Langsung ke konten utama

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini. 

Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru. Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula.



Berikut adalah catatan lengkapnya:

1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah

  • Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki kebergantungan penuh kepada Roh Kudus.

  • Penyingkapan (revelasi) mengenai rahasia dan misteri Allah adalah anugerah yang diberikan kepada mereka yang menjadi bagian dari rencana kehendak-Nya.

  • Tujuan dari penyingkapan ini adalah agar orang beriman dapat hidup dan berjalan sesuai dengan maksud serta tujuan agung Allah.

2. Status Hukum Bumi: Manusia sebagai Pewaris Utama

  • Bukan Iblis, melainkan manusia yang telah ditetapkan Allah sebagai pewaris bumi.

  • Matius 5:5 menyatakan bahwa orang yang lemah lembut (praus) akan memiliki atau mewarisi bumi. Karakter praus mencakup sifat rendah hati, lembut, dan tidak keras hati—berlawanan dengan Iblis yang sombong.

  • Iblis sebagai Buangan: Berdasarkan Yehezkiel 28:17, Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya. Bumi bagi Iblis adalah tempat buangan, bukan warisan.

  • Hubungan Spesial (Kleronomeo): Kata "mewarisi" (kleronomeo) menunjukkan adanya hubungan khusus antara pemberi warisan (Bapa di surga) dan penerimanya (saudara).

3. Otoritas dan Hikmat dalam Menghadapi Iblis

  • Perbedaan Strata: Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, sementara Iblis adalah makhluk ciptaan yang telah diturunkan stratanya.

  • Otoritas Melalui Ketaatan: Mengusir setan bukan sekadar peperangan rohani biasa, melainkan bentuk ketaatan kepada perintah Yesus. Ketaatan ini merupakan hikmat Allah yang membuat seseorang menjadi bijaksana atau prudent.

  • Kekalahan Hikmat Iblis: Iblis telah kehilangan hikmat Allah. Iblis sering kali bertindak berdasarkan dugaan atau hikmat duniawinya sendiri, namun tidak mampu memahami rencana Allah yang dijalankan melalui ketaatan Kristus dan para pengikut-Nya.

4. Suara Firman sebagai Jalan di Masa Sekarang

  • Transisi Komunikasi Allah: Dahulu Allah berbicara melalui nabi-nabi, namun di zaman akhir ini Ia berbicara melalui Anak-Nya (Kristus).

  • Definisi "Jalan": Di masa sekarang, "jalan" Tuhan diwujudkan melalui suara firman (rhema) dan hikmat Allah.

  • Tujuan Suara Firman: Melalui manusia yang mengeluarkan "suara firman," rencana Allah dalam Kejadian 1:26-29 (manusia berkuasa dan menaklukkan bumi) dapat tergenapi. Hal ini secara bertahap menyingkirkan kekuasaan Iblis dari bumi.

5. Pola Penciptaan: Dari Kejadian Menuju Kesempurnaan

  • Jeda Kejadian 1:1 dan 1:2: Terdapat jeda waktu yang sangat lama antara penciptaan awal yang baik dengan kondisi bumi yang menjadi kacau dan gelap gulita akibat Iblis dilempar ke bumi.

  • Terang Allah vs Terang Matahari:

    • Pada hari ke-1 hingga ke-3, bumi diterangi langsung oleh terang pribadi Allah (Allah adalah terang), yang menyingkirkan kegelapan.

    • Benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) baru dijadikan pada hari ke-4 sebagai penanda waktu (hari, bulan, tahun).

  • Hari Ketujuh dan Masuknya Iblis: Ketika Allah berhenti bekerja (beristirahat) pada hari ketujuh untuk membiarkan ekosistem berjalan melalui hukum alam (rotasi/revolusi), Iblis masuk kembali untuk merusak hubungan manusia dengan Allah di Taman Eden.

6. Visi Akhir: Langit dan Bumi yang Baru

  • Restorasi Total: Allah akan memproses kembali bumi hingga mencapai tahap "sempurna" sesuai harapan-Nya, bukan sekadar "amat baik".

  • Kondisi di Wahyu 21 & 22:

    • Iblis akan dibuang selamanya ke lautan api (Wahyu 20:10) sehingga tidak memiliki akses lagi ke bumi.

    • Akan ada langit baru dan bumi baru.

    • Tidak ada malam lagi: Bumi tidak akan lagi membutuhkan cahaya lampu atau matahari karena Tuhan Allah sendiri yang akan menerangi mereka.

    • Manusia akan memerintah sebagai raja di bumi dalam situasi kekekalan, di mana waktu (tanggal/tahun) tidak lagi berlaku.

