Langsung ke konten utama

KEKUATAN IMAN DALAM DIMENSI PROFETIK

DIMENSI PROFETIK
Dimensi profetik ini adalah ukuran atau kapasitas untuk bisa melihat masa yang akan datang.Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu
MAT 7:24-27 Dua Macam Dasar
Kita tidak bisa hidup tanpa dimensi profetik. Karena tanpa dimensi ini kita hanya bisa hidup berdasarkan tafsiran, kita panik, bingung. Tapi jika kita sudah tau apa yang terjadi di masa depan kita bisa menyiapkan diri atas apa yang terjadi di masa yang akan datang. Kita sedia payung sebelum hujan.

Mat 7:24  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

Mat 7:25  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Ay.24-25 Orang bijaksana memiliki dimensi profetik. Itu sebabnya ia mempersiapkan fondasi yang kuat di atas batu. Ia membayar mahal dan berusaha tekun  dengan menggali batu.
Kelompok yang lain membangun di atas pasir. Kenapa? Ia tidak menyiapkan diriya, tidak tau, tidak memiliki dimensi profetik.
Jika orang membangun di bantaran sungai atau di bukit, pasti dia harus tau fondasi macam apa yang harus dibangun. Kedua kelompok ini tidak disebutkan mereka membangun di daerah mana. Mungkin tempat yang biasanya aman. Tidak pernah terjadi bencana alam atau banjir.
Walau pun demikian kelompok yang bijak di mana pun dia berada, dia tetap membangun rumahnya di atas batu karang, dengan dasar yang kokoh, walau pun biayanya lebih banyak yang ia keluarkan.
Ada banyak di antara kita tidak hidup dalam dimensi profetik. Kita selama ini menganggap semua berjalan dengan mulus dan lancar. Itu yang membuat kita tidak pernah menyiapkan diri kita; tidak membangun dengan (dasar) yang benar.
Kedua kelompok ini mengalami bencana yang sama. Mereka mengalami badai yang sama, hujan yang sama dan banjir yang sama. Tidak terkecuali semua anak-anak Tuhan. Jadi mana yang saudara sedang bangun? Banyak yang membangun dengan ramalan, prediksi, perkiraan dsb.
Dua-duanya mendengarkan hal yang sama, firman yang sama. Tapi bedanya adalah yang bijak memiliki dimensi profetik, tapi yang bodoh tidak.
Yang bijak dan yang bodoh sudah tau, tapi yang bijak menyiapkan dirinya. Yang bodoh (ignorance / cuek) santai saja.   Padahal setiap firman yang mendatangi hidup kita adalah tentang hal yang akan datang, tentang masa depan kita. Jangan seperti orang bodoh, yang mengabaikan firman Tuhan. Jika kau alami bencana, bahaya, badai, maka kau akan tergoncangkan dengan hebat, menjadi panik, menjadi kecewa, tawar-hati. Tapi jika kau siapkan, kau tidak akan alami kerusakan yang hebat. Bukan tidak ada bahaya dan tidak ada badai. Tapi kau sudah siapkan hidupmu apa pun yang terjadi. Bukan setelah badai, tapi sebelumnya.
Kita harus bertindak. Tindakan kita harus berupa tindakan profetik, bukan tindakan biasa-biasa. Itu bicara mengenai berjalan dalam firman, berjalan dalam agenda Tuhan, kalender dan agenda Tuhan. Ketika Ia menyampaikan firmanNya, Ia memberitahukan apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Kuasa dimensi profetik itu bisa dilucuti dalam hidup kita, jika kita tidak bisa melupakan masa lampau saudara. Masa lampau bisa tentang keberhasilan, kesuksesan atau masa kegagalan.
