Langsung ke konten utama

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini. 

Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru. Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula.



Berikut adalah catatan lengkapnya:

1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah

  • Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki kebergantungan penuh kepada Roh Kudus.

  • Penyingkapan (revelasi) mengenai rahasia dan misteri Allah adalah anugerah yang diberikan kepada mereka yang menjadi bagian dari rencana kehendak-Nya.

  • Tujuan dari penyingkapan ini adalah agar orang beriman dapat hidup dan berjalan sesuai dengan maksud serta tujuan agung Allah.

2. Status Hukum Bumi: Manusia sebagai Pewaris Utama

  • Bukan Iblis, melainkan manusia yang telah ditetapkan Allah sebagai pewaris bumi.

  • Matius 5:5 menyatakan bahwa orang yang lemah lembut (praus) akan memiliki atau mewarisi bumi. Karakter praus mencakup sifat rendah hati, lembut, dan tidak keras hati—berlawanan dengan Iblis yang sombong.

  • Iblis sebagai Buangan: Berdasarkan Yehezkiel 28:17, Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya. Bumi bagi Iblis adalah tempat buangan, bukan warisan.

  • Hubungan Spesial (Kleronomeo): Kata "mewarisi" (kleronomeo) menunjukkan adanya hubungan khusus antara pemberi warisan (Bapa di surga) dan penerimanya (saudara).

3. Otoritas dan Hikmat dalam Menghadapi Iblis

  • Perbedaan Strata: Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, sementara Iblis adalah makhluk ciptaan yang telah diturunkan stratanya.

  • Otoritas Melalui Ketaatan: Mengusir setan bukan sekadar peperangan rohani biasa, melainkan bentuk ketaatan kepada perintah Yesus. Ketaatan ini merupakan hikmat Allah yang membuat seseorang menjadi bijaksana atau prudent.

  • Kekalahan Hikmat Iblis: Iblis telah kehilangan hikmat Allah. Iblis sering kali bertindak berdasarkan dugaan atau hikmat duniawinya sendiri, namun tidak mampu memahami rencana Allah yang dijalankan melalui ketaatan Kristus dan para pengikut-Nya.

4. Suara Firman sebagai Jalan di Masa Sekarang

  • Transisi Komunikasi Allah: Dahulu Allah berbicara melalui nabi-nabi, namun di zaman akhir ini Ia berbicara melalui Anak-Nya (Kristus).

  • Definisi "Jalan": Di masa sekarang, "jalan" Tuhan diwujudkan melalui suara firman (rhema) dan hikmat Allah.

  • Tujuan Suara Firman: Melalui manusia yang mengeluarkan "suara firman," rencana Allah dalam Kejadian 1:26-29 (manusia berkuasa dan menaklukkan bumi) dapat tergenapi. Hal ini secara bertahap menyingkirkan kekuasaan Iblis dari bumi.

5. Pola Penciptaan: Dari Kejadian Menuju Kesempurnaan

  • Jeda Kejadian 1:1 dan 1:2: Terdapat jeda waktu yang sangat lama antara penciptaan awal yang baik dengan kondisi bumi yang menjadi kacau dan gelap gulita akibat Iblis dilempar ke bumi.

  • Terang Allah vs Terang Matahari:

    • Pada hari ke-1 hingga ke-3, bumi diterangi langsung oleh terang pribadi Allah (Allah adalah terang), yang menyingkirkan kegelapan.

    • Benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) baru dijadikan pada hari ke-4 sebagai penanda waktu (hari, bulan, tahun).

  • Hari Ketujuh dan Masuknya Iblis: Ketika Allah berhenti bekerja (beristirahat) pada hari ketujuh untuk membiarkan ekosistem berjalan melalui hukum alam (rotasi/revolusi), Iblis masuk kembali untuk merusak hubungan manusia dengan Allah di Taman Eden.

6. Visi Akhir: Langit dan Bumi yang Baru

  • Restorasi Total: Allah akan memproses kembali bumi hingga mencapai tahap "sempurna" sesuai harapan-Nya, bukan sekadar "amat baik".

