Langsung ke konten utama

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi


Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja, bahkan hari ini. Lebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang (from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5).


Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran ....

(14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kepada Yosua, bahwa Aku benar-benar akan menghapuskan ingatan Amalek dari kolong langit." (15) Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya "Yahweh-nissi" [TUHANlah panji-panji kami!]; (16) dan dia berkata, "Tuhan telah bersumpah bahwa Tuhan akan berperang melawan Amalek dari generasi ke generasi."
(terjemahan bebas, baca juga Ulangan 25:17-19)

Ini adalah asal perang pribadi Allah melawan orang Amalek, anak Elifas, putra Esau-Edom. Amalek mewakili mereka yang memiliki masalah dengan cinta uang.

Ketika Amalek menyerang Israel, keinginan mereka adalah untuk mencuri kekayaan orang Israel, upah yang mereka dapatkan sebagai pembayaran selama berabad-abad perbudakan di Mesir (Kel. 12:36). Allah kemudian menempatkan Amalek di bawah kutukan, yang menempatkan mereka pada Periode Kutukan. Dengan kata lain, Allah memberikan Amalek 414 tahun rahmat untuk bertobat dan mencegah penghakiman ilahi yang akan memukul mereka. Ya, Tuhan memberikan anugerah kepada semua orang tanpa kecuali, tetapi pertobatan (menguji dirinya, seperti yang kita lihat dalam 1 Kor. 11:28) diperlukan untuk menghindari penghakiman ilahi.

Nama baru terungkap dari Allah adalah Yahweh-nissi. Dia adalah panji-panji perang kita, standar ilahi (standar Kerajaan Allah) yang memimpin pasukan ke medan perang. Terlepas dari pimpinan-Nya, semua perang adalah hal-hal duniawi yang harus dihindari. Hanya Allah yang mampu menentukan apa yang namanya peperang dan bagaimana kita menghadapinya. Hanya mereka yang dipimpin oleh Roh Allah dapat mengklaim memiliki Yahweh-nissi memimpin mereka.

Tuhan juga memerintahkan Musa untuk mengingat. Tapi kemudian kita tidak menemukannya atau menyebutkan hal ini lebih lanjut dalam Kitab Suci sampai zaman Raja Saul berabad-abad kemudian. Seolah-olah Tuhan "lupa" tentang hal itu sampai 1 Samuel 15. Kuncinya adalah mengetahui bahwa Allah menempatkan Amalek pada Periode Kutukan - masa tenggang 414 tahun. Dengan kronologi Alkitab, rentang waktunya adalah dari tahun Keluaran (2448 tahun dari Adam) sampai tahun ke-18 dari Saul pada tahun 2862.

Anda lihat, itu 480 tahun dari Exodus ke tahun ke-4 pemerintahan Salomo ketika fondasi untuk Bait Suci diletakkan (1 Raja-raja 6: 1). Ayahnya, Daud, meninggal empat tahun sebelumnya, 476 tahun setelah Eksodus. Karena Daud memerintah 40 tahun, kita tahu bahwa pendahulunya, Saul, telah meninggal 436 tahun setelah Eksodus. Saul meninggal pada tahun ke-40, jadi tahun yang ke-18 adalah 414 tahun setelah Eksodus.

Yusuf, Daud, dan Saul semua diuji di tahun ke-18 mereka. Ini adalah sifat dari angka 18.

Sebagai raja, panggilan Saul adalah untuk menjadi hakim Allah di bumi untuk memenuhi kehendak (hukum-hukum) Allah. Dia gagal membawa penghakiman penuh atas Amalek ketika berakhir masa tenggang itu (Periode Kutukan). Sebaliknya, Saul terbawa oleh spirit cinta uang (keserakahan) – mengambil yang terbaik dari kambing domba dan lembu yang dijarah dari Amalek. Ia berpikir bahwa Allah tidak akan keberatan jika dia tidak menaati Allah untuk tujuan yang baik (1 Sam. 15:15). Tentunya Allah akan memahami dan harus setuju.

Saul juga membiarkan Raja Agag tetap hidup, bersama dengan keluarganya. Salah satu keluarganya akhirnya menghasilkan Haman, orang Agag. Menurut hukum Alkitabiah, seseorang hanya dapat melepaskan  seseorang dari hukuman jika ia bersedia menanggung ke atas dirinya sendiri tanggung jawab (kewajiban) untuk dosa orang itu. (Ini adalah apa yang Yesus lakukan dalam rangka untuk membebaskan kita.) Dengan prinsip ini, Saul mengambil tanggung jawab dosa Agag dari kutukan penghakiman.

Untungnya bagi Saul, bagaimanapun, Samuel mengeksekusi Agag (1 Sam. 15:33). Ini mengubah kewajiban Saul dari Periode Kutukan kepada Waktu Penghakiman (yaitu, "akhir ketaatan"). Jika Samuel tidak melakukan ini, Saul akan mati di tempat Agag oleh tangan Allah. Sebaliknya, penghakiman Saul telah dimodifikasi 414-434, yang merupakan faktor Waktu Penghakiman dalam nubuatan.

