Langsung ke konten utama

DIMENSI UNSTOPABLE BAG-2

HIDUP YANG MEMILIKI KUASA, PENGARUH DAN DAMPAK DARI KERAJAAN TUHAN

Israel dipakai sebagai gambaran gereja. Makin ditindas mereka makin bertambah banyak. Mereka bertambah banyak tapi menjadi budak. Tidak memiliki kuasa, dampak dan pengaruh. Berarti tidak memiliki dimensi unstopable. Inilah warisan yang ditinggalkan oleh kemah Yusuf. Bangkit Firaun yang lain yang tidak mengenal Yusuf. Mereka ditindas.






Banyak gereja yang tidak memiliki pengaruh dan dampak. Walau pun terhitung megachurch dengan fasilitas banyak, dan jumlah jemaat sangat banyak. Ada kesembuhan ilahi, mereka melakukan pemberitaan injil, dsb. Tapi mereka tidak punya pengaruh dan tidak berdampak. Senin-Sabtu mereka menjadi budak dunia. Mesir adalah gambaran dunia. Mereka bergumul di tempak pekerjaan, di sekolah, dsb.


KEL 1:7-12
Exo 1:7  Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

Exo 1:8  Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.

Exo 1:9  Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.

Exo 1:10  Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."

Exo 1:11  Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.

Exo 1:12  Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.


Dulu kita ingin seperti Yusuf, seseorang yang berhasil sedemikian rupa, seseorang yang disertai Tuhan sedemikian rupa. Tapi sekarang Tuhan singkapkan, Yusuf tidak bisa menjadi model kerajaan. Hidup Yusuf  tidak memiliki dampak dari KerajaanNya, dia tidak punya tahta. Untuk tinggal di tanah Gosyen, mereka harus minta ijin pada Firaun.  Jumlah yang besar, fasilitas dan uang yang banyak tidak identik dengan dimensi unstopable. Banyak orang berbondong-bondong ke gereja tersebut.
Kej 1:26-28
Gen 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Gen 1:27  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Gen 1:28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Tujuan penciptaan Tuhan menurut rupa dan gambarNya adalah untuk berkuasa, bukan yang lemah dan tidak berdaya; hidup dalam ketakutan dan diombang-ambingkan persoalan. Tapi panggilan Tuhan adalah supaya kita berkuasa dan Tuhan memberkati hidup kita. Bertambah banyak itu perintah Tuhan, tapi jangan stop di situ; tapi harus menaklukkan, berkuasa atas segala sesuatu. Itulah panggilan kita sebagai pemenang, bukan untuk jadi orang yang kalah dan lemah. Kita bukan budak dari dunia ini. Kita harus punya kuasa, kekuatan, pengaruh dan dampak. Kodrat penciptaanNya atas manusia adalah to have dominion upon the earth, have control. Itu artinya kita hidup dalam dimensi unstopable. Beri Roh Kudus untuk memberi dinamika (dinamit) dan kekuatan ledakan (exploits). 


Maz 78:59-63
Psa 78:59  Ketika Allah mendengarnya, Ia menjadi gemas, Ia menolak Israel sama sekali;

Psa 78:60  Ia membuang kediaman-Nya di Silo kemah yang didiami-Nya di antara manusia;

Psa 78:61  Ia membiarkan kekuatan-Nya tertawan, membiarkan kehormatan-Nya jatuh ke tangan lawan;

Psa 78:62  Ia membiarkan umat-Nya dimakan pedang, dan gemaslah Ia atas milik-Nya sendiri.

Psa 78:63  Anak-anak teruna mereka dimakan api, dan anak-anak dara mereka tidak lagi dipuja dengan nyanyian perkawinan;


Tuhan sangat geram dan murka (furious) atas milikNya sendiri atas orang Israel yang fokus pada jumlah, tapi tidak memiliki kuasa dan dampak (power and impact). Gereja mula-mula mengalami aniaya, tapi mereka memiliki dampak. Banyak orang yang tidak siap untuk bergabung dengan mereka, karena gereja mula-mula itu memiliki dampak dan pengaruh. 



Ay65. Tiba-tiba Tuhan sadar – akan pemberontakan Israel, Dia tau akar penyebab masalah bangsa Israel yang berulang-ulang. Lalu Tuhan ingat lagi janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Bukan karena doa-doa dan teriakan bangsa Israel Ia bertindak melepaskan mereka. Tetapi ketika sudah genap waktuNya, Ia mulai bertindak. Daniel menangkap waktu Tuhan. Ia mengetahui firmanNya; harus 70 tahun Israel mengalami pembuangan di Babel. Daniel berdoa supaya orang Israel bisa bekerja sama dan bermitra untuk kembali ke Israel. Lalu Tuhan bangkitkan Yeremia, Koresh, Hagai.
Karena mereka umat Tuhan
Karena janjiNya kepada Abraham
Karena waktu penggenapan
Kej 41:41-45
Gen 41:41  Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."

Gen 41:42  Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.

Gen 41:43  Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Gen 41:44  Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir."

