Langsung ke konten utama

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia.



Pada gereja Efesus kita bisa melihat tahap-tahap pembentukan awalnya; sampai pada akhirnya. Dia disebutkan pada KPR dan juga di kitab Wahyu. Itu menggambarkan jemaat yang bisa memulai dan bisa mengakhiri. Kita jemaat Pamanukan harus bisa memulai dan harus mengerti dan bisa bagaimana mengakhirinya. Mengakhiri berarti sampai kepada standar Tuhan yang dikatakan sebagai jemaat Kristus. Tanpa standar kita sulit sampai pada tujuan. Ada tujuan yang harus kita selesaikan. Ada pesan pewahyuan dari Tuhan Yesus Kristus kepada tujuh jemaat. Dia memperhatikan setiap jemaat. Jika kita tidak sampai pada standar yang Tuhan inginkan kita tidak masuk hitungan jemaat Kristus. Kita harus memiliki kerinduan seperti ini.
Di kitab KPR kita lihat bagaimana jemaat ini dibentuk. Dan mereka ada di kitab Wahyu, kita lihat bagaimana mereka bertumbuh dan bagaimana mereka harus bertobat. Dalam perkembangannya mereka dalam beberapa tahun bisa mempengaruhi Asia dengan hanya mulai dengan 12 orang. Kita harus menjadi gerbang pintu sorga, bukan pintu gerbang neraka. Jika kita membiarkan apa yang terjadi di kota kita, kita menjadi pintu gerbang neraka, yang membiarkan terus-menerus ketidakbenaran terjadi. Gereja Efesus sampai pada kitab Wahyu dan Tuhan memperhatikan mereka, menegor mereka untuk mereka menjadi pemenang.
KPR 19:1-12
Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.

Act 19:2  Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

Act 19:3  Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."

Act 19:4  Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."

Act 19:5  Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Act 19:6  Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Act 19:7  Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Act 19:8  Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Act 19:9  Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

Act 19:10  Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Act 19:11  Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,

Act 19:12  bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Jemaat Efesus
1.     Mereka Setia Dalam Iman.
Efesus adalah kota perniagaan yang besar, yang memiliki pelabuhan. Efesus juga memiliki bayak tempat-tempat penyembahan kepada dewi Artemis. Segala kalangan dari yang terendah dan kaum bangsawan menyembah berhala ini. Ketika Kerajaan Allah diberitakan oleh jemaat Efesus dan Paulus, mereka tetap sabar menderita walau pun menghadapi tekanan.
Wahyu 2:3 Mereka bertekun dalam iman, tetap sabar. Mereka dalam kondisi yang dituntut ketekunan, ditekan oleh karena nama Tuhan. Mereka sabar dalam penderitaan.  Kita harus bisa setia dalam iman, bukan sekedar rajin beribadah, tapi terlihat ketekunanmu dalam hal menghidupi kebenaran, belajar dari firman. Mungkin kita belum alami harus menderita oleh karena nama Tuhan. Suasana kota, atmosfir kota membuat mereka menderita. Dasar yang kuat dari jemaat Efesus adalah membangun dalam ketekunan. Terbukti dari hal yang baru yang mereka dapatkan, mereka lalu setiap hari selama dua tahun lamanya dididik, didisiplin. Paulus mengajarkan mereka dan mereka selalu siap dan sabar dalam tekanan dan penderitaan mereka (ay3).  Ada jemaat Pergamus yang juga menderita, karena berada di tempatnya iblis. Mereka juga setia. Tapi karena kondisi demikian, mereka juga mengikuti ajaran Bileam (WAHYU 2:13).
Jika dalam penderitaan, mudah sekali orang mencari ajaran lain. Balak adalah seorang nabi di Israel. Spirit pengajara Bileam adalah mengambil keuntungan dalam situasi buruk (mengail di ari keruh) yang mencoba membuat mereka beralih.
Tapi jemaat Efesus tetap tekun dan sabar dalam penderitaan mereka. Apa pun penderitaan kita dalam ekonomi, sakit penyakit dan apalagi oleh karena nama Tuhan, jangan mencoba mencari ajaran di luar. Banyak orang mencari motivator semacam Mario Teguh untuk keluar dari persoalan mereka. Wahyu 1:14 Yohanes melihat suatu pribadi Anak Manusia yang kepala dan rambutNya putih metah. Itu menggambarkan pribadi yang sudah matang yang dapat diandalkan.
Bukan hanya Tuhan memberikan kelegaan, tapi juga Ia memasangkan kuk, artinya semua ada aturannya. Semua harus bertekun dalam persoalan dan penderitaan, bukannya lari kemana-mana, tapi taat akan hukum dan aturan Tuhan. Kalo kita mengenal Yesus Kristus sebagai Pribadi yang sudah matang, yang sudah berpengalaman kita harus percaya kepadaNya. Tiru dari pola para pemimpin, supaya kita bisa setia dalam iman kita. Jemaat Efesus memulainya dengan setia dalam iman mereka. Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi  yang berambut putih. Jika kita kekurangan hikmat mintalah kepadaNya, sebab Ia adalah Pribadi yang berpengalaman, yang sudah melewati segala penderitaan, dan Ia memberi dengan murah hati. Dari mulutNya keluar pedang yang tajam yang bermata-dua. Ibrani: Pedang yang memisah pikiran dan roh. Akurat. Ia adalah Pribadi yang Alfa dan Omega. Kita harus datang dan minta nasihat yang akurat dariNya. Kita tidak boleh mengandalkan pengalaman sendiri, tapi harus datang kepadaNya. Marilah datang kepadaKu kamu yang letih dan berbeban berat. Dia mengundang kita datang karena banyak orang yang tidak mau datang kepadaNya. Kita tidak boleh stop hanya ketika sudah mendapatkan kelegaan, tapi kita harus mau mengenakan dan memikul kuk yang Dia berikan. Kita harus mau mengikuti aturanNya. Kita harus hidup dalam pola dan hukum-hukum Tuhan. Itu namanya bertekun; apabila kita mau terus-menerus datang walau pun ada aturan yang harus kita ikuti. Itu supaya persoalan yang sama tidak balik lagi. Tujuannya bukan untuk menekan, tapi untuk melindungi. Jika kita tidak mau mengikuti aturan dan pola Tuhan, kita tidak mendapat perlindungan Tuhan, sehingga masalah yang sama bolak-balik terjadi. Jika kita datang kepada pemimpin dan bapa rohani, kita harus bersikap demikian, mengikuti pola dan aturan Tuhan, dan aturan dalam rumah, sehingga kita mendapatkan kelegaan dan perlindungan dari masalah yang sama.
Marilah kita memulai dengan tahap, dimana kita bertekun dan setia, tetap datang kepadaNya karena kita mengerti apa yang menjadi landasan kita sebagai gereja. Bukan datang hanya untuk ibadah  dan merasa benar; tapi kita harus datang untuk dibawa sebagai pemenang.
Aliran Roh Kudus harus terus mengalir. Harus dapat terus menerima pesan Roh Kudus.

