Langsung ke konten utama

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia.



Pada gereja Efesus kita bisa melihat tahap-tahap pembentukan awalnya; sampai pada akhirnya. Dia disebutkan pada KPR dan juga di kitab Wahyu. Itu menggambarkan jemaat yang bisa memulai dan bisa mengakhiri. Kita jemaat Pamanukan harus bisa memulai dan harus mengerti dan bisa bagaimana mengakhirinya. Mengakhiri berarti sampai kepada standar Tuhan yang dikatakan sebagai jemaat Kristus. Tanpa standar kita sulit sampai pada tujuan. Ada tujuan yang harus kita selesaikan. Ada pesan pewahyuan dari Tuhan Yesus Kristus kepada tujuh jemaat. Dia memperhatikan setiap jemaat. Jika kita tidak sampai pada standar yang Tuhan inginkan kita tidak masuk hitungan jemaat Kristus. Kita harus memiliki kerinduan seperti ini.
Di kitab KPR kita lihat bagaimana jemaat ini dibentuk. Dan mereka ada di kitab Wahyu, kita lihat bagaimana mereka bertumbuh dan bagaimana mereka harus bertobat. Dalam perkembangannya mereka dalam beberapa tahun bisa mempengaruhi Asia dengan hanya mulai dengan 12 orang. Kita harus menjadi gerbang pintu sorga, bukan pintu gerbang neraka. Jika kita membiarkan apa yang terjadi di kota kita, kita menjadi pintu gerbang neraka, yang membiarkan terus-menerus ketidakbenaran terjadi. Gereja Efesus sampai pada kitab Wahyu dan Tuhan memperhatikan mereka, menegor mereka untuk mereka menjadi pemenang.
KPR 19:1-12
Act 19:1  Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.

Act 19:2  Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."

Act 19:3  Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."

Act 19:4  Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."

Act 19:5  Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Act 19:6  Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Act 19:7  Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Act 19:8  Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Act 19:9  Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

Act 19:10  Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.

