Langsung ke konten utama

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Ulangan 34
Deu 34:1  Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,

Deu 34:2  seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,

Deu 34:3  Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.

Deu 34:4  Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana."

Deu 34:5  Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.

Deu 34:6  Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

Pada usia Musa 120 tahun, genaplah firman Tuhan dan dia akan mati karena firman Tuhan. Ini hal yang luarbiasa. Dia mati karena firman Tuhan, bukan sakit atau kecelakaan. Ini kehidupan yang selalu menyelaraskan dirinya. Ini adalah pada masa PL, jadi di jaman PB harus lebih baik lagi.
Saudara mungkin lebih baik dari Musa. Dia pernah memakai jalan sendiri, untuk hal yang benar. Saudara tidak dibenarkan memakai jalan sendiri, tapi jalan kebenaran.
Tuhan berkata “Kamu sudah selesai” di puncak gunung Pisga. Lihat seluruhnya apa yang sudah dijanjikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Jadi Musa mati, karena dia sudah selesai menurut perkataan Tuhan.
Selama sebulan lamanya orang Israel menangisi Musa, tanpa ada yang tau di mana kuburannya, sampai hari ini. Musa dan juga Elia pada waktu Yesus dimuliakan di atas gunung yang tinggi, Tuhan tunjukkan keperkasaan Musa dan Elia.
Lebih penting lagi perhatikan bahwa saudara hidup di jaman penggenapan. Masuk pada masa penggenapan firman Tuhan.
Musa tidak menggenapkan dan hanya melihat. Mungkin saudara bukan yang menggenapi firman, tapi bukan berarti saudara seperti Musa. Yosua yang menggenapi firman, tapi mengapa Yosua tidak ada bersama Musa pada saat Tuhan menunjukkan seluruh tanah Kanaan?
Kadang-kadang juga kita beranggapan bahwa kita harus seperti Yosua. Menginginkan penggenapan. Tapi lihat mengapa Tuhan menunjukkan kepada Musa. Tapi mengapa Yoshua tidak ditunjukkan Yesus?  Tuhan tunjukkan Musa dan Elia, bukan Yosua dan Daud. Yosua ada di dalam hidupnya Musa, karena Yosua disiapkan Musa. Walau pun Yosua bukan seleranya Musa, tapi pilihan Tuhan, selera Tuhan.
Tuhan menyiapkan saudara melalui ‘Musa’. Belajarlah dalam rumah rohani apa yang Tuhan kerjakan. Itu pun Tuhan sedang menyiapkan saudara. Jangan merasa ternista jika kau tidak diperhatikan pemimpin, tapi seperti kata Tuhan, kau harus bersungguh hati kepada Tuhan. Dia Tuhan menyiapkan segala sesuatu dalam rumah rohani ini, itu pun Ia menyiapkannya untuk saudara.
Keperkasaan Elisa karena Elia ada di dalam dirinya. Elia bisa melakukan double. Yosua menaklukan 13 kerajaan, Musa hanya 2 kerajaan. Tapi Tuhan tetap menghargai Musa, sebab ia yang menyiapkan Yosua, membuat Yosua perkasa.
Kembali kepada Yosua.
Yosua 5:13-15.
Jos 5:13  Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?"

Jos 5:14  Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?"

Jos 5:15  Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian.

MENGUBAH CARA PANDANG
Yosua sedang memandang tembok Yerikho sambil melamun. Yang dipikirkan bagaimana caranya masuk ke kota Yerikho. Bagaimana caranya bisa merobohkan tembok yang mengelilingi kota Yerikho itu? Bagaiman caranya dia bisa menggenapkan perkataan Tuhan untuk masuk ke tanah Kanaan.
Sebenarnya bukan itu yang harus dilakukannya.
Matanya melihat tembok, Yosua fokus melihat persoalan. Tapi kemudian, ada seseorang laki-laki berdiri berhadapan-hadapan dengannya (a man stood opposite). Laki-laki itu menghalangi pandangannya ke tembok Yerikho.
Di Yos 2, Yoshua telah mengirim dua orang pengintai dan mereka bertemu Rahab. Mereka lapor ke Yosua. Apa yang dikatakan Rahab merupakan spirit orang Yerikho, bahwa mereka ketakutan dan terteror. Ketakutan orang-orang Yerikho terhadap bangsa Israel telah lama terjadi dan sekarang mereka makin takut lagi melihat bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan di bawah kepemimpinan Yosua.
Jos 2:8  Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas sotoh

Jos 2:9  dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.

Jos 2:10  Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.

Jos 2:11  Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.

Jos 2:24  Kata mereka kepada Yosua: "TUHAN telah menyerahkan seluruh negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita."

