Langsung ke konten utama

Konsep Berpikir yang Benar Berdasarkan Firman Tuhan (Rhema)

 Ringkasan sesi 6 TLC Medan 27-30 Des 2024

Tema Utama: Konsep Berpikir yang Benar Berdasarkan Firman Tuhan (Rhema) dan Kasih Karunia, Serta Otoritas Orang Tua.

Yes 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.

Petikan Dari Khotbah Tentang Cara Kita Berpikir Berdasarkan Kenyataan VS Firman Tuhan:

Saudara, mari kita renungkan tentang sakit, penyembuhan, dan kasih karunia Tuhan. Seringkali kita berdoa: "Tuhan, sembuhkan aku," dan kita percaya bahwa penyembuhan selalu menjadi yang terbaik bagi kita. Kita mungkin berpikir, "Jika Tuhan mengasihi saya, Dia akan menyembuhkan saya." Kita mungkin mengalami sakit parah, bahkan dokter sudah menyerah, namun kita tetap berharap sembuh.

Tetapi bagaimana jika kita terus sakit bertahun-tahun? Kita terus berdoa, terus berharap, namun kesembuhan tak kunjung datang. Apakah itu berarti Tuhan tidak menjawab doa kita? Apakah Allah benar-benar seperti itu?

Roma 8:28 mengatakan bahwa dalam segala hal, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Kebaikan Allah mungkin tidak selalu sesuai dengan pemahaman kita. Mungkin kita menginginkan penyembuhan, tetapi Allah punya rencana yang lebih besar.

Mungkin dokter mengatakan bahwa kita hanya punya waktu 6 bulan, namun ternyata kita hidup 8, 9, bahkan 10 tahun lebih. Kita mungkin terus bertanya, "Mengapa doaku belum dijawab?"

Penting untuk kita pahami bahwa mungkin ada hal yang lebih penting daripada penyembuhan fisik, yaitu kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah kekuatan dan kemampuan dari Allah yang memampukan kita untuk menghadapi penderitaan dengan sukacita, dengan ketabahan, dan dengan iman yang teguh. Memberikan kasih karunia adalah pekerjaan terberat bagi Allah karena membutuhkan proses di mana kita seringkali menolaknya.

Perhatikan kisah Lazarus yang miskin dan penuh borok. Mungkin dia berdoa agar keadaannya berubah, tapi kenyataannya keadaannya tidak berubah sampai dia mati. Tetapi dia tidak pernah mengeluh atau menyalahkan Allah. Dia tetap menanggung penderitaannya dengan sukacita. Dan saat dia meninggal, dia langsung berada di pangkuan Abraham. Ini menunjukkan bahwa dia memiliki iman yang teguh yang menghasilkan kasih karunia dari Tuhan.

Penyembuhan memang penting, tetapi kasih karunia dan iman yang teguh jauh lebih berharga. Tuhan lebih mencintai kita ketika kita menanggung penderitaan dengan iman daripada ketika kita sembuh secara instan.

Lihatlah contoh rasul Paulus. Dia meminta tiga kali agar duri dalam dagingnya dicabut, tetapi Tuhan berkata, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu." Paulus terus melayani Tuhan dengan mata yang bermasalah, namun dia tetap memberitakan Injil dengan penuh semangat. Dia menanggung penderitaannya karena kasih karunia Tuhan yang melimpah dalam hidupnya.

Bagi Tuhan, lebih penting bagaimana kita menanggapi penderitaan kita daripada kesembuhan itu sendiri. Penderitaan dapat menjadi sarana bagi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan memampukan kita untuk memancarkan kasih karunia-Nya. Seperti yang Tuhan katakan tentang Lazarus: "Aku semakin cinta sama orang ini."

Jadi, ketika kita sakit, jangan hanya fokus pada penyembuhan. Carilah kasih karunia Allah untuk menolong kita menjalani penderitaan dengan iman dan ketabahan. Jangan putus asa jika doa penyembuhan tidak segera dijawab. Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih besar, yaitu membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih beriman, dan lebih memancarkan kasih karunia-Nya.