Act 19:11  Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa,

Act 19:12  bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Jemaat Efesus
1.     Mereka Setia Dalam Iman.
Efesus adalah kota perniagaan yang besar, yang memiliki pelabuhan. Efesus juga memiliki bayak tempat-tempat penyembahan kepada dewi Artemis. Segala kalangan dari yang terendah dan kaum bangsawan menyembah berhala ini. Ketika Kerajaan Allah diberitakan oleh jemaat Efesus dan Paulus, mereka tetap sabar menderita walau pun menghadapi tekanan.
Wahyu 2:3 Mereka bertekun dalam iman, tetap sabar. Mereka dalam kondisi yang dituntut ketekunan, ditekan oleh karena nama Tuhan. Mereka sabar dalam penderitaan.  Kita harus bisa setia dalam iman, bukan sekedar rajin beribadah, tapi terlihat ketekunanmu dalam hal menghidupi kebenaran, belajar dari firman. Mungkin kita belum alami harus menderita oleh karena nama Tuhan. Suasana kota, atmosfir kota membuat mereka menderita. Dasar yang kuat dari jemaat Efesus adalah membangun dalam ketekunan. Terbukti dari hal yang baru yang mereka dapatkan, mereka lalu setiap hari selama dua tahun lamanya dididik, didisiplin. Paulus mengajarkan mereka dan mereka selalu siap dan sabar dalam tekanan dan penderitaan mereka (ay3).  Ada jemaat Pergamus yang juga menderita, karena berada di tempatnya iblis. Mereka juga setia. Tapi karena kondisi demikian, mereka juga mengikuti ajaran Bileam (WAHYU 2:13).
Jika dalam penderitaan, mudah sekali orang mencari ajaran lain. Balak adalah seorang nabi di Israel. Spirit pengajara Bileam adalah mengambil keuntungan dalam situasi buruk (mengail di ari keruh) yang mencoba membuat mereka beralih.
Tapi jemaat Efesus tetap tekun dan sabar dalam penderitaan mereka. Apa pun penderitaan kita dalam ekonomi, sakit penyakit dan apalagi oleh karena nama Tuhan, jangan mencoba mencari ajaran di luar. Banyak orang mencari motivator semacam Mario Teguh untuk keluar dari persoalan mereka. Wahyu 1:14 Yohanes melihat suatu pribadi Anak Manusia yang kepala dan rambutNya putih metah. Itu menggambarkan pribadi yang sudah matang yang dapat diandalkan.
Bukan hanya Tuhan memberikan kelegaan, tapi juga Ia memasangkan kuk, artinya semua ada aturannya. Semua harus bertekun dalam persoalan dan penderitaan, bukannya lari kemana-mana, tapi taat akan hukum dan aturan Tuhan. Kalo kita mengenal Yesus Kristus sebagai Pribadi yang sudah matang, yang sudah berpengalaman kita harus percaya kepadaNya. Tiru dari pola para pemimpin, supaya kita bisa setia dalam iman kita. Jemaat Efesus memulainya dengan setia dalam iman mereka. Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi  yang berambut putih. Jika kita kekurangan hikmat mintalah kepadaNya, sebab Ia adalah Pribadi yang berpengalaman, yang sudah melewati segala penderitaan, dan Ia memberi dengan murah hati. Dari mulutNya keluar pedang yang tajam yang bermata-dua. Ibrani: Pedang yang memisah pikiran dan roh. Akurat. Ia adalah Pribadi yang Alfa dan Omega. Kita harus datang dan minta nasihat yang akurat dariNya. Kita tidak boleh mengandalkan pengalaman sendiri, tapi harus datang kepadaNya. Marilah datang kepadaKu kamu yang letih dan berbeban berat. Dia mengundang kita datang karena banyak orang yang tidak mau datang kepadaNya. Kita tidak boleh stop hanya ketika sudah mendapatkan kelegaan, tapi kita harus mau mengenakan dan memikul kuk yang Dia berikan. Kita harus mau mengikuti aturanNya. Kita harus hidup dalam pola dan hukum-hukum Tuhan. Itu namanya bertekun; apabila kita mau terus-menerus datang walau pun ada aturan yang harus kita ikuti. Itu supaya persoalan yang sama tidak balik lagi. Tujuannya bukan untuk menekan, tapi untuk melindungi. Jika kita tidak mau mengikuti aturan dan pola Tuhan, kita tidak mendapat perlindungan Tuhan, sehingga masalah yang sama bolak-balik terjadi. Jika kita datang kepada pemimpin dan bapa rohani, kita harus bersikap demikian, mengikuti pola dan aturan Tuhan, dan aturan dalam rumah, sehingga kita mendapatkan kelegaan dan perlindungan dari masalah yang sama.
Marilah kita memulai dengan tahap, dimana kita bertekun dan setia, tetap datang kepadaNya karena kita mengerti apa yang menjadi landasan kita sebagai gereja. Bukan datang hanya untuk ibadah  dan merasa benar; tapi kita harus datang untuk dibawa sebagai pemenang.
Aliran Roh Kudus harus terus mengalir. Harus dapat terus menerima pesan Roh Kudus.

