Langsung ke konten utama

DIMENSI SPIRITUAL

MASUK KE DALAM DIMENSI SPIRITUAL
By Ps.Yappy Widjaya, 17Jul2016
Betapa pentingnya kita membangun manusia roh kita, sehingga kita bisa mengalami dinamika ROH, mecapai garis-akhir dan menyelesaikan destiny kita dengan kuat tidak pernah tergoyahkan dan tidak pernah menyimpang ke kanan dan ke kiri tapi makin lama makin kuat.
Yeh47:1-5
(Ezekiel 47:1)  Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.

(Ezekiel 47:2)  Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

(Ezekiel 47:3)  Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

(Ezekiel 47:4)  Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.

(Ezekiel 47:5)  Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Wah 22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jerih bagaikan Kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu;
Wahyu 11:3 Ada tiga hal yang Tuhan ukur: Bait Allah, mezbah dan orang-orang yang beribadah di dalamnya.
Tuhan mengukur kita, yaitu level air ROH dalam kehidupan kita. Apakah hanya semata kaki, selutut, sepinggang atau sudah seperti aliran sungai yang tidak bisa diseberangi lagi.
Air sungai kehidupan ini keluar dari takhta Allah. Ini adalah air yang murni, yang tidak terkontaminasi.  Kuasa dari air sungai kehidupan sangat luarbiasa dampaknya. Ia mengalirkan kehidupan ketika melewati daerah-daerah yang tidak ada kehidupan. Ketika air ini mengalir ke Laut Mati yang tinggi kadar garamnya dan tidak ada makhluk hidup di dalamnya, maka air Laut Mati itu menjadi tawar. Dan di sana ada sangat banyak ikan berkeriapan. Pohon-pohon di tepi sungai itu tidak pernah kering daunnya. Ini berbicara tentang Firman dan Roh dalam hidup kita.
Jadi seberapa dalam dan seberapa besar Firman dan Roh itu ada di dalam diri saudara. Seberapa dalam IA mengontrol hidup kita, seberapa jauh Roh itu memimpin, mempengaruhi dan mengontrol kehidupan kita. Itu yang akan Tuhan ukur dalam diri kita.
Yoh 7:38-39
(John 7:38)  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