Contohnya adalah Terah, ayahnya Abram.  Tuhan memanggil Abram dengan panggilan yang profetis keluar dari Ur-Kasdim. Kita diberikan firman yang profetis. Kita harus tau apa dan bagaimana harus bertindak, sehingga menjadi siap.
Terah juga ikut merespon panggilan Tuhan kepada Abram, sehingga ia ikut pergi bersama-sama dengan rombongan keluarga itu. Tapi ketika sampai ke Haran, perjalanannya terhenti, karena ia terikat dengan kenangan dan kesedihan akan meninggalnya anaknya yang bernama Haran , sama namanya dengan kota itu. Terah walau pun mengetahui panggilan itu, tapi ia tidak memiliki dimensi profetik.
Bangsa Israel ketika sudah dibawa keluar dari Mesir; mereka sudah mengetahui panggilan dan janji Tuhan akan Tanah Kanaan. Tapi bangsa Israel terus mengingat masa lampau di Mesir. Mereka keluar dari Mesir, tapi Mesir tidak pernah keluar dari pikiran mereka (Ini mirip keponakan Abram, Lot). Mereka melihat kenyataan perjalanan padang gurun itu tidak menyenangkan. Mereka tidak melihat jauh ke depan, tidak berpegang kepada janji Tuhan. Mereka pikir menjadi budak di Mesir hidup mereka lebih terjamin. Sikap itu menyebabkan perjalanan mereka menuju masa depan, terhenti. Dimensi profetik itu hilang dari mereka. Mereka akhirnya dibawa kembali ke padang gurun dan mati di sana.
Yosua ketika di masa tuanya menuliskan apa yang sudah dicapainya dimasa lampau. Ia telah mengalahkan 10 raja, dibandingkan Musa yang mengalahkan 2 raja.  Lalu firman Tuhan mendatanginya, dan oleh karena ia merasa telah puas dengan keberhasilannya di masa lalu, ia kehilangan dimensi profetiknya.
Lihat sikap rasul Paulus.
Php 3:13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Php 3:14  dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Aku melupakan apa yang ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapanku,....
Jangan terpaku dengan kehidupanmu yang sekarang. Dimensi profetik ini harus terus beroperasi dalam kehidupan kita.
Apa yang terjadi pada Yakub luarbiasa sekali. Esau punya nafsu yang sangat rendah. Ia hidup hanya untuk hari ini. Walau pun ia memiliki orangtua yang luarbiasa; Ishak dan Ribka. Sementara Abraham juga masih hidup. Mereka hidup dalam satu tenda. Tapi Esau tidak peduli. Ia tidak peduli hak kesulungan. Ia sangat bodoh dengan akhir kehidupan yang gagal. Hak kesulungan bicara mengenai masa depan, tapi ia menganggap itu tidak ada gunanya. Ia lebih mementingkan kebutuhannya yang sekarang. Ia ingin memenuhi nafsu lapar/makannya/mementingkan hal-hal yang lahiriah. Ia tidak peduli masa yang akan datang, tidak peduli dengan berkat-berkat yang supranatural.
Sebaliknya Yakub terus berusaha mengejar hal yang sulung itu, bahka sejak dalam kandungan ibunya. Passion luarbiasa sekali. Yakub memiliki dimesi profetik. Ia mendapatkannya dari firman yang ia dengar dari Ishak dan Abraham. Yakub menginginkannya dan mengejarnya. Semua itu dimulai dari dalam rumah.
Kej 28:1-5
Gen 28:1  Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya: "Janganlah mengambil isteri dari perempuan Kanaan.