2.     PERANAN ROH KUDUS. Walau pun jumlahnya hanya sedikit, mereka bertekun. Paulus bisa melihat mereka demikian. KPR 19:2 Kita harus sudah menerima Roh Kudus. Tujua kita menerima Roh Kudus bukan hanya bisa berbahasa Roh. Tujuan berbahasa Roh supaya kita bisa membangun diri, naik level.  Ada tahapan selanjutnya. Jangan sampai orang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, tapi tidak terbangun. Banyak orang-orang Karismatik dan Pantekosta yang hanya ikut-ikutan berbahasa roh, menjadi bagian dari liturgi ibadah. Tapi kita harus menerima Dia supaya Dia memimpin kita, menyiapkan diri kita untuk terus dibangun, mengalami Tuhan. Jangan sampai ada yang menipu dirinya sendiri, menurut kebenaran diri sendiri. Menipu diri sendiri adalah membangun dirnya menurut kebenaran dirinya sendiri. Sejauh mana peranan Roh Kudus dalam hidupmu? Harusnya kita terus mengejar peranan Roh Kudus. Apakah kita tidak mau menerima kuasa, mengenal Bapa dengan baik? Semua peran Roh Kudus itu penting sekali bagi jemaat, oleh karena itu sadari pentingnya peran Roh Kudus. Jangan hanya sampai dibatasi dan tertipu hanya sampai berbahasa roh. Orang Israel diperintahkan untuk menguduskan dirinya tiga hari sebelumnya. Mereka harus mandi bersih dan menjauhkan diri dari hal-hal yang najis, sebab Tuhan akan datang menjumpai mereka di gunung. Tapi ada pengajarkan yang menyesatkan yang mengatakan “jika menjumpai Tuhan mereka akan mati.” Mereka termakan oleh pengajaran sesat itu sehingga mereka memutuskan untuk tidak menjumpai Tuhan di gunung dan menyuruh Musa sendiri, sehingga sejak itu Tuhan tidak mau berbicara dengan mereka kecuali melalui perantara para nabi. Maka sampai hari ini Tuhan tidak pernah berbicara langsung kepada manusia.  Sekarang Ibrani 1:1-2. mengatakan Allah berfirman hanya melalui perantaraan AnakNya. Dan kita tau bahwa sekarang Roh Kudus lah yang berperan dan berbicara kepada kita.
Pesan kepada tujuh jemaat selalu diakhiri dengan: Barangsiapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan ROH.  Dia Roh yang memimpin Yesus, sekarang memimpin kita. Hanya dengan perantaraan Roh Kudus saja kita bisa sampai pada tujuan akhirnya, sebab hanya Roh Kudus yang menyatakan semua kebenaran, yang membuat kita tau apa yang terjadi dimasa mendatang. Kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi dengan kuasa. Bertobatlah dari doktrinmu sendiri dan dari kebenaran sendiri yang mengatakan Roh Kudus hanya untuk berbahasa roh dan menjadikan bahasa roh hanya untuk liturgi gereja (bukan untuk membangun manusia rohmu).
 Mulailah seperti jemaat Efesus, yang membangun dirnya sehingga berdampak bagi Asia. Jangan terus menipu dirimu sendiri, membangun dirimu dengan kebenaran sendiri (Roma 10:3). Kita harus terus dibawa Roh Kudus sampai selesai.  Jika kita bisa mengetahui rencana Tuhan kita tidak akan hidup dalam rutinitas, tapi akan hidup menurut firman dan rencanaNya. Peranan Roh Kudus itu harus hidup dalam diri kita. Pada saat berbahasa roh berarti  saudara sedang berbicara dengan Allah. Siap terima pewahyuan dariNya dalam diri kita. Mungkin sekarang masih terima sedikit, tapi makin lama akan membuat roh kita ingin lebih lagi ‘penasaran’ dan ingin datang lagi kepada Tuhan. Ia sedang menyadarkan dirimu.  Ia sedang menyatakan keberanan dan mau membawamu kepada seluruh kebenaran, tahap demi tahap. Dalam mendengar dan mencatat khotbah kita harus mendapatkan pesan pewahyuan dari Roh Kudus. Ia tinggal dalam kita dengan tujuan dan perananNya. Jika kita belum bisa merasakan peranan dan pekerjaaan Roh Kudus, kita harus bertanya, apakah kita sudah dibaptis Roh? Dia harus yang pertama berperan dalam dirimu, yang bisa menyempurnakan kita menjadi gereja menurut standar Tuhan.
Wahyu 2:7; 11,17,29. Wah 3:6,13,22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
Jadi Roh Kudus selalu berbicara; tanpa peran Roh Kudus kita tidak akan sampai selesai. Jangan percaya Yesus hanya karena takut neraka dan ingin masuk sorga. Tapi ingat selalu kasihmu yang mula-mula; artinya Dia pun tau hatimu, kerinduanmu, motivasimu. Jangan sampai kau menipu dirimu sendiri. Biarkan Roh bebas berperan dalam dirimu. Mulailah berpikir dan minimal mengetahui apa yang dikatakan Roh buat hidupmu; ketika engkau berbahasa roh, dengan haus dan antusias. Apa pun pesan yang kau dapat, tuls dan bagikan. Bukan apa yang cocok buat hidup kita dan keadaan kita, tapi dengarkan dan perhatikan apa yang Roh katakan. 
3.     DOKTRIN PENGAJARAN. Ini adalah prinsip keyakinan/kehidupan yang mendasari apa yang kita lakukan, kerjakan, kita bicaraka di dalam hidup kita. Itu akan terlihat sebenarnya dasar keyakinanmu di mana. Ada orang yang tidak punya dasar keyakinan. Setiap perkataan dia percaya. Dan itu membuatnya bingung, sebab ia tidak punya dasar keyakinan. Orang seperti ini tidak mengenal Tuhan. Dari cara kita hidup dan kata-kata kita sehari-hari. Mungkin kita berkata kepada anak kita: Kamu harus belajar, sehingga hidupmu berhasil. Tanpa dasar keyakinan, orang itu akan diombang-ambingkan, bingung dan tidak punya keyakinan. Itu sebabnya kita harus menerima pengajaran yang sehat, doktrin yang sehat. Doktrin itu bisa menurun dari satu generasi ke generasi. Juga akan beredar di dalam satu masyarakat. Jadi sebenarnya kita bisa mengubah suatu generasi. Dan bisa mempengaruhi kota. Doktrin yang sehat yang kita terima harus kita bawa ke rumah.
Yoshua dan Kaleb memiliki hati yang berbeda. Tapi tidak cukup 1-2 orang, bukan berarti Tuhan tidak bisa pakai. Tapi doktrin dan keyakinan kita harus hidup dalam jemaat; secara korporat sehingga kita bisa berdampak. Prinsip-prinsip dari doktrin kebenaran itu harus kita aplikasikan diseluruh bidang kehidupan kita, di mana pun, kapan pun. Kita juga harus mengaplikasikannya juga pada bidang keuangan, menjelaskannya dengan tepat. Miliki hikmat sehingga apa yang kita dapatkan tidak akan mungkin terjadi bentrok di luar.  Bergaulan terus dengan Roh Kudus untuk memperoleh hikmat. Apa yang kita dapatkan di sini, pasti disukai juga oleh orang luar. Kita pulihkan pengertian doktrin. Kita tidak mengambil doktrin dari kebudayaan, tapi doktrin dari Kerajaan Allah. Jemaat Efesus memiliki doktrin yang kuat; pengajaran yang kuat; memiliki satu bentuk kehidupan yang berbeda. Kota yang dbangun di atas bukit tidak akan tersembunyi, pasti terlihat. Banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan pengajaran tertentu; dan merasa puas; sehingga tidak maju-maju lagi. Tuhan terus bergerak maju. Kita harus bergerak maju dan tidak “stuck” pada posisi posisi tertentu. Mungkin pernah ada kegerakan Tuhan yang habis-habisan; tapi sesudah itu stop. Tidak mungkin kita hidup dengan jatuh-bangun. Tuhan terus bergerak; jangan terperangkap dengan damai-sejahtera dan sukacita. Terus upgrade dirimu; jangan stagnant, sebab kau dibangun bukan hanya untuk dirimu, tapi untuk Tuhan.

