Langsung ke konten utama

Preparing the Bride Session 10: Intimate Fellowship

❤️

Intimate Fellowship: The Church as Christ's Beloved


Sesi ini masih membahas kerinduan Tuhan agar gereja memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, layaknya seorang kekasih dalam hubungan yang dalam dan manunggal dengan-Nya. Kemanunggalan gereja dengan Kristus dianalogikan dengan hubungan suami istri yang dipersatukan oleh Tuhan. Kidung Agung adalah gambaran hubungan ideal ini, menyoroti metafora "rumah pesta" atau "rumah anggur" sebagai tempat persekutuan rohani yang mendalam. Sesi ini menekankan bahwa cinta gereja kepada Kristus harus tercermin dalam ketaatan pada perintah-Nya dan terbukti secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang lain dapat melihat dan mengenali kasih tersebut.

Kid 2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta [KJV: banqueting house.  Heb. house of wine. rumah anggur] , dan panjinya di atasku adalah cinta. 5  Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6  Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7  Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Bagaimana karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari?

Karakteristik gereja yang Tuhan harapkan sebagai kekasih-Nya dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui beberapa aspek penting. Berikut adalah penjelasannya:

  • Memiliki Kerinduan yang Mendalam untuk Bersekutu Intim dengan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena adanya kerinduan yang tulus untuk berada dekat dengan-Nya. Ini berarti mencari hadirat Tuhan tidak hanya saat membutuhkan sesuatu, tetapi sebagai tujuan utama dalam hidup.

  • Mengakui Tuhan sebagai Kekasih Utama. Dalam keseharian, ini berarti menempatkan Tuhan di atas segala hal dalam hidup, termasuk harta, kekuasaan, dan hubungan duniawi lainnya. Keputusan dan tindakan sehari-hari didasarkan pada kasih dan kesetiaan kepada Tuhan sebagai yang terutama.

  • Membangun Persekutuan Intim dengan Tuhan Melalui "Rumah Anggur". Secara rohani, "rumah anggur" melambangkan tempat persekutuan intim dengan Kristus yang dimungkinkan melalui darah-Nya. 

Ini adalah tempat untuk menikmati "anggur" dan saling berkasih-kasihan dalam persekutuan intim, bukan hubungan seksual. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar tentang maknanya sebagai persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus. Selain itu, ini juga berarti menghidupi firman Tuhan yang diibaratkan sebagai "anggur" yang memuaskan dan memelihara hubungan kasih dengan-Nya.

  • Membalas Kasih Tuhan dengan Kasih yang Sungguh-Sungguh dan Totalitas. Tuhan mengasihi gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Sebagai balasannya, gereja diharapkan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti mengabdikan seluruh aspek kehidupan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan motivasi kasih yang tulus, bukan karena mengharapkan imbalan. Ini juga berarti tidak menyisakan hati, jiwa, dan pikiran untuk kepentingan diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.


  • Mentaati Perintah Tuhan dan Hidup Berdasarkan Prinsip-Prinsip-Nya. Kasih kepada Tuhan dibuktikan melalui ketaatan pada perintah-perintah-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti berusaha untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan dalam segala tindakan, perkataan, dan pikiran, bahkan jika itu berbeda dengan nilai-nilai dunia.


  • Mempublikasikan Cinta kepada Tuhan Melalui Kehidupan yang Berubah. "Panji cinta" yang berkibar di atas gereja sebagai kekasih Tuhan berarti bahwa kehidupan orang percaya menjadi kesaksian nyata tentang kasih mereka kepada Tuhan sehingga dapat dilihat dan diketahui oleh orang lain. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi tentang tindakan dan gaya hidup yang mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Siap Menghadapi Penolakan Dunia. Karena gereja sebagai kekasih Kristus bukan berasal dari dunia, maka dunia akan membenci mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, ini berarti tidak terkejut atau goyah ketika menghadapi penolakan atau permusuhan dari dunia karena mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dan kesetiaan kepada Kristus.


  • Mengutamakan Keintiman dengan Tuhan Dibandingkan Kenikmatan Duniawi. Seperti gadis Sunem yang lebih merindukan kecupan kekasihnya daripada anggur terbaik di istana, gereja diharapkan untuk lebih mengutamakan persekutuan yang intim dengan Kristus daripada segala kenikmatan, kehormatan, atau berkat duniawi.

