Langsung ke konten utama

Preparing the Bride -session 9: Resting in Grace and His Word

The Lord's Desired Church: Resting in Grace and His Word

Khotbah ini masih melanjutkan tema karakteristik gereja yang diidamkan Tuhan, yang digambarkan sebagai kekasih-Nya. Dialah sebagai pendamping Kristus yang sejati atau Hawa yang terakhir.  Kita akan  mempelajari kutipan dari Kidung Agung, khususnya perkataan seorang gadis ("mawar dari Saron, bakung di lembah"). 

Kid 2:1  Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 

Ayat ini digunakan untuk mengilustrasikan prinsip-prinsip teologis tentang kasih karunia Allah, perlindungan rohani, pemeliharaan Tuhan dan pentingnya menikmati firman Tuhan. Konsep-konsep ini selaras dengan ajaran-ajaran dalam Injil Matius, Yohanes, Mazmur, dan surat-surat Paulus dan Petrus.  Ditekankan bahwa umat Kristen seharusnya mengandalkan kasih karunia Allah, beristirahat dalam perlindungan-Nya, dan menemukan sukacita serta kekuatan dalam firman-Nya, layaknya Maria yang duduk di kaki Yesus daripada Marta yang sibuk melayani.



Karakteristik Gereja yang Diharapkan Tuhan sebagai Kekasih-Nya

Penolakan terhadap Tawaran Duniawi:

  • Si Gadis Sunem menolak lamaran Raja Salomo yang sudah memiliki 60 istri dan 80 selir (Kid 6:8).

  • Sikap merendah ini sekaligus adalah penolakan. Penolakan ini didasarkan pada prinsip bahwa Tuhan melihat hati, bukan apa yang dilihat dan dinilai manusia hanya secara lahiriah. Hal ini ditegaskan dalam 1 Samuel 16:7.

    • 1Sam 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

  • Kemolekan batiniah dan kecantikan dari dalam yang dibangun oleh Allah jauh lebih berharga di mata Tuhan daripada kemegahan duniawi.


Kerinduan dan Keterpesonaan kepada Sang Kekasih (Kristus):

Kid 2:3  —  Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.

  • Si Gadis Sunem menggambarkan kekasihnya (Sang Gembala) sebagai sesuatu yang berbeda dan menonjol di antara laki-laki lain, seperti bunga mawar dari Saron dan bunga bakung di lembah di antara duri-duri.

  • Dia juga menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, yang berarti kepribadian, tingkah laku, sikap, dan prinsip kekasihnya sangat berbeda.

  • Analogi pohon apel di hutan ini menggambarkan bahwa Kristus berbeda dengan pemimpin duniawi yang memerintah dengan tangan besi. Yesus mengajarkan bahwa siapa yang ingin menjadi besar harus menjadi pelayan (Matius 20:25-28), sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

  • Tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yohanes 13) adalah contoh nyata dari prinsip pelayanannya yang berbeda. Ini menjadi teladan bagi gereja untuk saling melayani.


Perlindungan dan Kenikmatan dalam Sang Kekasih:

  • Si Gadis Sunem ingin duduk di bawah naungan kekasihnya karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini melambangkan lebih dari sekadar perlindungan fisik, tetapi juga kenikmatan rohani.

  • Pohon kayu hanya memberikan perlindungan, tetapi pohon apel memberikan buah yang manis, yang diartikan sebagai sesuatu yang bisa dinikmati dan memberikan kekuatan.


Kasih Karunia Allah sebagai Perlindungan dan Kekuatan:

  • Kerja keras Si Gadis Sunem membuatnya membutuhkan perlindungan dan sesuatu yang menyegarkan.

  • Manusia diciptakan untuk pertama-tama beristirahat dalam kasih karunia Allah. Ini berarti kasih karunia Allah dianugerahkan sebelum kita memulai pekerjaan di pagi hari.

  • Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah.

  • Rasul Paulus mengakui bahwa keberhasilannya dalam pelayanan adalah karena kasih karunia Allah (1 Korintus 15:9-10).

1Kor 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.


  • Gereja Tuhan seharusnya menonjolkan kasih karunia, bukan kekuatan sendiri. Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat.

  • Kasih karunia Allah memampukan untuk menanggung penderitaan dan kelemahan (2 Korintus 12:7-10). Perlindungan dari Tuhan bukanlah selalu berarti dibebaskan dari kesulitan, tetapi diberikan kemampuan untuk menanggung dan melewati kesulitan tersebut.

2 Korintus 12:7-10 

7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10  Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.


