Langsung ke konten utama

DIMENSI UNSTOPABLE


Power, Influence and Impacting of His 

Kingdom's Life
psYappy Widjaya 08 Jan 2017
 Tuhan mampu menyelesaikan apa yang menjadi rencana dan tujuanNya atas seluruh bangsa-bangsa. Dia bisa lakukan sendiri semuanya itu, tanpa bantuan. Tapi Ia sertakan gereja-Nya untuk menjadi mitra yang sepadan. Itu adalah anugerah yang besar. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan. Artinya, menurut ukuran dan standar Tuhan. Tujuannya adalah supaya kita bisa bermitra dengan Tuhan, menggenapkan tujuan Tuhan. Berjalan bersama-sama dan menjadi mitra yang setara.


Kita harus menciptakan sendiri kerinduan, keingingan untuk mengenal Dia lebih lagi, untuk bertumbuh, upgrade dan update hidup kita. Itulah panggilan hidup kita yang sebenarnya. Jika tidak, kita tidak akan menjadi mitra yang setara. 





Sulit sekali bagi jemaat untuk hidup dalam rumah rohani, tapi mudah untuk hidup dalam gereja.
Dalam gereja orientasinya untuk hidup diri sendiri, mendapatkan berkat-berkat, mengalami kelepasan, mengalami damai sejahtera. Itu saja, semua tujuannya adalah bagi diri sendiri.
Tapi sulit untuk mengikuti tata-tertib rumah rohani, melepaskan ego, menyingkirkan agenda sendiri, harus taat, harus mengikuti arahan pemimpin dan bahkan harus berkorban untuk saudara-saudara yang lain.  Jadi tidak mudah hidup dalam patron rumah rohani. Masih banyak jemaat yang harus bergumul, banyak hal yang harus kita lakukan dan taati. Banyak yang tidak tahan.
Banyak juga yang tidak paham untuk menerapkan standar, gaya hidup dan budaya rohani dari rumah rohani ke rumah mereka; misalkan dalam mendidik anak, dalam bisnis, di tempat kerja, di sekolah dan lain sebagainya. Nilai-nilai itu tidak nampak di luar sana, dan hanya di gereja kelihatannya kita taat, hormat, dan hidup dalam nilai-nilai rumah rohani. Tapi di luar sana nilai-nilai itu seolah-olah luntur begitu saja.
Di rumah rohani kita belajar berkorban, mematikan kehendak dan agenda pribadi kita. Dalam Maz 23, dari domba kita harus jadi putra. Domba tinggal di padang rumput. Domba ingin selalu dituntun, ingin diberkati, tapi biar bagaimana pun domba tidak bisa dibawa ke dalam rumah. Domba tetap tinggal di padang rumput. Upgrade hidup saudara dari domba jadi anak dalam rumah (Maz 23:6). Jangan terus identikan sebagai domba yang lemah, yang tidak berdaya. Harus jadi anak di dalam rumah.
Tapi jangan berhenti, tidak bisa kita tinggal terus dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Terus tinggal di dalam rumah itu tidak berguna. Upgrade lagi menjadi anak panah kemenangan (2RAJA2 13:17), lalu menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan (Maz 127:4). Lalu menjadi anak panah yang di bawa ke pintu gerbang musuh (Maz 127:5). KATAKAN: Jadi panggilan hidup saya, selama saya hidup di muka bumi ini, adalah untuk meng-upgrade hidup saya, sehingga hidup saya bisa menjadi selaras dengan panggilan Tuhan.
Rasul Paulus di masa tuanya masih berkata:  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Fil 3:10).  Padahal pengenalannya akan Tuhan sudah luarbiasa. Dia telah menulis 14 kitab dan tetap ingin meng-upgrade hidupnya. 
DIMENSI UNSTOPABLE
Tuhan menaruhkan dimensi unstopable. Tapi tidak akan jadi realita jika kita berhenti mengupgrade hidup kita. Dimensi akan menjadi realita, artinya terus kita alami peningkatan, terobosan, terus bergerak dinamis, tidak bisa dihentikan usia, penyakit, kemiskinan, kesulitan, tapi terus bergerak dalam Tuhan, terus miliki gairah untuk tujuan Kerajaan Bapa, orang akan melihat kau tidak bisa dihentikan. Tetapi tetap semangat, gairah, tetap helpful. Mungkin kita lemah secara fisik, tapi bisa merasakan semangat yang menggairahkan orang lain. Terus bergerak, maju, dinamis, tidak pernah padam. Jadi upgrade cara pikir kita, cara hidup kita. Tapi semua perubahan hanya bisa terjadi dalam rumah rohani. Tidak lagi fokus pada perasaan dan pikiran, tapi bagaimana merepresentasikan diri sebagai putra.
Kis 1:1-3
Act 1:1  Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
Act 1:2  sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.
Act 1:3  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Tidak ada apa pun yang dapat menghentikan. Ia selalu bergerak. Yesus tidak membuang-buang waktuNya. Apa yang dikerjakan dan diajarkan, itu mengandung dinamika. Yesus tidak pernah berhenti. Setelah Dia bangkit Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya berulang-ulang dan mengajarkan kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Di sini kita bisa melihat seperti apa Yesus itu. Yesus tidak bisa dihentikan oleh peristiwa-peristiwa yang sudah dialami-Nya, penderitaanNya, termasuk kematian. Ia membuktikan terus gairahNya untuk mewujudkan kehendak dan firman Bapa. Jangan malas dan buang-buang waktu, menunda-nunda. Jika demikian, Tuhan tidak bisa menjadikan saudara sebagai mitra. Yesus penuh dengan api dan ledakan, semangat dan antusiasme.
Yoh 17:1-5

