Langsung ke konten utama

Rencana Tuhan melalui Nuh dan Relevansinya bagi kita saat ini (MKS #18)




Sesi ini membahas peran **orang benar** dalam menggenapi rencana ilahi untuk memulihkan bumi dari dominasi kejahatan. Melalui kisah **Nuh**, dijelaskan bahwa satu pribadi yang hidup bergaul dengan Tuhan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat serta menyelamatkan seluruh keluarganya. Ditekankan pentingnya peran **Roh Kudus** agar manusia tidak sekadar hidup dalam kedagingan, melainkan menjadi representasi rupa Allah. Papa meyakini bahwa saat ini sedang muncul **generasi Kristus** yang telah dinubuatkan sejak zaman dahulu untuk menghadirkan kebenaran tanpa batas. Kehidupan Nuh yang terhubung langsung dengan **takhta surga** menjadi teladan bagi orang percaya untuk memahami hati Tuhan dan menyelesaikan rancangan-Nya di dunia. Narasi ini mengajak pembaca untuk hidup optimis sebagai ahli waris bumi yang bertugas menyapu bersih pengaruh iblis melalui ketaatan iman.





Berikut adalah catatan lengkapnya mengenai rencana Tuhan melalui figur Nuh dan bagaimana hal itu relevan bagi kita saat ini:

1. Batasan Kejahatan dan Intervensi Allah

Allah tidak pernah membiarkan dosa atau kejahatan mencapai puncaknya tanpa kendali. Melalui firman-Nya, Allah memberikan pijakan agar ruang gerak iblis semakin sempit hingga akhirnya iblis tidak bisa hidup karena bumi hanya dipenuhi kebenaran.

  • Karakteristik Iblis: Manifestasi si jahat terlihat dari kekacauan, kondisi tidak berbentuk, dan gelap gulita, seperti keadaan bumi sebelum ditata kembali.

  • Pembatasan Malaikat Jahat: Allah membatasi kekuasaan malaikat-malaikat yang tidak taat. Berdasarkan kitab Wahyu dan Yudas, ada empat malaikat jahat yang dibelenggu di sungai Efrat dan akan dilepaskan pada sangkakala keenam untuk mengeksekusi penghakiman.

  • Takaran Kedurjanaan: Kejahatan memiliki takaran; misalnya, Allah menunggu hingga kedurjanaan orang Amori "genap" sebelum melakukan tindakan.

2. Kondisi Zaman Nuh: Manusia sebagai "Daging"

Pada zaman Nuh, Allah melihat bahwa kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata, yang memilukan hati-Nya.

  • Roh Tidak Berguna: Allah menyatakan bahwa Roh-Nya tidak akan selama-lamanya tinggal dalam manusia karena manusia adalah "daging". Kata "strive" (berjuang/bertengkar) dalam bahasa Ibraninya adalah din atau dun, yang berarti pekerjaan Roh selalu menimbulkan konflik dengan keinginan daging manusia.

  • Tujuan Tubuh: Padahal, tujuan Allah memberikan nafas hidup adalah agar tubuh manusia menjadi sarana untuk mengekspresikan rupa Allah. Ketika manusia hanya hidup menuruti kedagingan, fungsi Roh Kudus untuk menginsafkan dan memimpin pada kebenaran menjadi tidak berguna.

3. Nuh: Orang Benar yang Membalikkan Kutuk

Nuh adalah sosok yang mendapat kasih karunia karena ia hidup benar, tidak bercela, dan bergaul dengan Allah.

  • Nubuatan Lamek: Ayah Nuh, Lamek, bernubuat bahwa Nuh akan memberikan penghiburan di tengah susah payah akibat tanah yang telah dikutuk Tuhan sejak zaman Adam.

  • Membalikkan Kutuk Menjadi Berkat: Setelah air bah, Nuh mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban yang harum. Hal ini membuat Allah "berbalik hati" dan berjanji tidak akan mengutuk bumi lagi karena manusia.

  • Mengenal Hati Tuhan: Nuh memberikan persembahan bukan karena diperintah, melainkan karena ia mengenal hati Tuhan dan tahu apa yang menyenangkan-Nya.

4. Prinsip Keselamatan Keluarga dan Takhta Allah

Kebenaran satu orang dapat berdampak besar bagi lingkungannya:

  • Satu Bahtera: Meskipun hanya Nuh yang benar, seluruh keluarganya diselamatkan. Ini menjadi prinsip bagi Paulus di Perjanjian Baru: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu". Orang benar adalah titik akses atau masuknya Allah ke dalam sebuah rumah tangga.

