Langsung ke konten utama

MEMBANGUN GEREJA DI ATAS PILAR SION – Bagian2

PILAR PERTAMA – DIMENSI PERKATAAN – bagian 2
By Dr. Jonathan David 6 Juli 2014

Seringkali gereja membangun dengan pertemuan-pertemuan (meetings) bukan dengan perkataanNya.Kita sedang membangun orang-orang yang tidak percaya dan tidak sepenuhnya mempercayai perkataanNya. Gereja dipenuhi oleh orang-orang yang tidak taat dan orang yang hanya taat sebagian. 

Tuhan telah memiliki cetak biru (blueprints) dan siap untuk membangun rumah. Rencana sudah disetujui dan tidak seorang pun dapat menghentikannya. Ketika kita akan membangun rumah kita merasa begitu bersemangat seperti juga ketika kita merenovasi rumah. Tembok-tembok baru dibangun dan tembok-tembok lama diruntuhkan. Jangan menjadi sentimentil akan bagian tertentu dari rumah itu. Untuk Tuhan dapat membangun sesuai dengan patron, tembok-tembok lama harus diruntuhkan atau jika tidak kita tidak akan melihat hal yang baru. Apakah kita siap untuk bangunan yang baru dan pewahyuan yang baru? Aktivitasnya bukanlah aktivitas yang natural. Semua terhubung dengan sorga, Tuhan, sumber-sumberNya, anugerahNya, dll. Kita tidak melihat kemampuan sendiri atau rekening bank.

Tangkap itu dari sorga, sebab Sion bukanlah dalam bentuk natural biasa. Kita harus bergerak lebih tinggi. Pilar Sion bukan keduniawian. Fondasinya bukan di bumi. Fondasinya di sorga.

Apa yang telah kita pelajari di GLS dan ITIP tidak bisa mundur lagi tapi terus bergerak maju.

Kita harus merestrukturisasi gereja untuk meletakkan dasar bagi hal-hal yang baru ini. Banyak hal-hal baru akan terjadi. Orang-orang baru dan keluarga-keluarga baru akan datang. Teman-teman karib kita akan dijamah oleh kuasa Tuhan. Mereka yang tidak mengenal Tuhan akan mengenalNya, mereka yang sudah mengenalNya akan bertumbuh lebih lagi di dalamNya. Membuat gereja menjadi siap. Untuk hal-hal yang baru terjadi, harus ada koordinasi yang tepat. Kita membutuhkan kekuatan baru dibangkitkan. Kita tidak membutuhkan orang-orang di belakang layar untuk mendukung, tapi orang-orang yang berdiri di samping kita.

(Mat 13:3)  Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

(Mat 13:4)  Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

(Mat 13:5)  Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

(Mat 13:6)  Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

(Mat 13:7)  Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

(Mat 13:8)  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

(Mat 13:9)  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Buatlah hidup ini menjadi berarti buat orang lain. Mudah untuk hidup bagi diri sendiri, tapi merupakan pengorbanan lebih jika kita hidup bagi orang lain. Untuk hidup yang sembrono kita tidak butuh hikmat, tapi untuk menjalankan hidup yang berarti kita harus berhikmat.

Ada 2 macam rumah yang bisa kita bangun: rumah yang akan bertahan atau rumah yang akan roboh. Dunia ini dipenuhi dengan rencana-rencana. Kita membangun rumah bukan untuk masa sekarang tapi untuk masa depan. Pernikahan bukan untuk sekarang tapi untuk masa depan.Ketika kita membangun rumah dan merencanakannya berarti kita sedang membangun masa depan. Ketika kita membangun suatu bisnis itu bukan untuk sekarang tapi untuk masadepan. Bangunlah sesuatu yang akan bertahan; keluarga, pikiran, karakter, tingkah-laku, dll. Bangun sesuatu yang tidak dapat hancur.

Lima tahun kedepan dari sekarang sampai tahun 2020, kita mempunyai tugas penting untuk membangun gereja. Tuhan mengatakan: Ambil 5 atau 6 tahun mendatang ini untuk membangun ulang gereja. Kita harus melindungi setiap orang di dalam rumah. Nuh telah membangun bahtera untuk melindungi setiap orang. Cara kita membangun gereja akan melindungi seluruh keluarga. Jika kita tetap berada dalam bahtera, kita akan terlindungi. Ada beberapa hal yang Tuhan sedang bangun dan Dia ingin membawa kita masuk. Jangan tinggal di luar, jika tidak maka angin dan badai akan berdampak buruk bagi kita.

Tuhan akan membawa masuk orang-orang baik yang memiliki talenta dan skil ke dalam rumah. Orang-orang luar akan menolong pembangunan kembali gereja.

