Langsung ke konten utama

BEBERAPA RENUNGAN JULI 2016

AREA PEPERANGAN
Renungan 20-Juli-2016

Efesus 6:12  *karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,* tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa , melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Musuh kita adalah penguasa udara, bukan melawan darah dan daging. *Jangan mau kau diseret ke area darah dan daging.* *Itu akan membutakan rohmu, tidak lagi bisa melihat apa yang Allah sediakan dalam roh.* Kadang-kadang keadaan begitu halus untuk bisa dibedakan misalnya spirit of familiarity.


Efesus 6:13-18  *Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah,* supaya kamu dapat *mengadakan perlawanan* pada hari yang jahat itu *dan tetap berdiri*, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan *kebenaran* dan berbajuzirahkan *keadilan*, 
kakimu berkasutkan *kerelaan* untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 
dalam segala keadaan *pergunakanlah perisai iman*, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong *keselamatan* dan *pedang Roh, yaitu firman Allah,* dalam segala doa dan permohonan. *Berdoalah setiap waktu di dalam Roh* dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya *untuk segala orang Kudus,*

*Jika berperang di area daging (sifat natural) musuh kita yang berasal dari benih Iblis yang dilepaskan di Taman Eden akan mendekat:*
1. Kesombongan (self pride)
2. Pemberontakan (rebellion), tidak mau taat, tidak mau tunduk pada kebenaran dan otoritas yang lebih tinggi (Tuhan, orang tua, pemerintah, gereja), tidak mau didisiplin, tidak komit, tidak ikuti aturan.
3. Jika kita digeser kepada area natural/daging ditambah lagi serangan *spirit of familiarity* dari si jahat. Ini yang sangat tipis membedakannya. Kita terjebak di dalam RUTINITAS keagamawian, terjebak pada rutinitas keseharian, rutinitas bisnis, karier, kenyamanan, dll. Ini menyebabkan kita tidak fokus, lemah, jemu, lupa prioritas hidup ini, lupa tujuan hidup ini dan tidak bisa maju-maju dan meningkat. Karena merasa familiar tidak lagi hormat pada otoritas yang lebih tinggi, termasuk pada aturan, pada orangtuanya, suaminya, istrinya dan pada ketetapan-ketetapan  Tuhan, dlsb. Bahkan passion kita kepada Tuhan akan menurun.


*Jadi peperangan di area daging/natural tidak FAIR buat kita. Membuat kita bisa bersungut-sungut dan lemah.*

*Tapi jika kita tetap di area roh/spiritual maka kita memiliki iman+ perlengkapan 7senjata ALLAH. Amin.*


Gereja Tuhan harus waspada dan terus berdoa dan berusaha. Pengorbanan dan investasi spiritual kita tidak akan sia-sia dan DIA adalah Tuhan yang selalu mengingat dan mengukur level air roh/spirit kita, yaitu seberapa besar Roh dan Firman mengatur,memimpin dan menguasai hidup kita.

WAKTU ILAHI

TUHAN membuat Yusuf menjadi duta! Dia melangkah keluar, menerobos dari pakaian budaknya ke Istana!
Itu adalah perjalanan dari lubang ke Istana! Jenggotnya dicukur dan pakaiannya berubah, sebelum dia bertemu raja. Artinya: SIKAPNYA BERUBAH! Rencana dan ambisinya sendiri telah dihapus dan ia SIAP. Sebagaimana Esther, untuk datang kepada raja .... SIAP!
Sekarang banyak dari kita hanya MENUNTUT berkat terobosan mereka. Tuhan tau siapa yang SIAP. Bukankah Tuhan memiliki persediaan untuk kita?
IA yang mengawasi setiap bidang dalam kehidupan dan orang-orang?
WAKTU TUHAN bukan waktu terbaik, bukan saat yang tepat dan TAPI SELALU TEPAT dan dalam WAKTU ILAHI.
Berhenti mencari, mencari dan mengklaim, dan beristirahatlah untuk sementara waktu .... Persediaan yang Tuhan miliki di gudangNya adalah untuk kita, pertama untuk MELAYANI RENCANA-NYA, KERAJAAN-NYA, NAMA-NYA!
Dan duta-NYA harus siap untuk menerima apa yang TUHAN ingin berikan! Sehingga kita tidak akan jatuh karena ketenaran atau nama atau kekayaan atau apa pun!


