Langsung ke konten utama

Kuasa Ikat Janji (bagian 3)

Upper Room 181 - Maret 2025

Dr. Jonathan David 

Pembicaraan ini menekankan pentingnya transformasi internal bagi umat Kristen agar mereka tidak berperilaku seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan (orang fasik). Transformasi internal yang mendalam bagi individu Kristen, yang kemudian akan menghasilkan transformasi sosial yang nyata (seperti pencuri bertransformasi menjadi penyedia berkat). 

Dr. Jonathan David menjelaskan bahwa Tuhan bekerja dalam hati seseorang sampai mereka sepenuhnya berkomitmen pada tugas yang diberikan-Nya, yang akan membawa pada karunia untuk bertindak. Beliau juga membahas tentang bagaimana cara berpikir yang salah dan emosi negatif dapat menghambat pemahaman spiritual dan menjauhkan seseorang dari tujuan Tuhan. Di sini juga disorot peran pelayanan lima jawatan dalam memfasilitasi transformasi ini dan memperingatkan terhadap cara hidup yang tidak menghasilkan buah ("cara hidup orang fasik"). Lebih lanjut, khotbah ini menyoroti konsep "ikat janji" dengan Tuhan, sebuah kemitraan di mana Tuhan bekerja untuk mewujudkan janji-janji-Nya, meskipun ada keraguan dan rintangan manusiawi. Ikat janji dengan Tuhan (covenant) menjadi fondasi bagi terjadinya transformasi.


Tema sentral: Transformasi Internal dan Aplikasinya dalam Kehidupan Gereja dan Pribadi

1. Pentingnya Transformasi Internal Sebelum Tindakan Nyata

Banyak orang ingin melakukan hal-hal besar tanpa mengalami perubahan internal terlebih dahulu. Tuhan bekerja di hati seseorang sampai ada kesediaan dan persetujuan internal untuk mengikuti-Nya.

Kasih karunia untuk bertindak datang setelah ada komitmen internal. Bukan sebaliknya, di mana orang menginginkan urapan tanpa keseriusan dalam tugas yang diberikan. Seseorang harus teruji dan terbukti secara internal sebelum Tuhan dapat mempromosikannya.

Merasa seperti seorang "jutawan" secara internal (berpikir dan bertindak agung dan penuh kehormatan) lebih penting daripada memiliki kekayaan materi saat ini. Ini adalah masa "percobaan" untuk melihat bagaimana seseorang bersikap.

Konsep "jutawan dalam masa percobaan" memiliki beberapa implikasi praktis:

Fokus pada karakter dan perilaku saat ini, bukan hanya potensi masa depan. Meskipun seseorang memiliki potensi untuk menjadi "jutawan" (dalam konteks yang lebih luas, mungkin berarti sukses, berpengaruh, atau diberkati secara signifikan), Tuhan sedang menguji karakternya melalui keadaan saat ini. Bagaimana seseorang bersikap dan berpikir sekarang adalah indikator penting bagi kesiapan untuk tanggung jawab yang lebih besar.

  • Pentingnya memiliki pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan status masa depan yang dijanjikan. Meskipun belum memiliki kekayaan materi, seseorang harus berpikir dan bertindak seperti seorang jutawan secara internal, membawa diri dengan agung dan penuh kehormatan. Ini berarti menginternalisasi identitas dan potensi yang Tuhan berikan, dan memanifestasikannya dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

  • Masa percobaan sebagai waktu pembuktian diri. Tuhan tidak akan mempromosikan seseorang hanya berdasarkan potensi, tetapi berdasarkan bagaimana mereka bersikap selama masa "percobaan" ini. Ini adalah waktu untuk menunjukkan bahwa seseorang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, bahkan dalam keadaan yang mungkin belum ideal.

  • Kontras dengan pola pikir dan perilaku "orang miskin". Bersikap dan berpikir seperti orang miskin (dengan mentalitas kekurangan, ketakutan, atau keraguan) akan menghambat kemajuan, tidak peduli seberapa hebat potensi yang dimiliki. Transformasi internal dalam cara berpikir dan merasa adalah kunci.