(John 7:39)  Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Mereka yang percaya kepada Yesus, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.  Air yang mengalir dari Tahta Allah dari Bait Suci juga bicara mengenai aliran-aliran air Roh Kudus yang keluar dari kehidupan saudara. Air itu bicara mengenai kehidupan Firman dan kehidupan Roh. Jadi yang Tuhan akan ukur adalah kehidupan Firman dan Roh dalam hidup saudara. Seberapa dalam Roh Kudus menguasai, mempengaruhi, mengontrol dan memimpin dan memerintah hidup kita.
Tuhan ingin kita masuk ke level air Roh yang seperti sungai di mana kita tidak bisa menjejakkan kaki lagi, tidak memiliki pijakan sendiri lagi, kecuali mengikuti aliran Roh Kehidupan. Tidak  bisa lagi kita mengikuti kemauan sendiri, pikiran dan kehendak sendiri, tapi hanya mengikuti aliran air itu menuju.
Banyak yang cukup puas dengan level air semata-kaki; cukup senang menjadi orang Kristen. Senang menerima   berkat-berkat dan apa yang saudara dapatkan. Di level itu saudara masih bisa hidup dengan ego saudara, hidup semaunya, dengan pikiran dan terikat dengan faktor-faktor lahiriah. Itu seperti Abram yang ikut saja perkataan Sarai untuk mengambil Hagar. Dia masih medirikan mezbah di antara Bethel dan Ai. Masih plin-plan. Itu karena level airnya masih semata-kaki.
Tuhan tidak ingin kita tinggal di sana dengan pemahaman yang begitu dangkal. Kau harus maju dan bergerak lebih dalam lagi. Ada level-level baru yang Tuhan ingin kau capai.
Respon Yehezkiel adalah taat. Dia masuk lagi sampai air setinggi lututnya. Dia masih bisa   ambil keputusan menurut selera sendiri atau menurut kata orang. Kita masih bisa menentang firman. Lalu kita masuk lagi; taat ikut konferensi, ikut camp, membuat notes dsb. Tapi banyak bagian dalam hidup kita yang masih kita pegang erat-erat. Firman itu belum menjadi daging, belum menjadi perbuatan saudara. Saudara masih membawa kemauan saudara, agenda saudara, kepentingan sendiri dan ambisi pribadi, cita-cita pribadi, bukan atas kehendak dan rencana dari Tuhan.
Tuhan terus memerintah lagi. Kita harus masuk lagi; sehingga air mencapai level sepinggang, Pengertian dan panggilan makin dalam, tapi makin dirasakan berat. Makin kuat aliran itu membawa saudara. Jadi kita masih bisa bergerak dengan keinginan saudara dan saudara masih bisa berontak, tapi semakin banyak tuntunan dan arahan Roh. Jangan berhenti sampai di situ. Sekarang kita disuruh masuk lagi, sehingga aliran itu sudah seperti sungai, sehingga tidak bisa lagi kita kendalikan. Seluruh keberadaan saudara itu tenggelam dalam aliran sungai kehidupan, di dalam kuasa Firman dan Roh. Bukan hanya menguasai roh, tapi juga menguasai tubuh dan jiwa, pikiran, perasaan, kemauan dan kehendak saudara, kepentingan saudara, selera saudara (termasuk selera makan), keputusan saudara, apa yang saudara lihat, apa yang saudara denganr, apa yang saudara rasakan, sekarang dikuasai oleh Firman dan Roh Kudus. Kita hanya terhanyut dan terbawa aliran sungai dan membiarkan dibawa oleh tujuan aliran sungai itu. Mengikuti apa yang jadi kehendak Tuhan, rencana Tuhan, kepentingan Tuhan. Apa yang menjadi agenda Tuhan itu menjadi agenda saudara. Bukan lagi kepentingan saudara, tujuan kita dan bukan kehendak kita lagi. Ini ukuran yang harus kita capai. Kuncinya adalah responi, terus taat, terus bergerak, terus maju. Belajar menghidupinya apa pun resikonya dan apa pun harganya.
Dan saudara akan menjadi anugerah dan menjadi ucapan syukur yang luarbiasa sekali atas buah-buah ketaatan saudara dalam mentaati setiap kebenaran Firman Tuhan.  Buah-buah ketaaatan itu kami lihat mulai muncul. Tapi jangan berpuas diri, karena Tuhan terus mengukur kedalam level air yaitu Firman dan Roh dalam setiap kita.
Hal-hal yang bisa membuat orang itu gagal dalam perjalanan mengikuti Tuhan. Ketika dia mulai menerima Yesus secara pribadi menurut pemahamannya, setelah 10-15 tahun tiba-tiba dia bisa berhenti, menjadi orang yang sangat buruk, menentang Firman kebenaran dan sangat duniawi kehidupannya. Mungkin tetap menjadi orang Kristen dan tetap aktif, tapi sebenarnya dia sudah terhenti. Penyebabnya adalah: Dia mulai fokus kepada hal-hal yang natural. Dia tidak lagi fokus kepada hal-hal yang spiritual, tidak lagi terus mengevaluasi dirinya, seberapa level air dalam hidupnya. Ketika dia mulai puas dengan apa yang dia terima, dengan apa yang dia dapatkan dari Tuhan dia akan kehilangan panggilan utama dalam hidupnya - yaitu menjadi segambar dan serupa dengan Kristus; Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Ketika saudara merasa panggilan utama hidup saudara adalah menjadi berkat dan memperoleh berkat; menjadi orang Kristen yang baik yang berkelimpahan, maka suatu saat saudara akan meninggalkan Tuhan.
Jika level air saudara hanya selutut atau sepinggang, datang Firman kebenaran, kadang-kadang saudara taat, kadang tidak. Kalo itu menyenangkan dan menguntungkan saudara taat, tapi ketika itu artinya  berkorban, saudara mulai pilih-pilih, mulai kompromi dan mulai tawar-menawar.   Kita harus berhati-hati. Saudara  bisa berhenti atau terhenti, sebab Firman dan Roh itu belum menguasai hidup saudara. Bisa saja Firman hanya menjadi pengetahuan (bukan menjadi kebenaran dan menjadi daging) di pikiran dan bahkan belum menjadi benih di hati. Mungkin ia hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Anak Allah dan bukan Anak Domba Allah (yang telah disembelih).
Kita harus terus bergerak masuk, sehingga level air itu menjadi seperti sungai, di mana seluruh hidup kita dikuasai oleh Firman dan Roh, di mana hidup saudara tidak lagi terikat pada faktor-faktor lahiriah. Tidak lagi terus hidup dalam kedagingan (keterikatan, kelemahan, dosa, egoisme, keadaan sulit, merasa mampu sendiri), tapi mati terhadap diri saudara sendiri.
Tuhan terus menginginkan level air itu meningkat dan saudara terus dipenuhi oleh Roh-Nya. Dia ingin roh saudara menjadi kuat, menjadi satu dengan frekuensinya sorga. Tuhan ingin saudara meluap di dalam Roh. Naik di dalam Roh. Selalu hidup dalam kepenuhan Roh dan dalam dimensi Roh. 
Tuhan tetap mengukur dan terus mengukur kedalaman Firman dan Roh setiap pribadi. Berbahaya sekali jika kita tetap focus kepada hal-hal lahiriah dan mulai mengejar hal-hal yang lahiriah. Saudara akan bisa tiba-tiba terhenti, kehilangan panggilan hidup, tiba-tiba memberontak dan saudara bisa meninggalkan Tuhan.  Jadi jangan berhenti sebelum air Firman dan Roh itu menguasai hidupmu. Jangan berhenti pada level sebelumnya, Anda masih bisa kompromi dan mengutamakan pikiran kita. Kita harus keluar dari faktor-faktor lahiriah, dari dunia natural masuk ke alam spiritual, untuk menggenapkan seluruh kehendak Bapa.  Tuhan ingin kita terus bangun dalam rohmu, dan tidak kembali lagi ke faktor-faktor lahiriah. Hargai dimensi roh ini.
Kita lihat betapa dahsyat dampaknya kepada sekitar kita  jika aliran-aliran itu mengalir dari dalam roh dan dari dalam hati saudara.
Yeh 47Ay6-12
(Ezekiel 47:6)  Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.

