Langsung ke konten utama

Transformasi Karakter dan iman (MKS #26)

Khotbah "Manusia Kerajaan Sorga 26" yang membahas tentang transformasi karakter dan iman melalui perbandingan antara "Abrahamnya Terah" dan "Abrahamnya Allah".



Poin-poin utama yang disampaikan:
Abrahamnya Allah vs. Abrahamnya Terah: Pp menekankan bahwa Allah tidak mencari pribadi yang dibentuk oleh harapan manusia (seperti Terah, ayah Abram), melainkan pribadi yang dibentuk langsung oleh Allah. Abraham harus keluar dari bentukan masa lalunya untuk menjadi "Abrahamnya Allah yang Maha Tinggi".
Panggilan dan Kesetiaan: Mengacu pada Wahyu 17:14 dan Matius 22:14, khotbah ini menjelaskan empat tahapan hubungan dengan Allah:
Banyak yang dipanggil.
Sedikit yang merespon dengan benar.
Makin sedikit yang terpilih (terseleksi).
Sisa yang terakhir adalah mereka yang setia sampai akhir.
Ketaatan Total dan Pemisahan: Abraham menunjukkan ketaatan dengan tidak membiarkan Ishak kembali ke Padan Aram (Kej 24:5-6), karena Tuhan telah memerintahkannya untuk keluar dari sana. Hal ini mengajarkan bahwa firman Tuhan itu kekal dan berlaku lintas generasi.
Hidup Tidak Bercela (El Shaddai): Mengutip Kejadian 17:1, pp menekankan pesan Tuhan kepada Abraham untuk hidup tidak bercela di hadapan-Nya. Hidup bercela diartikan sebagai hidup dengan "dua kaki"—satu kaki berkompromi dengan dunia atau tradisi manusia, dan satu kaki lainnya mencoba mengikuti Tuhan.
Menjadi Jawaban Harapan Tuhan: Umat Tuhan diajak untuk tidak hanya menjadi "orang baik" menurut ukuran dunia (yang merupakan produk pohon pengetahuan yang baik dan jahat), melainkan menjadi "orang benar" yang merupakan harapan Tuhan untuk mewujudkan Kerajaan Sorga di bumi.
Secara keseluruhan, pesan ini merupakan panggilan bagi jemaat untuk meninggalkan identitas lama dan bentukan sosial/keluarga (harus menyeberang secara utuh: dipanggil, dipilih dan setia) yang menghalangi rencana agung Allah, serta menjadi saksi Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan tambahan MKS26
*Iman dan karakter* adalah satu paket yang tidak terpisahkan.
Sikap hati, sudut pandang atau perspektif dan persepsi merupakan unsur dari karakter seseorang. Semua itu telah diselaraskan dan dibentuk ulang menurut pikiran dan kehendak dan selera Kristus, yang adalah Pribadi-Nya sendiri, yakni Pribadi Firman. Itulah core pembangunan hidup kita, yang sama dengan zoe-Nya Allah.

Karakter kita tidak dibentuk oleh dunia dan sistem Babel, tapi oleh sistem, budaya dan hukum Kerajaan Sorga, sehingga kita menjadi MKS.

Karakter MKS bukan berciri makan dan minum, tapi kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Sistem Kerajaan tidak ada kompromi dan argumentasi ataupun perdebatan, sebab Kerajaan Sorga tidak terdiri dari kata-kata melainkan kuasa.

Hukum Kerajaan Sorga bukan berdasarkan baik dan jahat, tapi berdasarkan kebenaran. Sebab dalam teritori Kerajaan tidak berlaku hukum dosa dan maut ataupun hukum Taurat, tapi hukum roh dan kehidupan berdasarkan kasih.

Taurat, dosa dan maut hanya berlaku dalam kehidupan daging, bukan kehidupan ilahi. Semua itu sudah tersingkirkan dalam kehidupan sebelumnya, yakni kehidupan dalam daging (Roma 8:1-4). Rohlah yang mematikan kehidupan dalam daging dan bangkit dalam kehidupan ilahi. 

Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.



​Argumen yang sangat kuat mengapa keduanya harus menyatu:
​*1. Iman sebagai Benih, Karakter sebagai Perwujudan*
​PP Djonny menekankan bahwa jika seseorang mengaku memiliki iman (merespons panggilan Allah), maka iman tersebut harus melahirkan "Manusia Kebenaran".
​Iman tanpa Karakter hanya akan menjadi "Abrahamnya Terah"—orang yang religius tapi motivasinya masih duniawi (mencari reputasi dan popularitas).
​Iman dengan Karakter akan menghasilkan "Abrahamnya Allah"—orang yang hidupnya "tidak bercela" dan menjadi jawaban bagi harapan Tuhan.

​*2. Definisi "Tidak Bercela" (Kejadian 17:1)*
​Pp menjelaskan bahwa Allah menuntut Abraham untuk hidup sempurna dan tidak bercela. Ini adalah tuntutan karakter. Iman Abraham baru dianggap "genap" atau mencapai tujuannya ketika karakter lamanya (bentukan Terah) habis dan digantikan oleh bentukan Allah. Jika iman tidak mengubah karakter, maka masih ada "cela" atau "bagasi" yang menghambat rencana Tuhan.

​*3. Karakter sebagai Bukti Kesetiaan*
​PP Djonny menyebutkan empat tahapan: Dipanggil, Merespons, Terpilih, dan Setia.
​Kesetiaan adalah bagian dari karakter.
​Seseorang bisa saja punya "iman" untuk merespons panggilan, tetapi tanpa karakter yang kuat, ia tidak akan bisa setia sampai garis akhir.
Karakterlah yang menjaga iman tetap tegak saat menghadapi godaan "Raja Sodom" atau tekanan sosial keluarga.

*​4. Buah Pohon Pengetahuan vs. Buah Kebenaran*
​Pp mengingatkan bahwa menjadi "orang baik" saja tidak cukup karena itu bisa jadi hanya produk moralitas manusia (pohon pengetahuan yang baik dan jahat).
​Iman yang sejati menghasilkan karakter orang benar (dikaiosune).
​Orang benar tidak hanya bertindak baik secara sosial, tapi tindakannya selalu selaras dengan kehendak Allah. Inilah yang disebut "Manusia Kerajaan Sorga": hidupnya penuh kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus.

*​Kesimpulan:*
Tanpa iman, karakter hanya akan menjadi pencitraan moral.
​Tanpa karakter, iman hanya akan menjadi pengakuan kosong yang tidak berdaya.
​PP Djonny menutup dengan peringatan keras: Tuhan tidak mencari orang baik, Tuhan mencari orang benar. Orang benar adalah mereka yang iman dan karakternya sudah menyatu menjadi identitas baru sebagai anak Allah.



Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Yesus's Foreknowledge and Free Will

Saat Teduh 11 Feb 2025 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak bahwa Dia akan menderita, akan mati, akan bangkit pada hari yang ketiga dan akan naik ke sorga, artinya Dia sudah tahu apa yang harus terjadi. Dia juga sudah tahu  apa yang harus terjadi pada dirinya Yudas, pada dirinya Petrus. Jadi Yesus sudah tahu apa yang terjadi di hari-hari depannya Dia. Yesus akan menderita dan akan mati, Dia sudah tahu. Berarti apa yang Yesus ketahui dari sini? Dia tahu bahwa itu adalah KUASA daripada KEHENDAK DIRINYA, KEPUTUSANNYA untuk RELA menderita dan mati. Yesus memiliki KEHENDAK BEBAS sama seperti kita memiliki kehendak bebas untuk memutuskan dan melakukan TEPAT seperti yang Bapa kehendaki.  Bukankah Dia berdoa di taman Getsemani, kalau boleh cawan ini berlalu daripadaKu. Itu berbicara tentang KEHENDAK. Berarti apa PORSINYA Yesus bahwa Dia tahu Dia akan menderita dan mati? Porsi Dia adalah itu KEHENDAK Saya. Bapa tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yesus akhirnya ...

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.