  • Terhubung dengan Takhta: Nuh hidup di bumi tetapi terhubung dengan takhta Allah di surga. Pelangi atau "busur" Tuhan adalah bukti fisik dari perjanjian yang berasal langsung dari takhta-Nya.

5. Generasi yang Dinubuatkan (Generasi Kristus)

Sumber ini menekankan bahwa kita saat ini adalah bagian dari rencana jangka panjang Allah:

  • Penyempurnaan Iman: Tokoh-tokoh iman di masa lalu (seperti Daud, para nabi, dll.) tidak menerima apa yang dijanjikan pada masa hidup mereka agar mereka mencapai kesempurnaan bersama-sama dengan kita.

  • Generasi ke-42: Kita disebut sebagai "Generasi Kristus" atau keturunan ke-42 dari Abraham yang dinubuatkan untuk muncul pada masa pemulihan dan penggenapan. Sebagai orang benar, kita memiliki otoritas untuk menghukum atau membatasi kerusakan di bumi.

  • Optimisme: Kita tidak boleh pesimis melihat kejahatan saat ini, melainkan harus yakin bahwa kita adalah harapan Tuhan untuk mewujudkan apa yang telah dilihat oleh para leluhur dalam iman.


Analogi Sederhana: Memahami peran orang benar di bumi seperti sebuah "jangkar" di tengah badai. Meskipun seluruh lautan (dunia) bergejolak dan kacau, keberadaan satu jangkar yang tertanam kuat pada dasar karang (takhta Allah) mampu menahan seluruh kapal (keluarga dan lingkungan) agar tidak hanyut binasa, bahkan memberikan harapan bahwa badai tersebut akan segera berakhir dan laut akan tenang kembali.



Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kondisi Manusia Pada Zaman Nuh (MKS #12)

Sesi 12 Manusia Kerajaan Sorga ini membahas interpretasi alkitabiah mengenai kemerosotan spiritual umat manusia dari keturunan Set, yang awalnya merupakan pengharapan Tuhan , menjadi fokus pada keinginan kedagingan . Kita mengulas Kitab Kejadian pasal 4 dan 6, membandingkan keturunan Kain yang membangun peradaban tanpa Tuhan dengan keturunan Set, yang disebut anak-anak Allah . Kemunduran ini ditandai dengan anak-anak Allah yang tertarik pada kecantikan lahiriah anak-anak perempuan manusia , yang dianggap sebagai representasi daya tarik daging yang dibangun oleh keturunan Kain. Kejahatan yang meluas dan berkesinambungan ini, di mana Roh Tuhan tidak lagi berguna , memilukan hati Tuhan dan mendorong-Nya untuk memusnahkan segala makhluk hidup melalui air bah, kecuali Nuh dan keluarganya karena Nuh seorang diri didapati benar dan bergaul dengan Allah . Catatan Lengkap Mengenai Kondisi Manusia, Penilaian Allah mengenai keturunan Set, kemunduran rohani manusia, penyesalan Tuhan, dan peng...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Pemahaman Konsep "Ikat Janji" dan "Perjanjian" untuk Menerima warisan dan Berkat

  Birth of Isaac: gospelimages.com Ayat Renungan: Ulangan 8:17-18: Kekayaan dan kemampuan yang kita miliki berasal dari Allah. Tujuan Allah memberikan kekuatan untuk mendapatkan kekayaan adalah untuk menggenapi "ikat janji"-Nya dengan Abraham, bukan karena kemampuan kita sendiri.   1 Tawarikh 16:15: Ikat janji Allah bersifat kekal dan berlaku "sampai seribu angkatan", yang dalam pemahaman Ibrani berarti tidak terbatas atau tak terhingga. Ini menegaskan bahwa "ikat janji" bukan sesuatu yang kadaluarsa atau dibatasi waktu.   Galatia 3:7, 9, 14, 29: Orang yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham. Berkat Abraham dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus. Orang yang menjadi milik Kristus adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.   Ada perbedaan antara "ikat janji" (secara korporat) dan "perjanjian" (janji secara individu). Allah lah yang berinisiatif mengadakan ikat-janji. Sebelum iman ...