Menikmati Firman Tuhan (Buah yang Manis):

  • Buah yang manis bagi langit-langit diartikan sebagai janji dan perkataan Tuhan (Mazmur 119:103). Gereja diharapkan tidak hanya menerima kasih karunia tetapi juga menikmati firman Tuhan.

  • Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan menikmati perkataan-Nya (Lukas 10), gereja harus menikmati suara Tuhan.

  • Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). Ketika mendengarkan firman Tuhan, kita menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe).

  • Yesus adalah Firman yang menjadi manusia, penuh dengan kasih karunia (Karis) dan kebenaran (Yohanes 1:14). Kebenaran di sini berarti seluruh Firman itu bisa menjadi kehidupan yang utuh.


Mewujudkan Karakteristik Kekasih:

  • Rasul Paulus memberitakan Injil kasih karunia (Kisah Para Rasul 20:24). Injil kasih karunia memberikan kemampuan.

  • Paulus menyerahkan jemaat di Efesus kepada Tuhan dan Firman kasih karunia-Nya yang berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan (Kisah Para Rasul 20:32). Firman kasih karunia membangun kasih karunia dalam hidup.

  • Paulus memberikan contoh bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sendiri (kebutuhan dasar) dan membantu orang lemah sambil memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 20:33-35). Ini adalah wujud dari kasih karunia.


Respon Gereja sebagai Kekasih:

  • Gereja sebagai kekasih Tuhan harus menunjukkan keyakinan kepada Kristus seperti Si Gadis Sunem kepada Salomo.

  • Mengalami perlindungan dari susah payah dan menikmati perkataan Tuhan.

  • Berlindung dalam kasih karunia Tuhan dari panasnya dunia.

  • Memiliki telinga rohani untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7).

  • Seperti Maria yang mempersembahkan minyak narwastu yang mahal kepada Yesus (Yohanes 12:3), ini adalah respons atas perlindungan dan kenikmatan firman Tuhan, menunjukkan bahwa Kristus adalah Raja di hati. Tindakan Maria menunjukkan hasil dari dia berlindung dan beristirahat dalam Tuhan.

  • Kasih karunia Allah akan menunjukkan siapa yang berkuasa dalam hidup saudara.


Mengapa gadis Sunem menyebut kekasihnya seperti pohon apel di antara pohon-pohon kayu di hutan?

Gadis Sunem membandingkan kekasihnya dengan pohon apel karena beberapa alasan penting yang menggambarkan keunikan dan nilai kekasihnya di matanya. Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan perbandingan tersebut:

  • Keunikan dan Perbedaan yang Menonjol: Gadis Sunem menyatakan, "seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan demikianlah Kekasihku Di antara teruna-teruna". Perbandingan ini menekankan bahwa kekasihnya sangat berbeda dan menonjol dibandingkan laki-laki lain. Seperti pohon apel yang berbeda di antara pohon-pohon kayu di hutan, kekasihnya lain dalam hal kepribadian, tingkah laku, sikap, style, dan karakter.

  • Sumber Perlindungan dan Kenikmatan: Di bawah naungan kekasihnya, Gadis Sunem ingin duduk karena buahnya manis bagi langit-langitnya. Ini menunjukkan bahwa kekasihnya tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga sesuatu yang dapat dinikmati dan memberikan kekuatan rohani. Sementara pohon kayu di hutan mungkin memberikan perlindungan, mereka tidak menghasilkan buah yang manis yang dapat memuaskan.

  • Analogi dengan Kasih Karunia dan Firman Tuhan: "Buahnya manis bagi langit-langitku" adalah bahasa spiritual yang dihubungkan dengan janji dan perkataan Tuhan. Seperti buah apel yang manis dan menyegarkan, perkataan-perkataan kekasihnya (yang merepresentasikan Kristus dan Firman Tuhan) memberikan kehidupan dan kenyamanan. Ini berbeda dengan hanya perlindungan fisik atau emosional, melainkan memberikan kekuatan rohani dan energi.

  • Kontras dengan Kekuatan Duniawi: Pohon apel, meskipun menghasilkan buah yang manis, digambarkan lebih mudah tumbang dibandingkan pohon kayu yang kokoh. Ini secara implisit mengkontraskan kekasihnya dengan laki-laki lain yang mungkin mengandalkan kekuatan fisik atau kekuasaan duniawi. Kekasihnya, seperti pohon apel, memberikan sesuatu yang lebih berharga yaitu perlindungan yang disertai dengan nutrisi rohani. Hal ini sejalan dengan ajaran Yesus bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang melayani, bukan memerintah dengan tangan besi.

