Langsung ke konten utama

Dari YESUS sampai KRISTUS


From Jesus to Christ

Lewat hidupNya, Ia menghancurkan pekerjaan iblis.
Lewat kematianNya, Ia menghancurkan kuasa si iblis.
Melalui kebangkitanNya, Ia menghabisi benih-benih kejahatan iblis.


>> Dari Firman, Oleh Firman, Menjadi Firman

Kita harus pertama-tama mendengar perkataan Tuhan dari sorga, karena segala sesuatu dimulai dengan perkataan Tuhan. Ia menciptakan sorga-sorga dan bumi dengan perkataanNya. Saudara-saudara yang sedang berdiri di hadapan hadirat Tuhan, marilah kita belajar menghidupi budaya Kerajaan Sorga.

Kau berdiri di hadapanNya, artinya kau adalah orang-orang yang mau mendengar perkataanNya dan mau melakukan kehendakNya. Kau memiliki Batu Penjuru yang dikirim Bapa dari sorga. Batu Penjuru itu adalah Kristus. Kau menjadikan Kristus sebagai Batu Penjuru untuk membangun manusia rohanimu. Sebab seperti bangunan yang dibangun selalu dimulai dengan peletakan batu pertama yaitu batu penjuru, sehingga dari situ dipakai sebagai acuan, sebagai standar, sebagai ukuran. Ukuran yang akan terus berkembang ke kanan, ke kiri, ke atas bahkan ke bawah. Ketika bangunan itu telah selesai semua akan terbangun seperti gambar yang sudah ditentukan sebelumnya.

Gambar kita adalah untuk menjadi serupa dengan pencipta kita. Marilah Kita jadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Batu Penjuru itu adalah Yesus Kristus. Di mulai dengan Firman, sebab pada mulanya ialah Firman. Firman itu adalah Allah. Yesus adalah Firman yang menjadi manusia di muka bumi ini. Ketika kita mendengar perkataan Yesus dan mempercayaiNya sebagai perkataan yang berasal dari sorga, berarti kita mengimani perkataan Yesus. Dia adalah Firman itu. Dia Firman yang hidup. Dia bukan terdiri dari perkataan yang tercetak di kertas. Dia adalah Firman yang Hidup yang berasal dari sorga. Firman tidak pernah berasal dari mana pun kecuali dari sorga.

>>> Ukurannya adalah Kristus

Dari Yesus yang menjadi acuan dan ukuran kita terus dibangun. Kita dibangun juga oleh perkataanNya. Lewat perkataanNya atau FirmanNya kita dibangun dan dibentuk. Lewat perkataanNya semua yang ada pada kita itu mulai terbentuk; yaitu: pikiran kita; sudut pandang kita; persepsi kita; akal kita; pola pikir kita; perasaan kita, kesenangan kita dan seluruh keberadaan jiwa kita;tujuan hidup kita, rencana kita, agenda kita; standar hidup kita; ukuran-ukuran keberhasilan kita; penilaian kita terhadap apa pun termasuk menilai diri sendiri dan menilai orang lain, menilai uang, menilai takaran, menilai kesuksesan, menilai pekerjaan; dan seterusnya; semua itu acuannya adalah Kristus. Kita terus dibangun, disempurnakan dan diperlengkapi sehingga kita mencapai kepenuhan Kristus.

  • Ukurannya  Kristus
  • Caranya Kristus
  • Tujuannya akhirnya juga Kristus

Firman itu dimulai dari Yesus sampai Dia menjadi Kristus (Mat 1:17, Yoh 1:1-18).

Yesus harus membuktikan ketaatanNya sebagai Anak Manusia. Dia adalah Allah yang mengambil rupa manusia, sebab hanya manusia yang dapat mengerti manusia. Tidak ada satu jenis mahluk hidup mana pun di bumi ini yang bisa kita mengerti manusia. Dan manusia yang sudah terputus hubungan dengan penciptanya, juga hanya dapat mengerti dan melihat manusia. Yesus adalah Allah yang sempurna mengambil rupa sebagai manusia yang sempurna. Manusia yang pertama, Adam, sudah gagal. Yesus adalah Adam yang terakhir. Bukan Adam yang kedua, karena kalau dikatakan Adam kedua, mungkin ada Adam ketiga dan seterusnya.