HIDUP BENAR
Kepada mereka yang memiliki telinga dan mau mendengar!

Mazmur 119:1  Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

Mereka akan dibawa kepada perjalanan baru di mana mereka akan hidup lebih dekat kepada Allah daripada sebelumnya dan dari keintiman mereka dengan-Nya, mereka akan  diutus oleh Roh Kudus, untuk membagikan kasih-karunia Kristus dari keintiman nya dengan Dia.

Mereka tidak lagi melakukan karena kebutuhan, tetapi hanya oleh Roh dan hanya DIA yang memimpin dan mengutus mereka ...

Mereka akan melayani dengan pelukan Kristus kepada semua orang kepada siapa mereka melayani.

Mereka akan melayani dengan erat dan secara pribadi dan akan melakukannya dengan semangat yang kuat dan keyakinan Kasih Tuhan mengalir dari lubuk hati mereka, dan karena mereka melihat Dia di tempat yang intim ini, orang lain akan melihat mereka dan melihat-Nya juga.

Sahabatku, waktu telah berubah. Perubahan tidak sedang datang, perubahan itu ada di sini! Dunia telah menjadi semakin gelap. Ini adalah waktu untuk mencari cahaya.

Pada hari-hari ke depan kita akan melihat pemisahan dan pemisahan, dan pemisahan, seperti gandum akan dipisahkan dari lalang.

Kita sedang menjalani mil terakhir. Kita berada di saat-saat terakhir dari kasih karunia yang membersihkan, memurnikan, memangkas dan dipersiapkan.

Mari kita memberikan diri kita semua karena Dia datang untuk menguatkan kita dengan kuasa Nya dan dalam keperkasaan Roh-Nya!
- Hidup benar dengan TUHAN.

TRANCEND
Kehidupan rutin di bumi ini sangat dipenuhi dengan kehidupan yang natural. Hanya Sang Pencipta kehidupan yang tidak memiliki awal dan tidak ada akhir.

Allah mengundang kita untuk Transcend dari kehidupan natural ke kehidupan yang tidak ada awal atau akhir.
Hidup bukan dari dunia ini tetapi di dunia ini. Hidup dalam waktu tetapi bukan dari waktu.
Kehidupan yang tidak mulai dari kelahiran kita di bumi tapi kehidupan yang dulu (was) dan yang sekarang (is) dan yang akan datang (shall be).
Beralih (transcend) dari alam natural kepada alam supernatural kerajaan.

Ketika Yakub terbangun dari tidurnya katanya, "sesungguhnya Tuhan berada di tempat ini, dan saya tidak tahu itu." dan dia takut dan berkata, "betapa dahsyatnya  tempat ini! Ini adalah tidak lain dari rumah Allah, dan ini adalah pintu gerbang surga!" Gerbang digunakan secara metafora dalam Firman Allah. Itu berbicara mengenai pintu masuk, jalur akses, bagian, atau portal untuk transisi dari satu tempat ke lain. Dalam Alkitab itu juga digunakan secara kiasan sebagai undangan atau kesempatan, dan secara simbolis sebagai pemisahan dari alam natural dan supernatural kerajaan. Kita berada di musim mendengar suara Tuhan secara mendalam. Yesus berbicara kepada kita dengan Firman-nya, dalam mimpi, serta dalam kehidupan sehari-hari. Roh Kudus akan juga mengungkapkan gerbang surga untuk Anda dalam mimpi Anda. Ia mengundang kita untuk datang ke yang lebih tinggi tempat di mana kita akan menerima visi dan  perjumpaan ilahi (heavenly encounters), dan Dia memberikan promosi ke tingkat otoritas baru.
Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah (ascend) ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.  Wahyu 4: 1-2.