Joh 17:1  Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.


Joh 17:2  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.


Joh 17:3  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.


Joh 17:4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.


Joh 17:5  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.



Ay4. Yesus memuliakan Bapa dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan.
Di Taman Getsemani, Yesus menegaskan bahwa Ia rela melakukan kehendak Bapa.
Kehendak berasal dari hati. Yang dapat melakukan kehendak oleh karena hubungan. Yesus sebagai manusia bisa menyelesaikan pekerjaan Bapa. Itu menjadi model. Jika kita bisa memiliki dimensi unstopable (passion, gairah yang sama dengan Yesus) kita bisa melakukan seperti yang Yesus lakukan.
Yoh 17:9-10

Joh 17:9  Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

Joh 17:10  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.


Yesus telah memberikan kemuliaan kepada murid-muridNya. Kita harus bisa menangkap apa yang ada pada Yesus. Dia telah menyelesaikan pekerjaan Bapa, sebelum Ia pergi ke salib. Yesus adalah jalan menuju Bapa dan rumah Bapa. Di rumah Bapa banyak tempat. Banyak dimensi.

Joh 19:23  Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.



Joh 19:24  Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Luk 23:34  Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Luk 23:42  Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Luk 23:43  Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Joh 19:25  Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

Joh 19:26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"

Joh 19:27  Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Joh 19:28  Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"

Joh 19:29  Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.

Joh 19:30  Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Luk 23:44  Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

Luk 23:45  sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

Mat 27:46  Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Luk 23:46  Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.



SUPAYA GENAPLAH APA YANG TERTULIS DALAM KITAB SUCI....
Ada 7 perkataan yang diucapkan Yesus di kayu salib. Dan semua itu untuk menggenapkan apa yang tertulis di kitab suci. Jadi di atas salib pun, Yesus tidak bisa dihentikan. Itulah dimensi UNSTOPABLE. Dimensi ini bukan dimensi yang bukan lahiriah.              
YESUS mengatakan SUDAH SELESAI.... artinya tidak ada lagi pekerjaan Bapa yang tersisa. Ia menyerahkan nyawa-Nya. Yesus tidak mati karena di salib, karena kehabisan darah, tapi karena Ia menyerahkan nyawa-Nya. Yesus tidak bisa dihentikan oleh salib dan kematian. Kita gereja Tuhan harus memiliki juga dimensi UNSTOPABLE.


Act 1:3  Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Kita adalah generasi yang terakhir, generasi Kristus. Apa yang Yesus mau tunjukkan selama 40 hari itu kira-kira kepada 500 orang? Dia mau tunjukkan dimensi unstopable itu. Bukan hanya tunjukkan, tapi juga mau mentransfer dimensi unstopable ini. Betapa banyak orang-orang di sekitar kita yang dengan mudah terhenti. Kita harus memiliki dimensi unstopable ini.  Dari 500 orang ini hanya 120 orang yang mengambil dimensi unstopable Yesus ini, yaitu mereka yang ada di loteng di Yerusalem. Mereka meng-adopsi dimensi ini, sehingga mereka menerima baptisan Roh Kudus. Jadi dimensi ini bukan eksklusive milik Allah atau milik Yesus, tapi ternyata bisa dimiliki oleh manusia. Yesus hanya menjadi model waktu di bumi ini. Tanpa kita miliki dimensi unstopable ini tidak mungkin kita bisa memiliki KUASA, PENGARUH DAN DAMPAK BAGI KERAJAAN TUHAN.
KIS 1:4-8

Act 1:4  Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.

