Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 07

Hawa yang Terakhir: Karakteristik Gereja Kekasih Tuhan

Khotbah ini membahas karakteristik ideal sebuah gereja, yang dianalogikan sebagai kekasih Tuhan. Kitab Kidung Agung menggambarkan hubungan ini melalui metafora mempelai wanita (gereja) dan gembala (Kristus). Ditekankan bahwa kesetiaan, yang dipandang setara dengan iman yang penuh, adalah sifat utama yang harus dimiliki gereja. Kesetiaan ini dicontohkan melalui penolakan gadis Sunem terhadap tawaran Raja Salomo, yang diinterpretasikan sebagai penolakan terhadap godaan duniawi demi kasih kepada Sang Gembala. Kisah ini mendorong pendengar untuk membangun iman melalui pendengaran Firman Tuhan (Rhema) yang disampaikan oleh Roh Kudus, yang akan menghasilkan kesetiaan dan menjadikan gereja sebagai kekasih Tuhan yang sejati.

Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi bukan karena tertarik pada kekuatan karakter dan kepribadian Kristus. Ketika keadaan dan kenyataan kita pikir menjadi mustahil  - dimana tidak ada pertolongan Tuhan, tidak ada kesembuhan, apalagi mujizat. Kita melihat sepertinya tidak ada jalan keluar, sepertinya Tuhan sedang tertidur dan bahkan Ia tidak ada di sini - maka iman akan mudah goyah.  Ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan. 




I. Analogi Adam Terakhir dan Hawa Terakhir

Rasul Paulus berbicara tentang Adam yang terakhir, yaitu Kristus.

Ternyata ada gadis Sunem (gadis Sulam), yang menggambarkan karakteristik sebagai Hawa yang terakhir ditemukan di Kidung Agung, yaitu Gereja diharapkan Tuhan sebagai kekasih-Nya.


II. Karakteristik Gereja Berdasarkan Kitab Kidung Agung (Kisah Gadis Sunem dan Sang Gembala)

Kisah ini menggambarkan hubungan antara kekasih (gadis Sunem) dan Sang Gembala. Banyak interpretasi yang keliru mengidentifikasikan Raja Salomo sebagai kekasihnya. Kekasih gadis Sunem adalah gembala, bukan raja.

Gereja diharapkan mengadopsi kehidupan atau spirit gadis Sunem dalam mencintai Kristus.

  • A. Mencintai Kristus Karena Pesona Kepribadian-Nya

    • Gadis Sunem mencintai Sang Gembala karena pesona kepribadiannya, bukan hanya karena perbuatan-Nya.

    • Kristus adalah Gembala yang Agung.

    • Sebagai gereja, kita seharusnya mencintai Kristus yang adalah Gembala kita.

    • Banyak orang mencintai Tuhan karena apa yang telah Dia lakukan bagi mereka (berkat, perlindungan, pengurapan, karunia-karunia), tetapi ini bukanlah level gereja sebagai kekasih Tuhan.

    • Gadis Sunem tidak tertarik pada pesona Raja Salomo, tetapi tetap tertarik pada pesona Sang Gembala.


  • B. Hati yang Dipenjarakan untuk Kekasih

    • Ungkapan gadis Sunem, "kekasihku bagaikan sebungkus Mur tersisip di antara Buah dadaku", menggambarkan Kristus yang ada di dalam hatinya.

    • Mur adalah persembahan dan penghormatan.

    • Menurut Amsal 4:23, jaga hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

    • Kata "natsar" dalam bahasa Ibrani berarti "penjarakan" hatimu, awasi dengan ketat agar apa yang ada di dalamnya tidak keluar.

    • Kehidupan gereja seharusnya memancarkan Kristus yang "dikurung" dalam hati.


  • C. Kesetiaan Seperti Merpati

    • Pujian sang kekasih, "cantik engkau ini, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu".

    • Mata adalah pelita tubuh (Matius 6:22) dan mencerminkan kehidupan seseorang.

