Langsung ke konten utama

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)


 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God). 


Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut:


*   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan.

*   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya.

*   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan oleh pikiran manusia, melainkan **diproduksi oleh Roh Kudus**. Roh Kudus memberikan **pengetahuan yang benar** kepada manusia, seperti pemahaman bahwa tubuh orang percaya adalah bait Allah, yang memberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

*   **Melibatkan Penaklukan Diri dan Iman:** Memiliki kebenaran Allah berarti seseorang harus **merendahkan diri dan takuk** (*submitted themselves*) sepenuhnya kepada standar-Nya. Hal ini dicontohkan oleh Abraham yang **mempercayai firman Tuhan**; kepercayaan itulah yang diperhitungkan Allah sebagai kebenaran dalam "akun" kehidupannya.

*   **Status Legal di Bumi:** Kebenaran Allah adalah dasar yang membuat hidup seseorang menjadi **legal atau sah di mata Tuhan** untuk berdiam di bumi. Sebaliknya, hidup tanpa kebenaran Allah dianggap ilegal, bahkan jika seseorang merasa dirinya sudah berbuat baik menurut pengertiannya sendiri.


Secara esensial, kebenaran Allah adalah **ciri utama manusia kerajaan surga**—mereka yang hidup di bumi namun bertindak dan berpikir sesuai dengan rencana serta ketetapan ilahi.


Sebagai analogi, kebenaran Allah seperti **peraturan lalu lintas resmi** yang dikeluarkan oleh negara; jika Anda mengikutinya, Anda memiliki hak legal untuk berada di jalan raya dengan aman. Namun, jika Anda membuat "aturan sendiri" karena merasa lebih tahu, tindakan Anda tetap dianggap ilegal dan berbahaya, tidak peduli seberapa keras Anda berusaha meyakinkan diri bahwa aturan pribadi Anda itu baik.


 


Berikut adalah catatan mengenai "Manusia Kerajaan Surga” Sesi 19" dan prinsip hidup dalam kebenaran Allah:

1. Definisi Manusia Kerajaan Surga

  • Kehidupan Ilahi di Bumi: Manusia kerajaan surga adalah mereka yang hidup di bumi namun memanifestasikan kehidupan Allah dalam diri mereka,.

  • Transformasi Wujud: Tujuan utama firman Allah bukan sekadar untuk dipahami, melainkan agar hidup Allah "menjelma" dan menjadi nyata melalui tubuh manusia sebagai gambaran rupa-Nya,.

  • Peran Firman: Perkataan Tuhan adalah roh dan hidup yang menjadi kenyataan ilahi dalam diri orang percaya.

2. Kebenaran Allah vs. Kebenaran Sendiri

  • Kebenaran Allah (The Righteousness of God):

    • Dinyatakan melalui Injil, yang merupakan kekuatan Allah untuk menyelamatkan,.

    • Merupakan standar mutlak dari pemerintah dan takhta Allah yang tidak dapat ditawar,.

    • Diproduksi oleh Roh Kudus, menghasilkan damai sejahtera dan sukacita.

  • Kebenaran Sendiri:

    • Berasal dari pengertian dan pandangan manusia (pohon pengetahuan yang baik dan jahat) tentang apa yang dianggap baik atau jahat.

    • Sering kali berupa upaya manusia untuk "mendirikan" standar moralnya sendiri,.

    • Membuat seseorang tidak takluk (tidak submitted) kepada otoritas Allah, meskipun mereka mungkin giat melayani-Nya,.

3. Legitimasi dan Otoritas di Bumi

  • Status Legal: Hanya "orang benar" yang dianggap memiliki hak legal dan otoritas untuk mendiami bumi sesuai ketetapan Allah,.

  • Status Ilegal: Kehidupan yang dijalani tanpa kebenaran Allah dianggap ilegal di mata Tuhan, meskipun orang tersebut tampak produktif secara lahiriah,.

  • Pelajaran dari Zaman Nuh: Sebelum air bah, manusia hidup menurut pengertian sendiri (makan, minum, menikah) yang dianggap jahat oleh Allah karena tidak selaras dengan rencana-Nya,. Nuh diselamatkan karena ia adalah satu-satunya orang benar di zamannya,.

4. Kekuatan Iman dan Pengetahuan yang Benar

  • Contoh Abraham: Abraham diperhitungkan sebagai orang benar karena ia mempercayai firman Allah yang mustahil secara akal budi, bukan mengandalkan kondisinya sendiri,.

  • Pengetahuan yang Menghidupkan: Memahami bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 3:16) merupakan "pengetahuan yang benar" yang memberikan kemenangan atas serangan iblis,.