2.     PERANAN ROH KUDUS. Walau pun jumlahnya hanya sedikit, mereka bertekun. Paulus bisa melihat mereka demikian. KPR 19:2 Kita harus sudah menerima Roh Kudus. Tujua kita menerima Roh Kudus bukan hanya bisa berbahasa Roh. Tujuan berbahasa Roh supaya kita bisa membangun diri, naik level.  Ada tahapan selanjutnya. Jangan sampai orang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, tapi tidak terbangun. Banyak orang-orang Karismatik dan Pantekosta yang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, menjadi bagian dari liturgi ibadah. Tapi kita harus menerima Dia supaya Dia memimpin kita, menyiapkan diri kita untuk terus dibangun, mengalami Tuhan. Jangan sampai ada yang menipu dirinya sendiri, menurut kebenaran diri sendiri. Menipu diri sendiri adalah membangun dirnya menurut kebenaran dirinya sendiri. Sejauh mana peranan Roh Kudus dalam hidupmu? Harusnya kita terus mengejar peranan Roh Kudus. Apakah kita tidak mau menerima kuasa, mengenal Bapa dengan baik? Semua peran Roh Kudus itu penting sekali bagi jemaat, oleh karena itu sadari pentingnya peran Roh Kudus. Jangan hanya sampai dibatasi dan tertipu hanya sampai berbahasa roh. Orang Israel diperintahkan untuk menguduskan dirinya tiga hari sebelumnya. Mereka harus mandi bersih dan menjauhkan diri dari hal-hal yang najis, sebab Tuhan akan datang menjumpai mereka di gunung. Tapi ada pengajarkan yang menyesatkan yang mengatakan “jika menjumpai Tuhan mereka akan mati.” Mereka termakan oleh pengajaran sesat itu sehingga mereka memutuskan untuk tidak menjumpai Tuhan di gunung dan menyuruh Musa sendiri, sehingga sejak itu Tuhan tidak mau berbicara dengan mereka kecuali melalui perantara para nabi. Maka sampai hari ini Tuhan tidak pernah berbicara langsung kepada manusia.  Sekarang Ibrani 1:1-2. mengatakan Allah berfirman hanya melalui perantaraan AnakNya. Dan kita tau bahwa sekarang Roh Kudus lah yang berperan dan berbicara kepada kita.
Pesan kepada tujuh jemaat selalu diakhiri dengan: Barangsiapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan ROH.  Dia Roh yang memimpin Yesus, sekarang memimpin kita. Hanya dengan perantaraan Roh Kudus saja kita bisa sampai pada tujuan akhirnya, sebab hanya Roh Kudus yang menyatakan semua kebenaran, yang membuat kita tau apa yang terjadi dimasa mendatang. Kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi dengan kuasa. Bertobatlah dari doktrinmu sendiri dan dari kebenaran sendiri yang mengatakan Roh Kudus hanya untuk berbahasa roh dan menjadikan bahasa roh hanya untuk liturgi gereja (bukan untuk membangun manusia rohmu).
 Mulailah seperti jemaat Efesus, yang membangun dirnya sehingga berdampak bagi Asia. Jangan terus menipu dirimu sendiri, membangun dirimu dengan kebenaran sendiri (Roma 10:3). Kita harus terus dibawa Roh Kudus sampai selesai.  Jika kita bisa mengetahui rencana Tuhan kita tidak akan hidup dalam rutinitas, tapi akan hidup menurut firman dan rencanaNya. Peranan Roh Kudus itu harus hidup dalam diri kita. Pada saat berbahasa roh berarti  saudara sedang berbicara dengan Allah. Siap terima pewahyuan dariNya dalam diri kita. Mungkin sekarang masih terima sedikit, tapi makin lama akan membuat roh kita ingin lebih lagi ‘penasaran’ dan ingin datang lagi kepada Tuhan. Ia sedang menyadarkan dirimu.  Ia sedang menyatakan keberanan dan mau membawamu kepada seluruh kebenaran, tahap demi tahap. Dalam mendengar dan mencatat khotbah kita harus mendapatkan pesan pewahyuan dari Roh Kudus. Ia tinggal dalam kita dengan tujuan dan perananNya. Jika kita belum bisa merasakan peranan dan pekerjaaan Roh Kudus, kita harus bertanya, apakah kita sudah dibaptis Roh? Dia harus yang pertama berperan dalam dirimu, yang bisa menyempurnakan kita menjadi gereja menurut standar Tuhan.
