Langsung ke konten utama

MUSUH UTAMA GEREJA: SPIRIT BABEL

HIDUP DI JALAN TUHAN
Banyak orang Kristen hanya mementingkan diri sendiri. Ini terlihat dari doa-doa mereka. Apabila mereka melakukan pelanggaran mereka mencoba membela dirinya. Mereka takut kehilangan berkat-berkat, takut kehilangan kebahagiaan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan; bukan takut kehilangan firman dan hadirat Tuhan. Ini adalah pengaruh dari spirit Kain atau spirit Babel.
Apa pun keadaanmu, bisnismu, kesehatanmu, apa yang terjadi dengan keluargamu; cari dulu kehendak Bapa. Motor penggerak hidup kita dan motivasi kita haruslah sama dengan Yesus; melakukan kehendak Bapa. Maka tidak mungkin spirit Babel bisa mengontrol hidup kita.

KEJ 4:13-16
Gen 4:13  Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.

Gen 4:14  Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."

Gen 4:15  Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Gen 4:16  Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

Ada satu sikap pada Kain di mana dia ingin mengalami perlindungan, berkat dan keamanan; padahal dia telah membunuh adiknya sendiri. Dia belum pernah melihat kejadian sebelumnya; jadi betul-betul itu perbuatan jahatnya. Kain komplain akan hukuman dari Tuhan. Jangan terkecoh; dia tidak peduli akan hal-hal dari Tuhan, tapi hanya inginkan berkat, perlidungan dan keamanan. Bukan berkat-berkat rohani yang dia inginkan. Dia tidak takut kehilangan firman dan hadirat Tuhan. Ini juga yang menguasai banyak orang Kristen. Mereka hanya mementingkan diri mereka; terlihat dari doa-doa mereka. Apabila mereka melakukan pelanggaran mereka mencoba membela dirinya. Mereka takut kehilangan kebahagiaan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan; bukan takut kehilangan firman dan hadirat Tuhan. Kecemasan dia dapatkan karena dosa dan pelanggarannya.
Kain kabur dari hadapan Tuhan. Pada mulanya ia seolah-olah tidak mau hidupnya tersembunyi dari hadapan Tuhan; tapi tindakannya kontradiksi. Banyak orang Kristen berlaku serupa; apa yang dikatakan seolah-olah mencintai Tuhan tapi dalam tindakannya bertentangan. Kain tidak suka jalan-jalan Tuhan. Dia hanya fokus pada berkat dan perlidungan. Ibadah setiap minggu tidak berarti saudara menyukai jalan-jalan Tuhan. Banyak orang yang suka ada dihadapan Tuhan, suka ibadah, suka firman; tapi tidak mau ada di dalam Tuhan, tidak mau mengenakan kuk yang Tuhan kenakan, tidak mau ada di dalam Tuhan. Itu artinya saudara sudah dikuasai oleh spirit Kain. 
Jangan hidup perkasa di hadapan Tuhan; mengandalkan kekuatan sendiri, kekayaan, kepintaran dlsb. Tapi hiduplah menundukkan diri di dalam Tuhan. Jangan takut kepada Tuhan karena melakukan dosa dan kejahatan; tapi takutlah karena hormat terhadap Tuhan karena keberadaanNya dan kemuliaanNya. Tuhan tidak pernah menuntut manusia; tapi mengharapkan manusia percaya dan mengikuti jalan-jalanNya Tuhan. Belum tentu kita bahagia dan mendapat kecukupan ketika mengikuti jalan-jalan Tuhan, bahkan dalam mendidik kita, maka sepertinya banyak kesulitan datang. Tuhan tidak ingin mencobai, tapi Dia sudah menetapkan kita untuk berkuasa dan menjadi pemengang. Firmannya meneguhkan lagi; mengangkat  kita lagi; membuat kita semangat lagi dan menjadi berani menyatakan kebenaran.
Kain tidak meresponi firman karena tidak suka jalan-jalan Tuhan. Ini harus kita waspadai. Jangan lalai meresponi Tuhan; jangan biarkan berkat Tuhan itu gugur. Jangan berkata bahwa jalan Tuhan itu sulit; jangan berpikir bahwa jalan yang lain itu tidak berbahaya. Memang tidak berarti jalan yang lain itu dosa; tapi jalan yang lain itu belum ketahuan ujungnya sebab itu bukan jalan Tuhan. Itu jalan hidupmu, mungkin baik dan menghasilkan uang yang banyak. Tapi ukurannya tetap ukuran Tuhan; ketulusan hati dan integritas kepada Tuhan. Integritas artinya hati saudara tidak terpecah. Walau pun hanya Tuhan yang melihat kau tetap melakukan kebenaran dan ketaatan. Tidak tepat waktu, tidak membayar perpuluhan itu menyangkut integritas di hadapan Tuhan. Spirit Kain ini harus kita habiskan.
Jangan tersembunyi dari hadapan Tuhan. Jangan komplain terhadap Tuhan. Tuhan itu bukan maha sabar, tapi panjang sabar. Ia memberi kesempatan untuk bertobat; tapi ada batasnya. Kain komplain; merasa Tuhan itu pilih kasih dan tidak adil terhadapnya. Ia tidak bisa membunuh Tuhan, jadi ia membunuh Habel. Tuhan tidak pernah meninggalkan dan membiarkan kita anak-anaknya ditinggalkan. Hati-hati ketika kau mendengar kesaksian orang mendapat berkat atau kesembuhan. Spirit Kain bisa menyantet engkau, karena doamu belum dijawab Tuhan dan kau mulai menyalahkan Tuhan; padahal orang itu tidak pernah melayani Tuhan sedangkan kau setia dalam pelayanan.
Dua belas murid Apolos di Efesus memiliki hati yag tulus, mudah dibentuk hatinya, mau diajar; mereka tidak akan mudah  tersantet spirit Kain. Mereka merespon firman dengan cepat. Mereka mau mengikuti jalan-jalan Tuhan seperti apa yang dikatakan oleh Paulus. Mereka merespon dan memberikan diri mereka dibaptis. Seketika mereka dipenuhi oleh Roh Kudus.
Orang-orang yang bukan murid yang ada di synagoge tidak mau menerima dan bahkan menentang jalan Tuhan ketika mendengar khotbah rasul Paulus tentang kerajaan Allah dan jalan-jalan Tuhan. Banyak pemimpin gereja yang tahu apa yang mereka dengar adalah kebenaran yang luarbiasa; tapi mereka tidak mau mengaplikasikan firman kebenaran itu di gerejanya karena akan merugikan mereka secara finansial, secara lahiriah, secara materi. Mereka takut kebenaran itu akan membuat jumlah jemaat mereka melorot tajam. Pemimpin gereja seperti itu tidak menentang Tuhan, tapi mereka tidak mau menerima jalan-jalan Tuhan, tapi hanya mau menuruti jalan-jalan mereka sendiri.
Jadi spirit Kain itu terus hidup dan muncul di Efesus dan terus berkembang sampai  hari ini.
Kej 6:2, 5
Gen 6:1  Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

