Langsung ke konten utama

Preparing the Bride -session 9: Resting in Grace and His Word

The Lord's Desired Church: Resting in Grace and His Word

Khotbah ini masih melanjutkan tema karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan, yang digambarkan sebagai kekasih-Nya. Dialah sebagai pendamping Kristus yang sejati atau Hawa yang terakhir.  Kita akan  mempelajari kutipan dari Kidung Agung, khususnya perkataan seorang gadis ("mawar dari Saron, bakung di lembah"). 

Kid 2:1  Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 

Ayat ini digunakan untuk mengilustrasikan prinsip-prinsip teologis tentang kasih karunia Allah, perlindungan rohani, pemeliharaan Tuhan dan pentingnya menikmati firman Tuhan. Konsep-konsep ini selaras dengan ajaran-ajaran dalam Injil Matius, Yohanes, Mazmur, dan surat-surat Paulus dan Petrus.  Ditekankan bahwa umat Kristen seharusnya mengandalkan kasih karunia Allah, beristirahat dalam perlindungan-Nya, dan menemukan sukacita serta kekuatan dalam firman-Nya, layaknya Maria yang duduk di kaki Yesus daripada Marta yang sibuk melayani.



Karakteristik Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya

Penolakan terhadap Tawaran Duniawi:

  • Si Gadis Sunem menolak lamaran Raja Salomo yang sudah memiliki 60 istri dan 80 selir (Kid 6:8).

  • Sikap merendah ini sekaligus adalah penolakan. Penolakan ini didasarkan pada prinsip bahwa Tuhan melihat hati, bukan apa yang dilihat dan dinilai manusia hanya secara lahiriah. Hal ini ditegaskan dalam 1 Samuel 16:7.

    • 1Sam 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

  • Kemolekan batiniah dan kecantikan dari dalam yang dibangun oleh Allah jauh lebih berharga di mata Tuhan daripada kemegahan duniawi.


Kerinduan dan Keterpesonaan kepada Sang Kekasih (Kristus):

Kid 2:3  —  Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.

  • Si Gadis Sunem menggambarkan kekasihnya (Sang Gembala) sebagai sesuatu yang berbeda dan menonjol di antara laki-laki lain, seperti bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah di antara duri-duri.

  • Dia juga menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, yang berarti kepribadian, tingkah laku, sikap, dan prinsip kekasihnya sangat berbeda.

  • Analogi pohon apel di hutan ini menggambarkan bahwa Kristus berbeda dengan pemimpin duniawi yang memerintah dengan tangan besi. Yesus mengajarkan bahwa siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan (Matius 20:25-28), sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

  • Tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13) adalah contoh nyata dari prinsip pelayanannya yang berbeda. Ini menjadi teladan bagi gereja untuk saling melayani.


Perlindungan dan Kenikmatan dalam Sang Kekasih:

  • Si Gadis Sunem ingin duduk di bawah naungan kekasihnya karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini melambangkan lebih dari sekadar perlindungan fisik, tetapi juga kenikmatan rohani.

  • Pohon kayu hanya memberikan perlindungan, tetapi pohon apel memberikan buah yang manis, yang diartikan sebagai sesuatu yang bisa dinikmati dan memberikan kekuatan.


Kasih Karunia Allah sebagai Perlindungan dan Kekuatan:

  • Kerja keras Si Gadis Sunem membuatnya membutuhkan perlindungan dan sesuatu yang menyegarkan.

  • Manusia diciptakan untuk pertama-tama beristirahat dalam kasih karunia Allah. Ini berarti kasih karunia Allah dianugerahkan sebelum kita memulai pekerjaan di pagi hari.

  • Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah.

  • Rasul Paulus mengakui bahwa keberhasilannya dalam pelayanan adalah karena kasih karunia Allah (1 Korintus 15:9-10).

1Kor 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.


  • Gereja Tuhan seharusnya menonjolkan kasih karunia, bukan kekuatan sendiri. Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat.

  • Kasih karunia Allah memampukan untuk menanggung penderitaan dan kelemahan (2 Korintus 12:7-10). Perlindungan dari Tuhan bukanlah selalu berarti dibebaskan dari kesulitan, tetapi diberikan kemampuan untuk menanggung dan melewati kesulitan tersebut.

2 Korintus 12:7-10 

7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.