4.     BUKTI IKAT-JANJI. Hubungan dengan bapa rohani.
5.     GEREJA HARUS BERGERAK KELUAR. Jemaat di Yerusalem tidak bergerak keluar, sampai mengalami penganiayaan. Ingat gereja adalah untuk kota dan bangsa. Kau harus bisa keluar dan berdampak.
6.     MUJIZAT. Gereja yang sudah dibangun dengan fondasi yang benar akan dikonfirmasi dengan mujizat.
Di KPR 20; Paulus mengingatkan akan adanya “srigala” di tengah domba.
Mereka yang tekun dan setia itu luarbiasa; tapi juga harus dikonfirm dengan mujizat; bukan hanya soal kesembuhan; tapi juga pemulihan.
Ps.Tetty Timorlinda_26Feb2017


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

YESUS INGATLAH AKAN AKU

KUASA DARI INGAT-INGATAN Kejadian 8:1 * Maka Allah mengingat  Nuh* dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. Ada hal yang aneh dari ayat 1 di atas: Allah mengingat Nuh…. Bagaimana mungkin Allah bisa melupakan dan mengingat Nuh kembali?  Mustahil Allah bisa lupa. Bagaimana mungkin Tuhan melupakan keberadaan Nuh dan keluarganya tengah terombang-ambing dalam bahtera setelah  150 hari lamanya? Gbr:  Trinity Lutheran Church Tapi ayat ini memberitahukan kepada kita, bahwa Tuhan selalu mengingatkan diri-Nya sendiri. Tidak ada seorang pun bisa mengingatkan dan memberikan nasihat kepada Allah. Kejadian 8:21 *Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya:* "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan mem...