  • Kondisi di Wahyu 21 & 22:

    • Iblis akan dibuang selamanya ke lautan api (Wahyu 20:10) sehingga tidak memiliki akses lagi ke bumi.

    • Akan ada langit baru dan bumi baru.

    • Tidak ada malam lagi: Bumi tidak akan lagi membutuhkan cahaya lampu atau matahari karena Tuhan Allah sendiri yang akan menerangi mereka.

    • Manusia akan memerintah sebagai raja di bumi dalam situasi kekekalan, di mana waktu (tanggal/tahun) tidak lagi berlaku.

Sesi ini juga meninjau ulang narasi penciptaan di Kejadian 1, menyoroti bahwa terang Allah (yang adalah Allah sendiri) menyingkirkan kegelapan selama enam hari pertama dan bertujuan mengembalikan bumi ke kondisi yang baik dan sangat baik, yang pada akhirnya mengarah pada langit baru dan bumi baru (Wahyu 21-22) di mana manusia memerintah dan malam tiada lagi. Ketaatan manusia diposisikan sebagai kunci untuk mewujudkan rencana agung Allah ini, menyingkirkan Iblis secara permanen.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana urutan penciptaan, dari hari pertama hingga ketujuh, mengungkapkan pola rencana Allah yang belum sempurna?

Urutan penciptaan dari hari pertama hingga ketujuh mengungkapkan pola rencana Allah yang, meskipun sudah "sangat baik," masih belum mencapai kesempurnaan mutlak sesuai harapan-Nya.

Berikut adalah pola yang disingkapkan oleh urutan penciptaan tersebut, khususnya mengenai transisi dari kondisi yang sangat baik menuju potensi ketidaksempurnaan:

1. Pola Allah Sudah Ada  Sebelum Waktu Ada yang Ditandai Matahari dan Bulan

Penciptaan ini menunjukkan pola atau prinsip Allah yang bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Rencana Allah (niatan dan rencana Allah) sudah ditetapkan pada diri-Nya sendiri di alam kekekalan, jauh sebelum langit dan bumi diciptakan. 

Penciptaan di Kejadian 1 ayat 1 adalah baik, tetapi belum sempurna sesuai dengan kehendak dan harapan-Nya.

2. Hari 1 hingga Hari 3: Terang Allah yang Menyingkirkan Kegelapan

Pada periode awal, bumi diterangi secara eksklusif oleh Terang Allah:

  • Hari Pertama: Allah berfirman, "Jadilah terang," dan terang itu jadi. Terang ini adalah pribadi Allah sendiri. Kehadiran Terang Allah ini menyingkirkan kuasa kegelapan dan menerangi seluruh bumi.

  • Hari Kedua dan Ketiga: Selama periode ini, bumi tetap diterangi oleh Terang Allah, dan Allah melihat hasil pekerjaannya sebagai baik. Sepanjang hari pertama hingga keenam, tidak ada campur tangan iblis.

3. Hari 4: Peralihan Terjadi dari Terang Tuhan Langsung ke Benda-benda Penerang

Pola rencana yang belum sempurna mulai terlihat jelas pada Hari Keempat:

  • Penciptaan Benda Penerang: Allah menciptakan benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) untuk menguasai siang dan malam, serta untuk memisahkan terang dari gelap.

  • Awal Pengukuran Waktu: Benda-benda penerang ini ditetapkan menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, hari-hari, dan tahun-tahun. Ini adalah awal mula kalender manusia.

  • Kondisi yang Tidak Disebut "Baik": Sumber menunjukkan bahwa Hari Keempat mungkin merupakan satu-satunya hari di mana Allah tidak berkomentar bahwa itu baik seperti pada ayat sebelumnya.

