Langsung ke konten utama

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan
by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016
Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan.
Wahyu 11
(Rev 11:1)  Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai.
Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita untuk bisa mengalami ukuran Tuhan.
Ayub 1:1
(Job 1:1)  Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Kitab Ayub ditulis olehnya sendiri tentang dirinya. Dia mengakui ada 4 hal: saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Sekarang kita melihat apa yang Tuhan katakan di Ayub 1:8.
(Job 1:8)  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Empat hal yang dikatakan mengenai Ayub itu diakui Tuhan (ay8). Dan itu tidak hanya diakui, tapi dipromosikan juga oleh Tuhan. Ayub di bumi. Allah di sorga. Ayub memiliki dimensi dan ukuran-ukuran Tuhan. Ternyata bumi bisa mengadopsi dan mendownload ukuran-ukuran Tuhan, sehingga Ayub bisa selalu terjaga. Yang terpenting bukan berkat, tapi ukuran.
Kej 1:26
(Gen 1:26)  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Jadi menurut ukuran Bapa, Firman dan Roh. Firman di bumi ini disebut Putra. Saudara diciptakan bukan menurut ukuran ayah dan ibumu. Ayah dan ibu mungkin pemabuk dan pencuri. Tapi Tuhan tidak menciptakanmu menurut ukuran mereka.
Saudara sudah memiliki ukurannya Tuhan ketika kita diciptakan. Persoalannya lingkunganmu berupaya merubah ukuranmu. Baca buku predestined.
Esau bergaul menurut pandangannya. Menikahi orang Het, menikahi anak Ismail, suku Nebayot dan itu merubah ukurannya. Jangan menghakimi orang lain, karena menghakimi itu bukan ukuran Tuhan. Evaluasi diri saudara. KasihNya, kesetiaanNya dan ketaatanNya memiliki ukuran. Ukurkan itu untuk hidup saudara.
Hal yang mendasar adalah, kita diciptakan menurut dimensi Tuhan. Walau pun dilahirkan cacat,  tetap ada ukuran Tuhan dalam dirinya. Orang yang sehat dan bugar belum tentu normal. Justru sekarang mereka melihat kau tidak normal.
Wahyu 11
(Rev 11:1)  Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Ada 3 hal yang diukur:
·         Bait Suci;
·         Mezbah, tempat kau berkorban dan bersyukur;
·         Mereka yang beribadah di dalamnya.
Kebanyakan orang tidak bisa hidup bersama, akan terjadi kececokan. Kalo hidup sendiri mereka ok-ok saja. Mezbah, korbanmu dan persembahanmu diukur oleh Tuhan. Bait Suci juga diukur Tuhan.
Jika orang yang tidak beres dalam kehidupannya, problem akan muncul. Akan timbul ego, jika kita hidup bersama. Kadang-kadang tidak ada nalar lagi. Kita harus ikuti pemimpin, sebenarnya bukan pemimpin, tapi hidupi keinginan Tuhan. Jadi pertama-tama urusan personal ini beres, harus matang dan sempurna. Sehingga ketika kita hidup dalam korporat itu tidak akan ada masalah. Tidak butuh seorang pemimpin, orang yang diurapi Tuhan, untuk hidup sendiri. Tapi itu juga penyembahanmu diukur, mezbahmu diukur. Banyak orang menyembah Tuhan atas apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu, termasuk karya keselamatan. Para pengikut dewa-dewa juga sama. Jika demikian, orang Kristen yang demikian sama levelnya dengan mereka. Orang Kristen itu tidak lebih hebat. Arti ayat ini: mezbah harus juga diukur, terutama pribadi-pribadi yang beribadah di dalamnya.
