* Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).
Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut:
* **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan.
* **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya.
* **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan oleh pikiran manusia, melainkan **diproduksi oleh Roh Kudus**. Roh Kudus memberikan **pengetahuan yang benar** kepada manusia, seperti pemahaman bahwa tubuh orang percaya adalah bait Allah, yang memberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.
* **Melibatkan Penaklukan Diri dan Iman:** Memiliki kebenaran Allah berarti seseorang harus **merendahkan diri dan takuk** (*submitted themselves*) sepenuhnya kepada standar-Nya. Hal ini dicontohkan oleh Abraham yang **mempercayai firman Tuhan**; kepercayaan itulah yang diperhitungkan Allah sebagai kebenaran dalam "akun" kehidupannya.
* **Status Legal di Bumi:** Kebenaran Allah adalah dasar yang membuat hidup seseorang menjadi **legal atau sah di mata Tuhan** untuk berdiam di bumi. Sebaliknya, hidup tanpa kebenaran Allah dianggap ilegal, bahkan jika seseorang merasa dirinya sudah berbuat baik menurut pengertiannya sendiri.
Secara esensial, kebenaran Allah adalah **ciri utama manusia kerajaan surga**—mereka yang hidup di bumi namun bertindak dan berpikir sesuai dengan rencana serta ketetapan ilahi.
Sebagai analogi, kebenaran Allah seperti **peraturan lalu lintas resmi** yang dikeluarkan oleh negara; jika Anda mengikutinya, Anda memiliki hak legal untuk berada di jalan raya dengan aman. Namun, jika Anda membuat "aturan sendiri" karena merasa lebih tahu, tindakan Anda tetap dianggap ilegal dan berbahaya, tidak peduli seberapa keras Anda berusaha meyakinkan diri bahwa aturan pribadi Anda itu baik.
Berikut adalah catatan mengenai "Manusia Kerajaan Surga” Sesi 19" dan prinsip hidup dalam kebenaran Allah:
1. Definisi Manusia Kerajaan Surga
Kehidupan Ilahi di Bumi: Manusia kerajaan surga adalah mereka yang hidup di bumi namun memanifestasikan kehidupan Allah dalam diri mereka,.
Transformasi Wujud: Tujuan utama firman Allah bukan sekadar untuk dipahami, melainkan agar hidup Allah "menjelma" dan menjadi nyata melalui tubuh manusia sebagai gambaran rupa-Nya,.
Peran Firman: Perkataan Tuhan adalah roh dan hidup yang menjadi kenyataan ilahi dalam diri orang percaya.
2. Kebenaran Allah vs. Kebenaran Sendiri
Kebenaran Allah (The Righteousness of God):
Dinyatakan melalui Injil, yang merupakan kekuatan Allah untuk menyelamatkan,.
Merupakan standar mutlak dari pemerintah dan takhta Allah yang tidak dapat ditawar,.
Diproduksi oleh Roh Kudus, menghasilkan damai sejahtera dan sukacita.
Kebenaran Sendiri:
Berasal dari pengertian dan pandangan manusia (pohon pengetahuan yang baik dan jahat) tentang apa yang dianggap baik atau jahat.
Sering kali berupa upaya manusia untuk "mendirikan" standar moralnya sendiri,.
Membuat seseorang tidak takluk (tidak submitted) kepada otoritas Allah, meskipun mereka mungkin giat melayani-Nya,.
3. Legitimasi dan Otoritas di Bumi
Status Legal: Hanya "orang benar" yang dianggap memiliki hak legal dan otoritas untuk mendiami bumi sesuai ketetapan Allah,.
Status Ilegal: Kehidupan yang dijalani tanpa kebenaran Allah dianggap ilegal di mata Tuhan, meskipun orang tersebut tampak produktif secara lahiriah,.
Pelajaran dari Zaman Nuh: Sebelum air bah, manusia hidup menurut pengertian sendiri (makan, minum, menikah) yang dianggap jahat oleh Allah karena tidak selaras dengan rencana-Nya,. Nuh diselamatkan karena ia adalah satu-satunya orang benar di zamannya,.
4. Kekuatan Iman dan Pengetahuan yang Benar
Contoh Abraham: Abraham diperhitungkan sebagai orang benar karena ia mempercayai firman Allah yang mustahil secara akal budi, bukan mengandalkan kondisinya sendiri,.
Pengetahuan yang Menghidupkan: Memahami bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 3:16) merupakan "pengetahuan yang benar" yang memberikan kemenangan atas serangan iblis,.
Kesaksian Kesembuhan: Dalam sumber diceritakan bagaimana memegang teguh kebenaran Allah (bahwa tubuh adalah bait Allah) dapat mengalahkan dusta iblis dan mendatangkan pemulihan fisik, seperti yang dialami Yoel.
5. Bahaya Kemandirian dan Kesejahteraan Tanpa Allah
Nimrod dan Menara Babel: Pasca-air bah, manusia kembali mencoba membangun peradaban (seperti Kain) yang berfokus pada kesejahteraan, kecerdasan, dan nama besar manusia sendiri,.
Kesejahteraan sebagai Penghambat: Kemajuan peradaban dan produktivitas manusia yang tidak didasari Allah sering kali membuat manusia merasa tidak membutuhkan-Nya dan akhirnya tidak takluk pada kebenaran Allah,.
6. Hubungan Spesial Orang Benar dengan Tuhan
Diingat oleh Allah: Allah selalu mengingat (remember/memorial) orang benar sebagai bagian dari penggenapan rencana-Nya,.
Berada dalam Hati Tuhan: Orang benar hidup dalam "tempat rahasia" atau di dalam hati Tuhan, sebuah tempat di mana iblis tidak memiliki akses.
Mesbah yang Harum: Perbuatan yang didasari kebenaran Allah (seperti mesbah Nuh) menjadi persembahan yang sangat harum dan menggerakkan hati Tuhan untuk memberkati bumi,.
Kesimpulan dan Panggilan
Pertobatan Total: Manusia dipanggil untuk bertobat 180 derajat dan berhenti mengandalkan kebenaran sendiri.
Bagian dari Rencana Agung: Setiap orang yang memilih hidup dalam kebenaran Allah akan dilibatkan secara pribadi dalam pelaksanaan rencana agung Tuhan di akhir zaman