Gen 6:2  maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Gen 6:3  Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Gen 6:4  Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Gen 6:5  Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Manusia hidup menurut kecenderungan hatinya saja, melakukan apa saja yang mereka sukai; kecuali Nuh. Semua dikuasai spirit Kain, termasuk anak-anak Allah.
Gen 6:8  Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Gen 6:9  Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah (Noah walked with God).

Kej 6:9 Nuh hidup bergaul dengan Allah (walk with God). Ia berjalan di jalan-jalan Tuhan, sehingga ia mendapatkan perkenanan Tuhan.
 Walau pun jalan Tuhan tidak membawa keberuntungan, tidak membuatmu sejahtera, malah membuatmu rugi dan menderita; tapi kau mendapatkan perkenanan dan kasih karunia Tuhan. Mana yang kau pilih? Jika kau memutuskan untuk tetap memilih jalan-jalan Tuhan, kau akan selamat dari spirit Kain.
Nuh mendapatkan kasih karunia Tuhan; ia selamat karena Tuhan. Keluarganya ikut diselamatkan (istrinya; 3 anaknya dan 3 anak mantunya); bukan diselamatkan dari air bah tapi diselamatkan oleh air bah.
Paulus memisahkan murid-muridnya dari orang-orang yang menentang jalan Tuhan. Ia menyelamatkan mereka dari spirit Kain dan menempatkan murid-muridnya dan mengajarkan mereka injil Kerajaan Allah di ruang kuliah Tiranus.
Gen 9:18  Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.

Gen 9:19  Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.

Gen 9:20  Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.

Gen 9:21  Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.

Gen 9:22  Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.

Gen 9:23  Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.

Gen 9:24  Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,

Gen 9:25  berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya."

Gen 9:26  Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.

Gen 9:27  Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."

