-orang-Nya. Orang-orang strategis ini akan menjadi gembala, tentara, atau pemimpin di berbagai domain. Tuhan akan mengumpulkan mereka dari utara, selatan, barat, dan timur, untuk dibawa ke Sion.

 

Setiap orang yang dipanggil akan memiliki pola pikir strategis. Perubahan akan terjadi pada pikiran, sikap, dan tindakan mereka. Tuhan sendiri yang akan mengambil, memilih, dan mengangkat orang-orang ini, sama seperti Ia tidak memilih anak pertama Isai sebagai raja. Dr. Jonathan David menekankan bahwa Tuhan melihat lebih dari yang bisa kita lihat dan Ia memilih orang-orang yang mungkin tersembunyi dari pandangan kita. Ia memberikan contoh Samuel yang melewatkan anak-anak Isai sampai yang terakhir, anak gembala yang berbau domba, Daud, yang kemudian diurapi menjadi raja.

 

Tuhan mencari orang-orang yang saleh dan benar, dan akan menempatkan mereka di setiap domain untuk memimpin. Kekuasaan kegelapan akan berakhir, dan Tuhan akan mengutus para pemimpin untuk menjamah orang-orang strategis di gereja. Dikatakan bahwa Tuhan akan membawa umat-Nya ke Sion, kota Allah yang hidup, tempat pertemuan dengan Allah, tempat berjuta-juta malaikat, tempat Yesus sebagai pengantara, tempat darah-Nya berbicara, dan tempat kediaman kudus-Nya. Sion adalah basis operasional Tuhan, tempat tongkat pemerintahan-Nya diulurkan dan tempat Kerajaan Allah termanifestasi secara penuh. Di Sion, umat akan merelakan diri untuk maju di hari kuasa-Nya.

 

Khotbah ini menegaskan bahwa pembangunan Sion akan berdampak pada penyataan Kerajaan Allah melalui gereja. Sion bukan hanya tempat peristirahatan Allah, melainkan juga tempat Ia bekerja dengan dahsyat dan mengeksekusi pemerintahan-Nya. Sion adalah jalan raya dari surga dan pintu masuk bagi surga untuk menginvasi bumi.

 

Dr. Jonathan David membandingkan Sion dengan Gunung Sinai. Di Sinai, umat Tuhan terikat hukum dan merasa puas, tetapi Tuhan harus menghakimi mereka. Di Sion, darah Yesus berbicara lebih kuat dari darah Habel. Darah Habel menuntut pembalasan, sedangkan darah Yesus berbicara untuk membawa kehidupan. Darah-Nya menghancurkan kuasa dosa, sakit-penyakit, dan maut.

 

Terdapat 10 ciri Sion yang dijelaskan, dan yang ke-12 adalah Tuhan sebagai api yang menghanguskan, datang untuk menghakimi bumi. Dr. David juga mengingatkan agar umat Tuhan tidak menolak Dia yang berfirman, karena jika mereka yang menolak firman di bumi tidak luput, apalagi kita yang berpaling dari firman di surga. Tuhan akan menggoncangkan bumi dan langit agar yang tidak tergoncangkan tetap. Oleh karena itu, kita harus mengucap syukur dan beribadah dengan hormat dan takut, sebab Allah adalah api yang menghanguskan.

 

Ada banyak kegoncangan, karena Tuhan ingin agar umat-Nya menjadi tak tergoncangkan, tak bisa dihentikan, dan tak bisa dibatasi dalam sumber daya finansial. Rencana besar Tuhan adalah memulihkan gereja-Nya, membawa masuk Sion, dan membawa masuk penyataan kerajaan-Nya. Dengan 10 ciri Sion yang telah diberikan, kita telah menerima Kerajaan yang tidak tergoncangkan dan akan tinggal tetap.

 

Khotbah ini mengingatkan bahwa kita tidak boleh berperang sendirian, dan bahwa kita harus memiliki orang-orang strategis di sekitar kita. Tuhan juga akan membawa umat-Nya ke Sion, bukan hanya sebagai tempat bagi umat, tetapi juga untuk pelayanan pilihan. Mereka yang selama ini berjalan sendiri akan menemukan persekutuan apostolik dan menjadi bagian dari tim yang saling membimbing dan melindungi. Tuhan sedang membuka hati umat-Nya agar memiliki gembala yang sesuai dengan hati-Nya.