TUHAN TIDAK HANYA MENJADIKAN KITA BIASA-BIASA SAJA. DIA INGIN KITA MENEMPATI POSISI KITA YANG TEPAT DI ALAM ROH, SEHINGGA HIDUP KITA BISA BERDAMPAK KARENA KITA BISA MENGAKSES LANGSUNG SUMBER-SUMBER DARI SORGA.

SEGALA BERKAT BISA KITA AKSES PERTAMA-TAMA ADALAH UNTUK TUJUANNYA, UNTUK KEMAJUAN KERAJAAN NYA DAN BAGI KEMULIAAN NAMANYA.

BAGAIMANA kita bisa memiliki akses itu?
Ketika KARAKTER kita sudah diubahkan dari karakter yang natural kepada karakter yang supranatural.

SEPERTI YAKUB
Kejadian 32:28  Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
SEPERTI YUSUF
Mazmur 105:19, 21-22  sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.
Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya,
untuk memberikan petunjuk kepada para pembesarnya sekehendak hatinya dan mengajarkan hikmat kepada para tua-tuanya.

RUMAH BARU
TUHAN akan membangun rumah baru dengan dinding kebenaran (blessings of heaven), pintu akses (gateway to heaven) dan jendela-jendela kenaikan (windows of increase).
Ini adalah rumah Tuhan yang penuh dengan berkat yang terus-menerus, seperti yang diturunkan dari Abraham kepada Ishak, kepada Yakub dan kepada Yusuf; dan secara tipikal terus-menerus menurun kepada generasi selanjutnya, berkat-berkat yang kekal yang berasal dari benih spiritual Kristus.
Lihat, TUHAN telah menempatkan dan mereposisi kepemimpinan yang dipilih Nya untuk setia bagi pembangunan rumah Nya.

2 Raja-raja 7:2  Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

Jangan lah kita kita tidak percaya kepada perkataan pemimpin yang telah TUHAN pilih dan tempatkan buat pembangunan manusia batiniah kita - bait kudus Nya - atau Anda tidak akan pernah selesai dan mati, tidak akan mencapai destiny.

Atau Anda hanya akan menjadi penonton karena tidak bangkit juga karakter iman dalam dirimu.

Ketika Rumah Baru itu sudah terbangun IA membawa kita pada waktu-Nya dengan berkat-berkat dan perkenanan ILAHI.

The Power and Authority in My blood shall lift you from the pit of poverty and place you in the land of prosperity and supernatural abundance.

Be Expectant for My Spirit of Restoration shall come to restore and rebuild what the winds of destruction has S-C-A-T-T-E-R-E-D.
Watch for every mountain of difficulty and despair that has stood before you, They shall now bow low, for I AM sending forth a leveling Wind that shall remove every obstacle and clear every hindrance, for My Spirit Wind will forge a pathway for the Rivers of Refreshing and Revival to flow. My River brings forth Healing for the Nations.

DAHSYATNYA TUBUH KRISTUS
Kami merindukan kesatuan Tubuh Kristus, dimana KRISTUS sudah meletakkan kepala-Nya, menjadi kesatuan yang sempurna.

Kami merindukan kehadiran Tubuh Kristus nyata. Kesatuan Bapa, Putra dan Roh. PUTRA-Nya di bumi ini adalah Gereja-Nya. Gereja-Nya yang dibangun dan dibentuk, dipersiapkan oleh Firman; dan Roh-Nya yang dihembuskan sekali lagi dan untuk selamanya, PUTRA-Nya di bumi ini menjadi HIDUP.

