Langsung ke konten utama

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL
By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016
Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat.
Yeh47:1-5
(Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.

(Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

(Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

(Ezekiel 47:4)  Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.

(Ezekiel 47:5)  Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Wah 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jerih bagaikan Kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu;
Wahyu 11:3 Ada tiga hal yang Tuhan ukur: Bait Allah, mezbah dan orang-orang yang beribadah di dalamnya.
Tuhan mengukur kita, yaitu level air ROH dalam kehidupan kita. Apakah hanya semata kaki, selutut, sepinggang atau sudah seperti aliran sungai yang tidak bisa diseberangi lagi.
Air sungai kehidupan ini keluar dari takhta Allah. Ini adalah air yang murni, yang tidak terkontaminasi.  Kuasa dari air sungai kehidupan sangat luarbiasa dampaknya. Ia mengalirkan kehidupan ketika melewati daerah-daerah yang tidak ada kehidupan. Ketika air ini mengalir ke Laut Mati yang tinggi kadar garamnya dan tidak ada makhluk hidup di dalamnya, maka air Laut Mati itu menjadi tawar. Dan di sana ada sangat banyak ikan berkeriapan. Pohon-pohon di tepi sungai itu tidak pernah kering daunnya. Ini berbicara tentang Firman dan Roh dalam hidup kita.
Jadi seberapa dalam dan seberapa besar Firman dan Roh itu ada di dalam diri saudara. Seberapa dalam IA mengontrol hidup kita, seberapa jauh Roh itu memimpin, mempengaruhi dan mengontrol kehidupan kita. Itu yang akan Tuhan ukur dalam diri kita.
Yoh 7:38-39
(John 7:38)  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

