Keintiman Dengan Roh Kudus - ISC 2024 - Sesi 2 Pemindahan Warisan, Mengejar Warisanmu - Dr. Tunde Bakare
"ISAAC STRATEGY CONFERENCE 2024 - Keintiman Dengan Roh Kudus
Sesi 1 oleh Dr. Tunde Bakare
Keintiman dengan Roh Kudus
Pertemuan di Efesus: Khotbah dimulai dengan merujuk pada pertemuan Paulus dengan murid-murid Apolos di Efesus, yang hanya menerima baptisan Yohanes. Paulus menyoroti perlunya baptisan Roh Kudus dan pemahaman yang lebih dalam tentang kasih karunia Allah. Dia membandingkan pemahaman yang lebih lama dengan pemahaman yang lebih lengkap tentang karunia Allah.
Penatalayanan, Bukan Kepemilikan: Orang percaya adalah penatalayan misteri dan kasih karunia Allah, bukan pemilik. Gagasan ini menekankan kerendahan hati dan tanggung jawab. Ada penolakan terhadap kesombongan dan sikap tidak peduli.
Pendekatan yang Berbeda: Pengkhotbah mengakui bahwa pendekatannya mungkin berbeda dari ajaran yang biasa. Dia menekankan komitmennya pada kebenaran alkitabiah dan penolakannya untuk mengikuti tren atau 'menjajakan' Injil. Dia menghargai keaslian dan bertanggung jawab kepada Allah di atas segalanya. Dia menciptakan ruang yang aman di gereja yang dipimpinnya
Keintiman Membutuhkan Pengetahuan: Anda tidak bisa intim dengan seseorang yang tidak Anda kenal. Dia menekankan bahwa Roh Kudus adalah pribadi, bukan kekuatan.
Kedatangan Roh Kudus: Para murid menunggu di ruang atas untuk Roh Kudus. Yesus tidak menentukan konfigurasi Roh Kudus. Dia menyoroti pentingnya Pentakosta sebagai penggenapan hari raya Yahudi. Peristiwa itu termasuk suara seperti angin, api, dan berbicara dalam bahasa lain.
Menghilangkan Kesalahpahaman: Minyak: Dia membantah gagasan bahwa minyak adalah Roh Kudus atau bahwa minyak memiliki kekuatan penyembuhan yang inheren; minyak adalah barang umum yang digunakan oleh orang Yahudi di diaspora.Angin, Air, Api, Merpati: Ini adalah simbol, bukan Roh Kudus yang sebenarnya.Simbolisme Merpati: Dia menjelaskan simbolisme merpati: fokus, pelayanan tanpa kepahitan, dan kemurnian.Jatuh: Dia memperingatkan terhadap perilaku yang tidak terkendali, menekankan karakteristik Roh berupa pengendalian diri.
Roh Kudus adalah Allah: Roh Kudus bukan kekuatan tetapi adalah Allah sendiri, memiliki keilahian penuh. Dia sama Allahnya seperti Allah dan sama Allahnya seperti Yesus.
Mendukakan Roh Kudus: Roh Kudus adalah meterai penebusan, tidak untuk didukakan atau dipadamkan. Kepahitan dan pembicaraan yang tidak berguna mendukakan Roh Kudus.
Tiga Batu Fondasi: Sinkronisasi Kitab Suci: Menunjukkan bagaimana referensi Perjanjian Lama tentang "Tuhan" diatribusikan kepada Roh Kudus dalam Perjanjian Baru.Contoh: Keluaran 17 (Allah berbicara kepada Musa di Bukit Batu) vs. Ibrani 3 (Roh Kudus berbicara di Padang Gurun). Mazmur 95 (Suara Tuhan) vs. Ibrani 3 (Suara Roh Kudus) Yesaya 6 (Tuhan mengutus) vs. Kisah Para Rasul 28 (Roh Kudus mengutus) Yeremia 31 (Perjanjian Baru Tuhan) vs. Ibrani 10 (Roh Kudus adalah saksi Perjanjian Baru)
Roh Kudus sebagai Inspirasi Kitab Suci Ayub 32:8 berbicara tentang napas Yang Mahakuasa yang memberikan pengertian kepada manusia Ini adalah inspirasi yang sama dari Allah yang disebutkan dalam 2 Timotius 3:16 Yang sekali lagi dikatakan sebagai Roh Kudus dalam 2 Petrus 1:16-21
Roh Kudus, Roh Allah dan Roh Manusia Karena Allah menaruh Roh-Nya dalam diri manusia, maka manusia dapat memiliki pengertian Roh manusia dapat memahami melalui Roh Allah Allah dapat berbicara dan manusia dapat memahami melalui Roh Kudus Beginilah cara manusia dapat memahami kitab suci
Konteks: Ini tampaknya merupakan pengajaran dalam gereja atau pelayanan tertentu, berdasarkan referensi "di sini" dan penekanan pada lingkungan yang aman dan damai.Ketegasan: Pengkhotbah sangat tegas dan menantang, menyuarakan kesalahpahaman dan mendesak pendengarnya menuju pemahaman yang lebih dalam.Fondasi Alkitabiah: Khotbah sangat bergantung pada kitab suci, dan dia mendorong pendengar untuk belajar sendiri.Penekanan pada Hubungan Pribadi: Pesan intinya adalah untuk memupuk hubungan yang intim dan pribadi dengan Roh Kudus, memandang Dia sebagai pribadi bukan hanya sebagai "kekuatan".Penerapan Praktis: Seruan untuk menghargai dan berjalan dalam Roh berbicara tentang kebutuhan praktis untuk ketergantungan sehari-hari pada Roh Kudus.Penutup: Dia menekankan perlunya menjadi pembawa pesan dari pesan tersebut dengan berjalan dalam Roh.