Langsung ke konten utama

Manusia Kerajaan Sorga #20



Manusia Kerajaan Sorga 20". Berikut adalah poin-poin penjelasan utama dari firman yang disampaikan:

1. Peran Manusia sebagai Pemimpin (Bukan Dipimpin Dunia)
 * Belajar dari Nuh: Setelah air bah, bumi dipimpin oleh Nuh, seorang yang hidup dalam kebenaran Allah.
 * Otoritas Anak Kebenaran: Sebagai "manusia kerajaan surga", kita diberikan anugerah dan otoritas untuk memimpin atau menjadi pemberi arah (tujuan), bukan malah hanyut dipimpin oleh cara berpikir dunia atau pemimpin yang hanya tahu hal "baik" tapi menjauhi kebenaran Tuhan.

2. Strategi Iblis melalui Kedagingan
 * Meskipun dunia sudah dibersihkan melalui air bah, iblis tetap ada di bumi dan menggunakan faktor kemanusiaan atau keinginan daging untuk memanifestasikan dirinya.
 * Pikiran Terkutuk: Iblis berusaha mengganti kebenaran Allah dengan dusta, yang mengakibatkan manusia memiliki pikiran yang terkutuk (berbeda dengan pikiran Kristus).

3. Perbedaan Pikiran Kristus vs Pikiran Iblis
 * Pikiran Kristus: Berdasarkan Filipi 2, Kristus memilih untuk merendahkan diri dan taat sampai mati.
 * Pikiran Iblis: Berdasarkan Yesaya 14, iblis selalu ingin naik ke atas, menyamai Yang Maha Tinggi, dan menonjolkan diri sendiri.

4. Dosa Ham dan Kutukan atas Kanaan
 * Pengkhotbah menjelaskan mengapa Nuh mengutuk Kanaan dan bukan Ham, padahal Ham yang bersalah melihat aurat ayahnya dengan sikap tidak hormat.

 * Alasannya: Allah baru saja memberkati Nuh dan anak-anaknya (termasuk Ham), sehingga Nuh tidak mengutuk Ham secara langsung. Namun, Nuh melihat jauh ke depan bahwa keturunan Ham melalui Kanaan akan terus menjadi bangsa yang menentang Tuhan.
5. Bahaya Mengandalkan Kekuatan Sendiri (Jalan Kutuk)
 * Berdasarkan Yeremia 17:5, orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri sebenarnya sedang hidup dalam "jalan kutuk".
 * Solusi: Kita dipanggil untuk menjadi orang yang diberkati dengan cara mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan sepenuhnya kepada-Nya, bukan pada pencapaian atau kehebatan diri sendiri.

Kesimpulan:
jemaat untuk waspada terhadap tipu daya iblis yang masuk melalui keinginan daging dan kesombongan. Manusia kerajaan surga harus memiliki pikiran Kristus yang rendah hati dan hidup sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus agar tidak terjebak dalam kutuk duniawi.



*Apa arti menjauhi kebenaran Tuhan?*
Menjauhi kebenaran Tuhan bukan sekadar melakukan perbuatan jahat secara moral, melainkan sebuah kondisi spiritual yang lebih mendalam.

1. Menggantikan Standar Tuhan dengan Standar Sendiri
Menjauhi kebenaran berarti manusia mulai menentukan sendiri apa yang "baik" dan "jahat" berdasarkan pikiran mereka, bukan berdasarkan firman Tuhan. Pembicara menekankan bahwa orang dunia mungkin tahu apa yang "baik", tetapi mereka menjauhkan diri dari "kebenaran" karena tidak taat pada perintah spesifik Tuhan.

2. Mengandalkan Kekuatan dan Hikmat Diri Sendiri 
Akar dari menjauhi kebenaran adalah kesombongan.
 * Menjadi merasa sukses karena kehebatan, kepandaian, atau prestasi pribadi.
 * Hal ini disebut sebagai "pikiran terkutuk" (berdasarkan Yeremia 17:5), di mana hati seseorang perlahan menjauh dari ketergantungan penuh kepada Tuhan dan mulai mengandalkan diri sendiri atau teknologi (iptek) sebagai pengganti Tuhan.

3. Berkompromi dengan Cara Berpikir Dunia
Menjauhi kebenaran Tuhan berarti menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2).
 * Ini terjadi ketika seseorang mulai mengikuti arus peradaban yang terlihat maju namun secara spiritual melawan ketetapan Allah.
 * Salah satu bentuknya adalah "roh kompromi", di mana seseorang mulai membenarkan hal-hal yang tidak berkenan di mata Tuhan demi kenyamanan atau pengakuan dunia.

