Seri Manusia Kerajaan Sorga #15
### Bab: Hikmat Allah dan Jalan Tuhan dalam Menghadapi Iblis serta Menjadi Terang Dunia
#### Pendahuluan: Memahami Hikmat Allah dan Pengenalan akan Tuhan sebagai Dasar Hidup
Dalam pembahasan ini, kita diajak untuk memahami **hikmat Allah**, **firman Tuhan**, dan **jalan Tuhan** yang menjadi pedoman hidup orang percaya, khususnya dalam menghadapi iblis yang telah kehilangan hikmat Allah. Pengenalan akan Tuhan yang benar menjadi sangat penting agar setiap langkah dalam hidup tidak salah arah. Konsep kunci yang disampaikan meliputi **hikmat ilahi (intelijensia Allah)**, **roh kudus**, **firman iman**, dan **otoritas rohani** yang diberikan kepada manusia yang sudah lahir baru. Allah membuka misteri rencana agung-Nya tentang alam semesta, manusia, dan iblis, yang menjadi dasar agar manusia dapat berperan aktif dalam menyingkirkan kegelapan dan iblis dari bumi.
- Pengenalan akan Tuhan harus menjadi prioritas agar hidup tidak salah arah.
- Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan **segambar dan serupa dengan Allah**.
- Firman Tuhan adalah rahasia dan misteri yang bahkan para malaikat ingin mengetahui (1 Korintus 2).
- Hikmat Allah adalah kunci agar manusia hidup berotoritas dan menyingkirkan iblis.
#### Hikmat Allah dalam Hidup Orang Percaya dan Peran Firman Tuhan
Pembicara menegaskan dua poin penting sebelumnya: pertama, ketika seseorang memegang dan melakukan firman Tuhan, maka **hikmat Allah** akan menampakkan diri dalam hidupnya; kedua, firman Tuhan pada masa kini bukan hanya sekadar teks yang didengar, tetapi menjadi **suara firman** yang aktif dan bekerja dalam hati dan mulut orang percaya. Firman itu membawa kuasa dan otoritas Allah, bukan sekedar hikmat dunia.
- Firman Tuhan yang aktif disebut sebagai **suara firman** dan membawa hikmat Allah.
- Rencana Allah adalah manusia berkuasa di bumi, bukan iblis, yang telah diusir dari surga dan dilempar ke bumi.
- Iblis adalah pendusta ("diabolos") yang mengklaim bumi sebagai miliknya, tetapi Allah menetapkan bumi ini bagi orang yang lemah lembut dan rendah hati (Matius 5:5).
- Manusia yang hidup dalam terang Tuhan memiliki otoritas untuk menyingkirkan iblis.
#### Pola Penciptaan dan Terang sebagai Senjata Menyingkirkan Iblis
Allah menciptakan bumi dan langit dengan pola tertentu, dimulai dari terang yang meliputi kegelapan (Kejadian 1:1-3). Terang Allah adalah prinsip utama untuk menyingkirkan iblis dari bumi yang kacau. Meskipun manusia jatuh dalam dosa, Allah mempunyai rencana dan pola khusus untuk menggenapi rencana-Nya melalui terang yang terus menerangi bumi.
- Terang Allah menjadi senjata utama menyingkirkan kegelapan dan iblis.
- Pada hari keempat, Allah menciptakan benda penerang (matahari, bulan, bintang) untuk menandai waktu dan masa yang tetap.
- Allah bekerja secara konsisten sampai hari ketujuh untuk menyelesaikan penciptaan dengan terang yang meliputi bumi.
- Terang Tuhan harus diwujudkan dalam hidup manusia untuk menyingkirkan kegelapan.
#### Iblis yang Kehilangan Hikmat dan Peran Roh Kudus dalam Menguatkan Orang Percaya
Salah satu poin utama adalah bahwa **iblis telah kehilangan hikmat Allah**. Oleh karena itu, orang percaya yang sudah lahir baru dan memiliki **Roh Kudus** serta **Roh Kristus** harus membiarkan firman Tuhan yang ada dalam roh mereka muncul di mulut dengan penuh otoritas. Ini bukan sekadar menghafal ayat, melainkan firman iman yang keluar dengan kekuatan Roh Kudus (1 Korintus 2:4-8; Yesaya 59:21).
- Orang percaya memiliki potensi besar melalui Roh Kudus untuk membawa firman Tuhan keluar sebagai otoritas.
- Firman yang keluar dari mulut orang percaya adalah firman dengan otoritas hidup dan kuasa yang sama seperti firman Allah.
- "Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi" (Matius 5:5) menunjukkan siapa yang berhak atas bumi.
- Iblis tidak mengerti strategi Allah dan kalah oleh hikmat Allah yang bekerja melalui orang percaya.