Beberapa orang mungkin mencari kesembuhan dengan berbagai cara pengobatan di RS di dalam dan luar negeri, memanggil banyak pendeta atau dukun, tetapi yang terpenting adalah ketekunan kita dalam iman dan kasih karunia Allah yang memampukan kita untuk menerima kehendak-Nya. Seperti contoh jemaat dari Pak Stepen yang meninggal karena kanker, ia meninggal dengan ketangguhan imannya. Atau seperti Pasim Mamora yang menolak morfin agar tetap kuat dan berpegang pada iman. Kasih karunia Allah-lah yang memampukan mereka.

 

Untuk melihat khotbah selengkapnya, klik tayangan Youtube di atas.

Garis Besar Pembahasan

Garis besarnya tema-tema tentang iman, komunitas (rumah rohani, sekolah), dan pentingnya memelihara landasan spiritual yang kuat dalam keluarga dan kaum muda. Pp Djonny menekankan pentingnya visi yang berpusat pada Tuhan dan kekuatan transformatif pendidikan (nilai-nilai dan karakter) dalam membentuk generasi masa depan. Poin-poin penting mencakup pentingnya memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan, tanggung jawab orang tua dalam membimbing jalan spiritual anak-anak mereka, dan dampak iman kolektif dalam membangun komunitas yang kuat. Pp Djonny juga berbagi kisah pribadi (di Jerman dan sejarah Indonesia dari jaman Soekarno sampai Habibie) dan referensi Alkitab untuk menggambarkan tema-tema ini, mendesak para peserta untuk merangkul peran mereka sebagai pemegang (pengurus, stewarder) visi Tuhan bagi kehidupan dan keluarga mereka.

 

Kekuatan transformatif pendidikan dalam membentuk generasi masa depan.

  • pentingnya memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan,
  • tanggung jawab orang tua dalam membimbing jalan spiritual anak-anak mereka, dan
  • dampak iman kolektif dalam membangun komunitas yang kuat.

 

Sorotan / Penekanan

Iman sebagai Fondasi : Peran penting iman dalam membangun komunitas dan keluarga yang kuat. Bagaimana Roh Kudus bersuara sehingga kita mendapat pengertian. Firman rhema itu hasil karya Roh Kudus  dan menjadi iman kita.

Tanggung Jawab Orang Tua : Orang tua dipanggil untuk secara aktif membimbing anak-anak mereka dalam hal rohani, memastikan mereka bertumbuh dalam lingkungan yang berpusat pada Tuhan.

Pendidikan sebagai Transformasi : Pp Djonny menyoroti peran pendidikan (moral Kristiani dan mentalitas Kerajaan) dalam membentuk tidak hanya kehidupan individu tetapi juga seluruh komunitas.

Visi vs. Ambisi : Ada perbedaan antara mengejar visi yang diberikan Tuhan versus ambisi duniawi (termasuk ambisi orangtua), yang menggarisbawahi pentingnya bimbingan ilahi.

  • Dukungan Komunitas : Menekankan perlunya komunitas suportif yang menumbuhkan pertumbuhan rohani dan akuntabilitas di antara para anggotanya.
  • Merayakan Kemajuan : Pengakuan atas pertumbuhan dan pencapaian gereja, memperkuat gagasan iman dan upaya kolektif.
  • Ajakan Bertindak : Mendorong peserta untuk menjalani iman mereka secara aktif dan terlibat dengan komunitas mereka untuk mempromosikan visi Tuhan.

 

Wawasan Utama

Ø  Iman sebagai Landasan Kehidupan : Pp Djonny menekankan bahwa iman harus menjadi landasan kehidupan individu dan masyarakat. Orang-orang didorong untuk membangun kehidupan mereka di atas landasan ini agar dapat bertahan menghadapi tantangan hidup. Wawasan ini mencerminkan prinsip Alkitab bahwa iman memberikan kekuatan dan stabilitas, yang memungkinkan individu untuk mengatasi kesulitan sambil tetap selaras dengan tujuan Tuhan.