Mereka takut dan terteror bangsa Israel. Dan Yosua sudah mendapatkan laporan bahwa Tuhan telah menyerahkan seluruh negeri ke dalam tangan bangsa Israel. Tapi kenapa Yosua masih melamun ketika melihat tembok Yerikho?!
Yos 6:1 orang Yerikho takut telah mengetahui Israel sudah menyeberang sungai Yordan. Kapan mereka merasa takut?
Yos 2:10 Ketika Israel menyeberang Laut Teberau dibawah pimpinan Musa, mereka sudah takut. Dan Rahab mengkonfirmasi bahwa mereka sudah kalah, tawar hati mereka, padahal mereka masih jauh.
Baca juga Yosua 5:1.
Jos 5:1  Ketika semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.

Musa tidak melamun. Tapi Yosua masih melamun walau pun ada informasi, itu tidak dipakainya. Jadi Tuhan perlu intervensi Yosua.
Panggilan hidupmu bukan kau untuk memikirkan bagaimana menggenapi, tapi hanya satu, TAAT. Ketika kau taati berarti kau percaya. 
Sekarang Yosua melihat Tuhan, sebagai Panglima Balatentara Tuhan.
Aku datang bersama engkau untuk mengambil-alih. Tanggalkanlah kasutmu karena tempat engkau berdiri itu kudus.
Generasi penggenap ditentukan oleh cara pandangmu. Kau pandangi terus tembok Yerikho (persoalan, masalah). Taukah kapan tembok itu runtuh? Tidak akan jika kau hanya pandangi. Itu sebabnya sekarang Panglima Tentara itu berdiri dihadapanmu, menghalangi pandanganmu. Yosua memandang tembok Yerikho dengan cara yang salah. Tanah itu sudah dijanjikan. Kenapa sekarang dia hampir kehilangan iman? Sekarang pandangannya itu dihalangi. Seluruh pandangan dia dihalangi oleh Tuhan.
Lalu ia berkata, kawankah atau lawan? Di kitab Roma dikatakan jika Tuhan dipihak kita, siapa lawan kita. Tentu kita butuh keberpihakan Tuhan. Tapi tetap saja, pertanyaan Yosua itu pertanyaan konyol! Sebab sudah dikatakan Tanah Kanaan itu akan menjadi milik orang Israel, karena ada ketetapan Tuhan, ada kepentingan Tuhan.
Musa diminta Tuhan kembali ke Mesir dengan tanda-tanda dan mujizat. Banyak hal yang bisa dilakukan dukun-dukun serupa dengan Musa, kecuali 2 mujizat terakhir. Tapi Tuhan juga berkata kepada Musa: Aku akan mengeraskan hati Firaun. Seolah-olah Tuhan berpihak kepada Mesir. Tapi Musa taat saja. Tuhan ingin menunjukkan keperkasaanNya dan kemuliaanNya dihadapan orang Israel. Jadi Musa taat saja, karena memang bukan kegagahannya atau bukan karena Israel itu perkasa.
Panglima Balatentara itu menjawab Yosua.
1.Bukan kedua-duanya, Aku lah Panglima Balatentara Tuhan. Apa artinya? Jika ada tentara sorga di sini artinya perang! Bagi si penggenap, apa saja akan tergenapi. Pada saat itu Yosua berdiri pada posisi yang salah, yang tidak sama dengan apa yang Tuhan lihat. Pandangannya berbeda dengan pandangan Tuhan. Yosua melihat hal-hal yang natural, sedangkan Tuhan melihat secara spiritual.
2. Sekarang Aku datang. Artinya jangan melamun lagi, sekarang saatnya perang! Aku datang untuk menggenapkan. Peperangan ini milik Tuhan.
3. Tanggalkanlah kasutmu! Kasut adalah alat perjalanan. Tanggalkan caramu yang lama, cara-cara lahiriahmu!
Bayangkan, lalu Panglima Tentara itu beralih berdiri menyamping, mengambil posisi sambil melanjutkan perkataanNya:  Sebab tempat kau berdiri itu kudus.
Tempat berdirimu sekarang...sama di posisi Aku. Kau tidak boleh berbagi dengan agendamu, cita-cita pribadimu, tanggalkan ambisimu, tanggalkan semua. Kalau kau inginkan posisi yang sama dengan Tuhan, tanggalkan itu semua. Supaya kita miliki destiny yang sama, pandangan yang sama dengan Tuhan. Amin.
Setelah Panglima itu berdiri ke samping dan Yosua berdiri bersama-sama dengan Panglima itu, pandangannya tidak lagi terhalang. Dia bisa melihat sekarang pintu gerbangnya telah tertutup. (Yos 6:1).
Yos 6:2. Lihat....Aku telah serahkan Yerikho ke tanganmu.
Itulah kemampuan profetik yang diberikan Tuhan. Kau akan melihat berbeda, pandangan yang berbeda. Apa pun masalahnya, ini bukan bukan masalah uang, bukan masalah keberanian atau ketakutan, tapi masalah destiny. Dengan ketaatan, kau akan memiliki cara pandang yang berbeda dan kau akan mendapatkan penggenapan.