Dengan menghidupi karakteristik-karakteristik ini dalam setiap aspek kehidupan, gereja sebagai kekasih Tuhan dapat mewujudkan harapan-Nya dan menjadi saksi yang efektif bagi dunia. Penting untuk diingat bahwa sekadar mengucapkan kasih kepada Tuhan tidaklah cukup, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan dan ketaatan yang konsisten.


Bagaimana persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan?


Persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber sebagai sebuah hubungan yang dalam dan personal, seperti hubungan antara seorang kekasih dengan kekasihnya. Ini bukan hanya hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, meskipun aspek-aspek tersebut juga ada, tetapi lebih spesifik sebagai hubungan kasih yang tertinggi di mana Tuhan diakui sebagai sang kekasih.

Berikut adalah beberapa cara persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Kerinduan yang Mendalam dan Terus-Menerus: Digambarkan sebagai suatu kerinduan yang sangat kuat untuk berada dekat dengan Tuhan. Ini bukan hanya terjadi saat ada kebutuhan, tetapi merupakan aspirasi dan visi hidup rohani yang terus-menerus diimpikan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini terwujud dalam prioritas waktu untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan dengan tulus.

  • "Rumah Pesta" atau "Rumah Anggur": Sumber menggunakan metafora "rumah pesta" atau yang lebih tepat diterjemahkan sebagai "rumah anggur" untuk menggambarkan tempat atau kondisi rohani di mana persekutuan intim ini terjalin. Ini bukan sekadar hubungan antara hamba dan tuan atau anak dan bapa, tetapi hubungan kasih yang terdalam. Tempat ini bukanlah untuk hubungan seksual, tetapi merupakan tempat untuk saling berkasih-kasihan dan menikmati "anggur" yang melambangkan persekutuan melalui darah Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari, ini dapat diartikan sebagai aktif dalam Perjamuan Kudus dengan pemahaman yang benar serta menghidupi firman Tuhan.

[rhema: Persekutuan bukan hanya bicara dalam konteks sempit Perjamuan Kudus di mana anggur melambangkan darah Kristus. Dalam aplikasinya kita melihat bagaimana rasul Paulus dan persekutuannya dengan Kristus dalam konteks ini adalah persekutuan dalam penderitaan yang berdarah-darah.

Flp 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya 

Kita mungkin tidak harus berdarah-darah, karena setiap orang diberikan kasih karunia yang berbeda-beda.]


  • Inisiatif dari Tuhan: Digambarkan bahwa Tuhan sendiri yang mengambil inisiatif untuk membawa gereja-Nya, sebagai kekasih-Nya, ke "rumah anggur" ini. Ini menunjukkan bahwa persekutuan intim ini dimungkinkan karena kasih dan pengorbanan Kristus.

  • Respons dengan Kasih yang Sama: Sebagai respons terhadap kasih Tuhan, gereja diharapkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kasih ini harus total dan tidak menyisakan sedikit pun untuk diri sendiri yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

  • Persatuan dan Kemanunggalan dengan Kristus: Persekutuan intim ini bertujuan untuk membawa gereja kepada kemanunggalan dengan Kristus, menjadi satu dengan-Nya seperti hubungan suami dan istri yang dipersatukan oleh Tuhan.

  • Terbebas dari Gangguan: Kerinduan untuk berada di "rumah anggur" juga mencerminkan keinginan untuk terbebas dari segala hal yang dapat mengganggu hubungan kasih antara gereja dan Kristus.

  • Lebih Nikmat dari Kenikmatan Duniawi: Digambarkan bahwa keintiman dengan Tuhan lebih nikmat daripada segala kenikmatan duniawi, termasuk kehormatan dan berkat-berkat dunia.

  • Bukan Hanya Sekedar Kata-kata: Persekutuan intim ini tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari melalui ketaatan pada perintah Tuhan dan gaya hidup yang berbeda dari dunia.

Singkatnya, persekutuan intim dengan Tuhan digambarkan sebagai hubungan kasih yang mendalam dan terus-menerus dirindukan, di mana Tuhan mengambil inisiatif untuk mempertemukan diri dengan umat-Nya dalam suatu kondisi rohani yang digambarkan sebagai "rumah anggur", dan umat-Nya merespons dengan kasih yang total dan ketaatan, sehingga terjalin persatuan yang lebih berharga dari segala kenikmatan duniawi.


Mengapa cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan?


Cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan karena beberapa alasan penting yang terdapat dalam sumber dan percakapan kita sebelumnya:

  • Menunjukkan Kualitas Cinta yang Sejati: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan bukan sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi membuktikan kualitas cinta tersebut melalui tindakan dan gaya hidup. Sumber menyatakan bahwa banyak orang hanya mengatakan mencintai Tuhan tanpa ada bukti yang terlihat dalam kehidupan mereka.