Sesi ini juga meninjau ulang narasi penciptaan di Kejadian 1, menyoroti bahwa terang Allah (yang adalah Allah sendiri) menyingkirkan kegelapan selama enam hari pertama dan bertujuan mengembalikan bumi ke kondisi yang baik dan sangat baik, yang pada akhirnya mengarah pada langit baru dan bumi baru (Wahyu 21-22) di mana manusia memerintah dan malam tiada lagi. Ketaatan manusia diposisikan sebagai kunci untuk mewujudkan rencana agung Allah ini, menyingkirkan Iblis secara permanen.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana urutan penciptaan, dari hari pertama hingga ketujuh, mengungkapkan pola rencana Allah yang belum sempurna?

Urutan penciptaan dari hari pertama hingga ketujuh mengungkapkan pola rencana Allah yang, meskipun sudah "sangat baik," masih belum mencapai kesempurnaan mutlak sesuai harapan-Nya.

Berikut adalah pola yang disingkapkan oleh urutan penciptaan tersebut, khususnya mengenai transisi dari kondisi yang sangat baik menuju potensi ketidaksempurnaan:

1. Pola Allah Sudah Ada  Sebelum Waktu Ada yang Ditandai Matahari dan Bulan

Penciptaan ini menunjukkan pola atau prinsip Allah yang bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Rencana Allah (niatan dan rencana Allah) sudah ditetapkan pada diri-Nya sendiri di alam kekekalan, jauh sebelum langit dan bumi diciptakan. 

Penciptaan di Kejadian 1 ayat 1 adalah baik, tetapi belum sempurna sesuai dengan kehendak dan harapan-Nya.

2. Hari 1 hingga Hari 3: Terang Allah yang Menyingkirkan Kegelapan

Pada periode awal, bumi diterangi secara eksklusif oleh Terang Allah:

  • Hari Pertama: Allah berfirman, "Jadilah terang," dan terang itu jadi. Terang ini adalah pribadi Allah sendiri. Kehadiran Terang Allah ini menyingkirkan kuasa kegelapan dan menerangi seluruh bumi.

  • Hari Kedua dan Ketiga: Selama periode ini, bumi tetap diterangi oleh Terang Allah, dan Allah melihat hasil pekerjaannya sebagai baik. Sepanjang hari pertama hingga keenam, tidak ada campur tangan iblis.

3. Hari 4: Peralihan Terjadi dari Terang Tuhan Langsung ke Benda-benda Penerang

Pola rencana yang belum sempurna mulai terlihat jelas pada Hari Keempat:

  • Penciptaan Benda Penerang: Allah menciptakan benda-benda penerang (matahari, bulan, bintang) untuk menguasai siang dan malam, serta untuk memisahkan terang dari gelap.

  • Awal Pengukuran Waktu: Benda-benda penerang ini ditetapkan menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap, hari-hari, dan tahun-tahun. Ini adalah awal mula kalender manusia.

  • Kondisi yang Tidak Disebut "Baik": Sumber menunjukkan bahwa Hari Keempat mungkin merupakan satu-satunya hari di mana Allah tidak berkomentar bahwa itu baik seperti pada ayat sebelumnya.

4. Bayangan dan Penghalang: Benda penerang (seperti cakrawala) dapat menghalangi terang dan menciptakan "bayangan" (shadows), yang berbeda dari terang langsung Allah. Hukum Taurat dan ritual, misalnya, disebut sebagai bayangan dari hakikat yang akan datang (Kristus).

5. Hari 6 dan 7: Titik Rawan Masuknya Iblis

  • Hari Keenam: Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk berotoritas penuh di bumi. Karena kehadiran manusia, Allah melihat segala yang dijadikan itu sungguh amat baik (very very good). Keadaan ini sudah sangat baik, tetapi belum mencapai sempurna sesuai harapan Tuhan.

  • Hari Ketujuh (Istirahat): Allah beristirahat (berhenti) dari segala pekerjaan penciptaan. Pada saat inilah bumi mulai dipelihara oleh sistem ciptaan-Nya (matahari, rotasi, revolusi tata surya), bukan lagi oleh terang langsung Allah secara eksklusif.

  • Masuknya Iblis: Sumber menyatakan bahwa iblis masuk ke Bumi (Taman Eden) pada saat ini, setelah hari keenam, menjelang hari ketujuh, ketika bumi diterangi oleh benda penerang ciptaan Allah (matahari, bulan, bintang). Hanya Terang Allah yang dapat menyingkirkan iblis.

Kesimpulan Pola Rencana yang Belum Sempurna

Pola ini mengungkapkan bahwa kondisi "sangat baik" yang dicapai pada Hari Keenam menjadi tidak stabil ketika:

  1. Allah berhenti bekerja (beristirahat).

  2. Bumi beralih bergantung pada benda-benda penerang (yang menciptakan siklus hari, tanggal, dan bayangan) sebagai pengganti terang langsung Allah.