4. Tidak Memiliki Pikiran Kristus
Jika pikiran Kristus adalah kerendahan hati dan ketaatan (Filipi 2), maka menjauhi kebenaran adalah memiliki pikiran iblis yang ingin selalu "naik", ingin dihormati, dan ingin menyamai Yang Maha Tinggi.
 * Ketika seseorang menolak untuk merendahkan diri di bawah otoritas Tuhan, ia secara otomatis menjauh dari kebenaran.

5. Membiarkan Diri Dikuasai Keinginan Daging
Dijelaskan bahwa keinginan daging dan keinginan Roh selalu bertentangan. Menjauhi kebenaran Tuhan berarti seseorang berhenti membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh dan mulai membiarkan hawa nafsu atau emosi manusiawi (seperti rasa tidak hormat yang dilakukan Ham terhadap Nuh) mengendalikan hidupnya.

> Ringkasnya: Menjauhi kebenaran Tuhan adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak perlu mengakui Allah dalam keberhasilannya dan mulai hidup menurut aturan atau standar yang ia buat sendiri.

Perbedaan antara "pikiran Kristus" dan "pikiran dunia" 

Perbedaan antara Pikiran Kristus dan Pikiran Dunia (Pikiran Iblis) adalah kontras yang sangat tajam, seperti arah Timur dan Barat (180⁰).
Berikut adalah perbandingannya secara lebih mendalam:
1. Arah Pergerakan Hati: Turun vs. Naik
 * Pikiran Kristus (Filipi 2:5-8): Intinya adalah kerendahan hati. Kristus, meskipun dalam rupa Allah, tidak mempertahankan kesetaraan itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Dia justru "mengosongkan diri" dan turun menjadi hamba.
 * Pikiran Dunia/Iblis (Yesaya 14:12-15): Intinya adalah ambisi egois. Iblis (Lucifer) berkata dalam hatinya, "Aku hendak naik ke langit... hendak menyamai Yang Maha Tinggi." Dunia selalu mengajarkan untuk terus naik, menjadi yang teratas, dan mengandalkan diri sendiri.
2. Sumber Otoritas: Ketaatan vs. Independensi
 * Pikiran Kristus: Fokusnya adalah ketaatan total, bahkan sampai mati di kayu salib. Kristus tidak melakukan maunya sendiri, melainkan apa yang Bapa perintahkan.
 * Pikiran Dunia: Fokusnya adalah kebebasan tanpa Tuhan. Manusia merasa sukses karena kepandaian dan usahanya sendiri. Video menyebutkan bahwa dunia sering kali menganggap hal-hal tertentu "baik" secara peradaban, tetapi sebenarnya menjauhi kebenaran karena tidak berakar pada ketaatan kepada Tuhan.
3. Respons terhadap Kegagalan/Kelemahan Orang Lain
Ini digambarkan melalui perbedaan sikap antara Sem dan Ham:
 * Pikiran Kristus (Diwakili Sem & Yafet): Memiliki kasih yang tidak bersukacita karena ketidakadilan. Mereka berjalan mundur untuk menutupi aurat ayahnya—menjaga kehormatan dan martabat. Ini adalah manifestasi dimensi Allah dalam diri manusia.
 * Pikiran Dunia (Diwakili Ham): Melihat kelemahan orang lain sebagai bahan olok-olok atau keuntungan pribadi. Ham menceritakan "aib" ayahnya dengan gembira. Video menekankan bahwa ini adalah manifestasi si jahat melalui kedagingan.
4. Hasil Akhir: Pembenaran vs. Kutuk
 * Pikiran Kristus: Menghasilkan kehidupan dan pembenaran. Orang yang memiliki pikiran ini tidak bisa "dipulangkan" atau dikuasai oleh iblis karena tidak ada satu pun milik dunia/iblis yang ditemukan di dalam dirinya.
 * Pikiran Dunia: Menghasilkan jalan kutuk (Yeremia 17:5). Ketika seseorang mengandalkan kekuatannya sendiri, ia menjadi seperti semak bulus di padang belantara—tampak luar mungkin berhasil, tapi jiwanya kering karena menjauh dari sumber air hidup.
Pesan Inti:
Iblis tidak lagi mencoba menguasai bumi dengan kekuatan fisik, melainkan dengan menyusupkan cara berpikir duniawi ke dalam pikiran manusia. Selama manusia merasa "hebat karena diri sendiri" (seperti Nimrod dengan Menara Babel), ia sedang berada di wilayah kekuasaan iblis.