#### Kesaksian Kisah Nyata: Anak-anak Skewa dan Otentisitas Otoritas Rohani
Pembicara menggunakan kisah dari Kisah Para Rasul 19 tentang tujuh anak dari imam kepala Yahudi, Skewa, yang mencoba mengusir roh jahat dengan menyebut nama Yesus dan Paulus tanpa otoritas sejati. Roh jahat malah mengejek mereka dan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kuasa sejati seperti Paulus dan Yesus.
- Anak-anak Skewa hanya meniru nama Yesus dan Paulus, tapi tidak memiliki otoritas rohani.
- Roh jahat mengenal Yesus dan Paulus, tetapi mempertanyakan siapa mereka (anak-anak Skewa).
- Penting untuk mengalami proses rohani yang mendalam agar firman iman keluar dengan otoritas sejati.
- Otoritas spiritual bukan ditentukan oleh teriakan atau kekuatan fisik, melainkan oleh kuasa Roh Kudus dan hikmat Allah.
#### Menyembah dalam Roh dan Kebenaran: Keintiman dengan Roh Kudus sebagai Kunci
Pembicara juga menekankan pentingnya **keintiman dengan Roh Kudus**, karena Roh Kudus adalah **roh kebenaran** yang menuntun manusia dalam seluruh kebenaran. Penyembahan sejati harus dilakukan dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24). Pujian adalah alat untuk menyelaraskan jiwa, tapi penyembahan adalah sesuatu yang lebih dalam dan dipimpin oleh Roh Kudus.
- Penyembahan harus dilakukan dalam roh dan kebenaran, bukan hanya melalui pujian atau perasaan.
- Roh Kudus mengarahkan dan menghasilkan kebenaran dalam jiwa dan tubuh, menjadikan tubuh sebagai bait Roh Kudus.
- Keintiman dengan Roh Kudus memudahkan penyembahan dan pemenuhan firman dalam hidup.
- Penyembahan yang benar menghasilkan kehidupan yang berotoritas dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan.
#### Proses Hidup Berotoritas dan Hikmat Kristus
Hidup berotoritas tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang dibangun oleh Tuhan. Rasul Paulus menjadi contoh bagaimana hidup berorientasi pada hikmat Allah, bukan hikmat dunia. Pikiran Kristus adalah kunci untuk hidup berotoritas dan taat pada kehendak Allah (1 Korintus 2:16; Matius 16:23).
- Hidup berotoritas dibangun di atas taat pada firman Tuhan dan pikiran Kristus.
- Hikmat Allah berbeda dengan kecerdikan dunia yang hanya mengandalkan intelektual dan kekuatan lahiriah.
- Iblis adalah sosok yang cerdik namun bodoh karena tidak memiliki hikmat Allah.
- Proses rohani membentuk orang percaya menjadi seperti batu karang yang teguh dan berotoritas.
#### Kesimpulan: Menjadi Terang Dunia dan Mengusir Kegelapan dengan Hikmat Allah
Pembicara menutup dengan semangat bahwa setiap orang percaya adalah **terang dunia** yang Allah ciptakan untuk menyingkirkan iblis dan kegelapan dari bumi. Dengan memegang dan melakukan firman Tuhan, membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup, serta melahirkan firman iman yang berkuasa dari mulut, orang percaya akan menjadi raja yang berotoritas di bumi. Hikmat Allah adalah kunci utama untuk menjalani hidup sesuai dengan rencana-Nya dan membawa pemulihan bagi dunia.
- Hikmat Allah harus menjadi dasar kehidupan orang percaya dalam menghadapi iblis.
- Firman Tuhan harus menjadi suara yang keluar dari mulut dengan kuasa Roh Kudus.
- Orang percaya yang hidup dalam terang Allah menjadi pengharapan bagi bangsa-bangsa.
- Proses pembentukan rohani penting agar hidup berotoritas dan menjadi buah bibir pembicaraan di dunia roh.
- Allah menyediakan potensi besar dalam hidup setiap orang percaya untuk mewujudkan rencana-Nya di bumi.
---
### Poin-Poin Penting
- **Pengenalan akan Tuhan** sangat penting agar langkah hidup benar dan tidak keliru.
- Manusia diciptakan **segambar dan serupa dengan Allah** dengan tujuan memerintah bumi.
- Firman Tuhan adalah misteri ilahi yang membawa hikmat dan kuasa Allah (1 Korintus 2).
- Iblis adalah pendusta yang mengklaim bumi, namun Allah memberikan bumi kepada orang lemah lembut (Matius 5:5).
- Terang Allah adalah senjata utama untuk menyingkirkan kegelapan dan iblis dari bumi (Kejadian 1:3).
- Iblis telah kehilangan hikmat Allah, sehingga orang percaya harus mengandalkan hikmat ilahi.
- Firman iman yang keluar dari mulut orang percaya adalah sumber otoritas rohani dan kuasa.
