Langsung ke konten utama

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini. 

Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru. Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula.



Berikut adalah catatan lengkapnya:

1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah

  • Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki kebergantungan penuh kepada Roh Kudus.

  • Penyingkapan (revelasi) mengenai rahasia dan misteri Allah adalah anugerah yang diberikan kepada mereka yang menjadi bagian dari rencana kehendak-Nya.

  • Tujuan dari penyingkapan ini adalah agar orang beriman dapat hidup dan berjalan sesuai dengan maksud serta tujuan agung Allah.

2. Status Hukum Bumi: Manusia sebagai Pewaris Utama

  • Bukan Iblis, melainkan manusia yang telah ditetapkan Allah sebagai pewaris bumi.

  • Matius 5:5 menyatakan bahwa orang yang lemah lembut (praus) akan memiliki atau mewarisi bumi. Karakter praus mencakup sifat rendah hati, lembut, dan tidak keras hati—berlawanan dengan Iblis yang sombong.

  • Iblis sebagai Buangan: Berdasarkan Yehezkiel 28:17, Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya. Bumi bagi Iblis adalah tempat buangan, bukan warisan.

  • Hubungan Spesial (Kleronomeo): Kata "mewarisi" (kleronomeo) menunjukkan adanya hubungan khusus antara pemberi warisan (Bapa di surga) dan penerimanya (saudara).

3. Otoritas dan Hikmat dalam Menghadapi Iblis

  • Perbedaan Strata: Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, sementara Iblis adalah makhluk ciptaan yang telah diturunkan stratanya.

  • Otoritas Melalui Ketaatan: Mengusir setan bukan sekadar peperangan rohani biasa, melainkan bentuk ketaatan kepada perintah Yesus. Ketaatan ini merupakan hikmat Allah yang membuat seseorang menjadi bijaksana atau prudent.

  • Kekalahan Hikmat Iblis: Iblis telah kehilangan hikmat Allah. Iblis sering kali bertindak berdasarkan dugaan atau hikmat duniawinya sendiri, namun tidak mampu memahami rencana Allah yang dijalankan melalui ketaatan Kristus dan para pengikut-Nya.

4. Suara Firman sebagai Jalan di Masa Sekarang

  • Transisi Komunikasi Allah: Dahulu Allah berbicara melalui nabi-nabi, namun di zaman akhir ini Ia berbicara melalui Anak-Nya (Kristus).

  • Definisi "Jalan": Di masa sekarang, "jalan" Tuhan diwujudkan melalui suara firman (rhema) dan hikmat Allah.

  • Tujuan Suara Firman: Melalui manusia yang mengeluarkan "suara firman," rencana Allah dalam Kejadian 1:26-29 (manusia berkuasa dan menaklukkan bumi) dapat tergenapi. Hal ini secara bertahap menyingkirkan kekuasaan Iblis dari bumi.

5. Pola Penciptaan: Dari Kejadian Menuju Kesempurnaan

  • Jeda Kejadian 1:1 dan 1:2: Terdapat jeda waktu yang sangat lama antara penciptaan awal yang baik dengan kondisi bumi yang menjadi kacau dan gelap gulita akibat Iblis dilempar ke bumi.

  • Terang Allah vs Terang Matahari:

    • Pada hari ke-1 hingga ke-3, bumi diterangi langsung oleh terang pribadi Allah (Allah adalah terang), yang menyingkirkan kegelapan.

    • Benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) baru dijadikan pada hari ke-4 sebagai penanda waktu (hari, bulan, tahun).

  • Hari Ketujuh dan Masuknya Iblis: Ketika Allah berhenti bekerja (beristirahat) pada hari ketujuh untuk membiarkan ekosistem berjalan melalui hukum alam (rotasi/revolusi), Iblis masuk kembali untuk merusak hubungan manusia dengan Allah di Taman Eden.

6. Visi Akhir: Langit dan Bumi yang Baru

  • Restorasi Total: Allah akan memproses kembali bumi hingga mencapai tahap "sempurna" sesuai harapan-Nya, bukan sekadar "amat baik".

  • Kondisi di Wahyu 21 & 22:

    • Iblis akan dibuang selamanya ke lautan api (Wahyu 20:10) sehingga tidak memiliki akses lagi ke bumi.

    • Akan ada langit baru dan bumi baru.

    • Tidak ada malam lagi: Bumi tidak akan lagi membutuhkan cahaya lampu atau matahari karena Tuhan Allah sendiri yang akan menerangi mereka.

    • Manusia akan memerintah sebagai raja di bumi dalam situasi kekekalan, di mana waktu (tanggal/tahun) tidak lagi berlaku.