  • Analogi mentalitas ayam dan burung rajawali yang menunggu angin siap untuk terbang. Sama seperti burung rajawali yang menunggu angin untuk terbang tinggi, orang yang berada dalam "masa percobaan" perlu terus terhubung dengan Tuhan ("Papa") dan siap ketika "angin" (kesempatan atau promosi dari Tuhan) bertiup. Ini membutuhkan kesabaran, kewaspadaan rohani, dan kesiapan untuk bertindak ketika waktunya tepat.

Apa perbedaan antara mentalitas "ayam" dan mentalitas "burung rajawali" dalam konteks menunggu Tuhan ini?

Mentalitas "ayam" menggambarkan orang yang terus berlarian dan berusaha melakukan segalanya dengan kekuatannya sendiri, sementara mentalitas "burung rajawali" adalah menunggu Tuhan dan "angin Roh" untuk membawanya terbang, menunjukkan ketergantungan pada Tuhan.


"Menangkap angin Roh" berarti peka dan responsif terhadap waktu dan cara Tuhan bekerja melalui Firman-Nya. Ketika Roh mulai membawa Firman dengan kuat, seseorang harus segera bertindak dan bergerak maju karena pintu kesempatan sedang terbuka.


Secara sederhana, konsep "jutawan dalam masa percobaan" berarti bahwa status atau berkat masa depan yang dijanjikan oleh Tuhan memerlukan kesiapan internal yang tercermin dalam pikiran, sikap, dan tindakan saat ini. Masa kini adalah waktu untuk mengembangkan karakter dan pola pikir yang sesuai dengan janji Tuhan, sehingga ketika kesempatan datang, seseorang siap untuk menerimanya dan mengelolanya dengan baik.


2. Peran Pelayanan Lima Jawatan (Efesus 4:11-12)

  • Tuhan memberikan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus.

  • Tujuan utamanya adalah melatih jemaat untuk melayani, bukan hanya dilayani oleh gembala.

  • Pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mereproduksi diri mereka dalam kehidupan orang lain, sehingga setiap anggota gereja dapat berfungsi dengan baik.

  • Pandangan tradisional di mana gembala melakukan segalanya dan jemaat hanya menerima adalah tidak alkitabiah.

  • Jika gereja berfungsi dengan baik, jemaat tidak lagi seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran (Efesus 4:14).

Dr. Jonathan David menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini:

  • Tujuan utama pelayanan lima jawatan bukanlah agar mereka sendiri yang melakukan semua pelayanan, melainkan melatih dan memperlengkapi jemaat untuk melakukan pekerjaan pelayanan.

Sebagai contoh, seorang gembala seharusnya melatih jemaat untuk menjadi gembala, seorang penginjil melatih untuk melakukan penginjilan, sehingga setiap anggota gereja dapat berfungsi dengan baik.

  • Pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mentransfer sifat dasar mereka kepada jemaat sebagai sebuah pekerjaan. Mereka adalah model yang Tuhan gunakan untuk mereproduksi diri mereka dalam kehidupan orang lain.

Dengan demikian, tujuan akhirnya adalah agar setiap orang di gereja diperlengkapi dalam berbagai bidang dan dimensi, sehingga tidak ada seorang pun yang menjadi bagian cadangan.

  • Jika pelayanan lima jawatan berfungsi secara efektif dan melepaskan anggota jemaat untuk melayani, maka akan ada hasil, yaitu jemaat tidak lagi seperti anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran (Efesus 4:14). Mereka akan menjadi dewasa dan tahu bagaimana bertanggung jawab.

  • Pada akhirnya, jika setiap bagian individu (anggota jemaat yang telah diperlengkapi) bekerja dengan baik dan berfungsi, maka akan menyebabkan pertumbuhan seluruh tubuh Kristus (Efesus 4:16).


  • Mengapa pandangan tradisional tentang gembala yang melakukan segalanya bagi jemaat dianggap tidak alkitabiah?


Pandangan tradisional tidak alkitabiah karena Alkitab mengajarkan bahwa pelayanan lima jawatan berfungsi untuk mereproduksi diri mereka dalam jemaat, sehingga setiap orang dilatih dan berfungsi dalam berbagai aspek pelayanan, bukan hanya satu orang yang menanggung semua beban.


Jadi, inti dari tujuan pelayanan lima jawatan adalah pemberdayaan dan pelibatan seluruh jemaat dalam pelayanan dan pembangunan gereja, sehingga mencapai kedewasaan rohani dan pertumbuhan bersama dalam tubuh Kristus.