Bagaimana cara praktis agar kita tetap bisa "memimpin" (memiliki arah) di tempat kerja atau lingkungan kita tanpa terpengaruh pikiran dunia?

ada beberapa langkah praktis agar Anda tetap bisa menjadi "pemimpin" yang memiliki arah di lingkungan kerja atau keseharian tanpa terseret oleh pikiran dunia:
1. Menyadari Identitas sebagai "Anak Kebenaran"
Anda harus memegang prinsip bahwa orang percaya tidak boleh sekadar dipimpin oleh arus, tetapi harus memimpin (memberi arah).
 * Di Tempat Kerja (Marketplace): Meskipun secara posisi Anda mungkin seorang staf, secara spiritual Anda harus tetap memegang otoritas kebenaran. Jangan mau dihanyutkan oleh kebijakan atau cara-cara yang "terlihat baik" secara duniawi (seperti kompromi kejujuran) namun salah di mata Tuhan.
2. Membedakan "Yang Baik" vs "Yang Berkenan"
 merujuk pada Roma 12:2 untuk memberikan panduan praktis:
 * Dunia sering kali menawarkan sesuatu yang tampak "baik" bagi peradaban atau karier.
 * Namun, Anda harus selalu bertanya: "Apakah ini berkenan dan sempurna di mata Allah?" Jangan gunakan ukuran manusia untuk menilai keberhasilan tugas Anda, tapi gunakan standar kepuasan Tuhan.
3. Waspada terhadap "Roh Kompromi" saat Berprestasi
Pembicara memberikan peringatan penting: semakin tinggi posisi atau prestasi Anda di dunia, semakin besar tekanan untuk berkompromi.
 * Praktiknya: Jangan biarkan sanjungan dunia membuat Anda merasa "hebat karena diri sendiri."
 * Tetaplah mengandalkan Tuhan di setiap keputusan kecil, sehingga saat posisi Anda semakin tinggi, Anda tetap memiliki "akar" yang kuat dan tidak mudah terbawa arus ego atau kesombongan.
4. Miliki Prinsip "Nothing in Me" (Tidak Ada Milik Dunia di Dalamku)
Yesus berkata bahwa penguasa dunia (iblis) datang tetapi "tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Nya" karena iblis tidak mendapati apa-apa yang menjadi miliknya di dalam Yesus (Yohanes 14:30).
 * Praktiknya: Periksalah motif hati Anda. Jika Anda bekerja demi ambisi pribadi atau harga diri (milik dunia), iblis punya celah untuk mengendalikan Anda.
 * Jika Anda bekerja murni sebagai ibadah dan ketaatan, maka dunia tidak punya kuasa untuk menekan atau menjatuhkan mental Anda.
5. Menjadi "Pemberi Arah" melalui Karakter
Seperti Sem yang memilih untuk menutupi kelemahan orang lain (ayahnya) daripada mengolok-oloknya:
 * Di lingkungan Anda, jadilah orang yang membangun, menjaga integritas, dan menunjukkan kasih. Karakter seperti ini secara otomatis akan membuat Anda menjadi pemimpin alami yang memberikan arah positif bagi rekan-rekan Anda.



Pertanyaan Komsel
*1. Hal Apa yang menyebabkan Allah menyerahkan manusia kepada keinginan hati mereka (Roma 1:24)? Mengapa demikian? Apakah akibat dari menggantikan kebenaran Allah dengan kebenaran sendiri?*

Roma 1:24 (TB) Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

Jawab:
Menjauhi kebenaran Tuhan berarti seseorang berhenti membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh dan mulai membiarkan hawa nafsu dan / atau emosi manusiawi (seperti rasa tidak hormat yang dilakukan Ham terhadap Nuh dan mengejeknya) mengendalikan hidupnya.

Menjauhi kebenaran berarti membiarkan Diri Dikuasai Keinginan Daging, sebab keinginan daging dan keinginan Roh selalu bertentangan.

Menjauhi kebenaran Tuhan berarti menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2). Hidup dalam kebenaran bukan berarti tidak lagi menghadapi ujian dan pencobaan, tapi menjauhi kebenaran berarti tidak ada lagi perlindungan dari kekuatan kuasa kebenaran itu. Jadi kemenangan itu tidak diperolehnya, melainkan kekalahan.