Yesus tidak mungkin gagal, sebab Dia adalah Alfa dan Omega. Dia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Dia tau seluruh rencanaNya yaitu rencana kekekalan Allah. Dia tau kuasaNya sebab seluruh kuasa yaitu kepenuhan ke-Allah-an ada padaNya.

Oleh karena itu Ia mengosongkan diriNya sedemikan rupa dengan mengambil rupa manusia Adam untuk membuktikan kepada seluruh mahluk dan alam semesta bahwa manusia yang sejati, yaitu Anak Manusia memang berasal dari Allah dan Dia dapat mengalahkan apa pun. Dia mengalahkan dosa dan maut.

Lewat hidupNya, Ia menghancurkan pekerjaan iblis.
Lewat kematianNya, Ia menghancurkan kuasa si iblis.
Melalui kebangkitanNya, Ia menghabisi benih-benih kejahatan iblis.

Dan ketika Yesus ditinggikan, kita dapat merebut kembali dominasi dari segala aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, seni dan budaya, media pemberitaan, perdagangan, hukum dan keadilan, pendidikan dlsb.

Ketika Yesus ditinggikan kita bisa merebut kembali kota-kota dan bangsa-bangsa menjadi bagian daripada kerajaan sorga, sebab iblis tidak punya urusan lagi dengan kita. Begitu kita datang ke daerah itu, iblis harus angkat kaki.

(Mat 8:28-29)  Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.  Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

>>> Tujuan Penciptaan, Tujuan Hidup Manusia

Ketika manusia diciptakan, ia memang mahluk yang sempurna. Namun ada mahluk lain yang juga adalah ciptaanNya yang kemudian memberontak daripadaNya, yaitu malaikat yang jatuh, si iblis itu; mengganggu keberadaan manusia sebagai bagian dari rencana kekekalan Allah. Bagaimana pun rencana Tuhan tidak pernah dan tidak boleh gagal. Manusia pada hakekatnya adalah rekan kerja dan mitra Tuhan untuk menghancurkan kuasa dan kerajaan kegelapan. Ada kerajaan terang. Ada kerajaan kegelapan. Ada kerajaan sorga dan ada juga kerajaan kegelapan. Kerajaan kegelapan menyerang kerajaan sorga. Dosa menyerang sorga dengan anak panah kesombongan dan iri hati. Panah itu mengenai Lucifer yang ada di seputar Tahta Allah. Oleh sebab itu Lucifer tidak pernah mengakui ia bersalah(Ayub 9:29). Saya percaya ada anugrah pengampunan dari Allah jika Lucifer mau mengakui kesalahannya. Tapi dia menuntut keadilan daripada Allah. Lucifer menantang Allah dan menuntut diadakannya pengadilan dengan para saksi (Ayub 9:32b, 33-35). Manusia yang namanya tercatat dalam Kitab Kehidupan adalah para saksi itu. Para pengikut Kristus adalah mereka yang memiliki kesaksian Yesus Kristus. Para saksi itu terus diburu oleh iblis sampai pada akhir zaman (Wahyu 12:17). Kita membangun diri kita untuk menjadi saksi Kristus. Oleh karena itu tuntutan kwalifikasinya dan standarnya adalah Kristus. Tidak bisa kurang daripada itu. Kita harus mulai dari Firman, melalui Firman dan dijadikan oleh Firman. Rahasia besar itu mulai tersingkap. Kita pun bukan sekadar menjadi saksi Kristus, tapi kita juga menjadi seperti Kristus. Kesaksian kita itu yang akan mengalahkan kuasa si jahat, menghancurkan pekerjaan si jahat, melenyapkan benih-benih kejahatan dari muka bumi ini di mana kita diutus. Hanya oleh darah Anak Domba dan kesaksian kita maka iblis dapat dikalahkan. Mengalahkan Iblis bukan hanya ditengking-tengking. Tanpa ditengking, iblis harus enyah dari hadapan kita, karena kita adalah saksi Kristus. Ketika kita memperkatakan kesaksian kita atas pengenalan kita akan Kristus, iblis akan tunduk. Hanya dengan memperkatakan mengenai Kristus yang kita ada bersamaNya selalu.