Menikmati Firman Tuhan (Buah yang Manis):

  • Buah yang manis bagi langit-langit diartikan sebagai janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119:103). Gereja diharapkan tidak hanya menerima kasih karunia tetapi juga menikmati firman Tuhan.

  • Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan menikmati perkataan-Nya (Lukas 10), gereja harus menikmati suara Tuhan.

  • Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). Ketika mendengarkan firman Tuhan, kita menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe).

  • Yesus adalah Firman yang menjadi manusia, penuh dengan kasih karunia (Karis) dan kebenaran (Yohanes 1:14). Kebenaran di sini berarti seluruh Firman itu bisa menjadi kehidupan yang utuh.


Mewujudkan Karakteristik Kekasih:

  • Rasul Paulus memberitakan Injil kasih karunia (Kisah Para Rasul 20:24). Injil kasih karunia memberikan kemampuan.

  • Paulus menyerahkan jemaat di Efesus kepada Tuhan dan Firman kasih karunia-Nya yang berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan (Kisah Para Rasul 20:32). Firman kasih karunia membangun kasih karunia dalam hidup.

  • Paulus memberikan contoh bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sendiri (kebutuhan dasar) dan membantu orang lemah sambil memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 20:33-35). Ini adalah wujud dari kasih karunia.


Respon Gereja sebagai Kekasih:

  • Gereja sebagai kekasih Tuhan harus menunjukkan keyakinan kepada Kristus seperti Si Gadis Sunem kepada Salomo.

  • Mengalami perlindungan dari susah payah dan menikmati perkataan Tuhan.

  • Berlindung dalam kasih karunia Tuhan dari panasnya dunia.

  • Memiliki telinga rohani untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7).

  • Seperti Maria yang mempersembahkan minyak narwastu yang mahal kepada Yesus (Yohanes 12:3), ini adalah respons atas perlindungan dan kenikmatan firman Tuhan, menunjukkan bahwa Kristus adalah Raja di hati. Tindakan Maria menunjukkan hasil dari dia berlindung dan beristirahat dalam Tuhan.

  • Kasih karunia Allah akan menunjukkan siapa yang berkuasa dalam hidup saudara.


Mengapa gadis Sunem menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon kayu di hutan?

Gadis Sunem membandingkan kekasihnya dengan pohon apel karena beberapa alasan penting yang menggambarkan keunikan dan nilai kekasihnya di matanya. Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan perbandingan tersebut:

  • Keunikan dan Perbedaan yang Menonjol: Gadis Sunem menyatakan, "seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan demikianlah Kekasihku Di antara teruna-teruna". Perbandingan ini menekankan bahwa kekasihnya sangat berbeda dan menonjol dibandingkan laki-laki lain. Seperti pohon apel yang berbeda di antara pohon-pohon kayu di hutan, kekasihnya lain dalam hal kepribadian, tingkah laku, sikap, style, dan karakter.

  • Sumber Perlindungan dan Kenikmatan: Di bawah naungan kekasihnya, Gadis Sunem ingin duduk karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini menunjukkan bahwa kekasihnya tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga sesuatu yang dapat dinikmati dan memberikan kekuatan rohani. Sementara pohon kayu di hutan mungkin memberikan perlindungan, mereka tidak menghasilkan buah yang manis yang dapat memuaskan.

  • Analogi dengan Kasih Karunia dan Firman Tuhan: "Buahnya manis bagi langit-langitku" adalah bahasa spiritual yang dihubungkan dengan janji dan perkataan Tuhan. Seperti buah apel yang manis dan menyegarkan, perkataan-perkataan kekasihnya (yang merepresentasikan Kristus dan Firman Tuhan) memberikan kehidupan dan kenyamanan. Ini berbeda dengan hanya perlindungan fisik atau emosional, melainkan memberikan kekuatan rohani dan energi.

  • Kontras dengan Kekuatan Duniawi: Pohon apel, meskipun menghasilkan buah yang manis, digambarkan lebih mudah tumbang dibandingkan pohon kayu yang kokoh. Ini secara implisit mengkontraskan kekasihnya dengan laki-laki lain yang mungkin mengandalkan kekuatan fisik atau kekuasaan duniawi. Kekasihnya, seperti pohon apel, memberikan sesuatu yang lebih berharga yaitu perlindungan yang disertai dengan nutrisi rohani. Hal ini sejalan dengan ajaran Yesus bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan memerintah dengan tangan besi.