Dengan perkataan Tuhan kita dilahirkan kembali dan belajar dan menerima kuasa. Jika kita tidak mengetahui perkataanNya maka kita tidak akan mendapatkan material dan makanan. Jika kita tidak mengenal perkataanNya kita tidak dapat membangun. Jika ingin membangun karakter, kita membutuhkan perkataanNya. Kita tidak menghendaki orang-orang yang tidak berharga. Itu sebabnya kita membutuhkan perkataan untuk mengubahkan pola pikir mereka.

Ketika karakter mereka sudah terbangun kita bisa membangun kehidupan dan dari sana membangun keluarga-keluarga. Itu sebabnya di waktu mendatang akan ada keluarga-keluarga muda karena kita membangun karakter mereka. Dari keluarga-keluarga kita akan memiliki angkatan kerja. Tidak ada gunanya memiliki 1000 keluarga tapi mereka tidak bekerja. Lebih banyak pekerja maka kita akan menjadi lebih produktiv. Dengan 1 orang menjangkau, 1 orang terselamatkan, gereja kita akan berlipat ganda. Adalah para pekerja yang akan membuat perbedaan. Kita harus membangun karakter dan kehidupan dan keluarga dan angkatan kerja. Jika tidak ada angkatan kerja tidak akan ada masyarakat. Jika kita tidak mengubahkan masyarakat kita tidak dapat membangun kota.

Aspek Pertama Membangun Adalah Membangun Dengan PerkataanNya
Seringkali gereja membangun dengan pertemuan-pertemuan (meetings) bukan dengan perkataanNya.Kita sedang membangun orang-orang yang tidak percaya dan tidak sepenuhnya mempercayai perkataanNya. Gereja dipenuhi oleh orang-orang yang tidak taat dan orang yang hanya taat sebagian. Mereka datang ke gereja tapi tidak secara regular. Bagaimana gereja menjadi beres jika kriteria pertama dari gereja saja sudah salah? Jangan katakan kita bisa meneruskan perkataan Tuhan kepada generasi selanjutnya oleh karena usia kita sudah lebih tua. Kita mewarisi kepada yang lain oleh karena kita sedang melakukan sesuatu yang lebih besar. Jika tidak bekerja, maka kita tidak memiliki anugrah. Jika kita tidak memiliki anugrah kita tidak akan dapat mengambil hal-hal yang baru. Kita harus mengambil-alih tanggung-jawab yang tidak dilakukan orang-orang lain sehingga kita bisa mengingkat pada level berikutnya. Bapa tidak pernah berhenti bekerja.

(Mat 7:24)  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

(Mat 7:25)  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Jika kita membangun gereja tidak berdasarkan perkataan Tuhan kita tidak akan bertahan. Begitu banyak kesaksian orang-orang sukses selama GLS. Banyak di antara kita yang tidak melihat hal-hal terjadi dalam hidupnya karena tidak percaya perkataan papa. Kita mendengar namun tidak percaya. Itu kegagalan kita. Kita harus mendengar, terkait dengan dan memberikan perhatian apa yang Tuhan katakan.
Apa pun yang kita bangun akan diuji.

Proses, praktekkan dan patronkan perkataan Tuhan
Jika memang kita memegang erat perkataan dalam hidup kita, proses, praktekkan dan jadikan diri kita sebagai patron kehidupan. Kita mendengar begitu banyak hal namun kita perlu memproses datanya. Kita tidak mempunyai waktu untuk melakukan semuanya. Kita harus memilih informasi yang benar.
Contoh: kita harus makan lebih banyak buah tapi informasinya tidak lengkap. Jika kita hanya makan buah, sayuran dan itu saja, kita akan mendapatkan masalah. Itu bukan sekedar informasi. Kita harus tau bagaimana memprosesnya. Jangan hanya mendengarkan apa yang dikatakan setiap orang. Begitu banyak orang Kristen yang mempunyai informasi yang tidak lengkap. Kita harus memprosesnya dan mendapatkan informasi yang benar.