Gen 28:2  Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan ambillah dari situ seorang isteri dari anak-anak Laban, saudara ibumu.

Gen 28:3  Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa.

Gen 28:4  Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu, sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham."

Gen 28:5  Demikianlah Ishak melepas Yakub, lalu berangkatlah Yakub ke Padan-Aram, kepada Laban anak Betuel, orang Aram itu, saudara Ribka ibu Yakub dan Esau.

Seorang bapa rohani memberikan firman profetis: Moga-moga....(ay 3,4). Ini bicara mengenai masa yang akan datang. Dimensi profetik itu ada dalam pesan-pesan firman yang diberikan bapa rohani. Jangan pernah lupakan, sebab kau tau masa yang akan datang.
Ay10-17
Gen 28:12  Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

Mimpi Yakub. Tuhan memberikan firman yang profetis.
Kenapa Yakub bisa mengalami dimensi profetik yang kuat sekali? Karena dia taat kepada bapanya, Ishak; sehingga ia mengalami berkat dan penyertaan Tuhan. Walau pun ia mengalami ketakutan akan Esau dan keadaannya tidak menguntungkan; tetap ia ikuti instruksi Ishak, bapanya, tanpa melihat kondisinya saat itu.  
Kadang-kadang kau tidak berani ikut / taat instruksi bapa rohani karena berbagai pertimbangan keadaan saat ini. Dengan alasan itu kita pakai untuk tawar-menawar; sehingga kita tidak pernah menerima dimensi profetik itu.
Siapa yang taat dia akan menerima dimensi profetik dalam rumah rohani. Kuncinya adalah ketaatan, jangan memakai nalar sendiri, analisa sediri, alasannya sendiri.
Karena ketaatannya, Tuhan sendiri yang bertindak dan mendamaikan Yakub dengan Esau.
Maz 127 Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia orang yang membangunnya....
Kita harus hidup dalam rumah dan taat; terus meningkat menjadi anak panah; anak panah yang dibawa ke pintu gerbang.... itulah dimensi profetik.
Di rumah ada instruksi, ada perintah dari bapa. Semua perjalanan, keputusan, tindakan, semua harus dibuat dari dalam rumah. Instruksi dari rumah. Harus ada pengutusan dari rumah rohani. Jangan sudah membuat keputusan sendiri, lalu bicara ke rumah rohani. Itu hanya formalitas. Kita harus selalu siap terima instruksi dari bapa rohani. Kita harus konsisten hidup dalam rumah.
Yakub hidup dalam ketaatan, siap menerima instruksi, sampai masa tuanya dimensi ini  tetap hidup dalamnya.
Kej 49:1,28 
Gen 49:1  Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata: "Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari.

Gen 49:28  Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan berkat yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.

Yakub bisa memberitahukan kepada anak-anaknya..apa yang akan terjadi kemudian hari. Dan memberkati mereka dengan berkat (profetik) yang diuntukkan kepada mereka masing-masing.
Gen 49:3  Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.

Gen 49:8  Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.

Gen 49:9  Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?

Gen 49:10  Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Yakub mengenali anak-anaknya dengan baik; kegagalan, kejatuhan, kekuatan dan kelemahan mereka. Ia tidak pernah mengutuk anak-anaknya dan tetap memberkati mereka. Tuhan menjadi hakim bagi mereka.
Ay9-10. Yakub bisa melihat masa depan sampai datangnya Kristus, akan datangnya gereja, sampai datang KerajaanNya dan pemerintahNya yang menaklukkan bangsa-bangsa, kitab Wahyu.
Kej 32:26-28,30 Pergumulan Yakub dengan malaikat. Ia telah berhadapan muka dengan Malaikat Tuhan (dimensi profetik).
Ibr 11
Heb 11:23  Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.

Heb 11:24  Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,

Heb 11:25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Heb 11:26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

Musa tidak mau tinggal di istana, tidak mau mewarisi kerajaan Mesir. Ia telah melihat Kristus dan buat Musa, Kristus memiliki kekayaan yang lebih besar dari apa pun/siapa pun.
Yakub melihat “muka” artinya melihat masa depannya. Malaikan memukul pangkal pahanya, kakinya terpelecok. Ia sekarang tidak lagi berjalan menurut jalan pikiranya dan kehendaknya, tapi menurut jalan-jalan Tuhan. Itu adalah harinya yang baru. Ia sekarang melangkah dengan langkah-langkah profetik. Tidak lagi dipanggil Yakub, tapi Israel. Ia alami perubahan jatidiri, seluruh karakternya berubah.
Heb 11:30  Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

Orang Israel diperintahkan untuk berkeliling sejauh 35km setiap harinya mengelilingi tembok Yerikho, tanpa boleh bicara. Itu untuk menghabisi kekuatan lahiriah mereka. Lalu pada hari ke-7 mereka harus keliling 7 kali.  Itu membukti hasil pelatihan dan ketaatan mereka, keluar dari faktor-faktor lahiriah.
Jaga jangan sampai hilang dimensi profetik ini. Apakah karena masa lalu, terpaku kepada faktor-faktor lahiriah. Dengan dimensi ini kita tidak akan takut dan tidak akan tergoncangkan lagi.
Ps.Yappy-12FEB2017


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...