Kau ditakdirkan untuk hidup bersama. Mezbah pengorbananmu itu diukur. Kita menyembah Tuhan karena apa yang diberikanNya dalam hidup kita, apa yang Dia kerjakan, ada perlindungan, dst. Itu tidak beda dengan mereka yang menyembah dewa-dewa seperti di Persia atau Cina. Sebenarnya mereka menyembah apa yang mereka ciptakan. Kita harus menyembah Dia karena Dia itu Allah dan Tuhan. Temui Dia sebagai Tuhan dan Allah. Kita menjadi kecewa karena Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan. Tuhan harus bersuara di sorga. Dia berbicara kepada musuh saudara. Tidakkah dia itu saleh, jujur dan menjauhi kejahatan. Diberkatilah engkau hai Maria, karena kau sangat disukai Tuhan (highly favor one). Semua itu udah ada pada kita, karena manusia diciptakan menurut  ukurannya: ada dimensi-dimensi Tuhan dalam diri saudara. Kasih, kesetiaan, kejujuran, kepedulian, dst. Itu semua dimensi Tuhan yang ada pada diri kita. Tapi kita menuntut untuk orang lain untuk peduli. Ketika kita sakit gigi, kita menuntut orang lain peduli pada kita. Padahal kita harus peduli pada orang lain, karena itu sudah ada pada diri kita. Jangan katakan susah, tapi katakan bisa karena semua itu ada pada diri kita. Katakan berubah, karena semua itu ada pada kita. Kita sering mengingat orang yang sering menyakiti kita, tapi seharusnya kita mampu untuk mengasihi dia. Katakan: Tuhan aku mengasihi dia. Dengarkan sekali lagi Tuhan, aku mengasihi dia. Walau pun sekali lagi dia menyakiti aku, aku mengasihi dia. Jangan katakan berat. Yang berat adalah beban hidupmu. Tapi Yesus mengatakan : datanglah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Tapi kemudian Dia memberikan beban lagi. BebanKu ringan. Jadi yang berbeda adalah cara pandangmu. Maria takut karena dia hamil tanpa suami. Tapi dia tega. Dan siapa yang sibuk? Malaikat yang sibuk. Malaikat masuk ke dalam mimpi Yusuf. Yang berubah dari Maria adalah cara pandangnya dan keyakinannya. Susah sekalipun masih ada lubang. Lebih mudah seekor untuk masuk ke dalam lubang jarum, daripada orang kaya masuk sorga. Bagaimana supaya unta tidak lari? Ada balok kayu dan ada lubangnya, dan orang arab memasukkan kepala unta itu kedalam lubang tersebut. Itu maksudnya. Yesus mengatakan lebih mudah. Jadi itu sebabnya banyak orang kaya yang masuk sorga. Unta harus merendahkan dirinya untuk bisa masuk ke lubang itu. Dia butuh majikannya untuk bisa menurunkan kepalanya lagi supaya dia bisa dipakai lagi. Jangan katakan, beban itu tidak bisa diganti. Sebenarnya bebanmu sama, tapi cara pandangmu yang diubah. Pribadi yang membangun roh saudara sudah saudara miliki. Kalo kita hidup dalam gereja Tuhan, Tuhan ijinkan membuktikan apa yang sudah terbangun. Kadang-kadang muncul masalah. Kita mudah panik. Apa yang kau pertama katakan itu menyatakan apa yang kau bangun di dalam. Wah udah kiamat nih!? Itu artinya kau mengakaui beban hidupmu lebih besar dari imanmu.
Kej 1:26 Baiklah kita menjadikan…
Dalam diri manusia sudah dibangun dan disediakan untuk bisa masuk dalam kehidupan korporat. Sangat aneh kalo kau tidak bisa hidup secara korporat. Dimana dimensi korporat yang Tuhan berikan itu?
Cerita Ayub lebih mengerikan lagi. Tapi jika kau hidup benar dan hidup dalam dimensi Tuhan, iblis tidak tertarik pada hidupmu (Ay2:1-2).  Di pasal satu seluruh harta Ayub habis dan anak-anaknya juga habis dan tinggal bersama istrinya. Tidak ada yang berobah dalam diri Ayub. Dimensi Tuhan tetap ada pada dirinya. Tuhan memujinya dihadapan malaikat dan dihadapa setan. Iblis minta ijin kepada Tuhan (ay2:5).
Tuhan selalu pegang kendali, iblis dibatasi. Apa yang terjadi? Kau harus bersyukur karena kakimu hilang satu. Kau tetap hidup. Kau tidak punya uang, tapi nyawamu tidak dicabut. Banyak orang yang nyawanya dicabut karena uang.
 “Jamahlah tulang dan dagingnya…” Artinya lewat istrinya. Ini bahasa roh, bukan bahasa natural. Bersyukurlah selalu, kata rasul Paulus.
Ayub tetap bisa bersyukur. Ay9: Istrinya (daging dan tulangnya) berkata: Masihkan engkau bertekun dalam kesalehanmu?” Tapi demikian Ayub tidak berbuat dosa dan dimensi Allah tetap padanya. Dalam hidup suami istri bukan hanya ada perbedaan pandangan, tapi juga perbedaan kehidupan rohani.
Kedua Mezbah kita diukur. Sikap kita diukur, melayani Dia seperti apa, melayani orang seperti apa. Tuhan punya ukuran. Ketika engkau bersikap menolong orang lain itu diukur. Persembahanmu hari ini diukur. Sikap saudara dan hati saudara diukur. Tuhan meminta untuk mengasihi Dia lebih dari apa pun termasuk uangmu dan anakmu. Dia minta bukti itu. Kadang kita merasa tidak perlu membuktikan hal itu. Ingat ukuran Tuhan.