Sesi ini juga meninjau ulang narasi penciptaan di Kejadian 1, menyoroti bahwa terang Allah (yang adalah Allah sendiri) menyingkirkan kegelapan selama enam hari pertama dan bertujuan mengembalikan bumi ke kondisi yang baik dan sangat baik, yang pada akhirnya mengarah pada langit baru dan bumi baru (Wahyu 21-22) di mana manusia memerintah dan malam tiada lagi. Ketaatan manusia diposisikan sebagai kunci untuk mewujudkan rencana agung Allah ini, menyingkirkan Iblis secara permanen.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana urutan penciptaan, dari hari pertama hingga ketujuh, mengungkapkan pola rencana Allah yang belum sempurna?

Urutan penciptaan dari hari pertama hingga ketujuh mengungkapkan pola rencana Allah yang, meskipun sudah "sangat baik," masih belum mencapai kesempurnaan mutlak sesuai harapan-Nya.

Berikut adalah pola yang disingkapkan oleh urutan penciptaan tersebut, khususnya mengenai transisi dari kondisi yang sangat baik menuju potensi ketidaksempurnaan:

1. Pola Allah Sudah Ada  Sebelum Waktu Ada yang Ditandai Matahari dan Bulan

Penciptaan ini menunjukkan pola atau prinsip Allah yang bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Rencana Allah (niatan dan rencana Allah) sudah ditetapkan pada diri-Nya sendiri di alam kekekalan, jauh sebelum langit dan bumi diciptakan. 

Penciptaan di Kejadian 1 ayat 1 adalah baik, tetapi belum sempurna sesuai dengan kehendak dan harapan-Nya.

2. Hari 1 hingga Hari 3: Terang Allah yang Menyingkirkan Kegelapan

Pada periode awal, bumi diterangi secara eksklusif oleh Terang Allah:

  • Hari Pertama: Allah berfirman, "Jadilah terang," dan terang itu jadi. Terang ini adalah pribadi Allah sendiri. Kehadiran Terang Allah ini menyingkirkan kuasa kegelapan dan menerangi seluruh bumi.

  • Hari Kedua dan Ketiga: Selama periode ini, bumi tetap diterangi oleh Terang Allah, dan Allah melihat hasil pekerjaannya sebagai baik. Sepanjang hari pertama hingga keenam, tidak ada campur tangan iblis.

3. Hari 4: Peralihan Terjadi dari Terang Tuhan Langsung ke Benda-benda Penerang

Pola rencana yang belum sempurna mulai terlihat jelas pada Hari Keempat:

  • Penciptaan Benda Penerang: Allah menciptakan benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) untuk menguasai siang dan malam, serta untuk memisahkan terang dari gelap.

  • Awal Pengukuran Waktu: Benda-benda penerang ini ditetapkan menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, hari-hari, dan tahun-tahun. Ini adalah awal mula kalender manusia.

  • Kondisi yang Tidak Disebut "Baik": Sumber menunjukkan bahwa Hari Keempat mungkin merupakan satu-satunya hari di mana Allah tidak berkomentar bahwa itu baik seperti pada ayat sebelumnya.

4. Bayangan dan Penghalang: Benda penerang (seperti cakrawala) dapat menghalangi terang dan menciptakan "bayangan" (shadows), yang berbeda dari terang langsung Allah. Hukum Taurat dan ritual, misalnya, disebut sebagai bayangan dari hakikat yang akan datang (Kristus).

5. Hari 6 dan 7: Titik Rawan Masuknya Iblis

  • Hari Keenam: Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk berotoritas penuh di bumi. Karena kehadiran manusia, Allah melihat segala yang dijadikan itu sungguh amat baik (very very good). Keadaan ini sudah sangat baik, tetapi belum mencapai sempurna sesuai harapan Tuhan.

  • Hari Ketujuh (Istirahat): Allah beristirahat (berhenti) dari segala pekerjaan penciptaan. Pada saat inilah bumi mulai dipelihara oleh sistem ciptaan-Nya (matahari, rotasi, revolusi tata surya), bukan lagi oleh terang langsung Allah secara eksklusif.

  • Masuknya Iblis: Sumber menyatakan bahwa iblis masuk ke Bumi (Taman Eden) pada saat ini, setelah hari keenam, menjelang hari ketujuh, ketika bumi diterangi oleh benda penerang ciptaan Allah (matahari, bulan, bintang). Hanya Terang Allah yang dapat menyingkirkan iblis.

Kesimpulan Pola Rencana yang Belum Sempurna

Pola ini mengungkapkan bahwa kondisi "sangat baik" yang dicapai pada Hari Keenam menjadi tidak stabil ketika:

  1. Allah berhenti bekerja (beristirahat).

  2. Bumi beralih bergantung pada benda-benda penerang (yang menciptakan siklus hari, tanggal, dan bayangan) sebagai pengganti terang langsung Allah.

