Langsung ke konten utama

Hari-hari Sorga Di Bumi

DAYS OF HEAVEN ON EARTH
By Ps. Dr. Jonathan David

Kita perlu memasuki dimensi yang Tuhan sudah sediakan supaya kita mengalami hari-hari sorgawi di bumi ini.  Dimensi itu diberikan di bumi ini karena Ia ingin kita mengenal kasih karuniaNya, mengenal waktu-waktunya, mengenal rencanaNya dan masuk dalam penggenapan firmanNya. Mengalami hari-hari sorgawi di bumi ini berarti mengalami: penggenapan nubuatan, penyediaan ilahi, perlindungan dan kemajuan yang pesat. Ia ingin menampilkan kita sebagai representasi putra-putri kerajaan.



This is the year of extraordinary prophetic fulfillment, provision, protection and progress.

Inilah perkataan Tuhan mengenai rencanaNya bagi hidup kita. Kita harus dapat hidup dalam rencanaNya ini. Berarti ada dimensi-dimensi sorgawi yang sudah Tuhan karuniakan bagi yang percaya dan telah memiliki ikat-janji dengan Tuhan.

Dimensi Tahun ini itu adalah mengalami hari-hari sorgawi di bumi ini dalam: penggenapan nubuatan, penyediaan ilahi, perlindungan dan kemajuan yang pesat.

Kita harus masuk dalam dimensi itu. Ini adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Ini adalah perwujudan dari rencana dan kasih karunia Tuhan buat hidup kita demi tujuanNya dan atas dasar kerelaan hatiNya yang sejak semula sudah ditetapkan menjadi takdir bagi orang percaya sejak sebelum bumi diciptakan (Ef 1:3-23).

Kita hanya perlu memasuki dimensi yang Tuhan sudah sediakan supaya kita mengalami hari-hari sorgawi di bumi ini.  Dimensi itu diberikan di bumi ini karena Ia ingin kita mengenal kasih karuniaNya, mengenal waktu-waktunya, mengenal rencanaNya dan masuk dalam penggenapan firmanNya.

Dan firman ini sampai kepada kita karena Ia ingin kita masuk kedalamNya, mewujudkan dan terwujud sesuai firmanNya. Ia ingin kita masuk dalam rencanaNya, atas kegenapan nubuatanNya bagi penyediaan, perlindungan dan kemajuan kerajaanNya. Kita adalah gerejaNya yang menjadi bagian dari perwujudan semua kegenapan rencana Allah itu.

Ia ingin menampilkan kita sebagai representasi putra-putri kerajaan. Ia ingin dunia melihat tampilan dan kenyataan yang berbeda dari putra-putri kerajaan sorga, bukan kerajaan dunia ini.

Ia ingin kita dapat memuliakan Bapa seperti Dia sudah memuliakan Bapa ketika ada di bumi ini dengan ukuran kemuliaan yang penuh, yaitu kemuliaan Tubuh Kristus. Yesus Kristus ditinggikan di sorga, tapi Tubuh Kristus ditinggikan di bumi ini supaya menarik semua orang kepadaNya. Sejak semula dan untuk selama-lamanya bumi ini adalah tumpuan kakiNya.

Rencana Tuhan tidak bergantung dari keadaan kita dan dunia ini. Pikiran Tuhan jauh melebihi pemikir mana pun seperti jauhnya langit dan bumi. Jangan biarkan pikiranmu dan takaranmu menjadi penghalang bagimu untuk memasuki dimensi ini. Tidak ada jalan dan caranya kecuali percaya dan menyambutnya dengan sukacita.

Dimensi ini hanya disediakan bagi orang percaya dan bagi mereka yang sudah disiapkan Tuhan. Kita tidak sedang mencari kesempatan-kesempatan (opportunities) tapi Tuhan sudah menyiapkannya untuk hari-hari ini.

Yusuf sudah melalui proses yang panjang untuk mencapai hari-hari ini. Nuh menyiapkan bahtera untuk mencapai ‘bumi yang baru’ dan menjadi orang terkaya sedunia. Melalui persembahan hidup Nuh, Tuhan menghapus kutuk atas bumi ini untuk selamanya (Kej 8:21-22).

Kini gerejaNya sedang dipersiapkan untuk mencapai terwujudnya bumi yang baru.

Apa yang Tuhan sediakan dan persiapkan untuk menolong kita masuk kepada dimensi Tahun ini ini?

1. Tuhan memberikan kita posisi spiritual yang baru.
Sorga-sorga akan terbuka dan musuh akan dibuang dalam kekalahan. Pekerjaan musuh akan diakhiri karena Dia akan mencatatkan nama-nama kita di sorga. Bersuka-citalah karena namamu akan ditinggikan di sorga.

2. Tuhan akan berbicara kepada kita dan menolong membukakan mata kita untuk melihat dan membukakan telinga kita untuk mendengar dan membukakan hati kita untuk dapat menyadari dan membedakan.