Secara lahiriah tembok Yerikho belum rapuh, tapi masih kokoh. Jadi ketika dia menerima instruksi untuk mengelilingi tembok Yerikho adalah taat saja. Tidak lagi dia berpikir, satu-satunya cara merobohkan tembok Yerikho adalah dengan berperang, mengerahkan tentara.
Sekarang kita memiliki pandangan yang sama. Ini saatnya. Bukan kita untuk berpikir bagaimana menggenapinya. Menurut saudara ketika pandangan saudara dihalangi Tuhan, mana yang lebih menguasai kita? Tembok Yerikho atau Tuhan. Jawabnya adalah tembok Yerikho. Karena ia masih bertanya: Kawankah engkau atau lawan?
Yos 5:14: sujudlah Yosua dan menyembah. Menyembah bukan jawaban, bukan solusi, tembok tidak roboh dan berdiri kokoh.  Persoalan masih ada.
Tapi yang jadi jawaban dan penggenapan adalah KETAATAN.  Sekarang Yosua mau mendengar perkataan Tuhan: Apakah yang akan dikatakan tuanku?
Yosua disiapkan Tuhan untuk taat pada perintah Tuhan selanjutnya.
Sekarang semua prajurit harus mengelilingi tembok Yerikho sekali sehari selama 6 hari. Menurut Bible Commentary keliling tembok Yerikho itu 35KM. Dan hari ketujuh harus keliling 7 x atau 245KM. Jadi mereka kasut mereka Tuhan tanggalkan dengan cara yang berbeda. Tenaga mereka sudah habis.
Hal yang serupa terjadi. Tembok Yerusalem dihancurkan pada zaman Nebukadnezar. Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem hanya selama 52 hari.  Pertama dia pulihkan dulu keadaan orang Israel. Allah harus mendapatkan tempat dulu dalam kehidupan kita. sehingga tembok Yerusalem bisa dibangun kembali.
1. Hidup mereka tercela.
2. Mereka tidak menghormati hari Sabat
3. Mereka melakukan pernikahan dengan bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Mereka harus cerai atau jika tidak akan dicabut rambutnya.
Sampai Nehemia mati, tembok Yerusalem tetap berdiri.
Perhatikan bahwa jika nampak Allah menyertai kita, maka allah yang menyertai mereka, orang Yerikho itu telah meninggalkan mereka. Karena itu mereka terteror, ketakutan. Jika kita memberi tempat yang berkenan, yang benar kepada Allah-ku maka musuh akan terterror dan allah mereka akan meninggalkan mereka.
Kau harus dipulihkan pandanganmu seperti Yosua. Kau harus melihat menembus tembok, melihat secara spiritual dan hidup secara supra-natural. Jadi ini bisa membuatmu menjadi penggenap. Masa depanmu adalah memberi dampak, memberikan banyak kehidupan kepada banyak orang.
Bukan tidak ada masalah yang membuat kau sukses, tapi ikutilah cara Tuhan. Daud mengalami banyak masalah dan orang memberontak kepadanya, tapi dia tidak mau membunuh. Selama dia mendapatkan lagi dari Tuhan, Daud tidak bisa mundur atau  jatuh.
Berikan dirimu untuk mencapai penggenapan dengan hati yang taat, hati yang percaya, merespon kasih-karunia untuk berjalan bersama-sama Tuhan.
Imanmu harus tetap dari firman dan kebenaran. Jadikan itu realita bukan dengan hati yang keras atau menentang.
Jangan ada kebingungan. Kebingungan itu adalah roh Babel. Jika kita lihat Alkitab, roh Babel itu adalah paling akhir. Dari peristiwa Babel sampai Wahyu. Jika itu bisa dikalahkan barulah gereja bisa menjadi Mempelai atau mitra Tuhan sejati.
Roh kebingungan itu sepertinya tidak jahat, tapi itu penghalang terbesar dan terakhir. Jadi kau harus bisa menghardik kebingungan itu. Setelah peristiwa Babel yang ada adalah kebingungan. Dan roh itu terus ada sampai sekarang. Ketika Roh Kudus datang Ia membebaskan, Ia menyatukan. Roh Kudus memberikan pemahaman dan persatuan, seperti pada pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta.
Jangan andalkan hal-hal yang natural sama-sekali. Kita butuh kepastian dari Roh Kudus. Petrus bertanya: Kapankah Kau memulihkan kerajaan Israel? Bukan urusanamu, kata Yesus, tapi itu urusan Bapa. Tapi jika Roh Kudus itu datang, kau akan menerima kuasa.
Sermon Ps.Djonny Tambunan 29-Jan-2017

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...