Karena belum mencapai kesempurnaan, keadaan "sangat baik" ini rentan terhadap kerusakan. Iblis yang sebelumnya sudah dibuang ke bumi (menurut Yehezkiel 28 ayat 17) menemukan kesempatan untuk masuk kembali karena Terang Allah tidak lagi menerangi bumi secara total seperti Hari Pertama hingga Ketiga.

Rencana Allah yang agung adalah mengembalikan situasi itu dan bahkan menyempurnakannya (lebih lagi disempurnakan) melalui manusia sebagai instrumen-Nya. Tujuan akhir Allah adalah menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru di mana malam tidak akan ada lagi dan manusia tidak memerlukan cahaya lampu atau matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka — sebuah kondisi yang mirip dengan Hari Pertama, tetapi kekal dan sempurna.



2. Apa tujuan perkataan Yesus pada Matius 5:5?


Tujuan Matius 5:5, yaitu firman yang menyatakan, "Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi", adalah untuk menyingkapkan niatan dan rencana Allah yang telah ditetapkan sejak kekekalan.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai tujuan Matius 5:5, berdasarkan sumber yang tersedia:

1. Menyingkapkan Niatan dan Rencana Allah yang Kekal

Matius 5:5 adalah penyingkapan dari niatan dan rencana Allah yang sudah ditetapkan pada diri-Nya di alam kekekalan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum langit dan bumi diciptakan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum iblis dilempar ke bumi.

  • Meskipun Yehezkiel 28 ayat 17 (mengenai iblis dilempar ke bumi) dicatat ribuan tahun sebelum Yesus mengucapkan Matius 5:5, Matius 5:5 berasal dari Logos (Sang Firman) sehingga semuanya sudah ada dari kekekalan pada diri Allah.

2. Menetapkan Manusia sebagai Pewaris Bumi

Tujuan utama ayat ini adalah untuk menyatakan secara eksplisit bahwa saudara (manusia) adalah pewaris daripada bumi ini.

  • Ini merupakan penetapan dari Allah sendiri, yang menegaskan bahwa bukan iblis yang akan menerima bumi.

  • Kata "mewarisi" (kleronomeo, G2816) menunjukkan bahwa kepemilikan bumi adalah warisan. Warisan ini didapat karena adanya hubungan yang spesial dan khusus dengan Bapa di surga, yang adalah pencipta langit dan bumi.

3. Menggarisbawahi Sifat yang Layak Menerima Warisan

Matius 5:5 menunjukkan kriteria karakter yang ditetapkan Allah untuk menerima warisan ini:

  • Lemah Lembut (Praus): Ayat ini berbicara tentang orang yang "lemah lembut". Kata Yunani yang digunakan adalah praus (G4239), yang merujuk pada orang yang gentle, rendah hati, lembut, dan tidak mau segala sesuatu itu dilakukan dengan keras.

  • Kontras dengan Iblis: Sifat "lemah lembut" ini sangat bertolak belakang dengan sifat iblis yang penuh kesombongan (sombong karena kecantikanmu) dan kekerasan. Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya dan tidak mewarisi bumi.

Dengan demikian, Matius 5:5 bertujuan untuk meyakinkan manusia tentang hak waris mereka atas bumi, yang diberikan oleh Allah melalui hubungan khusus, dengan syarat ketaatan dan memiliki karakter yang lembut, bertolak belakang dengan karakter iblis. Ini adalah bagian dari rencana agung Allah untuk mewujudkan langit baru dan bumi baru di mana manusia akan memerintah sebagai raja selamanya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

Kebenaran Allah VS kebenaran sendiri (MKS #19)

 * Pentingnya Kebenaran Allah vs Kebenaran Sendiri: khotbah menekankan bahwa manusia sering kali hidup menurut "kebenaran sendiri" (pembenaran atas tindakan sendiri), padahal yang Tuhan tuntut adalah "kebenaran Allah" (the righteousness of God).  Kebenaran Allah** (*The righteousness of God*) adalah standar ilahi dan otoritas yang memiliki beberapa karakteristik utama sebagai berikut: *   **Nyata di Dalam Injil:** Kebenaran Allah dinyatakan melalui **Injil**, yang merupakan **kekuatan Allah yang menyelamatkan** setiap orang yang percaya. Ini adalah jalan Allah yang harus dimiliki seseorang untuk hidup di dunia ini, melampaui segala bentuk spiritualitas yang hanya tampak di permukaan. *   **Berasal dari Otoritas Kerajaan Surga:** Kebenaran ini berasal dari **pemerintah dan kerajaan Allah** sehingga bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar. Allah sendiri hidup dan berpijak pada kebenaran-Nya. *   **Diproduksi oleh Roh Kudus:** Kebenaran Allah tidak dihasilkan...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...