(John 7:39)  Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Mereka yang percaya kepada Yesus, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.  Air yang mengalir dari Tahta Allah dari Bait Suci juga bicara mengenai aliran-aliran air Roh Kudus yang keluar dari kehidupan saudara. Air itu bicara mengenai kehidupan Firman dan kehidupan Roh. Jadi yang Tuhan akan ukur adalah kehidupan Firman dan Roh dalam hidup saudara. Seberapa dalam Roh Kudus menguasai, mempengaruhi, mengontrol dan memimpin dan memerintah hidup kita.
Tuhan ingin kita masuk ke level air Roh yang seperti sungai di mana kita tidak bisa menjejakkan kaki lagi, tidak memiliki pijakan sendiri lagi, kecuali mengikuti aliran Roh Kehidupan. Tidak  bisa lagi kita mengikuti kemauan sendiri, pikiran dan kehendak sendiri, tapi hanya mengikuti aliran air itu menuju.
Banyak yang cukup puas dengan level air semata-kaki; cukup senang menjadi orang Kristen. Senang menerima   berkat-berkat dan apa yang saudara dapatkan. Di level itu saudara masih bisa hidup dengan ego saudara, hidup semaunya, dengan pikiran dan terikat dengan faktor-faktor lahiriah. Itu seperti Abram yang ikut saja perkataan Sarai untuk mengambil Hagar. Dia masih medirikan mezbah di antara Bethel dan Ai. Masih plin-plan. Itu karena level airnya masih semata-kaki.
Tuhan tidak ingin kita tinggal di sana dengan pemahaman yang begitu dangkal. Kau harus maju dan bergerak lebih dalam lagi. Ada level-level baru yang Tuhan ingin kau capai.
Respon Yehezkiel adalah taat. Dia masuk lagi sampai air setinggi lututnya. Dia masih bisa   ambil keputusan menurut selera sendiri atau menurut kata orang. Kita masih bisa menentang firman. Lalu kita masuk lagi; taat ikut konferensi, ikut camp, membuat notes dsb. Tapi banyak bagian dalam hidup kita yang masih kita pegang erat-erat. Firman itu belum menjadi daging, belum menjadi perbuatan saudara. Saudara masih membawa kemauan saudara, agenda saudara, kepentingan sendiri dan ambisi pribadi, cita-cita pribadi, bukan atas kehendak dan rencana dari Tuhan.
Tuhan terus memerintah lagi. Kita harus masuk lagi; sehingga air mencapai level sepinggang, Pengertian dan panggilan makin dalam, tapi makin dirasakan berat. Makin kuat aliran itu membawa saudara. Jadi kita masih bisa bergerak dengan keinginan saudara dan saudara masih bisa berontak, tapi semakin banyak tuntunan dan arahan Roh. Jangan berhenti sampai di situ. Sekarang kita disuruh masuk lagi, sehingga aliran itu sudah seperti sungai, sehingga tidak bisa lagi kita kendalikan. Seluruh keberadaan saudara itu tenggelam dalam aliran sungai kehidupan, di dalam kuasa Firman dan Roh. Bukan hanya menguasai roh, tapi juga menguasai tubuh dan jiwa, pikiran, perasaan, kemauan dan kehendak saudara, kepentingan saudara, selera saudara (termasuk selera makan), keputusan saudara, apa yang saudara lihat, apa yang saudara denganr, apa yang saudara rasakan, sekarang dikuasai oleh Firman dan Roh Kudus. Kita hanya terhanyut dan terbawa aliran sungai dan membiarkan dibawa oleh tujuan aliran sungai itu. Mengikuti apa yang jadi kehendak Tuhan, rencana Tuhan, kepentingan Tuhan. Apa yang menjadi agenda Tuhan itu menjadi agenda saudara. Bukan lagi kepentingan saudara, tujuan kita dan bukan kehendak kita lagi. Ini ukuran yang harus kita capai. Kuncinya adalah responi, terus taat, terus bergerak, terus maju. Belajar menghidupinya apa pun resikonya dan apa pun harganya.
Dan saudara akan menjadi anugerah dan menjadi ucapan syukur yang luarbiasa sekali atas buah-buah ketaatan saudara dalam mentaati setiap kebenaran Firman Tuhan.  Buah-buah ketaaatan itu kami lihat mulai muncul. Tapi jangan berpuas diri, karena Tuhan terus mengukur kedalam level air yaitu Firman dan Roh dalam setiap kita.
Hal-hal yang bisa membuat orang itu gagal dalam perjalanan mengikuti Tuhan. Ketika dia mulai menerima Yesus secara pribadi menurut pemahamannya, setelah 10-15 tahun tiba-tiba dia bisa berhenti, menjadi orang yang sangat buruk, menentang Firman kebenaran dan sangat duniawi kehidupannya. Mungkin tetap menjadi orang Kristen dan tetap aktif, tapi sebenarnya dia sudah terhenti. Penyebabnya adalah: Dia mulai fokus kepada hal-hal yang natural. Dia tidak lagi fokus kepada hal-hal yang spiritual, tidak lagi terus mengevaluasi dirinya, seberapa level air dalam hidupnya. Ketika dia mulai puas dengan apa yang dia terima, dengan apa yang dia dapatkan dari Tuhan dia akan kehilangan panggilan utama dalam hidupnya - yaitu menjadi segambar dan serupa dengan Kristus; Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Ketika saudara merasa panggilan utama hidup saudara adalah menjadi berkat dan memperoleh berkat; menjadi orang Kristen yang baik yang berkelimpahan, maka suatu saat saudara akan meninggalkan Tuhan.
Jika level air saudara hanya selutut atau sepinggang, datang Firman kebenaran, kadang-kadang saudara taat, kadang tidak. Kalo itu menyenangkan dan menguntungkan saudara taat, tapi ketika itu artinya  berkorban, saudara mulai pilih-pilih, mulai kompromi dan mulai tawar-menawar.   Kita harus berhati-hati. Saudara  bisa berhenti atau terhenti, sebab Firman dan Roh itu belum menguasai hidup saudara. Bisa saja Firman hanya menjadi pengetahuan (bukan menjadi kebenaran dan menjadi daging) di pikiran dan bahkan belum menjadi benih di hati. Mungkin ia hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Anak Allah dan bukan Anak Domba Allah (yang telah disembelih).
Kita harus terus bergerak masuk, sehingga level air itu menjadi seperti sungai, di mana seluruh hidup kita dikuasai oleh Firman dan Roh, di mana hidup saudara tidak lagi terikat pada faktor-faktor lahiriah. Tidak lagi terus hidup dalam kedagingan (keterikatan, kelemahan, dosa, egoisme, keadaan sulit, merasa mampu sendiri), tapi mati terhadap diri saudara sendiri.
Tuhan terus menginginkan level air itu meningkat dan saudara terus dipenuhi oleh Roh-Nya. Dia ingin roh saudara menjadi kuat, menjadi satu dengan frekuensinya sorga. Tuhan ingin saudara meluap di dalam Roh. Naik di dalam Roh. Selalu hidup dalam kepenuhan Roh dan dalam dimensi Roh. 
Tuhan tetap mengukur dan terus mengukur kedalaman Firman dan Roh setiap pribadi. Berbahaya sekali jika kita tetap focus kepada hal-hal lahiriah dan mulai mengejar hal-hal yang lahiriah. Saudara akan bisa tiba-tiba terhenti, kehilangan panggilan hidup, tiba-tiba memberontak dan saudara bisa meninggalkan Tuhan.  Jadi jangan berhenti sebelum air Firman dan Roh itu menguasai hidupmu. Jangan berhenti pada level sebelumnya, Anda masih bisa kompromi dan mengutamakan pikiran kita. Kita harus keluar dari faktor-faktor lahiriah, dari dunia natural masuk ke alam spiritual, untuk menggenapkan seluruh kehendak Bapa.  Tuhan ingin kita terus bangun dalam rohmu, dan tidak kembali lagi ke faktor-faktor lahiriah. Hargai dimensi roh ini.
Kita lihat betapa dahsyat dampaknya kepada sekitar kita  jika aliran-aliran itu mengalir dari dalam roh dan dari dalam hati saudara.
Yeh 47Ay6-12
(Ezekiel 47:6)  Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.

