Langsung ke konten utama

Renungan Tentang Karunia Kekayaan Dan Kemuliaan

Ini adalah refleksi yang sangat penting tentang kekayaan, kemuliaan, dan bagaimana kita seharusnya menanggapi berkat Tuhan.


Ayat Kunci:

  • 1 Tawarikh 29:12: "Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya."

  • Amsal 10:22: "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."

  • Pengkhotbah 4:8: "ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan?--Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan."

  • Pengkhotbah 5:10: "Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?"

  • Pengkhotbah 5:18: "Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah."

  1. Dasar dan Alasan Allah Memberikan Kekayaan dan Kemuliaan:

    • Dasar Allah memberikan kekayaan dan kemuliaan bukanlah semata-mata karena upaya dan kerja keras kita. 1 Tawarikh 29:12 menegaskan bahwa kekayaan dan kemuliaan berasal dari Allah. Artinya, sumber dari segala berkat adalah Allah sendiri. Dia berdaulat untuk memberikan atau mengambilnya.

    • Penjelasan: Meskipun kerja keras dan ketekunan adalah penting, itu tidak menjamin kekayaan dan kemuliaan. Berkat Allah adalah anugerah dan seringkali diberikan berdasarkan ketaatan, tujuan hidup yang benar, dan perkenanan di hadapan-Nya.

  2. Paket Berkat bagi Orang yang Berkenan di Hati Tuhan:

    • Ketika Tuhan menemukan seseorang yang taat kepada perkataan Yesus, tidak mengumpulkan harta di bumi, dan tidak mengabdi pada mamon, maka Tuhan memberikan paket lengkap (Pengkhotbah 5:18):

      • Kekayaan dan harta benda: Berkat materi.

      • Kuasa untuk menikmatinya: Kemampuan untuk menikmati dan mengelola berkat tersebut dengan bijak dan bertanggung jawab.

      • Sukacita dalam jerih payah: Kepuasan batin dan sukacita dalam bekerja, serta menyadari bahwa pekerjaan kita adalah bagian dari panggilan Tuhan.

    • Penjelasan: Paket ini menunjukkan bahwa berkat Tuhan bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang kesejahteraan jiwa dan hubungan yang benar dengan Allah. Ini adalah berkat yang utuh dan seimbang.

  3. Kaya Karena Kerja Keras?

    • Amsal 10:22 menegaskan bahwa "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Ini berarti bahwa kerja keras saja tidak menjamin kekayaan.

    • Penjelasan: Memang, kita harus bekerja keras, namun kekayaan sejati datang dari berkat dan anugerah Tuhan. Artinya, kita perlu menyelaraskan upaya kita dengan kehendak Tuhan, dan mengakui bahwa Dialah sumber dari segala berkat.

  4. Keadaan Orang Kaya Tanpa Berkat Tuhan:

    • Orang yang bekerja keras tanpa berkat Tuhan mungkin mendapatkan kekayaan duniawi, tetapi kondisinya:

      • Tidak Puas (Pengkhotbah 4:8): Matanya tidak pernah puas dengan kekayaan yang dimilikinya.

      • Kesia-siaan (Pengkhotbah 4:8): Merasa hampa dan sia-sia dalam hidupnya, karena tidak ada tujuan yang lebih tinggi.

      • Tidak Memiliki Kuasa untuk Menikmati (Pengkhotbah 5:18): Dia mungkin memiliki harta, tetapi tidak memiliki kuasa untuk menikmatinya dengan sukacita dan kepuasan sejati.

    • Penjelasan: Tanpa Tuhan, kekayaan duniawi hanya akan menjadi beban dan kesia-siaan, tidak memberikan kepuasan yang sejati.

  5. Akibat Bertambahnya Kekayaan:

    • "Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?" (Pengkhotbah 5:10).

    • Penjelasan: Bertambahnya harta seringkali diikuti dengan:

      • Tanggung jawab yang meningkat: Lebih banyak orang yang ingin memanfaatkan kekayaannya (contoh: tanggungan keluarga, permintaan bantuan, dll).

      • Rasa tidak aman: Pemiliknya mungkin merasa was-was dan khawatir harta kekayaannya akan habis atau dicuri.

      • Ketidakpuasan batin: Melihat harta semakin bertambah tidak membuat hatinya puas dan bahagia, justru bisa menjadi obsesi.

  6. Apakah Masih Ingin Kaya?

    • Pertanyaan ini sangat menantang. Intinya bukanlah menolak kekayaan, tetapi mengubah motivasi dan prioritas hidup kita.

    • Penjelasan:

      • Tinggalkan Niat: Jangan berfokus pada keinginan menjadi kaya, tetapi berfokuslah pada ketaatan dan perkenanan di hadapan Tuhan.

      • Urusan Tuhan: Kekayaan adalah urusan Tuhan. Biarkan Dia yang mengatur dan memberkati kita sesuai kehendak-Nya.

