Langsung ke konten utama

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia.



Pada gereja Efesus kita bisa melihat tahap-tahap pembentukan awalnya; sampai pada akhirnya. Dia disebutkan pada KPR dan juga di kitab Wahyu. Itu menggambarkan jemaat yang bisa memulai dan bisa mengakhiri. Kita jemaat Pamanukan harus bisa memulai dan harus mengerti dan bisa bagaimana mengakhirinya. Mengakhiri berarti sampai kepada standar Tuhan yang dikatakan sebagai jemaat Kristus. Tanpa standar kita sulit sampai pada tujuan. Ada tujuan yang harus kita selesaikan. Ada pesan pewahyuan dari Tuhan Yesus Kristus kepada tujuh jemaat. Dia memperhatikan setiap jemaat. Jika kita tidak sampai pada standar yang Tuhan inginkan kita tidak masuk hitungan jemaat Kristus. Kita harus memiliki kerinduan seperti ini.
Di kitab KPR kita lihat bagaimana jemaat ini dibentuk. Dan mereka ada di kitab Wahyu, kita lihat bagaimana mereka bertumbuh dan bagaimana mereka harus bertobat. Dalam perkembangannya mereka dalam beberapa tahun bisa mempengaruhi Asia dengan hanya mulai dengan 12 orang. Kita harus menjadi gerbang pintu sorga, bukan pintu gerbang neraka. Jika kita membiarkan apa yang terjadi di kota kita, kita menjadi pintu gerbang neraka, yang membiarkan terus-menerus ketidakbenaran terjadi. Gereja Efesus sampai pada kitab Wahyu dan Tuhan memperhatikan mereka, menegor mereka untuk mereka menjadi pemenang.
KPR 19:1-12
Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.

Act 19:2  Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

Act 19:3  Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."

Act 19:4  Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."

Act 19:5  Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Act 19:6  Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Act 19:7  Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Act 19:8  Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Act 19:9  Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

Act 19:10  Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Act 19:11  Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,