(Ezekiel 47:7)  Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

(Ezekiel 47:8)  Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,

(Ezekiel 47:9)  sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

(Ezekiel 47:10)  Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

(Ezekiel 47:11)  Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

(Ezekiel 47:12)  Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Itulah gambaran dari orang yang kehidupannya dikuasai Firman dan Roh. Gereja yang level airnya seperti sungai kehidupan; dampaknya akan menjadi berkat kehidupan bagi kota dan bagi bangsa. Kehidupan itu harus meningkat. Pemahaman Firman harus meningkat. Saudara harus mengulang lagi firman yang saudara dengar, selidiki lagi, sehingga pemahaman firman itu meningkat. Saudara harus terus intensive-kan kehidupan rohani saudara, tingkatan doa dan penyembahan, waktu pribadi untuk keintiman dengan Tuhan. Jangan hanya berbahasa roh di gereja, lakukan itu juga di rumah. Intens hubunganmu dengan Tuhan.
Selalu deklarasikan Firman. Ketika firman dan Roh menguasai hidup kita, betapa dahsyatnya dampak yang kita terima.
Kis 2: 42-47
(Acts 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

(Acts 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Acts 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Acts 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Acts 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Acts 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Lihat betapa dahsyatnya dampaknya, ketika hidup kita dikuasai oleh Firman dan Roh. Bukan cuma dirasakan pribadi orang-orang itu: bagaimana dia berubah karakternya, perobahan mentalitas, cara pikir, cara pandang bahkan seluruh sel dalam tubuhnya. Itu terjadi ketika Roh dan Firman kita ijinkan memimpin, mengontrol, memimpin, mengarahkan dan menguasai hidup saudara. Jaga terus level air, Firman dan Roh. Jangan puas hanya sampai sepinggang, jangan biarkan aliran-aliran sungai itu berhenti mengalir. Sebab itu Amsal 4:2 mengatakan: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena di situlah terpancar aliran-aliran kehidupan.
Jaga hati yang tempat lembut, hati tetap haus akan firman, hati yang dilatih, kadang-kadang dihajar oleh Roh Kudus melalui para pemimpin. Ijinkan hal itu. Jangan hati kita menjadi seperti trotoar, atau jangan juga menjadi tanah yang tipis. Itulah yang akan menjagai kita.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, mereka meningkatkan level kehidupan Firman dalam diri mereka, meningkatkan pemahaman firman, bertekun berarti berusaha menyelaraskan hidup saudara dengan firman. Pekerjaan, pikiran, selera diselaraskan dengan firman. Bertekun berarti mendengar, memikirkan dalam-dalam, membicarakan dan menghidupinya dan mentaatinya. Semua dalam konteks rumah rohani, bukan secara individu-individu saja. Itulah yang dilakukan pada jemaat mula-mula.
Mereka mendoakan tujuan kerajaan, supaya rencana Tuhan digenapi, semua yang belum pernah mereka doakan. Bukan untuk mendoakan kebutuhan dan keluarga mereka, tapi kepentingan Tuhan. Mereka berdoa dalam roh; menangkap pesan-pesan sorga; berdoa sesuai dengan kehendak dan menyelaraskan dengan kehendak Bapa. Mereka bertekun dalam kehidupan Roh dan Firman, sehingga ada dinamika Roh.
Ketika Roh dan Firman menguasai kita banyak hal berobah: hidup dalam nilai-nilai dan budaya Kerajaan.
Roh dan Firman itu menguasai mereka dan membentuk mereka; mereka tidak memiliki hubungan kekeluargaan secara fisik, tapi sekarang saling berbagi seperti saudara-saudara sekeluarga. Level air itu sudah seperti sungai; bukan budaya dan nilai-nilai mereka sendiri yang mereka pegang; sekarang sudah pakai budaya dan nilai-nilai kerajaan.
Jika firman dan Roh menguasai hidup kita tidak lagi kita berhitung untung-rugi, tidak mengukur dari hal-hal sementara, tapi mengejar yang kekal. Pusat aktivitas jemaat mula-mula bukan hanya di Bait Allah, tapi di rumah-rumah mereka; sehingga mereka disukai semua orang dan Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Gaya hidup mereka secara total sudah berubah.  Mereka menanggalkan identitas dan kepribadian mereka. Mereka mengenakan budaya dan gaya hidup kerajaan Allah.
Yes 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.
RohKu dan FirmanKu; itu harus menguasai hidup kita. Terus Roh Kudus mengarahkan dan mengajar, menguasai, menuntun. Dan biarkan firman membentuk hidup kita. Roh dan Firman itu selalu bekerja sama.
Kis 4:32-35; 
(Acts 4:32)  Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