Wahyu 2:7; 11,17,29. Wah 3:6,13,22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
Jadi Roh Kudus selalu berbicara; tanpa peran Roh Kudus kita tidak akan sampai selesai. Jangan percaya Yesus hanya karena takut neraka dan ingin masuk sorga. Tapi ingat selalu kasihmu yang mula-mula; artinya Dia pun tau hatimu, kerinduanmu, motivasimu. Jangan sampai kau menipu dirimu sendiri. Biarkan Roh bebas berperan dalam dirimu. Mulailah berpikir dan minimal mengetahui apa yang dikatakan Roh buat hidupmu; ketika engkau berbahasa roh, dengan haus dan antusias. Apa pun pesan yang kau dapat, tuls dan bagikan. Bukan apa yang cocok buat hidup kita dan keadaan kita, tapi dengarkan dan perhatikan apa yang Roh katakan. 
3.     DOKTRIN PENGAJARAN. Ini adalah prinsip keyakinan/kehidupan yang mendasari apa yang kita lakukan, kerjakan, kita bicaraka di dalam hidup kita. Itu akan terlihat sebenarnya dasar keyakinanmu di mana. Ada orang yang tidak punya dasar keyakinan. Setiap perkataan dia percaya. Dan itu membuatnya bingung, sebab ia tidak punya dasar keyakinan. Orang seperti ini tidak mengenal Tuhan. Dari cara kita hidup dan kata-kata kita sehari-hari. Mungkin kita berkata kepada anak kita: Kamu harus belajar, sehingga hidupmu berhasil. Tanpa dasar keyakinan, orang itu akan diombang-ambingkan, bingung dan tidak punya keyakinan. Itu sebabnya kita harus menerima pengajaran yang sehat, doktrin yang sehat. Doktrin itu bisa menurun dari satu generasi ke generasi. Juga akan beredar di dalam satu masyarakat. Jadi sebenarnya kita bisa mengubah suatu generasi. Dan bisa mempengaruhi kota. Doktrin yang sehat yang kita terima harus kita bawa ke rumah.
Yoshua dan Kaleb memiliki hati yang berbeda. Tapi tidak cukup 1-2 orang, bukan berarti Tuhan tidak bisa pakai. Tapi doktrin dan keyakinan kita harus hidup dalam jemaat; secara korporat sehingga kita bisa berdampak. Prinsip-prinsip dari doktrin kebenaran itu harus kita aplikasikan diseluruh bidang kehidupan kita, di mana pun, kapan pun. Kita juga harus mengaplikasikannya juga pada bidang keuangan, menjelaskannya dengan tepat. Miliki hikmat sehingga apa yang kita dapatkan tidak akan mungkin terjadi bentrok di luar.  Bergaulan terus dengan Roh Kudus untuk memperoleh hikmat. Apa yang kita dapatkan di sini, pasti disukai juga oleh orang luar. Kita pulihkan pengertian doktrin. Kita tidak mengambil doktrin dari kebudayaan, tapi doktrin dari Kerajaan Allah. Jemaat Efesus memiliki doktrin yang kuat; pengajaran yang kuat; memiliki satu bentuk kehidupan yang berbeda. Kota yang dbangun di atas bukit tidak akan tersembunyi, pasti terlihat. Banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan pengajaran tertentu; dan merasa puas; sehingga tidak maju-maju lagi. Tuhan terus bergerak maju. Kita harus bergerak maju dan tidak “stuck” pada posisi posisi tertentu. Mungkin pernah ada kegerakan Tuhan yang habis-habisan; tapi sesudah itu stop. Tidak mungkin kita hidup dengan jatuh-bangun. Tuhan terus bergerak; jangan terperangkap dengan damai-sejahtera dan sukacita. Terus upgrade dirimu; jangan stagnant, sebab kau dibangun bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk Tuhan.