  • Kesaksian Kesembuhan: Dalam sumber diceritakan bagaimana memegang teguh kebenaran Allah (bahwa tubuh adalah bait Allah) dapat mengalahkan dusta iblis dan mendatangkan pemulihan fisik, seperti yang dialami Yoel.

5. Bahaya Kemandirian dan Kesejahteraan Tanpa Allah

  • Nimrod dan Menara Babel: Pasca-air bah, manusia kembali mencoba membangun peradaban (seperti Kain) yang berfokus pada kesejahteraan, kecerdasan, dan nama besar manusia sendiri,.

  • Kesejahteraan sebagai Penghambat: Kemajuan peradaban dan produktivitas manusia yang tidak didasari Allah sering kali membuat manusia merasa tidak membutuhkan-Nya dan akhirnya tidak takluk pada kebenaran Allah,.

6. Hubungan Spesial Orang Benar dengan Tuhan

  • Diingat oleh Allah: Allah selalu mengingat (remember/memorial) orang benar sebagai bagian dari penggenapan rencana-Nya,.

  • Berada dalam Hati Tuhan: Orang benar hidup dalam "tempat rahasia" atau di dalam hati Tuhan, sebuah tempat di mana iblis tidak memiliki akses.

  • Mesbah yang Harum: Perbuatan yang didasari kebenaran Allah (seperti mesbah Nuh) menjadi persembahan yang sangat harum dan menggerakkan hati Tuhan untuk memberkati bumi,.

Kesimpulan dan Panggilan

  • Pertobatan Total: Manusia dipanggil untuk bertobat 180 derajat dan berhenti mengandalkan kebenaran sendiri.

Bagian dari Rencana Agung: Setiap orang yang memilih hidup dalam kebenaran Allah akan dilibatkan secara pribadi dalam pelaksanaan rencana agung Tuhan di akhir zaman

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Rencana Tuhan melalui Nuh dan Relevansinya bagi kita saat ini (MKS #18)

Sesi ini membahas peran **orang benar** dalam menggenapi rencana ilahi untuk memulihkan bumi dari dominasi kejahatan. Melalui kisah **Nuh**, dijelaskan bahwa satu pribadi yang hidup bergaul dengan Tuhan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat serta menyelamatkan seluruh keluarganya. Ditekankan pentingnya peran **Roh Kudus** agar manusia tidak sekadar hidup dalam kedagingan, melainkan menjadi representasi rupa Allah. Papa meyakini bahwa saat ini sedang muncul **generasi Kristus** yang telah dinubuatkan sejak zaman dahulu untuk menghadirkan kebenaran tanpa batas. Kehidupan Nuh yang terhubung langsung dengan **takhta surga** menjadi teladan bagi orang percaya untuk memahami hati Tuhan dan menyelesaikan rancangan-Nya di dunia. Narasi ini mengajak pembaca untuk hidup optimis sebagai ahli waris bumi yang bertugas menyapu bersih pengaruh iblis melalui ketaatan iman. Berikut adalah catatan lengkapnya mengenai rencana Tuhan melalui figur Nuh dan bagaimana hal itu relevan bagi kita saat ini: ...

Jiwa Sebagai Jembatan Antara Roh Dan Tubuh

SATE 20 December 2020 -  Bacalah terlebih dahulu: Yehezkiel 36:26-27 dan I Tes. 5:23   Selama beberapa minggu Papa membagikan bahwa pekerjaan Allah yang luar biasa adalah membawa kita dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Roh kita saja yang berasal dari Allah, sedangkan jiwa kita bukan berasal dari Allah. Anatomi kehidupan manusia itu terdiri dari 3 yaitu: tubuh, jiwa dan roh. Allah bekerja untuk membuat atau mengembalikkan tatanan yang sempurna. Tubuh, jiwa dan roh tidak ada konflik. Ini adalah anatomi spiritual yang kembali beroperasi kepada urutan yang benar bahwa jiwa kembali menjadi jembatan untuk mengekspos apa yang ada di dalam roh yang sudah dihidupkan. Tetapi roh kita sudah tercampur dengan jiwa kita. Itulah sampai saat ini, Allah tetap bekerja untuk menerangi jiwa kita yang telah berdosa. Kita dibukakan bagaimana cara masuk Allah dalam hidup kita untuk menerangi kegelapan dalam hidup kita.   Papa membagikan bahwa hati kita terbagi menjadi 4, yaitu: Hati nu...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini.  Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru . Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula. Berikut adalah catatan lengkapnya : 1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki keber...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...