(Acts 4:33)  Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

(Acts 4:34)  Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa

(Acts 4:35)  dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Luk 14:25-27
(Luke 14:25)  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:

(Luke 14:26)  "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

(Luke 14:27)  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Mark 3:20-21,31-35
(Mark 3:20)  Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.

(Mark 3:21)  Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

(Mark 3:31)  Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

(Mark 3:32)  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."

(Mark 3:33)  Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"

(Mark 3:34)  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

(Mark 3:35)  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Tuhan menghendaki kita mengutamakan hubungan spiritual jauh lebih daripada hubungan keluarga atau kekerabatan, bahkan supaya kita jangan menyayangkan nyawa kita sendiri : kepentingan kita, kebutuhan kita, dlsb.
Yesus berjalan dalam kuasa Roh Kudus sejak Ia dibaptiskan, tidak terikat pada faktor-faktor lahiriah. Ia mengutamakan Bapa. Yesus tidak bisa di-intervensi oleh ibunya sendiri, Maria (air menjadi anggur di Kana), menolak intervensi keluarga-Nya (Maria dan saudara-saudaranya).
Apa yang mereka lakukan:
1.        Mereka secara total menyerahkan diri mereka kepada Tuhan; hak pribadi, hak untuk menikmati hasil jerih-payah, hak memakai uang, hak untuk menikmati kenyamanan,
2.       Mereka secara TOTAL mengabdikan hidup kita kepada Firman perkataa Tuhan.
3.       Kita harus menghidupi kehidupan yang simple  dan bersahaja berdasarkan kebenaran dan prinsip-prinsip kerajaan.
4.       Mereka dimotivasi oleh kasih Kristus.
5.       Mereka mengabdikan diri mereka satu kepada yang lain (sehati-sejiwa-sepikir).
6.       Mereka memiliki kuasa dan power untuk mengatasi keterbatasan dan pencobaan.
7.       Mereka mengenal dan mengetahui bagaimana memberdayakan Roh Kudus (bebas berkarya).
Jemaat mula-mulai berkumpul dan belajar firman setiap hari, selalu, tetap bersatu, bertekun, sehati-sejiwa, membagi segala sesuatu, tidak ada yang berkurangan, disukai semua orang.  Itu artinya total. Kehidupan mereka secara total dikuasai oleh Firman dan Roh.
Mereka bukan menjalani kehidupa agamawi. Buka gaya hidup yang dibuat-buat. Bukan jaim. Bukan karena tampilan. Gaya hidup yang simple berdasarkan gaya hidup kerajaan dan kebenaran, sehingga kehidupan mereka disukai semua orang.  Kehidupan mereka menyentuh yang lain, dengan tampil apa adanya, tidak ada kesenjangan, tidak ada penghalang dan tembok pemisah. Inilah yang terhilang dari gereja, tidak bisa menyentuh masyarakat sekitarnya, ekslusive.  Mereka member kepada yang kekurangan supaya mereka bisa melanjutkan destiny mereka – perjalanan rohani mereka; bukan supaya mereka cukup makan dan pakai (sosial). 
Pohon-pohon itu tidak pernah kering, selalu berbuah, aliran sungai kehidupan membuat ikan-ikan berkeriapan. Air Laut Mati menjadi tawar.




Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...