  • Simbol Kemurahan dan Berkat: Pohon apel yang berbuah di hutan melambangkan bahwa di tengah kehidupan yang keras (digambarkan oleh hutan), kekasihnya adalah sumber kemurahan dan berkat yang memberikan rasa manis dan menyegarkan jiwa. Ini mencerminkan kasih karunia Allah yang memberikan kemampuan dan kekuatan di tengah kesulitan.

Dengan demikian, perbandingan kekasihnya dengan pohon apel oleh Gadis Sunem adalah metafora yang kaya, menggambarkan keunikan kepribadiannya, kemampuannya memberikan perlindungan sekaligus kenikmatan rohani melalui perkataan-perkataannya, dan kontrasnya dengan kekuatan duniawi yang tidak memberikan buah yang manis bagi jiwa.


Kasih karunia Allah memampukan orang percaya dalam berbagai cara.

Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Ini berarti bahwa kasih karunia bukanlah sesuatu yang berasal dari diri manusia, melainkan anugerah ilahi.

  • Kasih karunia dianugerahkan sebelum orang percaya memulai pekerjaan atau upaya mereka. Ini menunjukkan bahwa kemampuan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan Kristen berasal dari inisiatif Allah.

  • Kasih karunia memampukan orang percaya untuk bekerja lebih keras dari kemampuan alami mereka. Rasul Paulus menyatakan bahwa meskipun ia bekerja lebih keras dari rasul-rasul lain, itu bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena kasih karunia Allah yang menyertainya.

  • Kasih karunia menyertai orang percaya dalam mengerjakan panggilan mereka. Ini memberikan kemampuan ilahi untuk melaksanakan tugas dan pelayanan yang dipercayakan.

  • Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat (rest). Ini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tetapi lebih kepada bersandar pada kekuatan Allah dan bukan pada usaha sendiri.

  • Kasih karunia Allah memampukan orang percaya untuk menanggung penderitaan dan kelemahan. Paulus belajar bahwa kasih karunia Allah cukup baginya bahkan ketika ia mengalami duri dalam daging. Dalam kelemahan, kuasa Kristus menjadi sempurna. Kasih karunia memberikan kemampuan untuk melewati kesulitan dan penganiayaan, bukan selalu menghilangkannya.

  • Firman kasih karunia Allah berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan kepada orang percaya. Ketika Firman Allah tertanam dalam hidup, itu menghasilkan dan meningkatkan kasih karunia.

  • Mendengarkan dan menikmati Firman Tuhan adalah cara untuk menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe). Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup, dan melalui mendengarkannya, orang percaya menerima dimensi roh dan hidup ilahi Allah yang mewujudkan diri sebagai kasih karunia.

  • Yesus Kristus sendiri penuh dengan kasih karunia (Karis). Allah menggunakan Firman-Nya sebagai sarana untuk mengalirkan kasih karunia-Nya kepada orang percaya, memberikan mereka kemampuan-kemampuan ilahi.

  • Injil yang diberitakan oleh Rasul Paulus adalah Injil kasih karunia, yang memberikan kemampuan. Pelayanan Paulus sendiri dicirikan oleh Injil kasih karunia yang memampukannya untuk memberitakan, bekerja, membantu yang lemah, dan mencukupi kebutuhannya sendiri.

  • Analogi gadis Sunem tentang kekasihnya sebagai pohon apel dengan buah yang manis menggambarkan bagaimana menikmati Firman Tuhan (buah yang manis) di bawah perlindungan-Nya (kasih karunia) memberikan kekuatan dan kesegaran rohani.

  • Merespons Firman Tuhan dengan telinga rohani memungkinkan orang percaya menerima kasih karunia yang berlimpah. Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan, orang percaya perlu menikmati suara Tuhan untuk menerima kasih karunia-Nya.

Singkatnya, kasih karunia Allah adalah sumber utama kekuatan dan kemampuan bagi orang percaya, memampukan mereka untuk hidup, melayani, dan bertahan dalam segala keadaan melalui kuasa ilahi yang dianugerahkan secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus dan Firman-Nya.

Kita hidup dari kasih karunia kepada kasih karunia.



Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...