  • Menjadi "Panji Cinta": Analogi "panji cinta" di atas gereja yang adalah kekasih Tuhan menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi pengumuman atau kesaksian yang terlihat oleh banyak orang tentang kasih mereka kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa hubungan dan kualitas cinta mereka diketahui oleh publik.

  • Merespons Kasih Tuhan yang Telah Dinyatakan: Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya yang besar dengan menyerahkan nyawa-Nya. Mempublikasikan cinta adalah cara gereja untuk mengimbangi atau membalas kasih tersebut dengan kualitas cinta yang sama, bahkan rela menyerahkan nyawa.

  • Pembuktian Ketaatan dan Hidup Berdasarkan Firman Tuhan: Cinta kepada Tuhan terwujud dalam memegang dan melakukan perintah-perintah-Nya. Ketika orang lain melihat seorang percaya hidup berdasarkan prinsip dan perintah Tuhan, itu menjadi bukti nyata bahwa mereka mengasihi Tuhan. Gaya hidup yang berbeda dari dunia menjadi cara untuk mempublikasikan cinta ini.

  • Menjadi Saksi Kristus: Mempublikasikan cinta kepada Tuhan berarti menjadi saksi Kristus. Orang lain dapat melihat kasih Kristus melalui kehidupan orang percaya dan tingkah laku mereka yang berbeda dari umumnya di dunia.

  • Lebih dari Sekadar Identitas Formal: Hanya diketahui sebagai seorang Kristen berdasarkan kartu identitas tidak cukup untuk mempublikasikan cinta kepada Tuhan. Publikasi yang sejati terjadi ketika kehidupan sehari-hari dan tindakan seseorang menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang intim dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

  • Menghindari Mentalitas Matre: Motivasi dalam mengasihi Tuhan seharusnya bukan hanya karena mengharapkan berkat. Cinta yang dipublikasikan dengan benar menunjukkan kasih yang tulus dan pengabdian tanpa pamrih.

Singkatnya, cinta kepada Tuhan perlu dipublikasikan agar kualitas dan ketulusan kasih tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain, menjadi kesaksian yang hidup tentang Kristus, dan sebagai respons yang sepadan atas kasih Tuhan yang telah lebih dahulu dinyatakan. Ini bukan hanya tentang perkataan, tetapi terutama tentang kehidupan yang diubahkan oleh kasih kepada Tuhan.

**Peringatan Terhadap Cinta yang Tidak Terbukti **

Contoh Petrus yang mengaku bersedia masuk penjara dan mati bersama Yesus (Lukas 22:33) dibandingkan dengan penggambar dibawa ke rumah anggur untuk mengasihi Tuhan dengan harga mahal.

Ucapan Petrus dianggap sebagai "rayuan gombal" karena tidak terbukti.

Yesus meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok (Lukas 22:34), dan ini terjadi.

Ini menunjukkan perbedaan antara perkataan cinta dan tindakan cinta yang sebenarnya.

Cinta yang dipublikasikan bukanlah cinta yang mementingkan diri sendiri seperti yang ditunjukkan Petrus saat menyangkal Yesus untuk menyelamatkan dirinya.


**Kesimpulan dan Tantangan**

Ada posisi rohani persekutuan intim dengan Tuhan yang bukan hanya karena tugas atau berkat.

Penting untuk merenungkan apakah banyak orang mengetahui bahwa kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, bukan hanya sekadar identitas agama.

Tuhan berharap agar kehidupan kita di dunia membuktikan bahwa kita hidup dalam "rumah anggur" dan mempublikasikan cinta kita kepada-Nya.

Postingan populer dari blog ini

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

GUNUNG RUMAH TUHAN ALLAH YAKUB

SESI 7 – TLC 2017 – Ps. Djonny Tambunan  – 23-26 Des 2017 I. SEMUA DIMULAI DARI RUMAH TUHAN Mikha 4 gbr:youtube.com Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana ,  Mic 4:1 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem."  Mic 4:2 <<<< PEKERJAAN DAHSYAT OLEH ROH KUDUS DIMULAI DARI RUMAH TUHAN >>>> SION = sunny = bright = cerah. Ketika SION dimunculkan kita tidak lagi memerlukan matahari natural. Semua kehidupan akan diterangi baik pada waktu malam mau pun pada waktu siang. Yang akan meneranginya adalah Sion. Yes 2:1 Yesaya menjelaskan lagi siapa yang dimaksu...