Gen 41:45  Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

41  And Pharaoh said unto Joseph, See, I have set thee over all the land of Egypt.

Ay41. Yusuf bukan diberikan kuasa, tapi hanya ditetapkan untuk mengambil-alih tugas-tugas Firaun. Yang memegang kuasa dan tahta tetap Firaun. Yusuf diberikan hanya kereta ke2. Jadi Yusuf tidak memiliki dimensi unstopable. Generasi Yusuf sudah berakhir, sebab kemah Yusuf sudah ditolak Tuhan.
Saudara harus memiliki passion (kehausan), bersungguh-hati dan miliki nilai-nilai luhur  tentang Tuhan dan kerajaanNya.
 Tahun 2017 adalah Tahun ketetapan Bapa, dominasi Putra dan demonstrasi Roh.
Panggilan hidup kita untuk berkuasa, jadi miliki nilai-nilai ilahi dalam KerajaanNya memiliki pengaruh dan dampak.
Tanpa kita memiliki ke 3 hal tersebut, kita juga tidak bisa melihat hal-hal rohani dan kegerakan Allah. Tidak yakin Allah yang berdaulat dan  mengontrol segalanya.
Tuhan ingin keperkasaanNya mengalir dalam hidup kita, bukan seperti Israel yang selalu berseru-seru, tapi jatuh bangun lagi.
Dimensi unstopable bukan supaya kita bisa melakukan segala sesuatu secara lahiriah. Bukan untuk menjadi superman. Tapi dimensi unstopable ini menjadi nyata, HANYA jika kita hidup untuk kerajaanNya. Dimensi ini bukan tentang hal-hal lahiriah (bukan berkat jasmani / materi).
Yesus dalam keadaan lapar dan haus tetap memberitakan Kerajaan Allah kepada perempuan Samaria di sumur Yakub. Berkat perempuan Samaria ini, seluruh kota bertobat, kota dipulihkan. Sebab seorang perempuan kota hubungan Samaria dan Yehuda menjadi rusak, yaiut sebab dulu Dina diperkosa. Sekarang perempuan Samaria itu memulihkannya.
Dimensi unstopable hanya dimiliki Tuhan. Tapi Dia tunjukkan dimensi itu dimiliki Yesus, sebagai Anak Manusia di bumi, bukan di sorga. Yesus berkata: MakananKu ialah melakukan pekerjaan Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya. Itu karena Yesus memiliki dimensi unstopable. Sakit penyakit tidak bisa menjamah Yesus.  Dan kematian tidak bisa menyetopnya.
Jika kita melakukan sesuatu dan pelayanan berdasarkan kekuatan kita, maka kita akan mudah tersinggung, capai, letih, mengeluh, menjadi malas, pegal-pegal, migrain, daya tahan tubuh merosot. Tapi jika kita lakukan karena Tuhan, kita bekerja dengan ROH dalam dimensi unstopable, maka tidak ada hal-hal itu terjadi.
Yusuf disertai Roh. Yesus disertai Roh. Tapi kita harus tau apa tujuan Roh yang menyertai kita. Tujuan Roh bukan untuk kita berbahasa Roh, tapi untuk tujuan kerajaanNya supaya kita memiliki power, impact dan influence.
Dimensi unstopable ini juga bekerja pada anak janda di Sarfat. Tulang-belulang Elisa terdiri dari dimensi unstopable, sehingga ketika orang mati menyentuh tulang-tulang itu maka ia dibangkitkan kembali.
Kis 1:6, 1-3
Act 1:6  Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Act 1:7  Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Act 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Yesus sangat dinamis dan luarbiasa. Setelah bangkit 40 hari lamanya Ia berulang-ulang menampakkan diri dan memberitakan apa yang sudah dilakukan dan sekarang Dia ajarkan Kerajaan Allah. Dimensi unstopable itu bekerja dalam hidupnya.
Kis 1 Petrus setelah dirajam batu hampir mati, tidak bisa dihentikan, terus bergerak lagi.
Makanan yang tidak murid-muridNya kenal adalah makanan spiritual. Perkara-perkara yang supra natural telah dialami murid-murid tapi di Kis 1:6 kita lihat mereka mencoba mendapatkan keuntungan. Ini yang menghambat hubungan murid-murid dengan  Tuhan, karena mereka masih mengharapkan hal-hal natural, sehingga dari 500 orang hanya 120 orang  murid yang menerima janji Tuhan atas Roh Kudus di loteng Yerusalem.

Luk 17:20  Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak bisa terlihat secara lahiriah sehingga murid-murid dan orang-orang Farisi tidak nyambung pembicaraannya dengan Yesus. Mereka tidak hidup dalam roh. Tidak memiliki kehausan hal-hal spiritual. 