(Rev 12:11)  Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

>>> Tujuan Akhir / Final Destination
(sampai dengan saat ini, seperti pewahyuan yang dibukakanNya)

Dan pada akhirnya oleh perkataan kesaksian kita, kita akan mengadili si iblis dan Tuhan akan menghukumnya untuk selama-lamanya.

Bumi ini adalah Tahta Pengadilan Tuhan yang khusus dibentuk untuk tujuan itu dan kita adalah para saksi yang dipakai Tuhan untuk mengadili musuh-musuhNya pada hari penghakiman terakhir itu. Oleh karena itu sekali lagi, kualitas yang dituntut daripada saksi Kristus adalah sebanding dengan kualitas Kristus dalam segala hal. Ini bukan untuk menyamakan diri kita dengan Kristus, sebab kedudukan Kristus tidak pernah ada yang menyamainya. Dia adalah yang Sulung dari banyak saudara.

(1Co 15:23)  Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Jadi saudara, kita harus mengetahui siapa kita ini sebenarnya di hadapan Allah, sehingga kita dapat mengetahui tujuan Tuhan menciptakan kita. Kita ada di bumi ini bukan sekadar memenuhi bumi. Bukan sekadar menjadi kaya, menjadi terkenal, menjadi berkat, lalu setelah mati masuk sorga. Itu pikiran yang sederhana sekali ketika kita belum dibukakan rahasia ini. Itu pikiran anak-anak rohani. Kita bukan juga sekadar memelihara bumi dan menguasai bumi. Bukan sekadar menguasai domain-domain atau aspek-aspek dan bidang-bidang kehidupan di dunia ini.
Bukan sekadar menjadi garam dan terang dunia. Itu baru sebagian dari peranan kita yang sangat penting. Tapi ada tujuan lain yang maha penting. Oleh sebab itu, kita harus tetap setia sampai akhir, sampai kita benar-benar mewujudkan kehendak Bapa.

Inilah kehendak Bapa yang menjadi tujuan hidup kita yang maha penting.

(Act 2:35)  Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.

(1Co 15:55)  Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

Ini adalah hari kemenangan itu. Kita harus memastikan bersama Tuhan, karena itu kita harus selalu berdiri di hadapanNya dengan siap sedia, dan dengan setia menanti-nantikan sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang sudah disediakanNya untuk sampai pada hari kemenangan itu.

(1Co 15:54)  Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.

>>> Yesus dan PeranNya

Jadi saudara-saudara sekarang telah dapat membedakan tujuan hidup kita dengan peran-peran yang harus kita jalankan. Dia Yesus sudah mengambil peran. Dia mengambil peran Yang Awal dan Dia juga yang akan mengambil peran Yang Akhir, termasuk pada waktu kedatanganNya yang kedua nanti. Sementara hanya sampai di sini pengetahuan saya atau saudara. Mungkin nanti akan dibukakan lebih lagi. Lebih jelas lagi, lebih detil lagi, lebih jauh lagi akan peran Yesus.

Sementara itu, kita tau sekarang Yesus ada di sorga dan duduk di TahtaNya. Sedang Bapa dan Roh Kudus turun ke bumi ini. Kitalah yang ditugaskan Bapa untuk mengambil peran Yesus di muka bumi ini. Selalu unsurnya harus lengkap: Bapa, Anak dan Roh. Sekarang Sang Putra Yang Sulung itu sedang menanti-nantikan waktuNya untuk Dia kembali ke bumi ini. Kitalah yang harus meneruskan dan menggenapkan peranNya di bumi ini. Kita ada sebagai utusan-utusan sorgawi, sebagai imamat yang rajani. 

Kita harus bertekun membangun manusia rohani kita dan bukan hanya manusia jasmani kita. Yang jasmani tidak akan lebih dari yang rohani. Yang memiliki nilai kekekalan adalah roh kita, karena ia berasal dari Allah sendiri. Roh kita berasal dan dilahirkan kembali dari sorga. Ketika kita telah menjadi saudara-saudara bagi Kristus, maka kita memiliki otoritas yang sama dengan Kristus. Demikian juga kita memiliki kemuliaan yang sama dengan kemuliaan Kristus. Itu disebabkan kita menerima Roh yang sama. Roh itu yang mengadopsi kita menjadi anak-anakNya sehingga kita dapat memanggilNya Abba Bapa. Kita diadopsi sebagai anak-anakNya, tapi itu belum cukup dan belum sempurna. Oleh karena itu level rohani kita harus meningkat dan meningkat terus sehingga bertumbuh dari anak-anak menjadi dewasa. Kita harus menjadi putra-putri Kerajaan yang siap menerima kunci-kunci Kerajaan Sorga.