Act 19:12  bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Jemaat Efesus
1.     Mereka Setia Dalam Iman.
Efesus adalah kota perniagaan yang besar, yang memiliki pelabuhan. Efesus juga memiliki bayak tempat-tempat penyembahan kepada dewi Artemis. Segala kalangan dari yang terendah dan kaum bangsawan menyembah berhala ini. Ketika Kerajaan Allah diberitakan oleh jemaat Efesus dan Paulus, mereka tetap sabar menderita walau pun menghadapi tekanan.
Wahyu 2:3 Mereka bertekun dalam iman, tetap sabar. Mereka dalam kondisi yang dituntut ketekunan, ditekan oleh karena nama Tuhan. Mereka sabar dalam penderitaan.  Kita harus bisa setia dalam iman, bukan sekedar rajin beribadah, tapi terlihat ketekunanmu dalam hal menghidupi kebenaran, belajar dari firman. Mungkin kita belum alami harus menderita oleh karena nama Tuhan. Suasana kota, atmosfir kota membuat mereka menderita. Dasar yang kuat dari jemaat Efesus adalah membangun dalam ketekunan. Terbukti dari hal yang baru yang mereka dapatkan, mereka lalu setiap hari selama dua tahun lamanya dididik, didisiplin. Paulus mengajarkan mereka dan mereka selalu siap dan sabar dalam tekanan dan penderitaan mereka (ay3).  Ada jemaat Pergamus yang juga menderita, karena berada di tempatnya iblis. Mereka juga setia. Tapi karena kondisi demikian, mereka juga mengikuti ajaran Bileam (WAHYU 2:13).
Jika dalam penderitaan, mudah sekali orang mencari ajaran lain. Balak adalah seorang nabi di Israel. Spirit pengajara Bileam adalah mengambil keuntungan dalam situasi buruk (mengail di ari keruh) yang mencoba membuat mereka beralih.
Tapi jemaat Efesus tetap tekun dan sabar dalam penderitaan mereka. Apa pun penderitaan kita dalam ekonomi, sakit penyakit dan apalagi oleh karena nama Tuhan, jangan mencoba mencari ajaran di luar. Banyak orang mencari motivator semacam Mario Teguh untuk keluar dari persoalan mereka. Wahyu 1:14 Yohanes melihat suatu pribadi Anak Manusia yang kepala dan rambutNya putih metah. Itu menggambarkan pribadi yang sudah matang yang dapat diandalkan.
Bukan hanya Tuhan memberikan kelegaan, tapi juga Ia memasangkan kuk, artinya semua ada aturannya. Semua harus bertekun dalam persoalan dan penderitaan, bukannya lari kemana-mana, tapi taat akan hukum dan aturan Tuhan. Kalo kita mengenal Yesus Kristus sebagai Pribadi yang sudah matang, yang sudah berpengalaman kita harus percaya kepadaNya. Tiru dari pola para pemimpin, supaya kita bisa setia dalam iman kita. Jemaat Efesus memulainya dengan setia dalam iman mereka. Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi  yang berambut putih. Jika kita kekurangan hikmat mintalah kepadaNya, sebab Ia adalah Pribadi yang berpengalaman, yang sudah melewati segala penderitaan, dan Ia memberi dengan murah hati. Dari mulutNya keluar pedang yang tajam yang bermata-dua. Ibrani: Pedang yang memisah pikiran dan roh. Akurat. Ia adalah Pribadi yang Alfa dan Omega. Kita harus datang dan minta nasihat yang akurat dariNya. Kita tidak boleh mengandalkan pengalaman sendiri, tapi harus datang kepadaNya. Marilah datang kepadaKu kamu yang letih dan berbeban berat. Dia mengundang kita datang karena banyak orang yang tidak mau datang kepadaNya. Kita tidak boleh stop hanya ketika sudah mendapatkan kelegaan, tapi kita harus mau mengenakan dan memikul kuk yang Dia berikan. Kita harus mau mengikuti aturanNya. Kita harus hidup dalam pola dan hukum-hukum Tuhan. Itu namanya bertekun; apabila kita mau terus-menerus datang walau pun ada aturan yang harus kita ikuti. Itu supaya persoalan yang sama tidak balik lagi. Tujuannya bukan untuk menekan, tapi untuk melindungi. Jika kita tidak mau mengikuti aturan dan pola Tuhan, kita tidak mendapat perlindungan Tuhan, sehingga masalah yang sama bolak-balik terjadi. Jika kita datang kepada pemimpin dan bapa rohani, kita harus bersikap demikian, mengikuti pola dan aturan Tuhan, dan aturan dalam rumah, sehingga kita mendapatkan kelegaan dan perlindungan dari masalah yang sama.
Marilah kita memulai dengan tahap, dimana kita bertekun dan setia, tetap datang kepadaNya karena kita mengerti apa yang menjadi landasan kita sebagai gereja. Bukan datang hanya untuk ibadah  dan merasa benar; tapi kita harus datang untuk dibawa sebagai pemenang.
Aliran Roh Kudus harus terus mengalir. Harus dapat terus menerima pesan Roh Kudus.