Upper Room 4 - DR. Jonathan David

 15-06-2021 - Catatan Input Pendahuluan  Di sini kita membayar harga dan memberi perhatian, bukan sekedar mendapat pelajaran Firman. Mulai lebih dalam menconfigurasi hidup kita. Percaya Tuhan saat ini, hal yang supranatural pasti terjadi. Jangan punya kebiasaan buruk, pikiran dan emosi yang buruk. Pada masa krisis ini gereja harus bangkit. Tune freq suara kita. sesuatu yang didepositkan, yang fresh akan masuk dalam hidup kita. Kita berdiri di hadapan Tuhan. Kita mendesak di dalam roh. Bapa kami meminta sesuatu yang urgent untuk menangkap apa yang ada dalam hatimu. Bukan di hati kami. Biar frekuensi sorga terjadi, apa yang belum pernah terjadi. Intensitas dari sorga biar kami rasakan saat ini. Aktivitas dalam roh terjadi saat ini. Biar intensitas itu masuk dalam roh dan menawan hati kami saat ini. Dia yang memulai, Dia menguasai dan Dia yang mengakhiri. Biar tanah hati kita jadi subur ketika kita dengar firmannya datang dari hadirat Tuhan. Dia selaraskan hidup kita. Kita me...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Duta-duta Kerajaan Sorga

KEWARGAAN SORGA (Php 3:20)   Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nama kita tercatat di sorga. Kita harus bersuka-cita bukan karena hal-hal yang natural, bukan karena berkat atau rejeki nomplok, tapi kita bersuka-cita karena hal-hal yang dari sorga dan yang spiritual.

PERLUNYA TERUS MENGALAMI UPGRADE DAN UPDATE

PAULUS DI YERUSALEM KPR 21:15-26 Hukum Taurat, sunat dan keimamatan Lewi/Harun telah menjadi budaya dan adat-istiadat yang melekat pada orang Israel ribuan tahun lamanya. Tanpa mereka dan kita mengalami upgrade dan update dengan memperbarui pikiran dan akal-budi, sulit untuk melepaskan kebiasaan dan adat-istiadat tersebut.

KORELASI GEREJA DAN KOTA

Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan, ibu kota propinsi Akhaya. Korintus menjadi kota bisnis yang kaya, berpenduduk 200.000 jiwa yang terdiri dari berbagai bangsa terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk Yahudi.

Pemalas dan Orang Yang Rajin

 Mari kita bahas bersama-sama berdasarkan ayat-ayat Amsal tentang kemalasan dan kerajinan. Ayat-ayat kunci: Amsal 12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa; 13:4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan; 15:19 Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata; 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak; 21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.   Amsal 24:30 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.31  Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah  roboh. 32 Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. 33 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," 34 maka datanglah kemiskinan seperti seora...

RANGKUMAN MASA PERSIAPAN KEDATANGAN TUHAN

22 OKTOBER 2023 s/d 31 MARET 2024 (24 sesi) Ps. Djonny Tambunan Pendahuluan Mat 24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" Murid-murid menanyakan kepada Yesus tentang tanda dan waktu kedatangan Tuhan dan tanda kesudahan dunia. Namun, Yesus dengan jelas mengatakan; bahwa lebih penting memperhatikan firman dan perkataan-Nya. Sebab perkataan-Nya itu hidup dan kekal, akan tinggal tetap, walau pun langit dan bumi berlalu. Lagi pula, tidak ada seorang pun di sorga yang tau,   juga malaikat tidak tau, bahkan Anak pun tidak. Hanya Bapa sendiri yang tau. Mat 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Mat 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendir...