Langsung ke konten utama

Yesus: Kaya atau Miskin?

Saat Teduh 29 Jan 2025

BACA dan RENUNGKAN

Lukas 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Matius 2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Matius 17:24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" 25 Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" 26 Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. 27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

2 Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.



PENDALAMAN


  1. Gabriel mengatakan kepada Maria, Yesus yang kau kandung itu akan menjadi Anak Allah Yang Mahatinggi dan Ia akan menjadi raja. Sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi, kaya atau miskinkah Yesus itu? Seberapa besar dan banyakkah kekayaan Yesus?

Kekayaan Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi:

  • Konsep "Anak Allah Yang Mahatinggi": Gelar ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki status ilahi, setara dengan Allah. Dalam konteks ini, "kaya" tidak bisa diukur dengan harta duniawi semata. Kekayaan Yesus adalah kekayaan ilahi, yaitu kemuliaan, kuasa, hikmat, kasih, dan segala sifat-sifat kesempurnaan Allah.

  • Seberapa besar kekayaan Yesus? Kekayaan Yesus tak terhingga dan tak terukur, karena Ia adalah pencipta segala sesuatu. Kekayaan-Nya mencakup segala yang ada di surga dan di bumi. Ia memiliki otoritas atas seluruh alam semesta dan kehidupan.

  • Kaya vs. Miskin dalam konteks Ilahi: Konsep "kaya" dan "miskin" di sini berbeda dengan pemahaman duniawi. Yesus kaya secara ilahi, namun Ia rela "miskin" secara manusiawi demi tujuan penebusan manusia.


  1. Apa yang orang2 Majus lakukan kepada bayi Yesus? Kenapa mereka melakukan hal itu? Lalu harta benda apakah yang dipersembahkan oleh orang2 Majus kepada Yesus? (Matius 2:11)


  • Tindakan Orang Majus: Orang Majus sujud menyembah Yesus. Tindakan ini menunjukkan pengakuan mereka terhadap Yesus sebagai Raja dan Mesias yang baru lahir. Mereka datang dari jauh untuk mencari dan menyembah-Nya.

  • Alasan Penyembahan: Mereka menyembah karena mereka melihat bintang yang menandakan kelahiran Raja Orang Yahudi. Mereka mengakui keilahian dan otoritas Yesus.

  • Persembahan: Mereka memberikan emas, kemenyan, dan mur.

    • Emas: Melambangkan kemuliaan dan kerajaan Yesus.

    • Kemenyan: Melambangkan keimamatan dan keilahian Yesus.

    • Mur: Melambangkan penderitaan dan kematian Yesus.

  • Makna Persembahan: Persembahan ini bukan hanya sekadar hadiah, tetapi juga tindakan pengakuan dan penyembahan kepada Yesus sebagai Raja dan Tuhan.


  1. Yesus diminta untuk membayar pajak bea Bait Suci sebanyak 2 dirham (Mata uang emas dari Persia seberat kurang lebih 8 gram). Apa yang Yesus perintahkan kepada Petrus? Berapa dirham yang diperoleh Petrus dari mulut ikan? Apa yang kita dapat simpulkan dari peristiwa ini tentang keadaan Yesus? (Matius 17:27)


  • Permintaan Pajak: Yesus diminta untuk membayar pajak Bait Suci, yang sebenarnya merupakan kewajiban bagi orang asing, bukan rakyat atau orang Yahudi (Mat 17:26)..

  • Perintah Yesus kepada Petrus: Yesus menyuruh Petrus untuk memancing dan mengambil uang dari mulut ikan. Ini menunjukkan kuasa Yesus atas seluruh alam dan kemampuan-Nya untuk menyediakan segala kebutuhan.

  • Jumlah uang: Petrus menemukan empat dirham dalam mulut ikan, cukup untuk membayar pajak Yesus dan dirinya.

  • Kesimpulan tentang Keadaan Yesus: Peristiwa ini menunjukkan bahwa:

    • Yesus adalah Tuhan atas segala ciptaan (termasuk ikan dan sumber daya alam).

    • Yesus membuktikan keilahian-Nya

    • Yesus tidak terikat oleh aturan duniawi, tetapi Ia tetap taat demi menghindari jadi batu sandungan.

    • Yesus memiliki kuasa untuk memenuhi kebutuhan-Nya dan murid-murid-Nya secara supranatural.

    • Meskipun Ia memiliki kuasa dan kekayaan ilahi, Ia merendahkan diri (mengosongkan diri dari kesetaraanNya dengan Allah Yang Mahatinggi) dan tunduk pada aturan manusia demi tujuan yang lebih besar.


  1. Bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin SEKALIPUN Ia KAYA. Jadi jelas bahwa Yesus itu kaya. Kenapa Yesus menjadi miskin? Supaya kamu menjadi kaya. jadi kemana semua harta kekayaanNya itu Dia TRANSFER, Dia pindahkan? (2 Korintus 8:9)

Kemiskinan Yesus demi kita menjadi kaya:

  • Kaya menjadi miskin: Ayat ini menjelaskan bahwa Yesus, yang memiliki kekayaan ilahi, rela menjadi miskin secara manusiawi.

  • Tujuan kemiskinan Yesus: tujuan-Nya adalah supaya kita menjadi kaya secara rohani. Ia rela mengambil hukuman dosa kita, agar kita bisa menerima pengampunan, kasih karunia, dan kehidupan kekal. Dan Ia harus menjangkau mereka yang miskin maupun kaya secara duniawi.

  • Transfer kekayaan: Kekayaan Yesus tidak dipindahkan dalam bentuk materi, tetapi dalam bentuk kasih karunia, pengampunan, pembenaran, dan kehidupan kekal. Ia mentransfer status "anak Allah" dan pewaris Kerajaan Sorga kepada kita. Ketika transfer kekayaan spiritual kita terima dengan mencari Kerajaan Sorga terlebih dulu, yaitu kita memperoleh hikmat dan kekuatan untuk memperoleh kekayaan materi. Ini pola Tuhan dalam mentransfer kekayaan.


  1. Orang2 dengan karakter seperti apa yang akan menerima kekayaan dari Yesus?

Karakter Orang yang menerima kekayaan sejati dari Yesus: adalah mereka yang mencari dulu Kerajaan Sorga dan kebenaranNya.

Mat 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

  • Orang yang percaya kepada perkataan Yesus: Kekayaan rohani hanya bisa diterima oleh orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja.

  • Orang yang memiliki kekayaan rohani: saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. 

  • Orang yang taat kepada kehendak Allah: Mereka yang berusaha hidup sesuai dengan ajaran Yesus dan menjadi pelaku firman.

  • Orang yang mengasihi Tuhan dan sesama: Mereka yang memiliki kasih Kristus dan rela melayani sesama.

  • Orang yang terus bertumbuh dalam iman: Kekayaan sejati (rohani dan materi) adalah proses pertumbuhan, bukan sesuatu yang instan.

Kesimpulan:

Yesus adalah Anak Allah Yang Mahatinggi, kaya secara ilahi, tetapi rela menjadi miskin demi menyelamatkan semua manusia, baik yang kaya maupun yang miskin secara materi, supaya Ia tidak menjadi batu sandungan. Ia mentransfer kekayaan sejati dari dalam Kerajaan Sorga, sesuai dengan kasih karunia dan talenta masing-masing orang. Persembahan orang Majus dan pembayaran pajak bait suci, dan ayat 2 Korintus 8:9 menunjukkan berbagai aspek dari kekayaan, kemuliaan dan kerendahan hati Yesus. Kekayaan dan Kemuliaan-Nya dari jati diri keilahian Yesus yang sebenarnya sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi.  Kerendahan hatinya sebagai Anak Manusia yang telah mengosongkan diri-Nya.  Ia bukan hanya seorang Raja atas segala raja, tetapi juga Tuhan dan Juruselamat yang memberikan kehidupan kekal kepada setiap orang yang mau menerima-Nya. Dari peristiwa membayar pajak Bait Suci terbukti Yesus sanggup menggenapi perkataan-Nya di Matius 6:33. 


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...