    • Merpati adalah binatang yang monogami dan setia pada pasangannya, juga lambang Roh Kudus.

    • Mata gereja sebagai kekasih Tuhan seharusnya seperti merpati, mencerminkan kesucian dan kesetiaan dalam segala aspek kehidupan.

    • Kesetiaan dibangun dengan melihat persona Kristus yang tidak terlihat.

    • Dalam Perjanjian Baru, kata "iman" (pistis dalam bahasa Yunani) memiliki akar yang sama dengan kata "kesetiaan" (juga pistis dalam bahasa Yunani).

    • Kesetiaan (faithfulness) adalah kepenuhan iman (faith fullness).

    • Kesetiaan adalah ciri atau corak kehidupan gereja.


III. Penolakan Terhadap Tawaran Dunia (Kisah Gadis Sunem dan Raja Salomo)

  • Meskipun Raja Salomo mencintai dan menginginkan gadis Sunem, dia tidak tertarik pada pesonanya.

  • Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah".

  • Salomo membalas dengan mengatakan, "seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah manisku di antara gadis-gadis".

  • Gadis Sunem merendahkan diri, mengatakan dirinya hanya "sekuntum Mawar kecil atau bunga krokus [krokot] atau bunga bakung [ Lily ] di lembah yang tumbuh di tempat yang dalam dan sulit".

  • Ini adalah ungkapan penolakan terhadap cinta dan tawaran Raja Salomo.

  • Salomo mengumpamakan gadis Sunem dengan "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun", yang sangat berharga.

  • Bunga mawar dari Saron, bunga bakung, dan bunga lili pada masa itu tumbuh liar di tempat yang terpencil dan terabaikan.

  • Penolakan gadis Sunem menunjukkan ketegasan dan kesetiaan hanya kepada Sang Gembala.


IV. Iman dan Kesetiaan Sebagai Kekuatan untuk Menolak Dunia

Ibr 11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25  karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. 26  Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. 27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

  • Kisah gadis Sunem sejajar dengan gambaran orang-orang beriman dalam Ibrani 11.

    • Mereka tidak menerima janji-janji Allah pada masa hidup mereka tetapi tetap beriman.

    • Mereka mengakui diri sebagai orang asing dan pendatang di bumi.

    • Dunia tidak layak bagi mereka.

  • Seperti Musa menolak disebut anak Putri Firaun (Ibrani 11:24), gadis Sunem menolak menjadi istri Raja Salomo.

  • Dia lebih suka menderita sebagai kekasih Sang Gembala daripada menikmati kesenangan sementara dengan menjadi istri raja (seperti Ibrani 11:25).

  • Dia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar (Ibrani 11:26).

  • Dia bertahan seolah-olah melihat apa yang tidak kelihatan (Ibrani 11:27).

  • Kesetiaan gadis Sunem didasarkan pada iman yang penuh sehingga dia bisa melihat kesetiaan Sang Gembala.

  • Mawar Saron melambangkan penolakan atas kemewahan dan kemuliaan dunia.


V. Iman Timbul dari Mendengar Firman Kristus (Rhema)

Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus (Rhema) (Roma 10:17).

Setelah Kristus meninggalkan kita, Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian.

Firman yang dimaksud bukanlah hanya Firman tertulis atau khotbah, tetapi Firman yang bersuara (Rhema).

Jemaat harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh (Wahyu 2:7, 11, dll.).

Roh Kudus tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang didengar dari Bapa dan Kristus (Yohanes 16:13).

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Firman Rhema diperlukan setiap hari untuk memelihara iman dan kesetiaan.

Orang yang tidak bisa mendengar suara Roh bukanlah bagian dari gereja sebagai kekasih Tuhan.


VI. Kesetiaan Kristus

Kristus digambarkan sebagai "Yang Setia" (Pistos) dalam Wahyu 19:11.

Why 19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Allah adalah setia (1 Korintus 1:9).