 

Ø  Peran Orang Tua : Disampaikan pesan yang kuat tentang tanggung jawab orang tua dalam membentuk kehidupan rohani anak-anak mereka. Transkrip tersebut menunjukkan bahwa orang tua harus proaktif dalam mengajarkan dan menjadi teladan iman, yang menggarisbawahi gagasan bahwa anak-anak cenderung mengikuti jalan rohani yang ditetapkan oleh orang tua mereka. Hal ini sejalan dengan ajaran Alkitab yang menekankan pentingnya bimbingan orang tua dalam membesarkan anak-anak.

 

Ø  Pendidikan sebagai Sarana Pemberkatan : Pendidikan dibahas sebagai alat transformatif yang dapat meningkatkan kehidupan dan masyarakat. Pp Djonny menunjukkan bahwa landasan pendidikan yang tepat dapat menghasilkan berkat lintas generasi, yang memungkinkan individu menjadi berkat bagi orang lain. Wawasan ini menyoroti konsep pengelolaan dalam Alkitab, di mana pendidikan dipandang sebagai sarana pemberdayaan individu untuk memenuhi potensi yang diberikan Tuhan kepada mereka.

 

Ø  Visi vs. Ambisi : Ada perbedaan yang jelas antara mengejar visi yang diberikan Tuhan dan ambisi (anak dan orangtua) belaka. Visi sejati selaras dengan tujuan Tuhan, sedangkan ambisi sering kali berfokus pada keuntungan pribadi. Wawasan ini berfungsi sebagai pengingat bagi individu untuk mencari bimbingan dan kejelasan ilahi dalam pengejaran mereka, memastikan bahwa tujuan mereka selaras dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya pentingnya memiliki pikiran yang selaras dengan kebenaran Allah, bagaimana hal ini berkaitan dengan janji kekal-Nya, dan bagaimana orang tua seharusnya menggunakan otoritasnya.

 

Ø  Membangun Komunitas yang Mendukung : Pentingnya komunitas dalam memelihara iman disorot. Pp Djonny mendorong peserta untuk saling mendukung dalam perjalanan rohani mereka, menumbuhkan lingkungan tempat akuntabilitas dan dorongan tumbuh subur. Hal ini mencerminkan prinsip komunitas dalam Alkitab, tempat orang percaya dipanggil untuk menanggung beban satu sama lain dan bertumbuh bersama dalam iman.

 

Ø  Merayakan Prestasi : Pp Djonny mengakui kemajuan yang telah dicapai oleh gereja dan anggotanya, serta menyoroti pentingnya merayakan prestasi kolektif sebagai bukti kesetiaan Tuhan. Praktik ini tidak hanya mendorong upaya berkelanjutan tetapi juga memperkuat ikatan dan keimanan komunitas.

 

Ø  Keterlibatan Aktif dalam Iman : Ajakan untuk bertindak menekankan perlunya individu untuk terlibat secara aktif dengan iman dan komunitas mereka. Wawasan ini mendorong orang beriman untuk bergerak melampaui partisipasi pasif dan mengambil inisiatif dalam menjalankan iman mereka, melayani sebagai saksi bagi orang lain dan berkontribusi pada kebaikan yang lebih besar bagi komunitas mereka.

 

 

Poin-Poin Penting:

Otoritas orang tua:

Orang tua memiliki otoritas dari Tuhan atas anak-anak mereka, dan otoritas itu tidak boleh disalahgunakan atau dicabut karena ketidakpercayaan.

Sekolah Kristen bukanlah bengkel, melainkan tempat visi dan misi Tuhan dijalankan.

Contoh Imam Eli (yang lalai menggunakan otoritas) dan Samuel (yang teguh) menunjukkan pentingnya menggunakan otoritas dengan benar.

Orang tua jangan terlalu menuruti kemauan anak, tetapi harus membimbing anak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jangan menyerahkan anak sepenuhnya ke sekolah, orang tua tetap bertanggung jawab.

Masalah teman hidup/jodoh juga harus didasarkan pada kebenaran Tuhan, bukan sekadar keinginan duniawi.