Kej 9:18-27
Ham mencela kelakuan bapanya; Nuh. Padahal Nuh telah mendapatkan perkenanan dan kasih-karunia Tuhan. Ham tidak menghormati bapanya, tidak menutupi kelemahan bapanya; malah menceritakannya di luar, mengeksposnya. Itulah spirit Kain. Walau pun dunia ini telah dihapuskan oleh air bah; spirit Kain telah menyantet Ham. Walau pun mereka selamat oleh karena bapanya, Ham tidak menghormati dan menghargai Nuh sebagai sumber anugerah. Ia merasa selamat karena ia istimewa, karena dirinya sendiri, bukan karena Nuh bapanya.
Oleh sebab itu di gereja kita harus memandang para pemimpin, gembala, pastor dengan hormat sebagai sumber anugerah. Kita tidak boleh mencibir, mengekpos, merendahkan kelemahan yang ada pada mereka. Jika demikian halnya; kita tidak akan menghormati perkataan Tuhan lewat firman yang mereka sampaikan. Kita mendengarkan khotbah firman mereka, menemukan kebenaran, tapi belum tentu bisa menerima anugerah dan perkenanan dari Tuhan; sebab kita tidak menghormati mereka sebagai sumber anugerah.
Tuhan tidak mengutuk manusia ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Nuh tidak mengutuk Ham; tapi dia mengutuk Kanaan. Kanaan adalah anak kelima dari Ham. Pada saat itu Kanaan belum lahir. Nuh tidak mengutuk cucunya sendiri, tapi dia mengutuk spirit Kanaan. Kanaan memiliki arti roh dunia.
Kej 10:6-9
Gen 10:6  Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.

Gen 10:7  Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.

Gen 10:Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;

Gen 10:9  ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."


Kush anaknya Ham. Anaknya Kush (ay7) Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtektha. Tapi di ayat 9 dikatkaan Kush memperanakan Nimrod (artinya rebellion atau pemberontak). Jadi sebenarnya Nimrod ini bukanlah nama orang, tapi nama julukan. Ini adalah nama spirit.
Nimrod membangun 3 kerajaan: Babel, Erekh dan Akad; semuanya di tanah Sinear (ay10).
Gen 11:1  Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

Gen 11:2  Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

Gen 11:3  Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.

Gen 11:4  Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

Gen 11:5  Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,

Gen 11:6  dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Gen 11:7  Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."