Mengapa Allah menyerahkan manusia kepada kehendak hati mereka? 
Allah menilai bahwa Roh Kudus yang dianugerahkan-Nya tidak lagi berguna untuk menegur dan apalagi mengarahkan mereka, sebab kebebalan mereka, sehingga Ia menyerahkannya kepada keinginan hati mereka. Mungkin ini yang disebut dosa menghujat Roh Kudus. Menghujat bukan lewat kata-kata saja, tapi lewat sikap dan perbuatan. 

*2. Oleh karena menolak kebenaran Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk. Apakah yang dimaksud dengan pikiran-pikiran yang terkutuk itu, lalu Apakah perbedaannya dengan pikiran Kristus?*

Jawab:

Pertama, pikiran dunia menghasilkan jalan kutuk (Yeremia 17:5). 

Yeremia 17:5 (TB) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 

Kedua.
Ketika seseorang mengandalkan kekuatannya sendiri, ia menjadi seperti semak bulus di padang belantara—tampak luar mungkin berhasil, tapi jiwanya kering karena menjauh dari sumber air hidup.

Kekeringan jiwa (bukan roh, bukan kehausan roh) menyebabkan kehausan dan keinginan menjawab kehausan itu dengan rupa2 keinginan daging dan perbuatan2 kecemaran dan terkutuk.

Jadi pikiran2 terkutuk itu adalah pikiran2 yang jahat dan hanya memuaskan keinginan daging, karena menentang kebenaran dan hukum Allah dengan meninggikan ego (diri sendiri) dan menentang Allah. 

*Apa beda pikiran iblis dan Kristus?*
* Pikiran Kristus (Filipi 2:5-8): Intinya adalah kerendahan hati. Kristus, meskipun dalam rupa Allah, tidak mempertahankan kesetaraan itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Dia justru "mengosongkan diri" dan turun menjadi hamba.
 * Pikiran Dunia/Iblis (Yesaya 14:12-15): Intinya adalah ambisi egois. Iblis (Lucifer) berkata dalam hatinya, "Aku hendak naik ke langit... hendak menyamai Yang Maha Tinggi." Dunia selalu mengajarkan untuk terus naik, menjadi yang teratas, dan mengandalkan diri sendiri.
* Pikiran Kristus: Fokusnya adalah ketaatan total, bahkan sampai mati di kayu salib. Kristus tidak melakukan maunya sendiri, melainkan apa yang Bapa perintahkan.
 * Pikiran Dunia: Fokusnya adalah kebebasan tanpa Tuhan. Manusia merasa sukses karena kepandaian dan usahanya sendiri.
* Pikiran Kristus (Diwakili Sem & Yafet): Memiliki kasih yang tidak bersukacita karena ketidakadilan. Mereka berjalan mundur untuk menutupi aurat ayahnya—menjaga kehormatan dan martabat. Ini adalah manifestasi dimensi Allah dalam diri manusia.
 * Pikiran Dunia (Diwakili Ham): Melihat kelemahan orang lain sebagai bahan olok-olok atau keuntungan pribadi. Ham menceritakan "aib" ayahnya dan merendahkannya.



*3. Apakah strategi yang iblis lakukan untuk menguasai dunia Selama-lamanya? Dan apa yang Allah kerjakan untuk memutar balikkan strategi dan hikmat dari iblis tersebut?*

Jawab:
Menjauhi kebenaran Tuhan adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak perlu mengakui Allah dalam keberhasilannya dan mulai hidup menurut aturan atau standar yang ia buat sendiri. Ia berpikir bahwa yang penting berhasil dan sukses dalam dunia ini walaupun tanpa Tuhan. 

Strategi Iblis adalah melalui Kedagingan. Sebab iblis juga tau bahwa roh itu penurut dan daging lemah.

 * Meskipun dunia sudah dibersihkan melalui air bah, iblis tetap ada di bumi dan menggunakan faktor kemanusiaan atau keinginan daging untuk memanifestasikan dirinya.
 * Iblis berusaha mengganti kebenaran Allah dengan dusta, yang mengakibatkan manusia memiliki pikiran yang terkutuk (berbeda dengan pikiran Kristus).