4. Bayangan dan Penghalang: Benda penerang (seperti cakrawala) dapat menghalangi terang dan menciptakan "bayangan" (shadows), yang berbeda dari terang langsung Allah. Hukum Taurat dan ritual, misalnya, disebut sebagai bayangan dari hakikat yang akan datang (Kristus).

5. Hari 6 dan 7: Titik Rawan Masuknya Iblis

  • Hari Keenam: Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk berotoritas penuh di bumi. Karena kehadiran manusia, Allah melihat segala yang dijadikan itu sungguh amat baik (very very good). Keadaan ini sudah sangat baik, tetapi belum mencapai sempurna sesuai harapan Tuhan.

  • Hari Ketujuh (Istirahat): Allah beristirahat (berhenti) dari segala pekerjaan penciptaan. Pada saat inilah bumi mulai dipelihara oleh sistem ciptaan-Nya (matahari, rotasi, revolusi tata surya), bukan lagi oleh terang langsung Allah secara eksklusif.

  • Masuknya Iblis: Sumber menyatakan bahwa iblis masuk ke Bumi (Taman Eden) pada saat ini, setelah hari keenam, menjelang hari ketujuh, ketika bumi diterangi oleh benda penerang ciptaan Allah (matahari, bulan, bintang). Hanya Terang Allah yang dapat menyingkirkan iblis.

Kesimpulan Pola Rencana yang Belum Sempurna

Pola ini mengungkapkan bahwa kondisi "sangat baik" yang dicapai pada Hari Keenam menjadi tidak stabil ketika:

  1. Allah berhenti bekerja (beristirahat).

  2. Bumi beralih bergantung pada benda-benda penerang (yang menciptakan siklus hari, tanggal, dan bayangan) sebagai pengganti terang langsung Allah.

Karena belum mencapai kesempurnaan, keadaan "sangat baik" ini rentan terhadap kerusakan. Iblis yang sebelumnya sudah dibuang ke bumi (menurut Yehezkiel 28 ayat 17) menemukan kesempatan untuk masuk kembali karena Terang Allah tidak lagi menerangi bumi secara total seperti Hari Pertama hingga Ketiga.

Rencana Allah yang agung adalah mengembalikan situasi itu dan bahkan menyempurnakannya (lebih lagi disempurnakan) melalui manusia sebagai instrumen-Nya. Tujuan akhir Allah adalah menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru di mana malam tidak akan ada lagi dan manusia tidak memerlukan cahaya lampu atau matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka — sebuah kondisi yang mirip dengan Hari Pertama, tetapi kekal dan sempurna.



2. Apa tujuan perkataan Yesus pada Matius 5:5?


Tujuan Matius 5:5, yaitu firman yang menyatakan, "Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi", adalah untuk menyingkapkan niatan dan rencana Allah yang telah ditetapkan sejak kekekalan.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai tujuan Matius 5:5, berdasarkan sumber yang tersedia:

1. Menyingkapkan Niatan dan Rencana Allah yang Kekal

Matius 5:5 adalah penyingkapan dari niatan dan rencana Allah yang sudah ditetapkan pada diri-Nya di alam kekekalan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum langit dan bumi diciptakan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum iblis dilempar ke bumi.

  • Meskipun Yehezkiel 28 ayat 17 (mengenai iblis dilempar ke bumi) dicatat ribuan tahun sebelum Yesus mengucapkan Matius 5:5, Matius 5:5 berasal dari Logos (Sang Firman) sehingga semuanya sudah ada dari kekekalan pada diri Allah.

2. Menetapkan Manusia sebagai Pewaris Bumi

Tujuan utama ayat ini adalah untuk menyatakan secara eksplisit bahwa saudara (manusia) adalah pewaris daripada bumi ini.

  • Ini merupakan penetapan dari Allah sendiri, yang menegaskan bahwa bukan iblis yang akan menerima bumi.

  • Kata "mewarisi" (kleronomeo, G2816) menunjukkan bahwa kepemilikan bumi adalah warisan. Warisan ini didapat karena adanya hubungan yang spesial dan khusus dengan Bapa di surga, yang adalah pencipta langit dan bumi.