4.     BUKTI IKAT-JANJI. Hubungan dengan bapa rohani.
5.     GEREJA HARUS BERGERAK KELUAR. Jemaat di Yerusalem tidak bergerak keluar, sampai mengalami penganiayaan. Ingat gereja adalah untuk kota dan bangsa. Kau harus bisa keluar dan berdampak.
6.     MUJIZAT. Gereja yang sudah dibangun dengan fondasi yang benar akan dikonfirmasi dengan mujizat.
Di KPR 20; Paulus mengingatkan akan adanya “srigala” di tengah domba.
Mereka yang tekun dan setia itu luarbiasa; tapi juga harus dikonfirm dengan mujizat; bukan hanya soal kesembuhan; tapi juga pemulihan.
Ps.Tetty Timorlinda_26Feb2017


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Yesus's Foreknowledge and Free Will

Saat Teduh 11 Feb 2025 Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak bahwa Dia akan menderita, akan mati, akan bangkit pada hari yang ketiga dan akan naik ke sorga, artinya Dia sudah tahu apa yang harus terjadi. Dia juga sudah tahu  apa yang harus terjadi pada dirinya Yudas, pada dirinya Petrus. Jadi Yesus sudah tahu apa yang terjadi di hari-hari depannya Dia. Yesus akan menderita dan akan mati, Dia sudah tahu. Berarti apa yang Yesus ketahui dari sini? Dia tahu bahwa itu adalah KUASA daripada KEHENDAK DIRINYA, KEPUTUSANNYA untuk RELA menderita dan mati. Yesus memiliki KEHENDAK BEBAS sama seperti kita memiliki kehendak bebas untuk memutuskan dan melakukan TEPAT seperti yang Bapa kehendaki.  Bukankah Dia berdoa di taman Getsemani, kalau boleh cawan ini berlalu daripadaKu. Itu berbicara tentang KEHENDAK. Berarti apa PORSINYA Yesus bahwa Dia tahu Dia akan menderita dan mati? Porsi Dia adalah itu KEHENDAK Saya. Bapa tidak bisa berbuat apa-apa kalau Yesus akhirnya ...

Orang Benar (MKS #39)

Dalam video berjudul " Manusia Kerajaan Sorga 39" , Papa Djonny menyampaikan pesan mendalam mengenai perjalanan iman Abraham, khususnya berfokus pada peristiwa pengorbanan Ishak di Kejadian 22. Berikut adalah rincian pesan-pesan yang disampaikan: 1. Makna "Sekarang Aku Tahu" (For Now I Know) Papa Djonny menyoroti pernyataan Tuhan dalam Kejadian 22:12, "Sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah." [ 06:41 ]. Istilah "Yada": Dalam bahasa Ibrani, kata "tahu" menggunakan kata Yada (H3045), yang bukan sekadar tahu secara intelektual, tetapi berarti pengenalan yang sangat intim, seperti hubungan suami-istri [ 09:21 ]. Benih Ilahi: Hal ini menunjukkan bahwa Abraham membiarkan dirinya "disetubuhi" oleh Allah dalam arti rohani, di mana benih firman Tuhan masuk dan dikandung dalam hidupnya untuk mewujudkan rencana-Nya [ 12:54 ]. Keyakinan Tuhan: Melalui ujian pengorbanan Ishak, Tuhan menemukan bahwa dalam piki...