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN

BAGAIMANA KITA BISA MASUK DALAM ALAM KEMUSTAHILAN  Bagian 1 Ps. Ir.  Yappy Widjaya 16Feb14 LUK AS 1:36-38 (Luk 1:36)   Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (Luk 1:37)   Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Luk 1:38)   Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Hal yang tidak mungkin adalah dimensinya Tuhan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua agama mempercayai hal itu. Ketika Abraham sudah berusia 99 tahun Allah berbicara, tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki. Sara tertawa. Tapi Allah berkata tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Markus 9:21 (Mar 9:21)   Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya. (Mar 9:22)...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

SATE 18Juli2020 - Makanan Lahiriah dan Makanan Rohani

Setelah Kemuliaan, Kerajaan, dan Kehendak Bapa, barulah kita berdoa untuk meminta hal-hal untuk mendukung hal rohani yaitu kebutuhan jasmani. Kebutuhan disini adalah makanan(bread). Kita meminta “our daily bread” mengajarkan kepada kita tentang: # tidak kuatir dan kesederhaan, karena yang kita minta adalah roti untuk kesehatan jasmani kita. #kejujuran dan ketekunan.Kita tidak meminta roti untuk orang lain, bukan roti hasil tipuan(Amsal20:17), bukan roti kemalasan (Amsal 31:27), tetapi roti yang didapat karena kejujuran. #jangan kuatir tentang hari esok tetapi terus konsisten bergantung kepada penyediaan ilahi yang membuat kita hidup. #kita memohon kepada Bapa untuk memberikannya dan bukan menjual atau meminjamkannya. Itu artinya kita begantung kepada rahmat (mercy) Bapa. #kita berdoa untuk memberikan roti bukan hanya untuk diri sendiri tetapi orang lain yang terkoneksi juga dengan kita. #kita berdoa untuk memberikan roti HARI INI. Hal ini mengajarkan pada kita untuk selalu mendapatkan ...

Lahir Baru Titik Awal Perjalanan Rohani Kita

  SATE 28 September 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu : Yohanes 3:1-15 Cara Allah bekerja untuk memperbaharui manusia adalah melalui Lahir baru. Ini merupakan pijakan / tindakan awal Allah dalam diri manusia untuk melakukan pembaharuan, Ini merupakan kepastian atau keyakinan agar manusia dapat mengerjakan rencana Allah semasa hidup manusia. Ini juga merupakan langkah manusia untuk menerima kehidupan Tuhan sehingga Allah mulai bekerja dalam hidup manusia. Manusia harus mengalami dua kali kelahiran! Yaitu roh dan daging, daging pada saat manusia keluar dari kandungan ibu, tetapi itu belum cukup. Manusia harus lahir lagi dari roh, yaitu dari proses lahir baru. Artinya manusia bisa mengoperasikan dua kehidupan, setelah proses ini berarti roh mempunyai kekuatan untuk dapat menarik turun SEMUA kehidupan Allah.   *#1. Apakah yang harus dilakukan setelah kalian mengalami lahir baru?*   Kita harus terus terbuka di hadapan Allah, bersedia untuk dikoreksi, diselaraskan hidup ...

Rencana Allah, Kedudukan Manusia, dan Hakikat Iblis (MKS13)

Sesi MKS13 ini membahas rencana kekal Allah yang menetapkan manusia sebagai pewaris bumi dengan strata yang lebih tinggi daripada seluruh makhluk ciptaan lainnya. Ditegaskan bahwa iblis telah kehilangan hikmat Ilahi dan hanya menjadi entitas buangan yang posisinya jauh di bawah otoritas manusia yang hidup dalam kebenaran. Melalui kisah pengusiran roh jahat di Gerasa, dijelaskan bahwa Yesus memulihkan potensi manusia agar mampu menaklukkan kuasa kegelapan yang sering kali menipu melalui logika duniawi. Kehidupan yang berlandaskan pada firman dan hikmat Allah akan membuat segala upaya musuh menjadi sia-sia dan tidak berdaya. Manusia dipanggil untuk menyadari kemuliaan mereka sebagai agen penggenap kehendak Bapa yang bertugas menjaga kekudusan di bumi. Kesimpulannya, ketaatan penuh pada instruksi Tuhan adalah kunci utama bagi setiap orang beriman untuk memerintah sebagai raja atas segala tantangan hidup. Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Allah, kedudukan manusia, dan hakikat...