- Kisah anak-anak Skewa menunjukkan bahwa otoritas rohani bukan sekadar mengucapkan nama Yesus, tetapi hidup dalam kuasa Roh Kudus.
- Penyembahan sejati adalah dalam roh dan kebenaran, dipimpin oleh Roh Kudus (Yohanes 4:24).
- Hidup berotoritas adalah hasil taat pada firman Tuhan dan memiliki pikiran Kristus (1 Korintus 2:16).
- Orang percaya adalah terang dunia yang menjadi harapan bagi bangsa-bangsa dan penyingkir kegelapan (Yesaya 60:3).
- Proses rohani adalah kunci untuk membangun otoritas dan hikmat Allah dalam hidup.
- Allah menyertai orang percaya sampai akhir zaman dengan kuasa dan hikmat-Nya (Matius 28:18-20).
Dengan pemahaman ini, orang percaya dipanggil untuk hidup dalam hikmat Allah, membiarkan firman Tuhan bekerja dalam hati dan mulut mereka, sehingga menjadi terang dunia yang berotoritas dan mampu menyingkirkan iblis dari bumi.
JAWABAN Pertanyaan Komsel 05 Desember
1. Selama melakukan pekerjaan penciptaan, Allah menerangi seluruh proses penciptaan itu dengan terang Allah sendiri. Mengapa demikian? Apa yang menjadi target Allah sehingga Dia mempertahankan terangNya sampai hari ke 7? Setelah Allah berhenti dari seluruh pekerjaan penciptaan Nya, apa yang menjadi fokus Allah setelahnya?
Jawab:
Mengapa demikian?
Allah tidak mau kuasa kegelapan (kerajaan maut dan pengikutnya) merecoki dan mengkontaminasi proses penciptaan.
Apa yang menjadi target Allah?
Target Allah adalah membuat ciptaan Nya itu baik dan sangat baik, supaya Ia kemudian dengan hikmat-Nya bisa menjadikannya sempurna: langit baru dan bumi yang baru di mana hanya terdapat kebenaran.
Kolose 1:28
Dialah (Firman: yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
1 Tesalonika 5:23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Yakobus 2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Apa yang menjadi fokus Allah setelahnya: proses menjadikan.
Walaupun malaikat gagal dan menjadi perintang rencana-Nya, juga manusia Adam gagal dan Ia harus memulai-Nya lagi dari Nuh.
Adam dan Hawa sebenarnya “berhasil” menjalankan skenario jebakan kepada iblis. Iblis telah memakan umpan Allah. Maka Allah mulai mendeklarasikan permusuhan antara iblis dan manusia, persisnya antara iblis dan keturunan perempuan Hawa (Kristus).
Malaikat yang jatuh itu tidak mau mengakui bersalah (berdosa) dan tidak mau dipersalahkan Tuhan (dihakimi dan diadili). Ia menuntut hakim dan saksi. Manusia ditakdirkan menjadi saksi Tuhan, pelaku kebenaran dan sekaligus yang menghakimi malaikat (1 Kor 6:23). Bumi ini adalah tahta pengadilan Allah.
Permusuhan ini menjadi dasar atau kasus iblis yang sebenarnya untuk dibawa ke pengadilan.
Maka, sekarang Allah bisa fokus memulai menjalankan misi pemulihan segala sesuatunya menjadi baru.
2. Hanya dengan terang Allah pekerjaan iblis akan dihentikan. Bagaimana strategi Allah melalui hidup manusia agar terangNya itu memenuhi bumi yang dikuasai kegelapan ini (Yesaya 60:2)? Roh Kebenaran akan menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Aspek apa saja dalam diri kita yang harus benar? Apakah yang dimaksud tubuh kita harus benar?
Jawab:
Di tengah kondisi yang gelap (Yes 6:20), Tuhan menjanjikan terang-Nya yang akan menerangi umat-Nya. Hal ini menunjukkan harapan dan pemulihan yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang percaya kepada-Nya.
Yesaya 9:2 (TB) (9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
Yesus Kristus adalah terang kemuliaan Allah. Dia diutus ke bumi menjadi manusia agar mereka yang masih hidup dalam kegelapan dibawa kepada terang-Nya yang ajaib.
Dia adalah Firman yang menjadi manusia. Firman-Nya adalah terang.
Yohanes 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Manusia harus hidup di dalam Dia, di dalam terang.
1 Yohanes 1:7
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Aspek kebenaran: seluruh aspek hidup kita harus benar dan hidup di dalam persekutuan di dalam Dia dan dengan yang lain. Dasarnya yang harus dirobah adalah:
Mata: fokus, cara pandang, cara berpikir.
Lukas 11:34
Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Lukas 11:36
Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya."