      • Kumpulkan Harta di Sorga: Pentingnya mentaati perintah Yesus untuk mengumpulkan harta di sorga. Hal ini dilakukan dengan hidup untuk kemuliaan Allah, melayani orang lain, dan berinvestasi dalam Kerajaan-Nya.

Kesimpulan:

Refleksi ini membawa kita pada pemahaman bahwa:

  • Sumber Kekayaan: Allah adalah sumber utama dari kekayaan dan kemuliaan.

  • Fokus yang Benar: Kita harus mencari perkenanan Allah dan fokus mengumpulkan harta di sorga, bukan di bumi.

  • Berkat Sejati: Berkat sejati bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang sukacita, kedamaian, dan kemampuan untuk menikmati berkat Tuhan.

  • Ketaatan: Ketaatan kepada kehendak Tuhan adalah kunci untuk menerima berkat-Nya yang utuh.

Pesan Penting:

Jangan terjebak dalam pengejaran kekayaan duniawi yang semu dan tidak kekal. Prioritaskan hubungan kita dengan Allah, taati firman-Nya, dan hiduplah untuk kemuliaan-Nya. Biarkan Dia yang memberkati kita sesuai dengan kehendak-Nya, dan kita akan menikmati berkat yang sejati dan kekal.

Semoga perenungan ini bisa menjadi berkat bagi kita semua.

Postingan populer dari blog ini

Mengikatkan Diri Pada Tuhan Dalam Ikatan Roh

  SATE 24 November 2020 –  Bacalah terlebih dahulu: Roma 1:28, 8:14-17, 6:16-19 Ketika seseorang lahir baru, rohnya menjadi baru karena rohnya bersatu dengan Roh Kudus. Tetapi untuk pikiran (akal budi) harus diperbaharui dari hari ke hari, artinya waktu lahir baru roh kita dibangkitkan sedangkan pikiran kita belum alami pemulihan. Oleh karena itu harus alami pembaharuan dari hari ke hari melalui firman. Sebelum seseorang alami lahir baru, maka rohnya ditawan oleh jiwanya. Sehingga yang dilakukan oleh tubuh adalah segala sesuatu yang sifatnya kedagingan. Kondisi lahir baru tidak serta merta membuat seseorang lantas berubah secara drastis, ada proses yang harus dilalui supaya jiwa dan tubuh pun alami keselamatan dari Allah.   *#1. Mengapa pikiran kita harus alami pembaharuan dari hari ke hari berdasarkan Roma 1:28?*   Unsur JIWA bukanlah langsung berasal dari Allah. Yang langsung dari Allah adalah roh kita. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak itu timb...

The Seed of God and the Character of Abraham (MKS #53)

Khotbah ini membahas proses rohani di mana Allah menabur benih ilahi ke dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan kerajaan-Nya di bumi. Melalui teladan Abraham , dijelaskan bahwa hubungan intim dengan Tuhan dimulai dari panggilan pribadi dan ikatan janji (covenant) yang teguh . Ketaatan mutlak Abraham dalam menjaga ketetapan Allah menjadi dasar bagi Tuhan untuk mempercayakan otoritas-Nya kepada generasi berikutnya. Di sini ditekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kepribadian yang selaras dengan karakter Allah melalui bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, sumber ini menantang umat untuk hidup dalam kesetiaan dan kasih yang radikal agar janji Tuhan dapat tergenapi secara turun-temurun. Ibadah JMD Bandung 6 September 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 53 Catatan Khotbah: Manusia Kerajaan Sorga (Bagian 53) Pelayanan: GPK JMD Bandung, Ps. Djonny Tambunan Tanggal: 6 September 2026 1. Landasan Rencana Agung Allah & Benih Sejati Keturunan Raja-Raja: Allah menetapk...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

The Seed of Succession and the Power of Destiny (UR #240)

Ini merupakan materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai prinsip suksesi kepemimpinan spiritual yang berfokus pada konsep benih ilahi dalam diri manusia. Penulis menekankan bahwa masa depan dan kekuatan seseorang ditentukan oleh Kristus sebagai benih yang dibawa, yang memberikan ketangguhan untuk mengatasi segala trauma masa lalu maupun serangan musuh. Beliau menguraikan kriteria kehidupan yang layak direproduksi, yakni pribadi yang berpusat pada salib , memiliki karakter yang baik , serta dipenuhi oleh Roh Kudus . Selain itu, terdapat peringatan tegas untuk menghentikan pelatihan bagi individu yang menunjukkan sikap keras hati, tidak taat, dan suka mengkritik . Secara keseluruhan, dokumen ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk membangun generasi pemimpin baru yang memiliki integritas moral dan ketundukan penuh pada firman Tuhan . 14 07 2026 DR JONATHAN DAVID, SUKSESI KEPEMIMPINAN (BAGIAN 3) Catatan Khotbah: Suksesi Kepemimpinan (Bagian 3) Sesi: The Upper Room 240 (1...

ROMA 15:1-7

MENANGGUNG KELEMAHAN ORANG YANG TIDAK KUAT 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemulia...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...