3. Cara Hidup Orang Fasik yang Harus Dihindari (Efesus 4:17-19)

  • Cara berpikir dan bertindak orang yang tidak mengenal Allah adalah sia-sia, gelap pengertiannya, dan jauh dari persekutuan dengan Allah.

  • Perasaan mereka telah tumpul sehingga menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan segala macam kecemaran dengan serakah.

  • Pikiran jemaat perlu diubah.

    • Berhenti memikirkan sesuatu yang tidak akan menghasilkan buah. Pikiran negatif dan keluhan tidak produktif.

    • Pengertian dapat menjadi gelap karena masuknya emosi negatif. Emosi negatif mengaburkan pandangan dan mengubah keyakinan.

    • Terputus dari kehidupan Allah yang ada di dalam roh. Emosi negatif menghalangi komunikasi rohani.

    • Menimbulkan suatu area yang menjadi titik buta. Kemarahan dan frustrasi membuat seseorang tidak dapat melihat kebaikan atau kebenaran.

    • Menumbuhkan kekerasan hati dan kehilangan kemampuan untuk menerima Firman Tuhan dengan akurat. Hati yang keras menghalangi suara Tuhan.

    • Menghancurkan batasan sejak awal dari pemerintahan Tuhan dalam hidup.

    • Kekacauan terjadi. Hal-hal negatif mengalir tanpa dasar.

Pola pikir "orang fasik" sangat menghalangi pertumbuhan rohani dalam beberapa cara yang signifikan:

  • Memikirkan hal-hal yang tidak menghasilkan buah: Pola pikir ini terfokus pada pemikiran yang tidak produktif dan tidak membawa dampak positif. Dr. Jonathan David menekankan untuk berhenti memikirkan hal-hal yang tidak akan menghasilkan hasil. Jika suatu pemikiran tidak membuahkan hasil yang baik, maka tidak ada manfaatnya untuk dipikirkan terus-menerus. Ini menghabiskan energi mental dan emosional yang seharusnya dapat digunakan untuk pertumbuhan rohani.

  • Pengertian menjadi gelap karena emosi negatif: Masuknya emosi negatif dapat mengaburkan pemahaman seseorang, bahkan mengubah apa yang mereka yakini penting. Ketika seseorang semakin negatif secara emosional, pemahamannya akan kebenaran rohani dan kehendak Tuhan dapat terdistorsi.

Filipi 2:14 mengajarkan untuk melakukan segala sesuatu tanpa keluhan atau perselisihan. Ayat ini menggambarkan bagaimana orang sering kali bergumul dan bersungut-sungut dalam mengikuti Tuhan, padahal seharusnya mereka merespons dengan ketaatan yang sukacita.

  • Terputus dari kehidupan Allah dalam roh: Emosi negatif dapat menyumbat saluran komunikasi dengan roh Allah di dalam diri seseorang. Akibatnya, roh tidak lagi dapat berkomunikasi dengan efektif, membuat individu tersebut sulit untuk bersikap spiritual dan menerima bimbingan ilahi.

  • Menimbulkan titik buta: Pola pikir negatif dan emosi yang kuat seperti marah dan frustasi dapat menciptakan area "titik buta" dalam pikiran seseorang, di mana mereka tidak dapat melihat kebaikan, kebenaran, atau berkat yang telah mereka terima. Ini menghalangi mereka untuk memiliki perspektif yang benar dan menghargai karya Tuhan dalam hidup mereka. Contoh: Seorang jemaat yang hanya fokus pada satu perkataan gembala yang dianggapnya menyerangnya pada hari Minggu itu dan melupakan 14 tahun berkat menunjukkan bagaimana titik buta membutakan terhadap segala kebaikan yang telah diterimanya.

  • Menumbuhkan kekerasan hati dan kehilangan kemampuan menerima Firman Tuhan dengan akurat: Hati yang dikeraskan oleh pola pikir negatif menjadi lambat untuk percaya dan sulit menerima Firman Tuhan. Ketika hati mengeras, suara Tuhan tidak dapat masuk dan dipahami dengan benar.