Karena belum mencapai kesempurnaan, keadaan "sangat baik" ini rentan terhadap kerusakan. Iblis yang sebelumnya sudah dibuang ke bumi (menurut Yehezkiel 28 ayat 17) menemukan kesempatan untuk masuk kembali karena Terang Allah tidak lagi menerangi bumi secara total seperti Hari Pertama hingga Ketiga.

Rencana Allah yang agung adalah mengembalikan situasi itu dan bahkan menyempurnakannya (lebih lagi disempurnakan) melalui manusia sebagai instrumen-Nya. Tujuan akhir Allah adalah menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru di mana malam tidak akan ada lagi dan manusia tidak memerlukan cahaya lampu atau matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka — sebuah kondisi yang mirip dengan Hari Pertama, tetapi kekal dan sempurna.



2. Apa tujuan perkataan Yesus pada Matius 5:5?


Tujuan Matius 5:5, yaitu firman yang menyatakan, "Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi", adalah untuk menyingkapkan niatan dan rencana Allah yang telah ditetapkan sejak kekekalan.

Berikut adalah poin-poin utama mengenai tujuan Matius 5:5, berdasarkan sumber yang tersedia:

1. Menyingkapkan Niatan dan Rencana Allah yang Kekal

Matius 5:5 adalah penyingkapan dari niatan dan rencana Allah yang sudah ditetapkan pada diri-Nya di alam kekekalan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum langit dan bumi diciptakan.

  • Rencana ini sudah ada jauh sebelum iblis dilempar ke bumi.

  • Meskipun Yehezkiel 28 ayat 17 (mengenai iblis dilempar ke bumi) dicatat ribuan tahun sebelum Yesus mengucapkan Matius 5:5, Matius 5:5 berasal dari Logos (Sang Firman) sehingga semuanya sudah ada dari kekekalan pada diri Allah.

2. Menetapkan Manusia sebagai Pewaris Bumi

Tujuan utama ayat ini adalah untuk menyatakan secara eksplisit bahwa saudara (manusia) adalah pewaris daripada bumi ini.

  • Ini merupakan penetapan dari Allah sendiri, yang menegaskan bahwa bukan iblis yang akan menerima bumi.

  • Kata "mewarisi" (kleronomeo, G2816) menunjukkan bahwa kepemilikan bumi adalah warisan. Warisan ini didapat karena adanya hubungan yang spesial dan khusus dengan Bapa di surga, yang adalah pencipta langit dan bumi.

3. Menggarisbawahi Sifat yang Layak Menerima Warisan

Matius 5:5 menunjukkan kriteria karakter yang ditetapkan Allah untuk menerima warisan ini:

  • Lemah Lembut (Praus): Ayat ini berbicara tentang orang yang "lemah lembut". Kata Yunani yang digunakan adalah praus (G4239), yang merujuk pada orang yang gentle, rendah hati, lembut, dan tidak mau segala sesuatu itu dilakukan dengan keras.

  • Kontras dengan Iblis: Sifat "lemah lembut" ini sangat bertolak belakang dengan sifat iblis yang penuh kesombongan (sombong karena kecantikanmu) dan kekerasan. Iblis dilempar ke bumi karena kesombongannya dan tidak mewarisi bumi.

Dengan demikian, Matius 5:5 bertujuan untuk meyakinkan manusia tentang hak waris mereka atas bumi, yang diberikan oleh Allah melalui hubungan khusus, dengan syarat ketaatan dan memiliki karakter yang lembut, bertolak belakang dengan karakter iblis. Ini adalah bagian dari rencana agung Allah untuk mewujudkan langit baru dan bumi baru di mana manusia akan memerintah sebagai raja selamanya.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Yesus's Foreknowledge and Free Will

Saat Teduh 11 Feb 2025 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak bahwa Dia akan menderita, akan mati, akan bangkit pada hari yang ketiga dan akan naik ke sorga, artinya Dia sudah tahu apa yang harus terjadi. Dia juga sudah tahu  apa yang harus terjadi pada dirinya Yudas, pada dirinya Petrus. Jadi Yesus sudah tahu apa yang terjadi di hari-hari depannya Dia. Yesus akan menderita dan akan mati, Dia sudah tahu. Berarti apa yang Yesus ketahui dari sini? Dia tahu bahwa itu adalah KUASA daripada KEHENDAK DIRINYA, KEPUTUSANNYA untuk RELA menderita dan mati. Yesus memiliki KEHENDAK BEBAS sama seperti kita memiliki kehendak bebas untuk memutuskan dan melakukan TEPAT seperti yang Bapa kehendaki.  Bukankah Dia berdoa di taman Getsemani, kalau boleh cawan ini berlalu daripadaKu. Itu berbicara tentang KEHENDAK. Berarti apa PORSINYA Yesus bahwa Dia tahu Dia akan menderita dan mati? Porsi Dia adalah itu KEHENDAK Saya. Bapa tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yesus akhirnya ...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...