Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat))
Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati.
Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita.
Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah.
Ayat Kunci:
Amsal 10:22: "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2: "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26: "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin." Yohanes 14:21: "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Ibrani 11:6: "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Siapa yang Menjadikan Kaya? Perlukah Memburu Harta? Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya (Amsal 10:22). Tuhanlah yang memutuskan siapa yang akan diberi kekayaan atau tidak. Penjelasan: Ayat ini tidak berarti kita tidak boleh bekerja keras. Namun, inti dari ayat ini adalah bahwa sumber kekayaan yang sesungguhnya bukan dari usaha kita, melainkan dari berkat Tuhan. Kita tidak perlu memburu harta di bumi. Fokus kita seharusnya adalah mencari perkenanan Tuhan, dan biarkan Dia yang memberkati kita sesuai dengan kehendak-Nya. Fokus: Ubah fokus dari mengejar harta menjadi mengejar Tuhan dan perkenanan-Nya.
Kepada Siapa Tuhan akan Barak (Menekuk Lutut) dan Memberkati? Tuhan akan barak (menekuk lutut dan memberkati) kepada orang yang dicintai-Nya (Mazmur 127:2) dan yang dikenan-Nya (Pengkhotbah 2:26). Penjelasan: Orang yang dicintai dan dikenan Tuhan adalah mereka yang hidup dalam ketaatan, kasih, dan iman kepada-Nya. Mereka yang hidupnya berpusat pada Tuhan dan Kerajaan-Nya, bukan pada harta duniawi.
Bagaimana Agar Dicintai Tuhan? Kita dicintai Tuhan dengan memegang perintah-Nya dan melakukannya (Yohanes 14:21). Penjelasan: Kasih kepada Tuhan dibuktikan dengan ketaatan kita kepada firman-Nya. Bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan yang nyata. Ketaatan adalah ungkapan kasih kita kepada-Nya.
Syarat Berkenan kepada Tuhan? Kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan dengan iman (Ibrani 11:6). Penjelasan: Tanpa iman, mustahil kita berkenan kepada Tuhan. Iman adalah keyakinan bahwa Allah ada dan bahwa Ia memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Iman yang sejati akan menggerakkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Karunia Tuhan Kepada Orang yang Dikenan-Nya? Tuhan mengaruniakan: Hikmat, Pengetahuan, dan Kesukaan (Pengkhotbah 2:26): Karunia-karunia rohani dan kemampuan untuk hidup dengan bijak dan sukacita. Kekayaan Duniawi (Pengkhotbah 2:26): Tuhan dapat memberikan kekayaan duniawi, tetapi bukan tujuan utama. Orang berdosa pun bekerja keras mengumpulkan harta, yang pada akhirnya akan diberikan kepada orang yang dikenan Allah.
Penjelasan: Cara Allah memberikan kekayaan tidak selalu dengan kerja keras kita. Terkadang, Dia memberikan kekayaan dengan cara yang ajaib, melalui orang lain, atau dengan cara-cara yang tidak terduga. Namun yang terpenting, kekayaan yang diberikan Tuhan selalu disertai dengan kemampuan untuk menikmatinya dengan bijaksana dan untuk kemuliaan-Nya.
Kesimpulan: Berkat sebagai Pelayanan Tuhan: Berkat bukanlah sekadar pemberian materi, tetapi tindakan Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani kita. Fokus pada Perkenanan: Kita seharusnya berfokus untuk hidup berkenan kepada Tuhan, bukan mengejar kekayaan. Ketaatan dan Iman: Ketaatan pada perintah Tuhan dan iman yang sungguh-sungguh adalah kunci untuk menerima berkat-Nya. Berkat yang Utuh: Berkat yang sejati mencakup karunia rohani (hikmat, pengetahuan, kesukaan) dan, jika Tuhan berkenan, kekayaan duniawi, yang selalu disertai dengan kemampuan untuk menikmatinya dengan bijaksana.
Pesan Penting: Penting bagi kita untuk memahami makna sejati dari berkat. Mari kita ubah fokus dari mengejar kekayaan menjadi mengejar hati Tuhan. Ketika kita hidup dalam kasih, ketaatan, dan iman kepada-Nya, maka kita akan menerima berkat yang sejati dan kekal, yang jauh lebih berharga dari sekadar kekayaan duniawi.