  • Menghancurkan batasan pemerintahan Tuhan dalam hidup: Pola pikir "orang fasik" cenderung mendobrak atau menghancurkan batasan-batasan yang ditetapkan oleh Tuhan dalam kehidupan seseorang sejak awal. Ini membuka pintu bagi pengaruh negatif dan menjauhkan dari kehendak Tuhan.

  • Menyebabkan kekacauan: Pola pikir ini dapat memicu berbagai hal negatif seperti tuduhan tanpa dasar dan konflik. Ini menciptakan lingkungan internal dan eksternal yang tidak kondusif untuk pertumbuhan rohani yang damai dan teratur.

  • Beroperasi dalam kesia-siaan pikiran: Orang fasik memikirkan hal-hal yang tidak menghasilkan buah dan hanya mendatangkan emosi negatif serta kehancuran, bukan pertumbuhan. Mereka berfokus pada keluhan dan hal-hal yang tidak membangun.

Secara keseluruhan, pola pikir "orang fasik" menjauhkan seseorang dari Tuhan, membutakan mereka terhadap kebenaran, mengeraskan hati mereka, dan menciptakan kekacauan dalam hidup mereka. Sebaliknya, pentingnya memperbarui pikiran dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Dengan menghindari pola pikir "orang fasik" dan belajar jalan Kristus, pertumbuhan rohani yang sejati dapat terjadi.


4. Transformasi Sejati: Contoh dari Seorang Pencuri (Efesus 4:28)

Ayat ini menggambarkan transformasi sosial yang radikal ketika gereja dirancang dengan benar. Ada tujuh langkah transformasi yang ditunjukkan:

  • Perubahan sifat dasar internal: Bukan lagi seorang pencuri secara internal.

  • Berhenti mencuri: Tidak lagi melakukan tindakan mencuri.

  • Mulai bekerja keras: Memiliki keinginan untuk bekerja.

  • Mengerjakan dengan tangannya sendiri: Mempelajari keterampilan atau perdagangan.

  • Sekarang dapat menghasilkan kebaikan: Sebelumnya menghasilkan kejahatan.

  • Berkelebihan/surplus: Memiliki sesuatu untuk dibagikan.

  • Sekarang seorang pemberi: Tidak hanya berkelebihan tetapi juga memiliki sifat memberi.


5. Kuasa Ikat Janji (Perjanjian) dengan Tuhan

  • Tuhan ingin membentuk dan mentransformasi umat-Nya sehingga tidak ada lagi cara hidup duniawi dalam diri mereka.

  • Transformasi yang sejati mempersiapkan seseorang untuk berdampak di "marketplace".

  • Tuhan mengajak Abram untuk berjalan bersama-Nya dan hidup tak bercela dalam hubungan ikat janji.

  • Bahaya yang menjauhkan dari destiny:

    • Kebutuhan.

    • Konflik dengan orang terdekat.

    • Peperangan.

    • Tawaran duniawi (simbol Raja Sodom) yang mengkompromikan nilai-nilai rohani.

  • Melalui ikat janji, Tuhan berjanji untuk menjadi perisai dan upah yang besar bagi Abram.

  • Bahkan ketika Abram membuat kesalahan, karena ikat janji, Tuhan terus bekerja dalam hidupnya untuk menggenapi janji-Nya.

  • Kekuatan ikat janji adalah bahwa Tuhan akan bekerja dalam hidup seseorang (pikiran, tubuh, dan lingkungan) sehingga janji-Nya menjadi kenyataan, terlepas dari keterbatasan manusiawi.

  • Ikat janji memungkinkan seseorang untuk percaya pada janji Tuhan meskipun keadaan terlihat bertentangan.

Ikat janji dengan Tuhan secara fundamental mengubah perspektif Abram dalam beberapa cara penting. Sebelum perjanjian, Abram menunjukkan keraguan dan ketidakpastian terhadap janji-janji Tuhan. Berikut adalah bagaimana ikat janji mengubah perspektifnya:

  • Dari keraguan menjadi kepastian akan pemenuhan janji Tuhan: Awalnya, Abram mempertanyakan bagaimana Tuhan akan memenuhi janji-Nya, terutama mengenai keturunannya karena ia tidak memiliki anak dan ahli warisnya adalah hambanya, Eliezer. Ia bahkan tampak mencoba membantu Tuhan dengan rencananya sendiri. Namun, melalui proses ikat janji (perjanjian) yang Tuhan inisiasi dalam Kejadian 15, di mana Tuhan sendiri yang lewat di antara potongan-potongan daging, Abram menerima jaminan ilahi dan kepastian bahwa janji Tuhan akan digenapi. Tindakan Tuhan ini menunjukkan komitmen sepihak dan tak tergoyahkan terhadap perjanjian-Nya.