2.     PERANAN ROH KUDUS. Walau pun jumlahnya hanya sedikit, mereka bertekun. Paulus bisa melihat mereka demikian. KPR 19:2 Kita harus sudah menerima Roh Kudus. Tujua kita menerima Roh Kudus bukan hanya bisa berbahasa Roh. Tujuan berbahasa Roh supaya kita bisa membangun diri, naik level.  Ada tahapan selanjutnya. Jangan sampai orang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, tapi tidak terbangun. Banyak orang-orang Karismatik dan Pantekosta yang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, menjadi bagian dari liturgi ibadah. Tapi kita harus menerima Dia supaya Dia memimpin kita, menyiapkan diri kita untuk terus dibangun, mengalami Tuhan. Jangan sampai ada yang menipu dirinya sendiri, menurut kebenaran diri sendiri. Menipu diri sendiri adalah membangun dirnya menurut kebenaran dirinya sendiri. Sejauh mana peranan Roh Kudus dalam hidupmu? Harusnya kita terus mengejar peranan Roh Kudus. Apakah kita tidak mau menerima kuasa, mengenal Bapa dengan baik? Semua peran Roh Kudus itu penting sekali bagi jemaat, oleh karena itu sadari pentingnya peran Roh Kudus. Jangan hanya sampai dibatasi dan tertipu hanya sampai berbahasa roh. Orang Israel diperintahkan untuk menguduskan dirinya tiga hari sebelumnya. Mereka harus mandi bersih dan menjauhkan diri dari hal-hal yang najis, sebab Tuhan akan datang menjumpai mereka di gunung. Tapi ada pengajarkan yang menyesatkan yang mengatakan “jika menjumpai Tuhan mereka akan mati.” Mereka termakan oleh pengajaran sesat itu sehingga mereka memutuskan untuk tidak menjumpai Tuhan di gunung dan menyuruh Musa sendiri, sehingga sejak itu Tuhan tidak mau berbicara dengan mereka kecuali melalui perantara para nabi. Maka sampai hari ini Tuhan tidak pernah berbicara langsung kepada manusia.  Sekarang Ibrani 1:1-2. mengatakan Allah berfirman hanya melalui perantaraan AnakNya. Dan kita tau bahwa sekarang Roh Kudus lah yang berperan dan berbicara kepada kita.
Pesan kepada tujuh jemaat selalu diakhiri dengan: Barangsiapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan ROH.  Dia Roh yang memimpin Yesus, sekarang memimpin kita. Hanya dengan perantaraan Roh Kudus saja kita bisa sampai pada tujuan akhirnya, sebab hanya Roh Kudus yang menyatakan semua kebenaran, yang membuat kita tau apa yang terjadi dimasa mendatang. Kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi dengan kuasa. Bertobatlah dari doktrinmu sendiri dan dari kebenaran sendiri yang mengatakan Roh Kudus hanya untuk berbahasa roh dan menjadikan bahasa roh hanya untuk liturgi gereja (bukan untuk membangun manusia rohmu).
 Mulailah seperti jemaat Efesus, yang membangun dirnya sehingga berdampak bagi Asia. Jangan terus menipu dirimu sendiri, membangun dirimu dengan kebenaran sendiri (Roma 10:3). Kita harus terus dibawa Roh Kudus sampai selesai.  Jika kita bisa mengetahui rencana Tuhan kita tidak akan hidup dalam rutinitas, tapi akan hidup menurut firman dan rencanaNya. Peranan Roh Kudus itu harus hidup dalam diri kita. Pada saat berbahasa roh berarti  saudara sedang berbicara dengan Allah. Siap terima pewahyuan dariNya dalam diri kita. Mungkin sekarang masih terima sedikit, tapi makin lama akan membuat roh kita ingin lebih lagi ‘penasaran’ dan ingin datang lagi kepada Tuhan. Ia sedang menyadarkan dirimu.  Ia sedang menyatakan keberanan dan mau membawamu kepada seluruh kebenaran, tahap demi tahap. Dalam mendengar dan mencatat khotbah kita harus mendapatkan pesan pewahyuan dari Roh Kudus. Ia tinggal dalam kita dengan tujuan dan perananNya. Jika kita belum bisa merasakan peranan dan pekerjaaan Roh Kudus, kita harus bertanya, apakah kita sudah dibaptis Roh? Dia harus yang pertama berperan dalam dirimu, yang bisa menyempurnakan kita menjadi gereja menurut standar Tuhan.