Kesatuan Tubuh Kristus, siapakah yang dapat menandingi-Nya?
Membicarakannya membuat setan gemetar dan tidak dapat bersembunyi.

Siapa kah yang tidak melihat-Nya? Tidak ada orang buta yang tidak melihat-Nya.

Siapa kah yang tidak mengetahui-Nya? Tidak ada orang yang bodoh yang tidak mengetahui-Nya.

Mereka yang mengetahui-Nya dan melihat-Nya, tertunduk, tapi tidak bisa bersembunyi. Bergerak namun tidak bisa lari. Berontak namun tidak bisa lepas. Termanifestasi semua yang jahat dan tersembunyi, namun tidak berdaya di hadapan Tubuh Kristus.

Banyak anggota tapi SATU Tubuh.

Tiap anggota memiliki Visi, Kekuatan, Kemampuan, Kuasa dan Otoritas yang sama yang dialirkan dari KEPALA (GODHEAD).

Fungsi dan kasih-karunia anggota berbeda-beda tapi Tubuh memberikan suplai yang sama.

Dahsyat nya Tubuh Kristus!
Siapa kah yang belum melihat terangnya Tubuh Kristus.
Kemuliaannya lebih dari terang matahari.

Siapa kah yang tidak tunduk dalam kuasa Tubuh Kristus? Bukan hanya tsunami, seluruh semesta alam pun tunduk. Gunung-gunung menjulang berusaha membungkuk. Matahari dan bintang-bintang tersipu.
Hikmat manusia tidak ada artinya.
Teknologi menyelaraskan dirinya.
Bumi mencari pijakan yang benar. Bumi mendadani dirinya.
Lahirnya bumi yang baru.

Setiap langkah Tubuh Kristus adalah penghakiman dan pemulihan.  Kegentaran, ketakutan dan kematian bagi si jahat, menjadi berkat dan pemulihan bagi yang memanggil NAMA-NYA.
Di depan Nya Padang gurun, di belakang Nya seperti Taman Eden.

Keselamatan mereka membawa PUJIAN bagi-Nya. Puja dan puji di seluruh penjuru bumi. Seluruh sorga bersuka-cita menggemakan PUJIAN bagi Tuhan Semesta Alam.

Hosana bagi Dia yang duduk di atas Takhta! Pujian, kemuliaan, keagungan, kuasa dan kehormatan bagi Yesus! Anak Domba Allah yang telah disembelih. Hanya Kau yang layak menerima sujud sembah kami.

Yesaya 51:3  Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

Sebab Dia sedang mendirikan kerajaan-Nya di bumi;  (Wahy 11:15; 19:1-22:21). Tuhan sedang datang kembali untuk membinasakan kejahatan dan mendirikan kerajaan-Nya di bumi ini.

TRANSFORMASI INDONESIA BARU
Visi yang kita dapVisi yang kita dapatkan lewat pp JD begitu jelas dan kuat. Terlebih di musim ini, jalannya makin nyata seperti yang pp JD katakan lewat emailnya, sejak presiden baru dilantik, transformasi bangsa menuju Indonesia baru makin terwujud dan itu dapat terjadi di dalam waktu hidup kita.
Jadi kita sedang memasuki masa-masa transisi, masa-masa yang kritikal. Saudara-saudara bisa merasakan sendiri sensitivitas itu makin intens  di alam roh, bahkan di alam nyata, walaupun terkadang sulit untuk memahami dan menjelaskannya. Sebagian komponen bangsa ini mungkin menyangkal sensitivitas semacam itu, namun bukanlah masalah sama sekali.

Sebuah bangsa yang baru hendak dilahirkan secara realita, walaupun di alam roh kita sudah merayakannya sejak beberapa tahun lalu dan sudah dideklarasikan oleh pp Dj.