(Ezekiel 47:7)  Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

(Ezekiel 47:8)  Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,

(Ezekiel 47:9)  sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

(Ezekiel 47:10)  Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

(Ezekiel 47:11)  Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

(Ezekiel 47:12)  Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Itulah gambaran dari orang yang kehidupannya dikuasai Firman dan Roh. Gereja yang level airnya seperti sungai kehidupan; dampaknya akan menjadi berkat kehidupan bagi kota dan bagi bangsa. Kehidupan itu harus meningkat. Pemahaman Firman harus meningkat. Saudara harus mengulang lagi firman yang saudara dengar, selidiki lagi, sehingga pemahaman firman itu meningkat. Saudara harus terus intensive-kan kehidupan rohani saudara, tingkatan doa dan penyembahan, waktu pribadi untuk keintiman dengan Tuhan. Jangan hanya berbahasa roh di gereja, lakukan itu juga di rumah. Intens hubunganmu dengan Tuhan.
Selalu deklarasikan Firman. Ketika firman dan Roh menguasai hidup kita, betapa dahsyatnya dampak yang kita terima.
Kis 2: 42-47
(Acts 2:42)  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

(Acts 2:43)  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

(Acts 2:44)  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

(Acts 2:45)  dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

(Acts 2:46)  Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

(Acts 2:47)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Lihat betapa dahsyatnya dampaknya, ketika hidup kita dikuasai oleh Firman dan Roh. Bukan cuma dirasakan pribadi orang-orang itu: bagaimana dia berubah karakternya, perobahan mentalitas, cara pikir, cara pandang bahkan seluruh sel dalam tubuhnya. Itu terjadi ketika Roh dan Firman kita ijinkan memimpin, mengontrol, memimpin, mengarahkan dan menguasai hidup saudara. Jaga terus level air, Firman dan Roh. Jangan puas hanya sampai sepinggang, jangan biarkan aliran-aliran sungai itu berhenti mengalir. Sebab itu Amsal 4:2 mengatakan: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena di situlah terpancar aliran-aliran kehidupan.
Jaga hati yang tempat lembut, hati tetap haus akan firman, hati yang dilatih, kadang-kadang dihajar oleh Roh Kudus melalui para pemimpin. Ijinkan hal itu. Jangan hati kita menjadi seperti trotoar, atau jangan juga menjadi tanah yang tipis. Itulah yang akan menjagai kita.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, mereka meningkatkan level kehidupan Firman dalam diri mereka, meningkatkan pemahaman firman, bertekun berarti berusaha menyelaraskan hidup saudara dengan firman. Pekerjaan, pikiran, selera diselaraskan dengan firman. Bertekun berarti mendengar, memikirkan dalam-dalam, membicarakan dan menghidupinya dan mentaatinya. Semua dalam konteks rumah rohani, bukan secara individu-individu saja. Itulah yang dilakukan pada jemaat mula-mula.
Mereka mendoakan tujuan kerajaan, supaya rencana Tuhan digenapi, semua yang belum pernah mereka doakan. Bukan untuk mendoakan kebutuhan dan keluarga mereka, tapi kepentingan Tuhan. Mereka berdoa dalam roh; menangkap pesan-pesan sorga; berdoa sesuai dengan kehendak dan menyelaraskan dengan kehendak Bapa. Mereka bertekun dalam kehidupan Roh dan Firman, sehingga ada dinamika Roh.
Ketika Roh dan Firman menguasai kita banyak hal berobah: hidup dalam nilai-nilai dan budaya Kerajaan.
Roh dan Firman itu menguasai mereka dan membentuk mereka; mereka tidak memiliki hubungan kekeluargaan secara fisik, tapi sekarang saling berbagi seperti saudara-saudara sekeluarga. Level air itu sudah seperti sungai; bukan budaya dan nilai-nilai mereka sendiri yang mereka pegang; sekarang sudah pakai budaya dan nilai-nilai kerajaan.
Jika firman dan Roh menguasai hidup kita tidak lagi kita berhitung untung-rugi, tidak mengukur dari hal-hal sementara, tapi mengejar yang kekal. Pusat aktivitas jemaat mula-mula bukan hanya di Bait Allah, tapi di rumah-rumah mereka; sehingga mereka disukai semua orang dan Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Gaya hidup mereka secara total sudah berubah.  Mereka menanggalkan identitas dan kepribadian mereka. Mereka mengenakan budaya dan gaya hidup kerajaan Allah.
Yes 59:21 Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.
RohKu dan FirmanKu; itu harus menguasai hidup kita. Terus Roh Kudus mengarahkan dan mengajar, menguasai, menuntun. Dan biarkan firman membentuk hidup kita. Roh dan Firman itu selalu bekerja sama.
Kis 4:32-35; 
(Acts 4:32)  Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