Tanpa mata yang melihat, kita tidak punya petunjuk dan tidak dapat mempercayai Dia sepenuhnya dan mulai berusaha dengan kekuatan kita sendiri. Banyak orang yang tidak percaya kepadaNya karena mereka tidak dapat melihat. Tuhan ingin membukakan hal-hal ini. Lihatlah hal-hal yang tidak kelihatan, maka kita akan dapat melakukan hal-hal yang mustahil. Banyak orang yang tidak dapat melihat kesempatan maka dari itu kesempatan berlalu dari mereka. Kebanyakan hanya melihat masalah, namun kita harus dapat melihat kesempatan dalam setiap masalah.

3. Rumah-rumah akan dibukakan dan kota-kota akan dibukakan.

Keluarga-keluarga baru akan membuka diri mereka, mengingini untuk menerima Yesus dan pertobatan dan kuasa pemulihan sehingga dengan mudah kita membawa Kerajaan Allah kepada mereka. Ketika kita memasuki rumah atau kota, itu bukan mengenai undangan mereka kepada kita, tetapi ketika kita masuk, kita membawa damai sejahtera ke rumah itu. Jika kita tidak berubah, tidak ada hal yang berubah. Jika Tuhan ada di sana dan kita masuk, kita menemukan dan membawa Kerajaan Allah kepada mereka di sana. Kebanyakan kita terlalu sibuk mengurusi urusan sendiri dan tidak ada waktu untuk mereka.


Tuhan membukakan rumah-rumah dan keluarga-keluarga. Jika kita menghendaki ini terjadi, kita harus menjadi pekerja. Kita tidak bisa mengharapkan orang dilahirkan kembali jika kita tidak melakukan apa pun. Jika kita tidak pergi, kerajaan tidak mendatangi hidup mereka. Iman dan pengharapan kita harus bangkit. Kasih-karunia akan mendatangi kita dan mengijinkan kita berjumpa dengan Tuhan. Dan kita akan mengalami hari-hari sorga di bumi.


Hal apa saja yang harus dipersiapkan?

Penghalang terbesar adalah pikiran kita. Pikiran itu harus diselaraskan dan diperbarui terus; diupgrade dan diupdate oleh Roh Kudus. Peperangan terbesar bukan di pikiran, tapi pikiran adalah penghalang terbesar. Roh kita harus mengatasi segala keadaan dengan pertolongan Roh Kudus yang memerdekakan kita dan memampukan kita.

Kita harus menang dan berada di atas segala persoalan dan mengatasi segala keadaan. Bagaimana bisa? Sebenarnya kita tidak bergumul dengan keadaan, tetapi kita selalu bergumul dengan firman Tuhan sampai firman itu telah selesai menguji kita dan menyetujui kita naik ke level yang berikutnya.

(Psa 105:19)  sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.

Hal apa saja yang harus dilakukan?

Kita harus menangkap perkataan Tuhan dengan serius. Jangan hanya mendengar dan tidak melakukannya, dengan demikian menipu diri kita sendiri. Tuhan ingin kita mengambil firman-Nya dengan serius sehingga kita melekat dengan perkataan-Nya itu. Mereka yang melekat dengan perkataan-Nya akan melihat hari-hari sorga. Di mana pun itu perkataan-Nya melekat, di dalam bisnis, mendidik anak-anak, mengenai keluarga, dst. Kita akan melihat hari-hari sorga di area tersebut.

Pertama: buang “ke-akuan” mu. Kita harus mencapai apa yang Yesus sudah capai di Taman Getsemani yaitu menyerahkan kehendak kita kepada kehendak Allah. Murid-murid menyeberang bersama dengan Dia, tetapi mereka tidak bisa mencapai dimensi “menyerah kepada kehendak Bapa”. Saudara harus masuk ke dalam dimensi “menyerahkan kehendakmu” dan “taat”!

Waktunya bagi saudara untuk menyebrang kepada dimensi yang lebih tinggi tergantung dari kapasitas rohmu dan penyerahan hidup saudara.

Bagaimana memasuki dimensi days of heaven on the earth di tahun yang Tuhan sediakan ini?

Selain persiapan-persiapan dan proses di atas,

Kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan.

(Rom 12:1)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang 1hidup, yang 2kudus dan yang 3berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang 6sejati.

(Rom 12:2)  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh 7pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah 4kehendak Allah: apa yang 5baik, yang berkenan kepada Allah dan yang 6sempurna.

Perhatikan hal-hal ini:

  1. Living sacrifice
  2. Willing sacrifice / pleasing sacrifice
  3. Holy sacrifice
  4. Spiritual sacrifice
  5. Acceptable sacrifice
  6. Reasonable sacrifice
  7. Transformed sacrifice

Pikiran kita:

1.Mind of the Lord
2.Mind of Christ
3.Mind of the Spirit
 4. Spiritual Mind
5. A cruddle Mind / Sons of disobidience
6.A natural mind
7. A Debrave mind / rapaobat

Memperbarui pikiran adalah sebuah proses, bertahap dari satu level pikiran ke level yang lain.