Dalam diri kita ada ukuran Tuhan. Kita harus bersikap dan bertindak menurut ukuran. Mezbah adalah gambaran kekuatan kita. Itu pun diukur.
Yang ketiga diukur adalah Bait Suci tempat Ia bersemayam.
I Pet2:4-5. Kita harus datang kepada Sang Batu Hidup dan kita bisa menjadi batu-batu hidup. Kita harus menjadi Betel bukan tumpukan batu seperti Ai. Ukuran kekudusanmu untuk Tuhan dan untuk saudara yang lain, supaya Tuhan hadir. Kita tidak bisa mengasihi menurut diri sendiri, tapi setia dan mengasihi menurut ukuran Tuhan, supaya orang lain yang tidak setia bisa kita selamatkan.
Kebanyakan kita melakukan segala sesuatu menurut kepentingan kita, menurut diri kita. Tapi saatnya tiba kau harus bekerja bagi orang lain, sehingga dalam kerumunan orang ini, Aku hadir. Ada ukuran 12 hasta, selalu 12. Perlu sekali kepedulian saudara, kasih saudara, perhatian saudara menurut ukuran Tuhan. Sering Tuhan menguji kita ketika kita sedang sibuk. Mana yang lebih penting, pelayanan atau menghadiri kematian ibu seorang teman. Kita harus memiliki kemampuan, ketika di situasi yang sulit. Kadang-kadang membutuhkan pengorbanan. Dimensi Tuhan itu pengorbanan: demikian Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga diberikannya AnakNya yang tunggal. Itu dimensi Tuhan ukuran Tuhan yang saudara miliki: pengorbanan.
Jadi yang diukur hidup pribadi, mezbah atau perbuatan dan sikap;….
Kita sulit berkorban karena kita biasa hidup ego. Hitungannya adalah matematik. 2-2=0. Kita tidak suka angka nol.
·         Manusia bisa mencapai dan mewujudkan ukuran Tuhan dalam dirinya. Yer9:23-24 Yang kita banggakan adalah dimensi Tuhan ada dalam diriku. Aku diciptakan menurut rupa dan gambarnya dan ukuranNya ada pada diriku. Kita mengenal Tuhan dan dimensiNya ada pada diri kita.
·         Tuhan memberikan kapasitas atau kemampuan untuk mendapatkan dimensi/ukuran tersebut yang hilang dan yang rusak. Yoh 16:13. Dia berikan Roh Kudus, Roh Kebenaran. Setiap firman yang kau hidupi itu menjadi kebenaran.  Itulah kapasitas yang Tuhan berikan. Kej4:5-7. Manusia diberikan kemampuan untuk meng-handel dosa. Firman akan menghampiri kalian.
·         Kita harus menggunakan cara Tuhan untuk mengembalikan ukuran/dimensi Tuhan yang terhilang.  Kej9:18-27.  Allah Sem…Nuh melihat dalam diri Sem ada dimensi Allah. Sem memprakasai Yafet si bungsu untuk tidak melihat aurat ayahnya. Ham melihat kelemahan ayahnya. Sem dan Yafet menutupi kelemahan ayahnya. Menutupi kelemahan adalah dimensinya Tuhan. Kita harus merebut dimensi Tuhan dengan benar, dengan cara ilahi, bukan dengan cara kekuatan manusia. Bukan dengan rajin berdoa, tapi harus mengenal Dia, melihat dimensi yang hilang dan merebutnya. Ada orang-orang tertentu dalam hidup saudara yang diutus oleh Tuhan, untuk merebut dimensi yang hilang. 2Tim1:1-7. Lois neneknya memberikan dimensi iman. 1Taw28:2 Salomo masih muda untuk membangun proyek Bait Suci. Bagaiaman supaya Salomo berhasil? Ay7: Kenallah Allahnya ayahmu.. Kenalilah dimensi Allahnya Daud. Bukan harta yang menentukan. Tapi dimensi pengenalan akan Allah ini. Bapa rohanimu yang bertanggung-jawab.
Hab2:220 Diam dalam baitNya yang kudus.
b. Jangan jadi orang liar. Diam dalam rumah, setia dalam rumah, taat dalam rumah sehingga kau bisa mendapatkan dimensi Tuhan yang hilang dalam dirimu. Dia diam dalam BaitNya, di mana kau bisa dapatkan dimensiNya.  Ayub28:23 Allah mengetahui jalan ke sana. Kita bersyukur Tuhan memberikan jalannya.
c. Hasrat. Ini cara yang ilahi. Maz27:4 Diam dalam rumah Tuhan dan menikmati semua dimensiNya.
Ukuran Tuhan itu absolute. Mutlak. Tidak bisa diubah, tidak bisa ditolak. Kau bisa memancarkan dan bisa hidup menurut ukuran Tuhan.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...