Langsung ke konten utama

Postingan

Upper Room 19 – DR.Jonathan David

28-09-2021   *Tuhan menunggu kita berubah dari dalam. Kita harus melihat apa yang Tuhan kerjakan apa yang di dalam kita. kita harus terhubung dalam freq yang sama dengan bapa rohani, sehingga menerima equalisasi. Menerima firman harus agresif bukan pasif. Pegang firman dengan kuat. Tuhan tetapkan kita dalam satu perjalanan, ke satu musim, supaya kita bisa mengenal Dia dan merasakan Dia, kehadiran Tuhan semakin nyata. 2 Timotius 3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. Perkataan kebenaran ini adalah realita, bukan sekedar berkomentar ‘firman ini mantap’. Kau harus sampai kepada kebenaran yang sesungguhnya. Biarlah roh pertobatan datang kepada kita. jangan terima FT dengan prasangka, tapi dengan pewahyuan, kita berdiri dalam kebenaran, dengan pola Tuhan. Standar pelayanan dan gereja kita harus diukur sesuai dengan Kis Para Rasul. Kalo kita tidak alami terobosan dan pekerjaan Roh Kudus, berarti gereja kita tidak OK. Kita harus alami...

UPPER room 18 – DR. Jonathan David

21-09-2021 Trompet Tuhan mulai terdengar. Musuh harus menyingkir. Ada banyak hal yang berpindah. Gunakan telingamu untuk mendengar, berdoa, mendengar dan tau apa yang harus terjadi. Mereka tidak boleh menjadi gereja yang harus selalu diberitahu. Ada ambulance lewat, mereka tau apa yang terjadi. Gereja harus tau apa yang harus dikerjakan. 1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 3   dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. 4   Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Kita butuh Roh kebenaran, kau harus menguj...