Langsung ke konten utama

Postingan

Kuasa Ikat Janji – bagian 4: Berjalan dalam Kemitraan

Kuasa Ikat Janji: Berjalan dalam Kemitraan dengan Tuhan Upper Room 182 – 18 Maret 2025 Dr. Jonathan David Khotbah ini menggunakan perjanjian Allah dengan Abraham sebagai contoh utama, menjelaskan bahwa ikat janji (covenant) itu melampaui iman manusia dan berakar pada sifat kesetiaan (faithfulness) Allah untuk menggenapi firman-Nya. Lebih lanjut, ditekankan bahwa keterlibatan aktif dan kepatuhan manusia dalam ikat janji, yang disimbolkan dengan sunat (peran kekuatan dan usaha sendiri manusia dikurangi), mengundang intervensi ilahi yang lebih besar dan memberdayakan umat beriman serta keturunan mereka. Khotbah ini mendorong pendengar untuk mempercayai Allah sepenuhnya dan hidup dalam keselarasan dengan kehendak-Nya sebagai mitra dalam ikat janji. Bagaimana Konsep  ikat janji mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan? Konsep "kuasa ikat janji" secara fundamental mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan dengan menjadikannya lebih dari sekadar hubungan biasa, melainkan se...

Preparing the Bride -session 9: Resting in Grace and His Word

The Lord's Desired Church: Resting in Grace and His Word Khotbah ini masih melanjutkan tema karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan, yang digambarkan sebagai kekasih-Nya. Dialah sebagai pendamping Kristus yang sejati atau Hawa yang terakhir.   Kita akan  mempelajari kutipan dari Kidung Agung, khususnya perkataan seorang gadis ("mawar dari Saron, bakung di lembah").  Kid 2:1  Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.  Ayat ini digunakan untuk mengilustrasikan prinsip-prinsip teologis tentang kasih karunia Allah, perlindungan rohani, pemeliharaan Tuhan dan pentingnya menikmati firman Tuhan. Konsep-konsep ini selaras dengan ajaran-ajaran dalam Injil Matius, Yohanes, Mazmur, dan surat-surat Paulus dan Petrus.  Ditekankan bahwa umat Kristen seharusnya mengandalkan kasih karunia Allah, beristirahat dalam perlindungan-Nya, dan menemukan sukacita serta kekuatan dalam firman-Nya, layaknya Maria yang duduk di kaki Yesus daripada Marta yang sibu...