1Kor 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Ia yang memanggil kamu sebagai istri adalah setia, Ia juga akan menggenapinya (1 Tesalonika 5:24).

1Tes 5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Meskipun kita tidak setia, Dia tetap setia karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya (2 Timotius 2:13).

Kesetiaan Kristus adalah bagian dari kepribadian-Nya yang menarik hati gereja.


VII. Proses Menjadi Kekasih Tuhan

Allah ingin umat-Nya naik tingkat dari sekadar umat menjadi kekasih Tuhan.

Kesetiaan yang teruji dan terbukti membuat gereja menjadi elok dalam pemandangan Tuhan.

Tuhan sedang mengerjakan dan mendandani gereja di tempat tersembunyi dengan kesetiaan (Efesus 5:25-27).

Ef 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

27  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Kesetiaan dihasilkan dari pekerjaan Roh yang bersuara (Rhema), menghasilkan iman yang menimbulkan kesetiaan.


Gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena beberapa alasan mendasar yang terungkap:

  • Cinta dan Kesetiaan kepada Sang Gembala: Alasan utama gadis Sunem menolak Raja Salomo adalah karena cintanya yang mendalam dan kesetiaannya yang teguh kepada kekasihnya, Sang Gembala. Cintanya kepada Sang Gembala didasarkan pada pesona kepribadiannya, bukan pada status atau kekayaan. Dia tidak tertarik pada pesona Raja Salomo.

  • Memandang Rendah Tawaran Duniawi: Gadis Sunem menggambarkan dirinya sebagai "bunga mawar dari Saron Aku Bunga Bakung di lembah-lembah". Ungkapan ini merupakan sebuah penolakan terhadap tawaran cinta Salomo. Bunga-bunga ini pada masa itu tumbuh liar di tempat-tempat terpencil dan terabaikan. Dengan mengatakan ini, dia merendahkan dirinya di hadapan raja, menunjukkan bahwa dia tidak tertarik pada kemewahan dan status yang ditawarkan Salomo. Dia tidak menganggap dirinya seberharga gambaran Salomo tentang dirinya sebagai "kuda betina daripada kereta-kereta Firaun".

  • Nilai Kesetiaan di Atas Status: Gadis Sunem lebih menghargai kesetiaannya kepada Sang Gembala daripada kesempatan untuk menjadi istri raja, yang akan meningkatkan status sosial dan ekonomi dirinya serta keluarganya. Baginya, tetap setia kepada kekasihnya yang berstatus hanya sebagai gembala lebih berharga daripada menikmati kesenangan sementara dan menjadi tidak setia dengan menerima tawaran Raja Salomo.

  • Iman dan Prinsip yang Kuat: Penolakan gadis Sunem mencerminkan iman dan prinsip hidup yang kuat. Seperti yang dijelaskan dalam konteks Ibrani 11, orang-orang beriman bersedia menderita dan menolak kemewahan dunia karena pandangan mereka tertuju pada sesuatu yang lebih kekal. Gadis Sunem lebih memilih untuk tetap menjadi kekasih Sang Gembala, meskipun harus menghadapi kehidupan yang sederhana, daripada menikmati kemewahan sementara dengan mengkhianati cintanya. Ini sejalan dengan konsep bahwa gereja sebagai kekasih Tuhan harus tetap setia kepada Kristus dan menolak bujukan dunia.

Singkatnya, gadis Sunem menolak cinta Raja Salomo karena hatinya telah sepenuhnya dimiliki oleh Sang Gembala yang dicintainya karena kepribadiannya. Dia juga menunjukkan bahwa nilai-nilai rohani dan kesetiaan jauh lebih penting baginya daripada kemewahan dan status duniawi yang ditawarkan oleh Raja Salomo. Tindakannya adalah sebuah penolakan tegas terhadap tawaran dunia dan penegasan kesetiaannya hanya kepada kekasihnya.


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...