  • Simbol Kemurahan dan Berkat: Pohon apel yang berbuah di hutan melambangkan bahwa di tengah kehidupan yang keras (digambarkan oleh hutan), kekasihnya adalah sumber kemurahan dan berkat yang memberikan rasa manis dan menyegarkan jiwa. Ini mencerminkan kasih karunia Allah yang memberikan kemampuan dan kekuatan di tengah kesulitan.

Dengan demikian, perbandingan kekasihnya dengan pohon apel oleh Gadis Sunem adalah metafora yang kaya, menggambarkan keunikan kepribadiannya, kemampuannya memberikan perlindungan sekaligus kenikmatan rohani melalui perkataan-perkataannya, dan kontrasnya dengan kekuatan duniawi yang tidak memberikan buah yang manis bagi jiwa.


Kasih karunia Allah memampukan orang percaya dalam berbagai cara.

Kasih karunia Allah adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Ini berarti bahwa kasih karunia bukanlah sesuatu yang berasal dari diri manusia, melainkan anugerah ilahi.

  • Kasih karunia dianugerahkan sebelum orang percaya memulai pekerjaan atau upaya mereka. Ini menunjukkan bahwa kemampuan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan Kristen berasal dari inisiatif Allah.

  • Kasih karunia memampukan orang percaya untuk bekerja lebih keras dari kemampuan alami mereka. Rasul Paulus menyatakan bahwa meskipun ia bekerja lebih keras dari rasul-rasul lain, itu bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena kasih karunia Allah yang menyertainya.

  • Kasih karunia menyertai orang percaya dalam mengerjakan panggilan mereka. Ini memberikan kemampuan ilahi untuk melaksanakan tugas dan pelayanan yang dipercayakan.

  • Hidup dalam kasih karunia memberikan istirahat (rest). Ini bukan berarti tidak melakukan apa-apa, tetapi lebih kepada bersandar pada kekuatan Allah dan bukan pada usaha sendiri.

  • Kasih karunia Allah memampukan orang percaya untuk menanggung penderitaan dan kelemahan. Paulus belajar bahwa kasih karunia Allah cukup baginya bahkan ketika ia mengalami duri dalam daging. Dalam kelemahan, kuasa Kristus menjadi sempurna. Kasih karunia memberikan kemampuan untuk melewati kesulitan dan penganiayaan, bukan selalu menghilangkannya.

  • Firman kasih karunia Allah berkuasa membangun dan menganugerahkan warisan kepada orang percaya. Ketika Firman Allah tertanam dalam hidup, itu menghasilkan dan meningkatkan kasih karunia.

  • Mendengarkan dan menikmati Firman Tuhan adalah cara untuk menerima kasih karunia dan hidup ilahi (Zoe). Perkataan-perkataan Yesus adalah roh dan hidup, dan melalui mendengarkannya, orang percaya menerima dimensi roh dan hidup ilahi Allah yang mewujudkan diri sebagai kasih karunia.

  • Yesus Kristus sendiri penuh dengan kasih karunia (Karis). Allah menggunakan Firman-Nya sebagai sarana untuk mengalirkan kasih karunia-Nya kepada orang percaya, memberikan mereka kemampuan-kemampuan ilahi.

  • Injil yang diberitakan oleh Rasul Paulus adalah Injil kasih karunia, yang memberikan kemampuan. Pelayanan Paulus sendiri dicirikan oleh Injil kasih karunia yang memampukannya untuk memberitakan, bekerja, membantu yang lemah, dan mencukupi kebutuhannya sendiri.

  • Analogi gadis Sunem tentang kekasihnya sebagai pohon apel dengan buah yang manis menggambarkan bagaimana menikmati Firman Tuhan (buah yang manis) di bawah perlindungan-Nya (kasih karunia) memberikan kekuatan dan kesegaran rohani.

  • Merespons Firman Tuhan dengan telinga rohani memungkinkan orang percaya menerima kasih karunia yang berlimpah. Seperti Maria yang duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan, orang percaya perlu menikmati suara Tuhan untuk menerima kasih karunia-Nya.

Singkatnya, kasih karunia Allah adalah sumber utama kekuatan dan kemampuan bagi orang percaya, memampukan mereka untuk hidup, melayani, dan bertahan dalam segala keadaan melalui kuasa ilahi yang dianugerahkan secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus dan Firman-Nya.

Kita hidup dari kasih karunia kepada kasih karunia.



Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...