Wahyu 2:7; 11,17,29. Wah 3:6,13,22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
Jadi Roh Kudus selalu berbicara; tanpa peran Roh Kudus kita tidak akan sampai selesai. Jangan percaya Yesus hanya karena takut neraka dan ingin masuk sorga. Tapi ingat selalu kasihmu yang mula-mula; artinya Dia pun tau hatimu, kerinduanmu, motivasimu. Jangan sampai kau menipu dirimu sendiri. Biarkan Roh bebas berperan dalam dirimu. Mulailah berpikir dan minimal mengetahui apa yang dikatakan Roh buat hidupmu; ketika engkau berbahasa roh, dengan haus dan antusias. Apa pun pesan yang kau dapat, tuls dan bagikan. Bukan apa yang cocok buat hidup kita dan keadaan kita, tapi dengarkan dan perhatikan apa yang Roh katakan. 
3.     DOKTRIN PENGAJARAN. Ini adalah prinsip keyakinan/kehidupan yang mendasari apa yang kita lakukan, kerjakan, kita bicaraka di dalam hidup kita. Itu akan terlihat sebenarnya dasar keyakinanmu di mana. Ada orang yang tidak punya dasar keyakinan. Setiap perkataan dia percaya. Dan itu membuatnya bingung, sebab ia tidak punya dasar keyakinan. Orang seperti ini tidak mengenal Tuhan. Dari cara kita hidup dan kata-kata kita sehari-hari. Mungkin kita berkata kepada anak kita: Kamu harus belajar, sehingga hidupmu berhasil. Tanpa dasar keyakinan, orang itu akan diombang-ambingkan, bingung dan tidak punya keyakinan. Itu sebabnya kita harus menerima pengajaran yang sehat, doktrin yang sehat. Doktrin itu bisa menurun dari satu generasi ke generasi. Juga akan beredar di dalam satu masyarakat. Jadi sebenarnya kita bisa mengubah suatu generasi. Dan bisa mempengaruhi kota. Doktrin yang sehat yang kita terima harus kita bawa ke rumah.
Yoshua dan Kaleb memiliki hati yang berbeda. Tapi tidak cukup 1-2 orang, bukan berarti Tuhan tidak bisa pakai. Tapi doktrin dan keyakinan kita harus hidup dalam jemaat; secara korporat sehingga kita bisa berdampak. Prinsip-prinsip dari doktrin kebenaran itu harus kita aplikasikan diseluruh bidang kehidupan kita, di mana pun, kapan pun. Kita juga harus mengaplikasikannya juga pada bidang keuangan, menjelaskannya dengan tepat. Miliki hikmat sehingga apa yang kita dapatkan tidak akan mungkin terjadi bentrok di luar.  Bergaulan terus dengan Roh Kudus untuk memperoleh hikmat. Apa yang kita dapatkan di sini, pasti disukai juga oleh orang luar. Kita pulihkan pengertian doktrin. Kita tidak mengambil doktrin dari kebudayaan, tapi doktrin dari Kerajaan Allah. Jemaat Efesus memiliki doktrin yang kuat; pengajaran yang kuat; memiliki satu bentuk kehidupan yang berbeda. Kota yang dbangun di atas bukit tidak akan tersembunyi, pasti terlihat. Banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan pengajaran tertentu; dan merasa puas; sehingga tidak maju-maju lagi. Tuhan terus bergerak maju. Kita harus bergerak maju dan tidak “stuck” pada posisi posisi tertentu. Mungkin pernah ada kegerakan Tuhan yang habis-habisan; tapi sesudah itu stop. Tidak mungkin kita hidup dengan jatuh-bangun. Tuhan terus bergerak; jangan terperangkap dengan damai-sejahtera dan sukacita. Terus upgrade dirimu; jangan stagnant, sebab kau dibangun bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk Tuhan.