 

Sion adalah tempat rekonstruksi kehidupan, tempat tinggal Tuhan, tempat Ia bekerja dengan perkasa, tempat persembunyian umat-Nya. Dia adalah pembangun dan pembuat kota Sion. Tuhan akan memberikan gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Nya, sama seperti Ia memberikan orang-orang terbaik kepada Yesus, bahkan Yudas Iskariot. Tuhan akan menertawakan tipu daya musuh dan membentengi umat-Nya.

 

Tuhan akan memberikan gembala yang sesuai dengan hati-Nya, yang akan membuat hati umat-Nya semakin mencintai penyataan Kerajaan Allah dan memiliki kemampuan mengenali Kristus dalam setiap orang. Roh Kudus akan memampukan umat-Nya untuk membedakan roh, keluar dari kebusukan dunia. Tuhan sedang membangkitkan orang-orang baik, dan kita harus memiliki hati yang sesuai dengan hati Tuhan.

 

Gembala yang baik akan menggembalakan umat dengan pengetahuan, pengertian, dan hikmat. Tuhan akan menyatakan umat-Nya sebagai orang dewasa yang bisa mewarisi dan menerima dari Bapa. Tidak ada lagi yang mengingat tabut perjanjian, karena Tuhan telah berpindah dari bayangan ke perwujudan yang nyata, yang adalah kebangkitan Yesus. Kebangkitan ini adalah kemuliaan Bapa yang membangkitkan Yesus.

 

Gembala Kerajaan akan memberi makan kawanan domba dengan makanan yang tepat dan strategis. Pengetahuan pewahyuan harus diterima dari para gembala yang dibangkitkan oleh Allah. Umat Tuhan akan menjadi pembawa hadirat-Nya. Gereja yang kita bangun adalah tempat tinggal Allah menjadi nyata. Kita tidak lagi membutuhkan tabut perjanjian, sebab kita telah menjadi pembawa hadirat-Nya. Kita membawa kemuliaan-Nya yang tersembunyi di dalam diri kita. Tuhan sedang membuka pintu untuk mengenal hadirat-Nya secara intim. Kita sedang diajari untuk meresponi hadirat Allah. Kesadaran akan Allah sedang dibangun di dalam hidup kita.

 

Di hari-hari Tuhan membangkitkan gembala-gembala, Tuhan juga membangkitkan orang-orang yang menjadi pembawa hadirat-Nya. Kita tidak lagi membutuhkan tabut perjanjian karena kita memiliki realita manifestasi kehadiran Allah, yang bukan bersifat lahiriah tetapi supranatural. Tuhan akan menegakkan kekuasaan pemerintahan-Nya melalui umat-Nya di Sion. Mereka akan menyebutnya Takhta Tuhan dan mencerminkan pemerintahan Allah secara akurat. Umat Tuhan akan mempengaruhi bangsa dan menjamah mereka dengan sumber daya dari surga. Bangsa-bangsa akan datang dan mempelajari jalan-jalan-Nya dan Tuhan akan menempatkan hadirat dan nama-Nya di sana.

 

Ada kemurnian dan pembersihan dari dosa. Tuhan akan menegakkan pemerintahan-Nya di dalam dan melalui umat-Nya. Kita akan terbebas dari ketakutan dan datang ke tempat di mana Tuhan berada dekat dengan kita. Pemerintahan Allah akan dimodelkan secara akurat, umat akan melihat pemerintahan dan peningkatannya. Tuhan akan memakai umat-Nya untuk membawa hadirat, peraturan, dan pemerintahan-Nya. Mereka akan menjadi pemberi pengaruh dengan jangkauan teritorial.

 

Tuhan akan menghancurkan dinding pemisah, sehingga kita bisa menjadi satu. Yehuda dan Israel akan bergabung bersama, gereja akan dipersatukan, tidak terpisah oleh politik, kesehatan, atau finansial. Kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi, karena akan ada kekurangan makanan dan kebutuhan pokok. Kita harus siap menjadi orang yang dapat membantu sesama, bukannya bergantung pada sistem dunia.

 

Tuhan akan menghancurkan dinding pemisah ideologi yang selama ini memisahkan kita. Kita harus memiliki keragaman dalam kesatuan dan tidak berprasangka terhadap siapapun. Ketika Sion terbentuk, semua bangsa akan berkumpul di sana dan Yehuda dan Israel akan berjalan bersama di tanah pusaka. Tuhan tidak akan berhenti di tengah jalan, ia akan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

 

Kota-kota akan diubah oleh kedatangan Tuhan ke bumi. Tuhan menghancurkan tembok ras, bahasa, dan status ekonomi, juga tembok pemisah antar denominasi gereja. Kita akan menemukan ketenangan dari kebenaran yang diajarkan, dan setiap tipu daya akan hancur. Tuhan akan mengangkat gembala yang sesuai dengan hati-Nya, yang akan menggembalakan kita dengan pengetahuan dan pengertian.

