Ayat Renungan:
Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki
berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan
adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena
kemampuan kita sendiri.
1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan
berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti
tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji"
bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.
Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah
anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain
melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan
Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara
korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu).
Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum
iman Abraham mencapai ikat-janji, ia hanya menerima janji-janji Allah. Janji
Allah itu senantiasa diperbarui dalam setiap tindakan ketaatan Abraham. Setelah
mencapai kedewasaan iman dan Allah melihat bukti dari tindakannya atas imannya,
maka Allah mengingkatkan diri-Nya dengan Abrama dalam hubungan ikat-janji. Ini
ditandai dengan perubahan jatidiri Abram menjadi Abraham.
Poin-Poin Penting:
1.
Apa arti dari IKAT JANJI itu? Apa perbedaannya
dengan PERJANJIAN? Sampai kapan IKAT JANJI Allah dengan bapa2 leluhur (Abraham)
itu BERLAKU?
Arti ikat janji (covenant): Ikat janji
adalah kesepakatan hukum ilahi yang berlaku turun temurun yang mengikat Allah
dan kepada siapa yang Ia mengadakan ikat janji. Allah sendiri yang berinisiatif
melakukan ikat-janji dengan-Nya dengan sumpah kepada diri-Nya sendiri. Dalam
konteks ini, ikat janji antara Allah dengan Abraham mengikat keturunan Abraham
secara hukum (rohani) dan turun temurun. Ikat-janji ini sangat kuat dan tidak
bisa dibatalkan.
Perbedaan dengan Perjanjian:
Perjanjian (janji individu) bersifat personal, sedangkan ikat janji bersifat
kolektif dan mengikat generasi. Perjanjian bersifat lebih fleksibel waktunya
dan syarat berlakunya, sedangkan ikat janji lebih permanen dan melibatkan
sumpah. Selama pihak kedua (manusia) menepati (tetap berpegang) dan melakukan
bagiannya, pihak pertama (Tuhan) tetap melakukan isi perjanjian tersebut.
Masa Berlaku Ikat Janji: Ikat
janji Allah dengan Abraham berlaku tak terbatas (1 Tawarikh 16:15),
"sampai seribu angkatan", yang berarti kekal dan tidak dibatasi
waktu.
2.
Siapa yang TERMASUK, IKUT TERLIBAT dan MENJADI
BAGIAN secara HUKUM dalam ikat janji Allah dengan Abraham ini?
Mereka yang hidup oleh iman
adalah anak-anak Abraham (Galatia 3:7), sebab Abraham adalah bapa orang beriman.
Dalam konteks Perjanjian Baru, mereka yang menjadi milik Kristus, melalui iman,
dianggap sebagai keturunan Abraham secara rohani (Galatia 3:29). Jadi, bukan
hanya keturunan Abraham secara fisik, tetapi juga keturunan Abraham secara
rohani melalui iman kepada Yesus Kristus. Dengan kata lain, orang-orang dari
segala bangsa yang percaya pada Yesus Kristus menjadi bagian dari ikat janji
tersebut secara hukum rohani.
3.
Bagaimana kita bisa menjadi KETURUNAN Abraham,
anak2 Abraham? Apa yang Kristus telah LAKUKAN atau KERJAKAN sehingga kita bisa
menjadi keturunan Abraham dan BERKAT Abraham bisa sampai kepada kita?
Bagaimana menjadi keturunan
Abraham: Kita menjadi keturunan Abraham secara rohani melalui iman kepada Yesus
Kristus (Galatia 3:7, 29) ditandai dengan peristiwa kelahiran kembali, lahir
baru (secara rohani). Bukan lagi berdasarkan garis keturunan fisik, melainkan
melalui kelahiran roh yang baru, berarti
ada persatuan dengan Kristus.
Peran Kristus: Yesus Kristus
telah mengerjakan penebusan dan mendamaikan kita dengan Allah (dengan diri-Nya
sendiri). Melalui Kristus, berkat Abraham (janji dan warisan yang diberikan
Allah kepada Abraham) dapat sampai kepada kita (Galatia 3:14). Kristus telah
menggenapkan hukum dan semua nubuatan yang disampaikan para nabi, membuka jalan
bagi orang dari segala bangsa untuk menjadi bagian dari keluarga rohani Abraham
untuk masuk kepada pokok keselamatan dan hidup yang kekal.
Kesimpulan:
Dari pemahaman ini, kita bisa melihat bahwa berkat dan
kemampuan yang kita miliki bukan hanya hasil usaha kita sendiri, tetapi juga
merupakan bagian dari penggenapan untuk meneguhkan ikat janji Allah dengan
Abraham. Ikat-janji ini menekankan pada pokok keselamatan dan hidup yang kekal
di dalam Kristus Yesus dan bukan menekankan kepada berkat materi atau jasmani. Kita
masuk ke dalam ikat janji ini bukan melalui garis keturunan fisik, tetapi
melalui iman kepada Yesus Kristus. Dengan demikian, kita menjadi keturunan
Abraham secara rohani dan berhak menerima berkat-berkat yang dijanjikan kepada
Abraham. Kita berhak menerima warisan rohani, dimensi roh, penyediaan Allah dan
Kerajaan Allah yang juga menjadikan kita Gereja anak sulung.
Penting untuk diingat bahwa iman kepada Yesus Kristus adalah
kunci untuk berpartisipasi dalam ikat janji ini. Bukan berarti kita mengabaikan
usaha dan kerja keras, tetapi kita menyadari bahwa Allah adalah sumber segala
berkat dan kemampuan yang kita miliki. Pemberian-pemberian ini bukan untuk
tujuan kita, tapi untuk tujuan Tuhan untuk menjadikan kita sebagai putra
(huios) yang dewasa, sehingga rencana dan kehendak Tuhan terjadi di bumi ini.
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.