Ayat ini mengajarkan mengenai pentingnya fokus dan cara pandang kita. Mata yang sehat melambangkan perspektif yang benar dan positif, yang akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Sebaliknya, mata yang jahat atau negatif akan membawa pada kegelapan dalam hidup.
Fokus kita haruslah firman.
2 Korintus 4:6
Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Tidak boleh lagi ada bayang2 di dalam hati kita berupa bayangan keraguan dan bayangan yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran dan sebagainya. Jika fokus kita pada firman, maka kita memperoleh kepastian berada dalam tujuan dan pekerjaan-Nya menjadikan (asah) kita.
Iman: iman disempurnakan dengan perbuatan kasih.
1 Yohanes 2:10-11 (TB) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
pentingnya **keintiman dengan Roh Kudus**, karena Roh Kudus adalah **roh kebenaran** yang menuntun manusia dalam seluruh kebenaran. Penyembahan sejati harus dilakukan dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24). Pujian adalah alat untuk menyelaraskan jiwa, tapi penyembahan adalah sesuatu yang lebih dalam dan dipimpin oleh Roh Kudus.
3. Allah ingin menjadikan kita sebagai raja di bumi ini yang ketika berkata-kata itu harus terjadi sama seperti perkataan yang keluar dari mulut Allah sendiri. Bagaimana proses terjadinya firman Tuhan menjadi Firman pada mulut kita tersebut? Apakah yang disebut dengan Firman iman?
Allah ingin mengembalikan hidup manusia kepada patron firman.
Perkataan manusia haruslah sama otoritasnya dengan perkataan Allah.
Proses agar firman (firman suara) yang ada di batin atau roh seseorang menjadi firman otoritas di mulut adalah sebuah proses yang dikerjakan oleh Allah, khususnya melalui Roh Kudus.
Proses ini sangat penting karena meskipun seseorang yang telah lahir baru memiliki Roh Kudus, Roh Kristus, dan firman di dalam rohnya (batinnya), Allah ingin memproses firman tersebut agar sampai kepada mulut.
Langkah-langkah atau area yang harus dilalui oleh firman tersebut dalam prosesnya menjadi firman otoritas di mulut:
**Roh Kudus Menuntun Firman:** Roh Kudus yang berada di dalam diri Anda akan menuntun firman yang ada di dalam roh Anda. Roh Kudus ini juga disebut sebagai roh kebenaran.
Pada tahap ini hasilnya adalah pengertian.
Ayb 32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.
**Melewati Area Jiwa:** Firman tersebut harus melalui jiwa. Jiwa terdiri dari pikiran, perasaan, pengalaman, dan akal budi.
Mencapai Persetujuan Akal Budi: Pengertian yang diperoleh pada proses di dalam roh untuk mencapai persetujuan akal budi (bagian dari jiwa). Karena pengertian itu jiwa tidak memberontak, tetapi setuju dengan firman itu. Jika akal budi (pikiran) tidak mengerti kebenaran, itu akan mempersulit proses tersebut, bahkan membuat kita berpikir bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.
3. **Memenangkan dan Menyelaraskan Jiwa:** Roh Kudus (Roh Kebenaran) akan memimpin kita pada seluruh kebenaran sehingga **jiwa menjadi benar, keputusan benar, dan akal budi pun benar**.
4. **Mencapai Mulut dengan Otoritas:** Ketika firman itu dibawa oleh Roh Kudus dan berhasil memenangkan area jiwa, keputusan, dan akal budi, barulah firman itu sampai kepada mulut. Firman yang keluar dari mulut ini disebut **firman iman** atau *rhema* (firman suara).
Ketika firman itu sudah sampai di mulut dan kita mengucapkannya, itu memiliki **kekuatan yang sama, otoritas yang sama, kemampuan yang sama, dan pencapaian yang sama** seolah-olah firman itu keluar langsung dari mulut Allah. Ini menunjukkan bahwa kita adalah seorang **raja dengan otoritas Allah**. Firman otoritas ini (firman iman) memiliki kegunaan untuk menghasilkan iman bagi mereka yang mendengarnya.
4. Apa yang harus saudara lakukan agar terang yang ada di dalam diri saudara itu bercahaya sehingga pekerjaan iblis bisa dihancurkan melalui hidup saudara (Yesaya 60:1)?
Kita harus yakin siapa jati diri kita dihadapan Tuhan: sebagai anak2 terang.
Kita harus yakin takdir kita sebagai MKS yang diberi otoritas dan pribadi yang berkuasa untuk merepresentasikan pemerintahan dan budaya Kerajaan; sebagai imam dan raja. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan **segambar dan serupa dengan Allah**.
2 Korintus 4:6
Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Tidak boleh lagi ada bayang2 di dalam hati kita berupa bayangan keraguan dan bayangan yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran dan sebagainya.
Pengenalan akan Tuhan harus menjadi prioritas agar hidup tidak salah arah.