Saul mengalihkan siklus waktu Amalek dan ditempatkan pada siklus Waktu Penghakiman Israel yang telah dimulai ketika 10 mata-mata memberi laporan yang sesat dan menunda masuk Israel ke Tanah Perjanjian. Yang terjadi pada tahun 2450 dari Adam. Saul meninggal 434 tahun kemudian di tahun 2884, yang merupakan tahun ke-40 ia memerintah atas Israel.

Manusia tidak memahami penghakiman jangka panjang Tuhan, dan mereka salah paham mengenai tujuan masa anugerah (grace and grace period). Ketika anugerah Allah menunda penghakiman melebihi beberapa tahun atau satu generasi, mereka berpikir Tuhan telah melupakan sama sekali. Kemudian ketika masa anugerah itu berakhir dan penghakiman dilakukan, mereka selalu terkejut dan mempertanyakan keadilan Allah.

Pelajaran utama dari insiden dalam kehidupan Saul adalah bahwa Saul mengadopsi spirit Amalek, yang merupakan semangat keserakahan - cinta uang. Sebagai tipe pemimpin Pantekosta, ia juga mengatur pola Gereja di bawah Pentakosta pada siklus Jubilee 40 tahun terakhir. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja, bahkan hari ini. Ini, lebih dari apa pun, telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang (from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5).

Spirit Amalek muncul kembali dalam waktu Ester. Tidak ada yang tahu pasti siapa raja Persia memerintah pada saat itu. Dari kisah Alkitab tahu dia sebagai Ahasyweros, tetapi raja sering dikenal dengan berbagai nama. Nama ini tidak diketahui sebagai salah satu catatan Persia. Sebagian percaya dia adalah Raja Xerxes, yang memerintah selama 20 tahun 485-465 SM.

Saya pribadi menemukan hal menarik, bahwa tahun 2012 adalah 6 x 414 tahun setelah tahun 473 SM. Ini adalah tahun ke-13 Xerxes memerintah, dan saya menduga bahwa itu adalah tahun dimana Haman dihukum dalam kitab Ester. Jika demikian, maka kampanye Doa Pembebasan Ilahi di Purim 2012 akan langsung dihubungkan dengan penyelesaian penghakiman ilahi atas Haman dan Amalek.

Amalek telah diberi tenggang waktu yang panjang (long grace period) untuk bertobat. Mereka tidak memiliki alasan. Kerajaan perbankan Amalek berada di bawah pengepungan raja-raja dari Timur, dan itu akan segera jatuh. Kampanye doa pada tanggal 8-9 Maret 2012 adalah waktu di mana para pemenang harus dipimpin oleh Yahweh-nissi menghadapi peperangan rohani melawan spirit Amalek.

Satu-satunya yang benar-benar dapat memenangkan perang ini adalah mereka yang hatinya telah dibersihkan dari spirit Amalek, yang merupakan cinta uang dan keserakahan. Selama kampanye doa ini, ada kemungkinan bahwa banyak (jika tidak semua dari kita) akan dihadapkan dengan semacam ujian pada area ini, dalam kehidupan kita. Untuk beberapa, tes akan mudah; bagi orang lain mungkin sulit. Itu benar-benar tergantung pada bagaimana kita telah berurusan dengan masalah ini di masa lalu.

Peperangan rohani dimenangkan dalam batas-batas kapasitas roh sendiri. Tetapi karena kita masing-masing adalah bagian dari tubuh yang lebih besar - untuk siapa kita menjadi perantara dan bersyafaat - kemenangan pribadi kita bermanfaat bagi seluruh tubuh.

Pertempuran ini ditujukan untuk satu masalah utama lainnya. Tidak hanya itu ditujukan terhadap cinta uang dan keserakahan, tetapi juga ditujukan terhadap spirit balas dendam.

Anda akan melihat bagaimana Rasul Paulus berkaitan dengan topik balas dendam dan bagaimana hukum ilahi memperlakukan juga. Lev. 19:18 mengatakan, "Anda tidak akan menuntut balas." Dalam Ul. 32:35 Tuhan berkata, "Pembalasan adalah milik-Ku." Pembalasan Tuhan dilakukan dari hati yang mengasihi dan keadilan sejati. Ketika orang menghakimi dengan keinginan daging sendiri, ia sudah berada diluar pengharapan Allah.

"Pembalasan" Allah hanyalah penerapan keadilan sebagai ketetapan hukum-Nya. Hal ini bukan jahat. Jika kita memiliki pikiran Kristus, kita dapat memenuhi syarat sebagai "avengers of blood," orang-orang yang disebut sebagai penjaga untuk melindungi yang tidak bersalah.

Teachings by Dr. Stephen Jones
Orgininal Document please click HERE


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...