(Acts 4:33)  Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

(Acts 4:34)  Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa

(Acts 4:35)  dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Luk 14:25-27
(Luke 14:25)  Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:

(Luke 14:26)  "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

(Luke 14:27)  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Mark 3:20-21,31-35
(Mark 3:20)  Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.

(Mark 3:21)  Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

(Mark 3:31)  Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

(Mark 3:32)  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."

(Mark 3:33)  Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"

(Mark 3:34)  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

(Mark 3:35)  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Tuhan menghendaki kita mengutamakan hubungan spiritual jauh lebih daripada hubungan keluarga atau kekerabatan, bahkan supaya kita jangan menyayangkan nyawa kita sendiri : kepentingan kita, kebutuhan kita, dlsb.
Yesus berjalan dalam kuasa Roh Kudus sejak Ia dibaptiskan, tidak terikat pada faktor-faktor lahiriah. Ia mengutamakan Bapa. Yesus tidak bisa di-intervensi oleh ibunya sendiri, Maria (air menjadi anggur di Kana), menolak intervensi keluarga-Nya (Maria dan saudara-saudaranya).
Apa yang mereka lakukan:
1.        Mereka secara total menyerahkan diri mereka kepada Tuhan; hak pribadi, hak untuk menikmati hasil jerih-payah, hak memakai uang, hak untuk menikmati kenyamanan,
2.       Mereka secara TOTAL mengabdikan hidup kita kepada Firman perkataa Tuhan.
3.       Kita harus menghidupi kehidupan yang simple  dan bersahaja berdasarkan kebenaran dan prinsip-prinsip kerajaan.
4.       Mereka dimotivasi oleh kasih Kristus.
5.       Mereka mengabdikan diri mereka satu kepada yang lain (sehati-sejiwa-sepikir).
6.       Mereka memiliki kuasa dan power untuk mengatasi keterbatasan dan pencobaan.
7.       Mereka mengenal dan mengetahui bagaimana memberdayakan Roh Kudus (bebas berkarya).
Jemaat mula-mulai berkumpul dan belajar firman setiap hari, selalu, tetap bersatu, bertekun, sehati-sejiwa, membagi segala sesuatu, tidak ada yang berkurangan, disukai semua orang.  Itu artinya total. Kehidupan mereka secara total dikuasai oleh Firman dan Roh.
Mereka bukan menjalani kehidupa agamawi. Buka gaya hidup yang dibuat-buat. Bukan jaim. Bukan karena tampilan. Gaya hidup yang simple berdasarkan gaya hidup kerajaan dan kebenaran, sehingga kehidupan mereka disukai semua orang.  Kehidupan mereka menyentuh yang lain, dengan tampil apa adanya, tidak ada kesenjangan, tidak ada penghalang dan tembok pemisah. Inilah yang terhilang dari gereja, tidak bisa menyentuh masyarakat sekitarnya, ekslusive.  Mereka member kepada yang kekurangan supaya mereka bisa melanjutkan destiny mereka – perjalanan rohani mereka; bukan supaya mereka cukup makan dan pakai (sosial). 
Pohon-pohon itu tidak pernah kering, selalu berbuah, aliran sungai kehidupan membuat ikan-ikan berkeriapan. Air Laut Mati menjadi tawar.




Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...