  • Dari fokus pada keterbatasan diri dan keadaan menjadi fokus pada kekuatan dan kesetiaan Tuhan: Sebelum ikat janji, Abram lebih berfokus pada keadaannya saat ini—tidak memiliki anak, rumahnya tidak teratur, dan usianya yang semakin tua—yang membuatnya sulit untuk mempercayai janji Tuhan. Setelah ikat janji, perspektifnya bergeser untuk lebih mempercayai kemampuan dan kesetiaan Tuhan untuk mewujudkan apa yang telah dijanjikan, terlepas dari keterbatasan Abram sendiri atau keadaan sekitarnya.

  • Dari mencari solusi sendiri menjadi berserah pada rencana Tuhan: Sebelum perjanjian, Abram mencoba mencari cara alternatif untuk memenuhi janji Tuhan, seperti menjadikan Eliezer sebagai ahli waris atau melalui Hagar. Ikat janji mengajarkannya untuk tidak mengandalkan usahanya sendiri atau mencari jalan pintas, tetapi untuk berserah pada rencana dan waktu Tuhan. Tuhan menunjukkan bahwa Ia akan bekerja dalam hidup Abram dan bahkan mengubah keadaannya (termasuk tubuhnya dan istrinya) agar janji-Nya tergenapi.

  • Memahami kemitraan dengan Tuhan: Melalui ikat janji, Abram mulai memahami bahwa ia berada dalam kemitraan yang mendalam dengan Tuhan. Tuhan berkata kepada Abram bahwa jika Ia akan melakukan sesuatu yang besar (seperti menghancurkan Sodom dan Gomora), Ia akan melibatkan Abram terlebih dahulu. Ini menunjukkan bahwa Abram tidak lagi berjalan sendiri, tetapi memiliki hubungan yang erat di mana ia dapat berunding dengan Tuhan.

  • Menerima identitas baru sebagai bagian dari rencana Tuhan: Setelah Tuhan meneguhkan perjanjian-Nya, Ia juga menegaskan identitas Abram sebagai "Abramnya Allah Yang Mahatinggi," bukan hanya Abram dari Terah atau Abram dari Mesopotamia. Ini memberikan Abram perspektif yang lebih agung tentang dirinya dan perannya dalam rencana Tuhan bagi bangsa-bangsa.

Singkatnya, ikat janji mengubah perspektif Abram dari keraguan dan ketergantungan pada diri sendiri menjadi iman yang teguh pada janji dan kuasa Tuhan, serta pemahaman tentang kemitraan dan identitas barunya dalam rencana ilahi. Ia belajar bahwa Tuhan akan bekerja secara aktif untuk menggenapi janji-Nya, bahkan ketika keadaan tampak mustahil.

Ada tiga hal yang dapat menjauhkan seseorang dari perjalanan takdir (destiny):

(1) kebutuhan yang tidak dikelola dengan benar sehingga menjauhkan dari fokus pada tujuan Tuhan; (2) konflik dengan orang-orang terdekat yang dapat mengalihkan perhatian; (3) terlibat dalam "perang" atau proyek tanpa melibatkan kemitraan dengan Tuhan.

Kesimpulan

Untuk mengalami transformasi sosial dan menjadi berkat bagi orang lain, individu Kristen perlu mengalami transformasi internal yang dikerjakan oleh Tuhan. Pelayanan lima jawatan berperan penting dalam memfasilitasi proses ini dengan memperlengkapi jemaat untuk pelayanan. Penting untuk menghindari pola pikir dan perilaku duniawi yang tidak menghasilkan buah. Hubungan ikat janji dengan Tuhan adalah fondasi yang kuat di mana transformasi sejati dapat terjadi, di mana Tuhan sendiri bekerja untuk menggenapi janji-janji-Nya dalam kehidupan umat-Nya.


Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...