Ada 4 hal yang harus diproses:
1. Dengarkan dengan tujuan.
Mengapa kita perlu mendengar? Jika tidak mendengar kita tidak mempunyai kehidupan. Tidak mendengar berarti kita tidak bisa menyelaraskan diri. Tanpa mendengar tidak ada iman. Buka telinga kita untuk mendengar. Jika kita menangkap apa yang Tuhan katakan, iman akan bertambah-tambah. Jika kita mendengar, namun tidak peduli, kita kehilangan kesempatan untuk berubah dan menang.Kadang-kadang bukan karena Tuhan tidak memberikan jawaban, tapi karena kita tidak mencarinya dan kita tidak bisa melihatnya.
2. Membedakan dengan bijak.
Kita bisa mendengarkan banyak hal dan harus tau apa yang diperlukan. Di konferensi banyak hal-hal yang dikatakan tapi di mana poin awalnya? Apa langkah pertamanya? Orang mendengarkan tapi tidak dapat bertindak karena mereka tidak dapat membedakan dengan bijak.
3. Terima dan Perbaharui Pikiran
Setelah kita mendengar apa yang Tuhan katakan dan ini sangat penting, kita gunakan informasi itu untuk merobah cara kita berpikir. Pasti ada 2 pemikiran:  pikiran Tuhan dan pikiran sendiri. Dua orang tidak dapat berjalan bersama-sama kecuali mereka sepakat. Kita harus menetapkan untuk menerima dan memperbaharui pikiran kita. Hanya ada satu pemikiran: Pikiran Tuhan, jalan-jalan Tuhan. Jika Tuhan mengatakan tentang doa, berdoalah tanpa memikirkan cara-cara lain. Dalam memproses kita harus memastikan hanya ada satu pemikiran.
4. Percaya sepenuh hati.
Jika ke-4 hal ini tidak kita kerjakan, kita tidak menjalankan proses dan hanya mendengarkan saja.Kita dapat menyediakan semua jenis makanan di atas meja dan tidak memakannya, kita akan tetap lapar dan tidak mendapatkan nutrisi. Kita harus bertobat dari tidak memproses informasi. Kita mengetahui begitu banyak, namun belum melakukan apa pun. Jika informasi sudah ada di dalam hati kita dan sudah pasti, kita sudah mendengarnya dan percaya, kita akan memprosesnya.

Latihan
Jika kita tidak menerima perkataan, bagaimana kita melakukannya? Jika kita tidak melakukan, tidak akan ada perobahan.
1. Putuskan dengan segera.
Jangan menunda-nunda. Kita harus segera bertindak, jika kita menyimpannya sampai besok, tidak akan terjadi. Jika kita ingin memberikan perpuluhan atau persembahan lakukan segera, sebab jika tidak, pikiran kita akan sangat cepat berobah. Jangan menundanya sampai besok, jika kita dapat melakukannya hari ini. Jika kita hendak berdoa, lekas berdoa daripada menentukan waktunya.
2. Rencana Kerja
Sekali kita telah memutuskan, buat rencana kerja dan mulai mengerjakannya. Jika kita telah memutuskan untuk melakukan penginjilan, mulai dan pergi, ketika roh kita bebas, buat rencana kerja untuk melanjutkannya. Banyak orang Kristen kehilangan kesempatan, karena tidak bertindak segera atau lambat dalam bertindak. Buat rencana kerja sehingga kita tidak berhenti mempraktekkan dan tetap melakukan apa yang seharusnya kita kerjakan.
3. Doakan Perkataan itu
Mohon kepada Tuhan supaya perkataan itu menjadi realitas. Jika Tuhan berbicara mengenai kemakmuran dan perlindungan, doakan hal itu. Terus berdoa, perkatakan dan deklarasikan sehingga pikiran, roh, hati dan bahasa kita menjadi satu. Jika kita tidak berdoa, itu tidak akan pernah menjadi bagian hidup kita. Terus gunakan perkataan Tuhan yang mendatangi kita sehingga menjadi lebih mudah untuk menjadikannya sebagai model perkataan. Kita harus menghidupi perkataan. Ketika menghidupi perkataan, kita dapat menjadi saksi dan menantang kesalahan. Banyak sekali orang Kristen yang hidup tidak benar, sehingga mereka tidak dapat menentang apa yang salah. Jika kita menghidupi perkataan kita memiliki kuasa untuk mengajar orang lain. Itu sebabnya para pemimpin tidak dapat berdiri teguh karena tidak mempraktekkan apa yang mereka katakan.
4. Anugerah
Sekali kita melakukan perkataan tanpa gagal, kita akan menerima anugerah itu. Jika akan merasa lebih kuat, lebih percaya diri untuk melakukan hal itu. Jika kita memulai, tidak akan berhenti. Jika kita berhenti mempraktekkannya hanya sebentar, kita akan merasa lelah dan bosan. Jika kita mendoakan perkataan, maka kita akan bergairah dan anugerah akan mendatangi kita dan kita akan menjadi lebih percaya diri, lebih bergairah dan menjadi lebih mudah. Kita akan mampu melakukan segala sesuatu lebih cepat.

Kita harus menemukan apa yang kita perlukan dalam hidup ini dan menjadikan perkataan Tuhan sebagai jawaban atas hidup kita. Kita harus belajar memproses perkataan buat kita sendiri. Jangan hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa. Pilih apa yang menjadi kebutuhan dalam hidup kita sehingga kita dapat mempraktekkannya. Ketika papa berbicara selama 1 jam, ambil apa yang diperlukan dan letakkan dalam hidup kita dan praktekkan. Jika membutuhkan pertolongan, bicarakan dengan seseorang.
End of Part-2: Building the pillars of Zion by Dr.Jonathan David






Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...