2 Raja. Tentang raja Aram yang mencoba mengalahkan Israel tapi tidak pernah bisa. Dia pikir salah seorang dari bangsanya yang berkhianat dan memberitahukan strateginya.  Tapi akhirnya dia tau, oleh karena ada seorang nabi bernama Elisa yang berdiam di Samaria yang menyebabkan Israel selalu menang. Mengetahui hal itu,  raja Aram menyerang Samaria dengan sasaran utama nabi Elisa. Bujang Elisa menjadi ketakutan. Ia melihat secara natural atas pasukan raja Aram yang mengepung mereka. Ketika Elisa berdoa untuk membuka matanya barulah ia menjadi tidak takut, sebab pasukan Allah dengan kereta-keretanya jauh lebih banyak. Jadi jika kita tidak bisa melihat di alam roh, kita akan tertekan, pesimis, putus asa, ketakutan dan akhirnya akan cari jalan sendiri. Itu yang sering terjadi pada kita.


Luk 17:21  juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."


Kerajaan Allah ada di antara kita. Kalau kita tidak pernah ijinkan benih Kerajaan itu bertumbuh dalam hidup kita; tidak biarkan pemerintahan itu memerintah dalam hidup kita, tidak mungkin kita bisa berdampak, memiliki pengaruh dan kuasa bagi Kerajaan, juga tidak bisa mengalami realita Kerajaan.
Atas pertanyaan murid-murid Yesus menjawab di Kis 1:7: Engkau tidak perlu tau..kapan waktunya.
Bukan dengan tanda-tanda lahiriah Indonesia Baru terwujud. Kita tidak bisa melihat secara natural seperti harapan kita: di Indonesia tidak ada lagi korupsi, tidak ada kemiskinan, tidak ada lagi bencana alam, dst. Itu sebabnya, Tuhan sendiri yang bergerak membangkitkan Koresh, Jokowi dll.
Yang penting adalah dimensi unstopable ini harus kita alami seperti di ayat 8: Tetapi kamu akan menerima kuasa... 


Roh Kudus adalah roh yang tanpa batas, limitless: Kau akan jadi saksiKu....walau pun Israel belum dipulihan, itu bukan urusanmu. ..... di Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi, ke bangsa-bangsa. Ini dimensi unstopable dengan kapasitas dan potensi untuk menjangkau bangsa-bangsa.


Jadi ay8 ini bicara mengenai dunamos, penuh dinamika, cara berpikir-kita. Yesus 30tahun lamanya tidak berbuat apa-apa, tapi ketika Dia memulai tidak ada yang bisa menghentikanNya. Yesus menjadi model buat hidup kita. Dia tidak hidup bagi diriNya sendiri. Apa yang dilakukanNya adalah bagi tujuan Bapa dan menurut pekerjaan Bapa.


Dimensi unstopable itu hanya bisa dibangkitkan oleh Roh Kudus dalam hidup kita. Terus upgrade dan ubah pikiran kita sesuai dengan firman dan perkataan Tuhan. Pengaruh utamanya adalah diri kita.
Maria berkata: Aku ini hambaMu, jadilah menurut perkataanMu. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Yesus berkata: Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.


Maria berkata hanya Allah yang bisa melakukan yang mustahil. Tapi Yesus membukanya menjadi tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Yosua berdoa sehingga menghentikan matahari.
Pribadi 120 orang yang berkumpul: with one accord in one place mengalami dimensi unstopable, mengalami realita kerajaan, yang tidak bisa dihentikan. Apa yang menjadi rahasia mereka?



  1. Mereka menggabungkan, meleburkan hidup mereka pada tujuan Tuhan.
  2. Mula-mula murid-murid mempunyai tujuan masing-masing. Kita berkumpul di tempat yang sama, tapi dengan motiv yang berbeda-beda. Jadi kita harus meleburkan hidup kita pada tujuan Tuhan, tujuan Bapa.
  3. Mereka menyatukan diri menjadi AS ONE MAN; seperti satu pribadi. Bukan hanya dalam pandangan dan pemikiran tapi juga dalam aktivitasnya (Kis 2:1). Ini yang harus menjadi darah daging kita, harus mengorbankan agenda, tujuan sendiri. Itu sebabnya Tuhan ijinkan percekcokan. Mereka yang keluar tidak bisa menyatukan pandangan, tujuan, budaya dan aktivitas. Tidak bisa membuang egonya.
  4. Mereka tetap mempertahankan pola yang benar; pola dalam rumah dan pola dalam pemerintahan Tuhan.  Pertahankan jangan pernah keluar dari patron rumah. Pertahankan nilai-nilai ketaatan, kehormatan, menghormati rantai kepemimpinan, kepedulian terhadap saudara-saudara, dan praktek-praktek yang baik dalam rumah: mendengar ulang khotbah, mencatat, menghargai dan percaya pemimpin, patron pernikahan, storehouse, merepresentasikan, dan mempresentasikan, dst.
  5. Mereka mematikan semua agenda dalam hidup mereka. Mati akal, mati rasa untuk taat.  Mati ambisi, mati ke-egoan. Berorientasi pada tujuan. Ini semua menjadi jalan tol menuju one accord in one place. Hiduplah dalam roh untuk mematikan kedagingan.
  6. Mereka menanti-nantikan dengan tekun, penuh percaya, tidak menyerah, dengan penuh ketaatan apa yang menjadi janji Bapa.

Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...