>>> Kedewasaan Penuh dan Iman Kristus

Kita harus mencapai kedewasaan penuh seperti Kristus sehingga kita dapat mereprensentasikan pribadi Kristus melalui diri kita. Orang tidak akan lagi dapat membedakan antara pribadi kita dengan pribadi Kristus. Pribadi kita tersembunyi dalam Kristus. Kita makin kecil, peran kita makin kecil, keakuan dan ego kita makin kecil. Nama kita makin kecil. Keinginan kita makin kecil. Kedagingan kita makin kecil. Jiwa kita yaitu pikiran dan perasaan kita mengikuti Roh Kristus yang makin besar dalam diri kita. Iman kita mungkin masih kecil, tapi bukan iman kita yang kita pakai untuk pekerjaan-pekerjaan besar. Iman kita yang kecil itu, yang sebesar biji sesawi itu, kita pakai untuk menempel erat dengan iman Kristus. Kita tidak lagi memakai iman kita tapi kita pakai iman Kristus dalam setiap gerak-langkah kita. Kita sendiri tanpa menyadarinya tidak bisa melihat iman kita, karena Kristus sudah menjadi sedemikian menguasai dan mengontrol hidup kita.

Kita tidak dapat melihat iman kita yang sedemikian tersembunyi, karena iman Kristus yang begitu besar sudah membungkus iman kita. Hidup kita dan pribadi kita secara total tersembunyi dan terbungkus dalam Kristus. Adakah yang lebih besar dari Kristus Yesus?

>>> Iman dan Mentalitas Kerajaan, dasar bangunan Gereja

Jadi salah satu mentalitas kerajaan yang harus kita miliki adalah: jangan merisaukan imanmu yang sebesar biji sesawi. Tapi jika iman kita sudah terbungkus dengan iman Kristus, kita dapat memindahkan gunung dan membuatnya tercampak ke laut.

Bagaimana kita membangun? Dari perkataan Tuhan, dari pewahyuan mengenai Yesus Kristus oleh Bapa di sorga.

Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan (membangun) gerejaKu. Batu karang itu bukan Petrus sendiri. Ada Bapa yang menyampaikan pewahyuan. Ada Yesus Kristus sebagai subyek pewahyuan. Ada Roh Kudus yang menyampaikan pewahyuan mengenai Yesus itu. Dan yang ada Petrus atau engkau sebagai pribadi yang menerima (penerima) pewahyuan itu. Jadi 4 unsur itu membentuk batu karang yang tidak akan goyah. Tidak cukup satu titik (hanya Petrus atau hanya kau) yang menjadi batu karang. Harus ada 4 titik yang membentuk bidang. Harus ada empat dimensi yang membentuk batu karang. 4 dimensi.

1. Ke-Allah-an Bapa (Fathership)
2. Ke-Allah-an Anak (Sonship)
3. Ke-Allah-an Roh (Adoption Spirit)
4. Manusia  (Sons and Daughter of God)

Harus ada dua pihak yang meneken perjanjian yaitu kau dan Tuhan, baru bisa terjadi hubungan ikat-janji yang kuat.

Bapa yang mengutus Yesus. Anak yang mengenalkan pribadi Bapa. Anak yang membawa kita sampai kepada Bapa. Yesus yang mengutus RohNya kepada manusia. Roh ini yang mengadopsi mereka yang namanya sudah tercatat di dalam Kitab Kehidupan.

>>> Kita yang menarik kerajaan sorga turun ke bumi

Tuhan sedang menanti-nantikan saat itu. Orang-orang kudus sedang menanti-nantikan saat itu. Orang-orang dunia juga sedang menanti-nantikan saat itu. Bahkan seluruh mahluk sedang menanti-nantikan saat itu.

(Rom 8:19)  Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Gereja Yesus Kristus lah yang akan menentukan saat itu. Ketika kita bertumbuh dalam ketaatan sampai pada tingkat kepenuhan Kristus maka anak-anak Allah menjadi nyata. Itu akan menarik sorga turun ke bumi.



Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...