Gen 11:8  Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

Gen 11:9  Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Kej 11:
Ay3. Marilah (come)
Ay4a. Marilah(come)
Ay4b. Marilah (come)
Jadi ada 3 marilah(come).
Kita lihat lagi Nimrod mendirikan 3 kerajaan.  Lalu Nimrod mendirikan kota besar.
Mereka mencoba sampai ke langit, tahta Tuhan. Mereka mencoba menyaingi Tuhan.
Mereka tidak ingin terserak di bumi, padahal Tuhan berkata beranak-cuculah; penuhi seluruh bumi (terserak). Jadi mereka menentang jalan Tuhan.
Jika kita ada di dalam Tuhan kita adalah pelaksana firman; bagian dari Tuhan; untuk menghancurkan Babel. Tapi jika kita ada dihadapan Tuhan, kita akan menjadi mereka yang membangun Babel.
Ay5,6. Marilah (come dari Tuhan). Tuhan menentang usaha mereka  (permulaan usaha mereka) dan menentang rencana mereka. Spirit Babel ini bukan hanya dari si jahat, tapi merupakan spirit yang berusaha menentang jalan-jalan Tuhan. 
Orang-orang di Kerajaan Babel ini sudah mencoba menjadi Tuhan atas diri mereka, menentukan jalan mereka sendiri; mencari nama,
Orang-orang yang ada di hadapan Tuhan itu orang yang percaya Tuhan. Kush itu cucunya Nuh. Ketika Kush lahir Nuh masih hidup. Nimrod dilahirkan oleh Kush.
Abraham tidak pernah membangun kota, tidak membangun kerajaan walau pun kekayaannya banyak, prajuritnya gagah perkasa. Dia memilih tetap di jalan Tuhan. Dia tetap tinggal di tenda. Dia percaya Tuhan yang menjagai dia, Tuhan pegang kontrol. Dia hidup di dalam perlindungan Tuhan.
Terah juga sudah tersantet spirit Babel; Ur-Kasdim itu dekat dengan Babel. Ia ikut berangkat dengan Abram ketika mendapatkan panggilan Tuhan. Terah memimpin untuk pergi ke Kanaan, ia bisa melihat berkat di Kanaan. Tapi, Terah gagal di tengah jalan; ia terhenti di Haran; menuruti kemauannya sendiri, menurut pikirannya sendiri, menuruti perasaannya sendiri. Anaknya yang bernama Haran meninggal di Ur-Kasdim, jadi ia masih mengingat masa lalunya. Jadi Terah tidak mampu mengikuti panggilan Tuhan atas keluarganya. Jika kita mau menjauh dari spirit Babel, kita harus memiliki ketaaatan penuh.
Jadi roh Babel adalah roh jahat+roh dunia+kemampuan / kehebatan kita + kemajuan jaman. Roh Babel mempengaruhi banyak bidang: keuangan, pendidikan, politik, entertain, dsb.
Kita harus mewaspadai sistem roh ini.
Bagaimana kita bisa bebas dari spirit Babel?
1.     Mengikuti instruksi/arahan/perintah dari bapa rohani. Kita akan mengalami dimensi unstopable; tidak dapat dihentikan oleh spirit Babel. Tidak mudah dikuasai spirit Babel. Kuncinya adalah ketaatan penuh, tanpa melihat keadaan/kondisi. Murid-murid disuruh menyiapkan makan untuk 5000 orang. Mereka kebingungan.  Yakub tetap taat pada instruksi Ishak untuk mecari seorang istri ke Padan-Aran, rumah Laban, pamannya. Instruksi yang ditaati akan membuka akses alam roh, sehingga perjalanan dan langkah hidup kita harus berasal dari rumah rohani. Esau telah tersantet spirit Kain, seenaknya, sesukaannya mengambil istri orang Kanaan; orang Het; yang mendukakan Ishak dan Ribka. Karena itu Yakub dijumpai Tuhan pertama di Betel; kemudian di Pniel bergumul dengan malaikat Tuhan dan diubahkan jati-dirinya.
2 Tim 3:8-13
Ay8. Yanes dan Yambres menentang Musa. Yanes = orang yang bicaranya menentang, senang beragumen. Yambres = orang yang kepahita. Nama-nama itu bukanlah nama-nama pribadi; tapi nama-nama spirit. Tuhan menyatakan mereka menentang jalan Tuhan, menentang jalan kebenaran; bukan menentang Musa. Kebodohan Yanes dan Yambres akan dinyatakan; tapi mereka akan menjadi jahat dan menipu dan bertambah jahat (ay13). Kasih-karunia tidak ada pada mereka. Timotius telah mengikuti ajaran Paulus, juga cara hidup, pendirian, ma, kesabaran, kasih, ketekunan dan bahkan penderitaan dan penganiayaan. Ia selalu mendukung Paulus di mana pun Paulus dan apa pun keberadaan Paulus. Sebaliknya Demas, meninggalkan Paulus, karena penderitaan yang dialami Paulus. Demas tidak meninggalkan Tuhan, tapi dia mencintai dunia ini (jalan dunia ini). Demas kesantet spirit Babel dan tidak mau mengalami jalan yang sama yang dialami Paulus, jalannya Tuhan.
2.     MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa. (Yoh 4).
 A. Hidupku yang utama adalah melakukan kehendak Bapa. Fokus untuk komit dan melakukan kehendak Tuhan.
B. Hidup karena perkataan Tuhan
C. Jangan memegang janji Tuhan untuk keinginan dirimu, tapi kita hidup karena ikat-janji dengan Tuhan.
Ibr 11:13
Mereka mati tapi tidak memperoleh apa yang sudah dijanjikan itu. Tuhan telah berjanji, tapi mereka tidak kecewa karena tidak fokus pada janji Tuhan. Mereka terus fokus pada ikat janji. Yang terpenting bukan apa yang Tuhan janjikan, tapi kita mengutamakan ikat-janji dengan Tuhan. Kita sedang membangun generasi berikutnya yang akan menerima janji itu.
Mereka tidak pernah meng-klaim janji Tuhan kepada mereka. Mereka hanya hidup karena ikat-janji. Itu akan membebaskan kita dari spirit Babel. Kita tidak akan kecewa kepada Tuhan, tapi terus bersyukur kepada Tuhan. Kita bukan mencari keuntungan dari firman dan dari Tuhan; bukan fokus pada diri kita, tapi fokus pada ikat-janji.

Yesus telah membuka jalan untuk lepas dari spirit Babel. Dia telah bebas dari spirit Babel, karena Ia mengutamakan melakukan kehendak Bapa. Selama 30 tahun lamanya Dia menundukkan diriNya kepada Yusuf da Maria. Tidak berkhotbah, tidak melakukan mujizat apa pun padahal Ia mampu. Ia bahkan minta dibaptis oleh Yohanes demi menggenapkan seluruh kehendak Bapa. Sorga terbuka, Yesus mendapatkan perkenanan Bapa.
Apa pun keadaanmu, bisnismu, kesehatanmu, apa yang terjadi dengan keluargamu; cari dulu kehendak Bapa. Motor penggerak hidup kita dan motivasi kita haruslah sama dengan Yesus; melakukan kehendak Bapa. Maka tidak mungkin spirit Babel bisa mengontrol hidup kita.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...