Langsung ke konten utama

Abraham: Sahabat Allah, Tidak Mengkompromikan Prinsip Kebenaran

BACA DAN RENUNGKAN:

Abraham disebut: "Sahabat Allah." Kanaan itu dikutuk karena dosanya Ham, Babel juga dikutuk
karena mereka MUSUHNYA Allah, makanya Abraham PEKA dan JELI, dia tidak mau hidup dari
SATU BENANG juga, itu KETEGASANNYA, itu arti ucapannya, sepotong benang atau tali kasutpun
tidak. Bayangkan bapa leluhur kita Abraham, buat IKAT JANJI seperti itu. Apakah kita ini keturunan
Abraham? Jika ya, maka kita harus hidup seperti dia. Jadi ketika Abraham memasuki wilayah
keturunan Ham yang sangat maju dengan peradabannya, namun mereka itu maju karena mereka
memperoleh kekuatan akibat menyembah dewa2 dan allah2 lain, allah yg lebih rendah dari Allah,
allah2 yg kerjaannya mengaku-ngaku bahwa emas di daerah mereka itu punya mereka padahal itu
adalah milik Allah Yang Mahatinggi, tapi mereka diberi kekuatan. Tapi Abram diingatkan oleh Sem
karena Allah belum mengingatkannya ketika dia dipanggil keluar dari negerinya. Saat itu Abram
belum mengetahui siapa musuhnya, sekarang Abram sudah menemukan musuh Allah adalah
musuhnya dia makanya dia bisa menjadi SAHABAT Allah. Jadi Abram diingatkan oleh Melkisedek
bukan hanya diberkati oleh Allah saja tapi dikatakan Allah yg kau taati adalah Allah Yang Mahatinggi,
itu bahasa Ibraninya tapi kalau diuraikan, Allah yg memberkati adalah Allah yg jauh lebih tinggi dari
allah2 yg kau temukan selama kau tinggal di Ur-Kasdim dan selama kau dalam perjalanan.

Kejadian 14:21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu,
dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku
bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, EMPUNYA langit dan bumi: 23 Aku tidak akan
mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau
jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan
anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak
usah menajiskan dirinya. 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah
ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali
sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Yakobus 2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham
kepada Allah (percaya kepada apa yg dikatakan Sem, diberkatilah Abramnya Allah Yang Mahatinggi),
maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut
"Sahabat Allah." 



Pokok-pokok Renungan:

1. Keadaan Abram: Saat Abram mengatakan hal ini kepada raja Sodom, dia tidak dalam keadaan miskin. Justru, dia baru saja memenangkan pertempuran dan berhasil merebut kembali harta benda yang dirampas musuh dari orang-orang Sodom-Gomora, termasuk orang-orangnya yang ditawan termasuk keluarga Lot (Kejadian 14). Jadi, secara materi, Abram dalam posisi sudah kaya karena pernah memperoleh harta dari Mesir, juga berpotensi untuk menjadi sangat kaya dari hasil rampasan perang tersebut. Raja Sodom berusaha meng-klaimnya secara sepihak hasil dari rampasan perang itu.

Kej 14:21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."

Raja Sodom beranggapan, bahwa ia berhak juga atas rampasan dan jarahan itu. Abraham tidak takut dengan raja Sodom, karena Melkisedek sudah mengatakan Allah Yang Mahatinggi lah yang memberikan kekuatan dan kemenangan atas musuh-musuh Abram.

Siapa yang membuat dia kaya: Jadi sudah sangat jelas, iapa yang membuat dia kaya? Tidak ada keraguan Abraham.  Dalam Kej 15:1  Allah mengatakan kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."

Dalam Kejadian 12:2, Allah berjanji kepada Abram, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan Aku akan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat."

Jadi, kekayaan Abram dan kemenangan-kemenangannya adalah berkat dan pemenuhan janji dari Allah.

Rencana Allah bagi Abram: Rencana Allah bagi Abram adalah untuk menjadikannya berkat bagi segala bangsa.  Ia memenuhi janji-Nya tersebut. Kekayaan materi hanyalah salah satu aspek dari berkat tersebut. Allah ingin Abram bukan hanya menjadi saluran berkat, bukan hanya penerima berkat, tapi menjadikannya BERKAT bagi bangsa-bangsa. Kekayaan itu sendiri bukanlah tujuan, tetapi sarana untuk melaksanakan rencana Allah. Allah ingin melalui keturunan Abram lahir Juruselamat yang akan menyelamatkan umat manusia.

 

2. Karakter Abram dan sumpahnya demi Allah Yang Mahatinggi: Pernyataan Abram menunjukkan beberapa karakter penting:

Ketegasan dan Prinsip: Abram sangat tegas dalam pendiriannya. Dia tidak kompromi dengan tawaran raja Sodom. Dia tau tawaran itu bagi orang dunia menggiurkan, tapi sebenarnya tawaran palsu. Karena perkataan Allah dan dari janji-janji-Nya lah, ia memperoleh berkat dan kemenangan. Sedangkan raja Sodom adalah pihak yang sudah dikalahkan lawannya.  Prinsipnya memegang perkataan Tuhan itu jauh lebih penting daripada keuntungan materi, tapi dia tidak mau memberikan kesempatan pada raja Sodom (yang mewakili dunia) untuk mengkompromikan prinsip kebenaran. Tawaran raja Sodom sebenarnya mengandung tipu daya (karena dia penonton, tidak ikut berperang). Apa yang diperoleh Abram adalah karena Allah Yang Mahatinggi.

 

Pengenalan akan Allah: Abram jadi lebih mengenal siapa Allah yang disembahnya. Dia menyadari bahwa Allah adalah pemilik langit dan bumi, sumber segala berkat dan Dia betul-betul menjadi perisai dan kekuatannya. Sumpahnya demi Allah Yang Mahatinggi menunjukkan penghormatan dan pengakuannya atas kedaulatan Allah Yang Mahatinggi.

3. Integritas: Abram tidak ingin raja Sodom mengklaim bahwa dia telah memperkaya Abram. Dia menjaga integritasnya dan tidak ingin ada anggapan bahwa kekayaannya berasal dari manusia, tetapi dari Allah, bahkan tidak dengan seutas tali kasut pun. Ini menyatakan ketegasan Abram menghadapi Sodom (dunia).

Negosiasi, Sungkan, atau Takut? Sama sekali tidak. Abram tidak bernegosiasi dengan raja Sodom, tidak sungkan, dan tidak takut. Dia berbicara dengan tegas dan lugas. Dia tidak merasa terintimidasi oleh posisi raja Sodom karena dia tahu siapa yang lebih berkuasa, yaitu Allah Yang Mahatinggi.

 Ketetapan hati Abram dan penolakan terhadap dunia:  Ketetapan hati Abram muncul dari pengenalannya akan Allah dan ketaatannya pada-Nya. Dia tahu bahwa berkat sejati datang dari Allah, bukan dari dunia atau raja Sodom. Dia menolak tawaran dunia karena dia tahu bahwa itu akan merusak hubungannya dengan Allah.

Menolak bersahabat dengan dunia dan tawarannya: Kita belajar dari Abram untuk BERANI menolak bersahabat dengan dunia dan tawarannya dengan dasar kebenaran dan realita yang betul-betul terjadi nyata akan kehadiran dan perlindungan Tuhan dalam hidup kita. Kita perlu memiliki kesadaran ini, sehingga menjadi ketetapan hati yang sama seperti Abram. Ini berarti  kita memiliki prinsip yang kuat yang didasarkan pada firman Allah, pada ikat-janji-Nya dan kepada Pribadi-Nya.

 

4. Membangun ketetapan hati dan pengenalan akan Allah: Ketetapan dibangun melalui pengenalan akan Allah. Dibolak-balik pun tetap sama: Pengenalan akan Allah yang benar adalah dasar dari ketetapan hati. Kita tidak bisa punya ketetapan hati yang kokoh jika kita tidak mengenal siapa Allah dan apa rencana-Nya dalam hidup kita dan apa kehendak-Nya.

 Langkah Membangun Ketetapan Hati:

Terus bergaul dengan Firman Tuhan secara rutin dan konsisten: Kita perlu membaca, merenungkan, dan mendoakan Firman untuk mengenal Allah dan kehendak-Nya. (Daniel 1:8)

Berdoa, memuji dan menyembah Tuhan: Bergaul karib dengan Tuhan Yesus Kristus melalui doa, pujian syukur dan penyembahan akan menumbuhkan iman kita dan membawa kita naik. (Daniel 6:11)

Bersekutu dengan saudara-saudara dalam rumah: Sharingkan firman dan kesaksian iman dalam komsel akan saling menguatkan dan membantu kita bertumbuh dalam iman.

Berlatih menaati Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari: Ketetapan hati bukan hanya teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan.

Menolak godaan dan tawaran dunia: Kita perlu belajar untuk menolak godaan yang dapat menjauhkan kita dari Allah seperti sosmed, pergaulan tidak benar, dsb. Dunia senang mengklaim apa yang tidak benar, seolah-olah kebenaran dan keuntungan; tapi sebenarnya kepalsuan dan tipu daya. Trending topik di mesos misalnya, bagaimana keuntungan kita peroleh dengan memanfaatkan medsos/internet bisa menjauhkan kita dari Tuhan dan rencana-Nya serta semua berkat dan penyediaan-Nya bagi kita.

Fokus pada tujuan kekal: Mengingat tujuan kekal akan membantu kita tidak terikat pada hal-hal duniawi yang sementara.

 Kesimpulan:

Kisah Abram adalah contoh bagi kita untuk memiliki ketetapan hati dan pengenalan yang benar akan Allah. Kita harus meneladani prinsip dan ketegasan Abram dalam hidup kita, menolak segala tawaran dunia yang dapat menjauhkan kita dari Allah. Dengan membangun hubungan yang intim dengan Allah dan memegang teguh firman-Nya, kita akan mampu menolak bersahabat dengan dunia ini dan menjadi berkat bagi orang lain, seperti yang Allah rencanakan bagi kita.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...