Act 1:5  Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Act 1:6  Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Act 1:7  Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Act 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Murid-murid dilarang meninggalkan Yerusalem untuk menerima Roh Kudus. Roh Kudus = dunamos, dinamis, tidak bisa dihentikan, ada kuasa mengubahkan, ~dinamit = kuasa meledak. Kita menerima dunamos yaitu kuasa untuk tidak bisa dihentikan. Kuasa untuk punya pengaruh, menjadi saksi, bergerak bersama Tuhan. Breakthrough spirit = menerobos. Sudah ada pada kita sebenarnya. Bagaimana Tuhan bergerak bersama Roh Kudus dalam hidup kita bukan untuk diri sendiri, tapi untuk tujuan Tuhan.
Seratus dua puluh orang ini menunggu selama 10 hari lamanya, walau pun tidak tau harus menunggu selama 10 hari, sebab Yesus tidak mengatakannya. Mereka memiliki spirit pengorbanan, padahal mereka harus meninggalkan keluarga mereka. Kebanyakan murid-murid Yesus itu tidak tinggal di Yerusalem, tapi di Galilea.  Mereka semangat untuk menunggu menerima kuasa / spirit unstopable. Tuhan menunggu kesiapan mereka untuk menerima janji Bapa.
Sepuluh hari adalah masa persiapan. Tuhan menguji hati mereka. KIS 1:12-14.
Act 1:12  Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

Act 1:13  Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.


Act 1:14  Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Act 2:1  Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

Mereka berkumpul bersama di satu tempat (in one accord in one place).
Bagaimana mereka bisa menerima Roh Kudus DENGAN dimensi UNSTOPABLE???
1.     Mereka berkumpul di satu tempat untuk satu tujuan dan satu sasaran rohani. Jika sebagai gereja tidak bisa demikian ONE ACCORD IN ONE PLACE, kita tidak bisa bergerak AS ONE. Mereka harus punya lebih dulu spirit pengorbanan (ego, agenda, diri). Tanpa spirit pengorbanan kita tidak bisa disebut gereja. Banyak orang datang ke gereja hanya untuk menikmati pengorbanan Yesus (dan orang lain).

2.     Membangun budaya baru secara korporat, agar firman Tuhan tergenapi (Kis 1:24-26; Kis 2:41-45, Kis 4:23)

Act 4:24  Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

Act 4:25  Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

Act 4:26  Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

Act 4:27  Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,

Act 4:28  untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.

Act 4:29  Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.

Act 4:30  Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."

Act 4:31  Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Mereka walau pun hidup dalam ancaman, dipenjara dan dianiaya, mereka menyadari pergerakan KerajaanNya dicoba dihentikan oleh musuh (Herodes,Pilatus dan sekutu-sekutunya). Tapi mereka juga menyadari bahwa Tuhan tetap pegang kontrol (ayat 28).
Mereka tetap bergerak dalam dimensi unstopable .....berikanlah keberanian...ulurkanlah tanganmu....    
3.     Kis 2:44-45 Murid-murid /para rasul percaya kepada Yesus... Mereka bertekun kepada dalam pengajaran para Rasul. Petrus berkhotbah dan 5000 orang percaya kepada Yesus. Orang percaya kepada Yesus menghasilkan orang percaya.
Definisi orang percaya:
A. bertekun dan bertindak terus dalam pengajaran para rasul/bapa rohani/pemimpin.
B. Memiliki gaya hidup yang baru: bersekutu setiap hari, memecahkan roti dan berdoa, hidup bukan seperti ahli taurat dan farisi.
C. Menciptakan budaya baru sebagai bukti percaya (budaya rela berkorban).
Kis 14:19-20

Act 14:19  Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

Act 14:20  Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.


Walau pun telah dilempari batu sampai hampir mati, Paulus tidak bisa dihentikan.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...