Transformasi bangsa ini sudah terjadi dalam pemberantasan korupsi, dalam penyelenggaraan pemerintahan, dalam pemilu daerah-daerah yang menghasilkan kepala pemerintahan yang kredibel dan kita bisa melihat hasil-hasil nyata pembangunan yang dilaksanakan mereka. Domain politik sekarang sedang didesain ulang, akan ada pranata dan paradigma baru yang berbeda, yang belum pernah terpikir. Domain agama akan mengalami proses keterbukaan yang dinamis dan kebenaran akhirnya akan menghancurkan benteng-benteng radikalisme sama sekali.

Saat proses kelahiran ini pasti terjadi kontraksi yang membuat ibunya mungkin mual, muntah, bingung dan kesakitan. Gereja Tuhan adalah ibu yang melahirkan bangsa ini. Setiap jemaat pasti merasakan sensitivitas dan kontraksinya dengan intensitas dan simptom yang berbeda-beda.

Dan Tuhan sekali lagi mengutus nabi dan rasul-nya, pp JD, untuk membidani kelahiran ini bulan Agustus mendatang. Kita gereja-Nya di Indonesia membutuhkan pengurapan yang segar, kekuatan dan keberanian yang baru, sehingga kabut yang masih menghalangi akan diangkat dan kejelasan (clarity) transformasi bangsa ini akan termanifestasi. Orang-orang Indonesia akan melihat dan merasakan tangan Tuhan (invisible hands) itu bekerjasama dengan gereja-Nya.

Diwaktu ini (in this hours) kita memiliki ekpektasi yang lebih besar. Kita memasuki momen yang besar (great moment), sehingga Tuhan pasti memberkati kita dengan kekuatan lebih besar (great empowerment). Karena itu kita harus memiliki rasa percaya yang besar (great confidence) bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil dan firman yang telah dilepaskan akan dilaksanakan dengan kuat dan tuntas. Tidak ada satupun yang dibiarkan gugur.


Di pihak kita, Tuhan ingin melihat iman yang tidak mementingkan diri sendiri dan iman yang radikal (selfless faith and radical faith) dari gereja-Nya.

Kita bersyukur bahwa kita sudah disatukan dalam panggilan-Nya ini dan di dalam kesatuan ini dengan Kristus (this union with Christ). Lewat firman-Nya dan kasih-karunia-Nya kita diposisikan di alam roh untuk menerima dan masuki teritori-teritori baru. Semuanya yang akan kita terima di teritori yang baru adalah sesuatu yang baru, cara Tuhan yang baru, sudut pandang yang baru, detail yang baru, akurasi yang baru, dimensi yang baru, level pengenalan Tuhan yang baru, level stature yang baru, level kesatuan yang baru, kekuatan yang baru, hikmat yang baru, keberanian yang baru, getaran yang baru (kepekaan), frekuensi yang baru yang lebih jelas, yang bisa membedakan.

Dan dengan anugerah dan kasih-karunia-Nya yang supranatural yang dilepaskan melalui bapa-bapa rohani kita, mari kita lanjutkan dan selesai kan dengan kuat, dengan baik dan dengan sempurna apa yang sudah dimandatkan.

Saya bersyukur memiliki banyak saudara di dalam rumah rohani, yang terus-menerus menginfus aliran-aliran Roh dan Firman, sehingga meresonansi kekuatan yang dahsyat dan supranatural sampai kita menjadi selalu siap digerakkan memasuki teritor-teritori baru dan kota-kota baru.
atkan lewat pp JD begitu jelas dan kuat. Terlebih di musim ini, jalannya makin nyata seperti yang pp JD katakan lewat emailnya, sejak presiden baru dilantik, transformasi bangsa menuju Indonesia baru makin terwujud dan itu dapat terjadi di dalam waktu hidup kita.
Jadi kita sedang memasuki masa-masa transisi, masa-masa yang kritikal. Saudara-saudara bisa merasakan sendiri sensitivitas itu makin intens  di alam roh, bahkan di alam nyata, walaupun terkadang sulit untuk memahami dan menjelaskannya. Sebagian komponen bangsa ini mungkin menyangkal sensitivitas semacam itu, namun bukanlah masalah sama sekali.