Strategi Allah: Allah memberikan terang terlebih dulu menghalau kuasa kegelapan, sehingga kegelapan tidak dapat bekerja. Ia meletakkan hukum2Nya ke dalam batin manusia, sehingga manusia memperoleh kesadaran akan dosa dan konsekuensi maut. Manusia bisa masuk dalam kesadarannya, merespon dan membuat pilihan. Ini adalah posisi netral demi menyatakan keadilannya. 

Allah konsisten bekerja menurut hukum Allah yang adalah hikmat Allah dan kebenaran Allah. Maka iblis tidak mungkin menang. Tujuannya satu: menjadikan segala sesuatu menjadi baru (Wahyu 21:5). Bukan hanya manusia yang dijadikan-Nya baru, juga langit dan bumi ini menjadi baru. Namun hanya manusia kebenaran yang akan mewarisi bumi ini. Mereka inilah yang menempati posisi strata serupa dan segambar dengan Allah dan bukan sekedar menjadi makhluk hidup atau strata yang baik dan sangat baik, seperti makhluk ciptaan lainnya. 

*4. Apa yang harus saudara lakukan supaya tetap berjalan pada kebenarannya Allah dan bukan pada kebenaran sendiri?*

Jawab:
Jangan pernah menolak terang dan kebenaran Allah. Jangan menjauh dan lari dari hadapan Tuhan seperti Kain. Lari dari hadapan Allah akan membuat hidup dan pribadi kita terhilang dari pandangan (exposure) Allah, sehingga Ia tidak dapat menjadikan kita menjadi baru (makhluk ciptaan baru). Ini bukan sekedar posisi tapi hanya manusia ciptaan baru itu yang unik, karena bisa menjamah (mengakses) 2 alam, yakni alam surgawi dan alam natural pada saat bersamaan, sebagaimana Yesus. 

Iblis (antikristus) tidak lagi mencoba menguasai bumi dengan kekuatan fisik, melainkan dengan menyusupkan cara berpikir duniawi ke dalam pikiran manusia. Selama manusia merasa "hebat karena diri sendiri" (seperti Nimrod dengan Menara Babel), ia sedang berada di wilayah kekuasaan iblis. Ini menjadikan dirinya sebagai mitra antikristus. 


Bagaimana cara praktis agar kita tetap bisa "memimpin" (memiliki arah) di tempat kerja atau lingkungan kita tanpa terpengaruh pikiran dunia?

1. Menyadari Identitas sebagai "Anak Kebenaran" alias anak-anak terang. 

Kita harus memegang prinsip bahwa orang percaya tidak boleh sekadar dipimpin oleh arus, tetapi harus memimpin (memberi arah, menjadi kepala dan bukan ekor).
 * Di Tempat Kerja (Marketplace): Meskipun secara posisi sdr mungkin seorang staf, secara spiritual sdr harus tetap memegang otoritas kebenaran. 
Jangan mau dihanyutkan oleh kebijakan atau cara-cara yang "terlihat baik" secara duniawi (seperti kompromi kejujuran) namun salah (tidak benar, tidak berkenan) di mata Tuhan.
2. Membedakan "Yang Baik" vs "Yang Berkenan"
 merujuk pada Roma 12:2 untuk memberikan panduan praktis:
 * Dunia sering kali menawarkan sesuatu yang tampak "baik" bagi peradaban atau karier.
 *tapi Apakah ini berkenan dan sempurna di mata Allah?" Jangan gunakan ukuran manusia untuk menilai keberhasilan dan sekedar menjalankan tugas, tapi gunakan standar kepuasan Tuhan.
3. Waspada terhadap "Roh Kompromi". Semakin tinggi posisi atau prestasi sdr di dunia, semakin besar tekanan untuk berkompromi.
 * Praktiknya: Jangan biarkan sanjungan dunia membuat sdr merasa "hebat karena diri sendiri."
 * Tetaplah mengandalkan Tuhan di setiap keputusan kecil, sehingga saat posisi sdr semakin tinggi, sdr tetap memiliki "akar" yang kuat dan tidak mudah terbawa arus ego atau kesombongan.
4. Miliki Prinsip "Nothing in Me" (Tidak Ada Milik Dunia di Dalamku)
Yesus berkata bahwa penguasa dunia (iblis) datang tetapi "tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Nya" karena iblis tidak mendapati apa-apa yang menjadi miliknya di dalam Yesus (Yohanes 14:30).
 * Periksalah motif hati sdr. Jika sdr bekerja demi ambisi pribadi atau harga diri (standar dunia), iblis punya celah untuk mengendalikan sdr.
 * Jika sdr bekerja murni sebagai ibadah dan ketaatan, maka dunia tidak punya kuasa untuk menekan atau menjatuhkan mental sdr.
5. Menjadi "Pemberi Arah" melalui Karakter
Seperti Sem yang memilih untuk menutupi kelemahan orang lain (ayahnya) daripada mengolok-oloknya:
 * Di lingkungan, jadilah orang yang membangun, menjaga integritas, dan menunjukkan kasih. 
Baca: 1 Kor 13:4-10
1 Korintus 13:7 (TB) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Karakter seperti ini secara otomatis akan membuat sdr menjadi pemimpin alami yang memberikan arah positif bagi orang lain.



Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

Hikmat Ilahi dan Pemulihan Bumi (MKS #14)

Khotbah ini menjelaskan rencana agung Allah untuk memulihkan otoritas manusia sebagai pewaris bumi yang sah melalui hikmat dan suara firman-Nya. Penulis membandingkan kondisi spiritual antara iblis yang sombong dengan manusia yang rendah hati, menegaskan bahwa iblis hanyalah entitas yang terbuang dan bukan pemilik dunia ini.  Melalui analisis kitab Kejadian hingga Wahyu, dipaparkan bahwa tujuan akhir Tuhan adalah menghapus dominasi kegelapan dan menghadirkan langit dan bumi yang baru . Dalam kondisi ideal tersebut, terang ilahi akan menggantikan matahari sepenuhnya sehingga malam tidak lagi ada. Kehidupan orang beriman dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan visi kekekalan ini di dunia. Seluruh narasi menekankan bahwa ketaatan pada Kristus adalah kunci bagi manusia untuk memerintah dengan otoritas penuh sesuai rancangan semula. Berikut adalah catatan lengkapnya : 1. Peran Roh Kudus dalam Penyingkapan Rahasia Allah Manusia kerajaan surga diajak untuk memiliki keber...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Tubuhmu Adalah Bait Roh Kudus

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Video berjudul "You’ve Heard ‘You Are the Temple of God’ – But This Is What It Really Means" dari saluran Beyond the Veil menjelaskan bahwa konsep tubuh manusia sebagai "Bait Allah" bukan sekadar metafora, melainkan sebuah kebenaran arsitektural, anatomis, dan spiritual yang mendalam. Berikut adalah poin-punen utama yang dijelaskan dalam video tersebut: Paralel Struktur Bait Suci dengan Manusia : Video ini membedah bagaimana tiga bagian utama Bait Suci Sulaiman mencerminkan struktur diri manusia: [ 12:16 ] Pelataran Luar (Tubuh) : Mewakili aspek fisik, tindakan, dan interaksi dengan dunia luar. Sama seperti mezbah di pelataran, tubuh adalah tempat disiplin dan pengabdian fisik dimulai. [ 12:56 ] Tempat Kudus (Jiwa/Pikiran) : Mewakili dunia batin, pikiran, dan emosi. Di sini terdapat kandil (kesadaran), roti pertunjukan (nutrisi batin/hikmat), dan mezbah ...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Beda Kasih-karunia dan Karunia-karunia Roh Kudus

SATE 13 October 2020 –    Bacalah terlebih dahulu : I Korintus 12:27-31, Ibrani 2:1-4 Roh nasihat juga tetap ada di dalam hidup manusia meski manusia sudah jatuh dalam dosa. Tapi, kembali karena terkontaminasi oleh buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, pada akhirnya * Roh nasihat hanya termanifestasi dalam hati nurani seseorang sebatas memberitahukan apa yang baik dan boleh dilakukan serta apa yang jahat*,  serta seharusnya dijauhi oleh manusia. Tapi, saat seseorang kembali terhubung dengan Bapa, ia kembali mewarisi Roh Tuhan, * Roh nasihat dalam diri orang tersebut akan jadi sarana untuk karunia berkata-kata dalam bahasa roh, menafsirkan bahasa roh dan bernubuat.* Roh keperkasaan juga tidak pernah meninggalkan manusia saat manusia jatuh dalam dosa. Bagi orang percaya yang kembali terhubung dengan keberadaan Tuhan, keberadaan *Roh keperkasaan dalam dirinya akan dimanfaatkan oleh Roh Kudus untuk memanifestasikan karunia iman, kesembuhan dan mengadakan berbagai mujizat...