3. Menggarisbawahi Sifat yang Layak Menerima Warisan

Matius 5:5 menunjukkan kriteria karakter yang ditetapkan Allah untuk menerima warisan ini:

  • Lemah Lembut (Praus): Ayat ini berbicara tentang orang yang "lemah lembut". Kata Yunani yang digunakan adalah praus (G4239), yang merujuk pada orang yang gentle, rendah hati, lembut, dan tidak mau segala sesuatu itu dilakukan dengan keras.

  • Kontras dengan Iblis: Sifat "lemah lembut" ini sangat bertolak belakang dengan sifat iblis yang penuh kesombongan (sombong karena kecantikanmu) dan kekerasan. Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya dan tidak mewarisi bumi.

Dengan demikian, Matius 5:5 bertujuan untuk meyakinkan manusia tentang hak waris mereka atas bumi, yang diberikan oleh Allah melalui hubungan khusus, dengan syarat ketaatan dan memiliki karakter yang lembut, bertolak belakang dengan karakter iblis. Ini adalah bagian dari rencana agung Allah untuk mewujudkan langit baru dan bumi baru di mana manusia akan memerintah sebagai raja selamanya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

SATE 3 Agustus 2020 – PENGHARAPAN AKAN KEMERDEKAAN DARI KESIA-SIAAN

Bacalah terlebih dahulu : Lukas 11:9-13 dan Yohanes 14:12-17, Yohanes 15:26, Yohane 16:7  *Ketika Bapa memberikan kita Yesus, Dia memberikan kepada kita hal yang terbaik (best of the best). Dan ketika Bapa memberikan kepada kita Roh Kudus, Bapa memberikan kita sisanya untuk menyempurkan apa hal terbaik yang pernah Bapa berikan yaitu Yesus*. Jadi ROH KUDUS ADALAH JAWABAN DARI SEGALA KEBUTUHAN KITA, Roh Kudus adalah jawaban dari segala doa-doa kita, kita tidak perlu lagi mencari jawaban di luar sana karena Roh Kuduslah jawabannya! Jadi jika kalian mau menerima janji-janji Tuhan dan ingin mujizat terjadi dalam hidup kita, kita WAJIB mengetahui bagaimana bermitra (partnership) dengan Roh Kudus.  *#1. Peran Roh Kudus dalam Yohanes 14:16 adalah sebagai Penolong (Comforter, Parakletos). Siapakah yang meminta supaya Bapa memberikan Roh Kudus kepada kita? dan mengapa Yesus harus sampai memintanya kepada Bapa?* Yesus meminta kepada Bapa, supaya orang-orang percaya diberikan Roh Kudus se...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Inti Kemenangan Iman:"keputusan jiwa" (MKS32)

"Manusia Kerajaan Sorga 32" berfokus pada misteri bagaimana manusia bisa memperoleh iman melalui pola hidup Abraham. Video lengkap dapat ditonton di sini: ibadah JMD Bandung 29 Maret 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 32 Berikut adalah poin-poin pesan utama dari khotbah tersebut: 1. Iman Dimulai dari "Firman Suara" (Rhema ) Pp. Djonny menekankan bahwa iman tidak datang begitu saja, melainkan dimulai dari adanya suara Tuhan di dalam batin atau roh seseorang. Suara ini dibawa oleh Roh Kudus (Roh Kebenaran) yang bergema di hati nurani. Beliau memberikan contoh bahwa meskipun Ibrani 11 mencatat Habel sebagai orang beriman pertama, secara esensi Adam adalah yang pertama menerima iman melalui janji Tuhan di Kejadian 3:15 setelah jatuh dalam dosa. ​1. Iman Dimulai dari "Firman Suara" (Rhema) ​Pdt. Djonny menekankan bahwa iman tidak datang begitu saja, melainkan dimulai dari adanya suara Tuhan di dalam batin atau roh seseorang [ 04:27 ]. ​Suara ini dibawa oleh R...

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...