4.     BUKTI IKAT-JANJI. Hubungan dengan bapa rohani.
5.     GEREJA HARUS BERGERAK KELUAR. Jemaat di Yerusalem tidak bergerak keluar, sampai mengalami penganiayaan. Ingat gereja adalah untuk kota dan bangsa. Kau harus bisa keluar dan berdampak.
6.     MUJIZAT. Gereja yang sudah dibangun dengan fondasi yang benar akan dikonfirmasi dengan mujizat.
Di KPR 20; Paulus mengingatkan akan adanya “srigala” di tengah domba.
Mereka yang tekun dan setia itu luarbiasa; tapi juga harus dikonfirm dengan mujizat; bukan hanya soal kesembuhan; tapi juga pemulihan.
Ps.Tetty Timorlinda_26Feb2017


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

Percepatan dan Kelahiran Ishak (MKS #46)

Khotbah ini berfokus pada percepatan rencana Tuhan melalui kehidupan Abraham . Tuhan mengubah identitas Abraham untuk melepaskannya dari pola hidup lama yang menghambat janji ilahi. Melalui penafsiran kitab Kejadian 17 , pp Djonny  menekankan pentingnya respons yang akurat terhadap firman Tuhan serta peran penyunatan batiniah dalam hubungan bapa-anak rohani. Jemaat diajak untuk hidup tidak bercela agar dapat menjadi bagian dari rencana agung universal Allah sebagai gereja yang sejati. Fokus utamanya adalah bagaimana perkataan profetik dari otoritas rohani mampu mengubah kepribadian seseorang menjadi ahli waris janji Tuhan. Akhirnya, sumber ini menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham berarti memiliki dimensi kehidupan Allah yang terwujud melalui ketaatan total. Berikut adalah catatan lengkap dari khotbah "Ibadah JMD Bandung 12 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 46" : 1. Konsep Percepatan (Acceleration) dan Ketetapan Allah Percepatan Ilahi: Kejadian 17 berbicara ...

Tujuh Gunung Budaya (UR #235)

Sesi  Dr. Tunde Bakare  kali ini membahas konsep tujuh gunung budaya sebagai kerangka pengaruh dalam masyarakat. Beliau menekankan pentingnya peran orang percaya di berbagai bidang seperti pemerintahan, pendidikan, media, ekonomi, keluarga, dan hiburan . Beliau secara tegas menolak klasifikasi gereja sebagai gunung agama , melainkan mendefinisikannya sebagai gunung rumah Tuhan yang harus berdiri di atas segala sistem lainnya. Melalui referensi Alkitabiah, ia mendorong jemaat untuk menjadi generasi surga terbuka yang memiliki kejeniusan kreatif dan solusi spiritual bagi dunia. Penjelasan ini menggambarkan kehidupan sebagai permadani yang kaya , di mana setiap elemen budaya dijalin untuk menyatakan kedaulatan Tuhan di bumi. Secara keseluruhan, pesan ini mengajak individu untuk beroperasi dengan hikmat ilahi guna membawa transformasi nyata di tengah masyarakat.   The Rich Tapestry of the Seven Cultural Mountains Berikut adalah catatan lengkap sesi pengajaran Dr. Tund...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

Pemulihan Identitas Melalui Percepatan dan Ikat Janji (MKS #47)

Sesi ini masih membahas konsep percepatan ilahi melalui teladan kehidupan Abraham. Penulis menekankan pentingnya transformasi jati diri dari manusia lama menjadi manusia baru sebagai syarat mutlak agar rencana agung Tuhan tergenapi. Melalui penjelasan kitab Kejadian 17 dan 18, sumber ini menguraikan bahwa ketaatan pada otoritas bapa rohani dan respons yang akurat terhadap firman adalah kunci perubahan karakter. Khotbah tersebut menegaskan bahwa perubahan kepribadian seseorang akan menentukan kualitas kunjungan dan pergerakan Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, ditekankan bahwa benih firman yang diterima harus mewujud dalam tindakan nyata agar janji Tuhan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Secara keseluruhan, teks ini mengajak jemaat untuk menanggalkan sifat-sifat lama demi mengenakan identitas baru yang sesuai dengan takdir ilahi . Ibadah JMD Bandung 19 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 47 Berikut adalah catatan lengkap mengenai rencana Tuhan bagi keturunan Abraham, tr...