Gembala gereja adalah tempat untuk meminta nasihat dan pengarahan dalam mengambil keputusan.

Tuhan tidak menginginkan anak yang baik menurut dunia, tetapi anak yang benar menurut ukuran Tuhan.

 

Mengenai hal-hal kekal vs tidak kekal:

Hal-hal duniawi akan lenyap dan hancur, tetapi hal-hal kekal (berdasarkan kebenaran Firman Tuhan) akan tetap ada.

Firman Tuhan (Rema) yang hidup dalam diri kita adalah kekal, sementara Alkitab fisik bisa hancur. Status suami istri tidak kekal di surga - status suami istri itu hanya ada di bumi -, tetapi hubungan kemitraan dalam pelayanan bisa kekal. Tuhan akan memindahkan Firman Rema kepada orang lain. Jangan ngotot pada hal-hal yang tidak kekal, tetapi berfokuslah pada hal yang kekal (kasih karunia).

Kasih karunia adalah kemampuan Ilahi yang hanya dimiliki oleh Allah dan diberikan kepada kita.

Tuhan menyediakan segalanya, kita tinggal mengikuti prosesnya.

 

Buah roh dan iman:

Buah Roh adalah produk simultan dari pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita, bukan bagian-bagian yang terpisah.

Iman (pistis) adalah kesetiaan yang diekspresikan melalui buah roh, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi untuk kemuliaan Allah.

Iman timbul dari pendengaran Firman Kristus (Rema) yang bersuara dalam roh kita.

 

Pikiran dan konsep yang benar (Matius 16:13-23):

Yesus menguji konsep Mesias yang ada di pikiran murid-murid-Nya, terutama Petrus. Konsep yang salah dalam pikiran dapat menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Penting untuk memiliki konsep berpikir yang benar tentang Allah, pelayanan, teman hidup, Destiny, dll.

Hal-hal yang misteri adalah milik Tuhan, tetapi yang dinyatakan adalah bagi kita dan anak cucu kita (Ul 29:29). Penting untuk mengenali pikiran kita sendiri agar bisa mengenali pikiran Kristus. Pengakuan dosa harus disertai dengan kesadaran akan dosa itu sendiri. Minta pengalaman dari Tuhan untuk bisa mengenali pikiran kita sendiri.

 

Kasih Karunia vs Kesembuhan:

Kasih karunia adalah kemampuan ilahi yang lebih penting daripada sekadar kesembuhan fisik.

Kasih karunia adalah pekerjaan tersulit bagi Allah dalam diri kita, karena butuh proses yang panjang.

Penting untuk bersyukur dalam segala hal, termasuk dalam penderitaan, dan tidak mengeluh.

Contoh kasih karunia yang bekerja pada Lazarus yang miskin, Paulus dengan duri dalam daging, dan jemaat yang meninggal karena kanker menunjukkan kekuatan kasih karunia.

 

Konsep Mesias dalam Perjanjian Lama:

Konsep Mesias (penebus) pertama kali dinyatakan di Kejadian 3:15 (keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular). Generasi tumit (Yakub) juga merupakan bagian dari rencana Mesias.

 

Kesimpulan:

Sesi ini sangat menekankan pentingnya memiliki konsep berpikir yang benar berdasarkan Firman Tuhan (Rema) yang diterima melalui Roh Kudus. Pikiran yang tidak diperbaharui dapat menjadi penghalang bagi kita untuk menerima janji kekal Allah dan mengalami kasih karunia-Nya yang sesungguhnya. Orang tua juga diingatkan akan otoritas mereka dan tanggung jawab mereka untuk membimbing anak-anak mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Kasih karunia adalah fokus yang lebih penting daripada sekadar berkat materi atau kesembuhan fisik. Sesi diakhiri dengan ajakan untuk merenungkan dan meminta pengalaman dari Tuhan untuk mengenali dan memperbaharui pikiran kita. Pp Djonny mendorong setiap individu untuk merangkul tujuan ilahi mereka dan secara aktif berkontribusi pada keluarga dan komunitas mereka melalui kasih, dukungan, dan iman bersama.


 

 

Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...