 

Tuhan sedang membangkitkan setiap pria dan wanita untuk membawa pertumbuhan, pemulihan, dan iman pada mujizat. Yehuda dan Israel akan menjadi satu. Tuhan sedang membangun kembali Sion untuk merekonstruksi kota.

 

Manifestasi akhir adalah Allah sebagai Bapa, Ia akan menempatkan kita di tengah-tengah anak-anak-Nya dan memberikan negeri yang indah, kita akan memanggil Dia Bapa dan tidak akan berpaling. Kita adalah warisan dari putra-putra Allah. Ketika putra-putra Allah dimanifestasikan, kerajaan Allah akan diperlihatkan. Tidak ada lagi pemisahan atau perpecahan dalam tubuh Kristus.

 

Tuhan akan menggenapi apa yang telah Ia mulai, membangun gereja diatas pilar-pilar Sion. Kerajaan Allah akan termanifestasi dalam kepenuhan-Nya. Tuhan sedang mengajar kita untuk kedatangan-Nya yang kedua, bagaimana hidup dan bagaimana mendekat pada-Nya tanpa rasa takut. Tuhan akan mengejar kita sampai Ia menemukan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Kemuliaan Kristus akan termanifestasi dalam hidup kita dan pengharapan akan kemuliaan-Nya menjadi nyata.

 

Biarlah Roh Tuhan menginsafkan hati kita, supaya kita bisa membangun rumah dengan benar. Kita bisa memulihkan kembali kota, dan kota demi kota bisa kita ambil alih. Tuhan akan memberikan patron yang jelas, dan bahan material yang berkualitas. Tuhan membuat bejana kehormatan yang berbeda, ada untuk kehormatan dan ada untuk mempermalukan. Tuhan sedang memberikan kesempatan untuk membuat itu menjadi sangat baik, kuat dan benar. Di hari yang akan datang kita akan dihakimi bukan atas yang kita ketahui, tapi dari apa yang telah menjadi.

 

Roh Kudus akan menyatakan kepada kita semua yang telah Allah berikan. Kita tidak perlu bergumul untuk menerima nubuatan. Setiap hari akan menjadi hari pertempuran, tapi kita juga akan memiliki kemenangan. Semua penyakit dapat kita taklukkan. Terima dimensi anugerah dari Roh Kudus, anugerah kesembuhan, mujizat, pekerjaan mujizat, tanda-tanda, dan kuasa di dalam nama Yesus. Semuanya akan menjadi supranatural. Gereja yang tidak biasa akan menjadi Sion-Nya Tuhan. Tuhan ingin kita membuat patron rumah yang sesuai di seluruh dunia, karena Tuhan akan pulang ke rumah. Tuhan akan membangun gereja-Nya dan akan memenuhi gereja-Nya.

 

Kemuliaan yang akan datang lebih besar dari yang sebelumnya. Kita dalam masa transisi untuk menjadi firman yang menjadi manusia, kemuliaan yang Tuhan miliki di Sorga akan tetap termanifestasi di bumi. Gembala yang baru akan diposisikan di tempat strategis untuk mempraktekkan dan memodelkan kebenaran.

 

Terimalah karunia membedakan roh, firman pengetahuan, pengertian, hikmat, karunia profetik, bernubuat, berbahasa roh, penafsiran. Kita akan melihat Kerajaan Allah termanifestasi. Gereja kita akan berubah. Malaikat akan mengukur Sion, kota Allah yang hidup.

 

Roh Allah melakukan pekerjaan yang baru di gereja, dan mereka akan menjadi lebih responsif. Sama seperti Allah memilih Daud, kita akan dikenali diantara banyak orang. Sejak hari pentahbisan, manifestasi kuasa Allah akan terus datang setiap hari. Tuhan akan membangkitkan kita menjadi pembangun bangsa, pengambil alih kota, pembunuh raksasa. Kita akan bangkit melampaui semua keterbatasan. Tuhan dengan Roh-Nya melihat dan mengamati kita, dan membawa kita keluar dari mentalitas goa kepada mentalitas peperangan.

Untuk melihat khotbah  lengkap klik Link di sini.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...