Postingan populer dari blog ini

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

KUASA IKAT JANJI (Bagian 2)

Upper Room 180 - 4 Maret 2025 Dr. Jonathan David "Perjalanan ikat janji" adalah perjalanan di mana Allah membawa Abraham masuk ke dalam hubungan yang mendalam, di mana Allah menjadi sumbernya dan berjanji untuk menyertai serta mengubah segala sesuatu di mana pun Abraham berada. Dalam perjalanan ini, identitas Abraham tidak lagi didasarkan pada latar belakang lahiriahnya. Yesus mengatakan ini untuk menekankan bahwa hubungan spiritual berdasarkan ketaatan kepada kehendak Allah lebih penting daripada hubungan darah. Bahayanya adalah jika kita terlalu terikat pada kewajiban dan identitas lahiriah sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan tugas Tuhan. "Penebusan sejati" adalah pembebasan dari diri sendiri, ketakutan, pola pikir lama, dan identitas yang dibentuk oleh hal-hal duniawi. Identitas sejati kita ada di dalam Kristus, dan tujuannya adalah untuk semakin serupa dengan-Nya, melepaskan keakuan agar dapat memperoleh Kristus. Tuhan ingin mengubah bangsa-bangsa mel...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2 Ps. Djonny Tambunan Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman. Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah: Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya : Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus. Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya. Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus. Peran Roh Kudus : Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging. Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adal...

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride - Session 08

Karakteristik Gereja Sebagai Kekasih Tuhan - Sesi 08 Tema masih membahas tentang karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan sebagai kekasih-Nya , menggunakan Kidung Agung dan perumpamaan bunga bakung di antara duri . Analogi utama yang digunakan adalah kisah Gadis Sunem dalam Kitab Kidung Agung dan hubungannya dengan Kekasihnya dan Raja Salomo. Membandingkan kecantikan lahiriah seorang gadis dengan keindahan batiniah yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri , menekankan bahwa Allah lebih tertarik pada hati dan kesetiaan rohani daripada penampilan luar atau upaya manusia. Lebih lanjut, Kidung Agung mengilustrasikan prinsip ini melalui kisah Raja Salomo, gadis Sunem, pemilihan Daud sebagai raja, dan ajaran Yesus tentang bunga bakung di ladang , yang menunjukkan bahwa nilai sejati di mata Tuhan terletak pada kualitas batin yang ilahi . Kid 2:1 [Gadis Sunem] Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2  —  [Salomo] Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah m...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Preparing the Bride - Session 04

Gereja sebagai Kekasih Tuhan Khotbah ini membahas karakteristik gereja yang ideal menurut pandangan Tuhan. Kitab Kidung Agung menjadi fokus utama kita untuk menganalisis hubungan antara mempelai wanita dan kekasihnya sebagai analogi untuk hubungan antara gereja dan Kristus. Kita akan melihat perbandingan Adam pertama dan Adam terakhir dari 1 Korintus, serta peran wanita dalam kejatuhan dari 1 Timotius, untuk menekankan pentingnya kesetiaan dan ketahanan gereja terhadap godaan. Selain itu khotbah ini menggali peran Kristus sebagai Gembala melalui berbagai ayat Perjanjian Lama dan Baru, menyoroti kasih dan pengorbanan-Nya bagi umat-Nya. Tema Utama: Karakteristik Kehidupan Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya Pendahuluan: Pembahasan ini penting bagi pengikut Tuhan dan umat-Nya. Tujuan Tuhan lebih dari sekadar menyelamatkan; Ia ingin gereja menjadi kekasih-Nya yang sejati dan hidup manunggal dengan-Nya. Firman Tuhan (Rhema) membimbing perjalanan iman. Gereja sebagai Kekas...

PREPARING THE BRIDE - SESSION 03

❤️ Kidung Agung: Gambaran Gereja Sebagai Kekasih Kristus Khotbah ini mengacu pada kitab Kidung Agung dalam Alkitab untuk menggambarkan  hubungan kasih antara Kristus (Sang Mempelai Pria) dan Gereja (Sang Mempelai Wanita). Kisah cinta dalam Kidung Agung adalah gambaran untuk kesetiaan dan pengorbanan dalam hubungan spiritual ini. Khotbah juga menyinggung tokoh-tokoh Alkitab lainnya, seperti Adam, Hawa, dan Raja Salomo, untuk memperkuat poin-poin teologis (logika Tuhan) tentang dosa, penebusan, dan hikmat ilahi. Inti dari khotbah ini adalah untuk mendorong pendengar agar memiliki hati yang haus akan Tuhan dan merespons pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka, seperti mempelai wanita yang setia menantikan kedatangan mempelai prianya.                                              Pendahuluan Saudara-saudara diharapkan memiliki hati yang haus dan lapar aka...