Sebuah bangsa yang baru hendak dilahirkan secara realita, walaupun di alam roh kita sudah merayakannya sejak beberapa tahun lalu dan sudah dideklarasikan oleh pp Dj.

Transformasi bangsa ini sudah terjadi dalam pemberantasan korupsi, dalam penyelenggaraan pemerintahan, dalam pemilu daerah-daerah yang menghasilkan kepala pemerintahan yang kredibel dan kita bisa melihat hasil-hasil nyata pembangunan yang dilaksanakan mereka. Domain politik sekarang sedang didesain ulang, akan ada pranata dan paradigma baru yang berbeda, yang belum pernah terpikir. Domain agama akan mengalami proses keterbukaan yang dinamis dan kebenaran akhirnya akan menghancurkan benteng-benteng radikalisme sama sekali.

Saat proses kelahiran ini pasti terjadi kontraksi yang membuat ibunya mungkin mual, muntah, bingung dan kesakitan. Gereja Tuhan adalah ibu yang melahirkan bangsa ini. Setiap jemaat pasti merasakan sensitivitas dan kontraksinya dengan intensitas dan simptom yang berbeda-beda.

Dan Tuhan sekali lagi mengutus nabi dan rasul-nya, pp JD, untuk membidani kelahiran ini bulan Agustus mendatang. Kita gereja-Nya di Indonesia membutuhkan pengurapan yang segar, kekuatan dan keberanian yang baru, sehingga kabut yang masih menghalangi akan diangkat dan kejelasan (clarity) transformasi bangsa ini akan termanifestasi. Orang-orang Indonesia akan melihat dan merasakan tangan Tuhan (invisible hands) itu bekerjasama dengan gereja-Nya.

Diwaktu ini (in this hours) kita memiliki ekpektasi yang lebih besar. Kita memasuki momen yang besar (great moment), sehingga Tuhan pasti memberkati kita dengan kekuatan lebih besar (great empowerment). Karena itu kita harus memiliki rasa percaya yang besar (great confidence) bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil dan firman yang telah dilepaskan akan dilaksanakan dengan kuat dan tuntas. Tidak ada satupun yang dibiarkan gugur.


Di pihak kita, Tuhan ingin melihat iman yang tidak mementingkan diri sendiri dan iman yang radikal (selfless faith and radical faith) dari gereja-Nya.

Kita bersyukur bahwa kita sudah disatukan dalam panggilan-Nya ini dan di dalam kesatuan ini dengan Kristus (this union with Christ). Lewat firman-Nya dan kasih-karunia-Nya kita diposisikan di alam roh untuk menerima dan masuki teritori-teritori baru. Semuanya yang akan kita terima di teritori yang baru adalah sesuatu yang baru, cara Tuhan yang baru, sudut pandang yang baru, detail yang baru, akurasi yang baru, dimensi yang baru, level pengenalan Tuhan yang baru, level stature yang baru, level kesatuan yang baru, kekuatan yang baru, hikmat yang baru, keberanian yang baru, getaran yang baru (kepekaan), frekuensi yang baru yang lebih jelas, yang bisa membedakan.

Dan dengan anugerah dan kasih-karunia-Nya yang supranatural yang dilepaskan melalui bapa-bapa rohani kita, mari kita lanjutkan dan selesai kan dengan kuat, dengan baik dan dengan sempurna apa yang sudah dimandatkan.

Saya bersyukur memiliki banyak saudara di dalam rumah rohani, yang terus-menerus menginfus aliran-aliran Roh dan Firman, sehingga meresonansi kekuatan yang dahsyat dan supranatural sampai kita menjadi selalu siap digerakkan memasuki teritor-teritori baru dan kota-kota baru.








Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...