Kepenuhan Kristus

SATE 17 October 2020     Bacalah terlebih dahulu : I Petrus 2:21, Efesus 1:23, Efesus 4:11-13 Dalam kehidupan Yesus sebagai manusia, Ia telah menjadi teladan. Dan Alkitab pun menuliskan bahwa kita harus hidup dalam kepenuhan Kristus, namun yang sering menjadi persoalan adalah kita tidak pernah melihat Yesus hidup sebagai manusia. Itu sebabnya dalam kedaulatanNya, Tuhan telah memilih orang-orang tertentu yang dapat Ia munculkan sebagai bapa rohani agar menjadi model yang terlihat dan kita pun makin bisa mengerti bagaimana mengalami kepenuhan Kristus melalui bapa rohani yang ada. Tapi ada hal yang harus kita ketahui mengenai konsep bapa rohani ini, bahwa tidak semua orang yang mengajarkan Firman Tuhan dapat disebut sebagai bapa rohani. Karena seseorang yang Tuhan munculkan menjadi bapa rohani, sudah pasti memiliki kualitas tertentu dalam hidupnya dan tentunya telah melalui berbagai proses Tuhan. Sehingga di dalam kedaulatan Tuhan, sang bapa rohani bisa dikenali oleh anak-an...

Dimensi Tuhan

Ukuran-ukuran Tuhan by ps. Djonny Tambunan 17-Jan-2016 Ukuran-ukuran Tuhan itu tidak pernah bisa ditawar. ukuranNya pasti. Apa pun kondisi kita, Dia tidak pernah mengubahnya. Kita pun mencari yang pasti. Jangan berjalan menurut ukuran kita, semau kita. Tanpa mencapai ukuran Tuhan kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan. Wahyu 11 (Rev 11:1)   Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Ada 3 hal yang selalu diukur oleh Tuhan, yaitu hal-hal yang rohani. Dia mengukur aspek-aspek rohani, bukan seberapa tinggi pendidikanmu, bukan seberapa banyak hartamu. Dia memiliki standar untuk diri kita yang harus bisa capai. Targetnya bukan supaya kita sama seperti Dia bisa menciptakan langit dan bumi yang baru. Bukan itu. Setiap orang yang tidak mencapai ukuran Tuhan, akan kehilangan perkenananNya. Sangat penting buat kita u...

Fokus kepada Dia yang sedang berkata-kata

SATE 21 October 2020 – **   Bacalah terlebih dahulu: Efesus 4:23-24, Yohanes 4:21-23 Dalam ayat ini, Paulus menasihatkan anggota-anggota jemaat, supaya mereka jangan hidup (= mêketi peripatein) lagi sama seperti orangorang kafir (yang tidak mengenal Allah). Tuhan mau adanya perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Yang awalnya hidup di bawah belenggu manusia lama menuju kepada kemerdekaan yang dibentuk di dalam format manusia baru dan dicipta menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tetapi antara kondisi manusia lama menuju manusia baru dibutuhkan proses pembaharuan yang terus-menerus. Roh yang dulunya mati, terbelenggu dosa dan tidak dapat bersekutu dengan Allah yang adalah Roh, kini dimerdekakan. Sehingga ketika kita berdoa dan memuji Tuhan, maka pujian terhadap Allah tersebut keluar dari roh yang sungguh-sungguh sudah diperbaharui menuju Roh yang sejati, yaitu Allah. Ini yang dikatakan oleh Yesus ketika Ia bertemu dengan perempuan Samaria. ...

Perpuluhan Dan Keimamatan Melkisedek

 Mari kita bahas dan renungkan bersama-sama bagian Firman Tuhan ini: Ayat-ayat Kunci: Kejadian 14:17 Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. 18 Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. 19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, (diberkatilah kiranya Abramnya Allah Yang Mahatinggi) Pencipta (PEMILIK = Yang EMPUNYA) langit dan bumi, 20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. 21 Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu." 22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta (Yang EMPUNYA) ...

Membangun Sion Membentuk Ulang Kota - oleh Dr. Jonathan David

Ringkasan Khotbah: "Membangun Sion Membentuk Ulang Kota"  16082022  the Upper Room Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.  Yeremia 3:14   Khotbah ini membahas visi tentang pembangunan kembali Sion sebagai inti dari pemulihan kota dan kehidupan umat Tuhan. Dr. Jonathan David menguraikan bagaimana Tuhan sedang bergerak secara aktif untuk membangun Sion, yang bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga sebuah dimensi rohani di mana kehadiran, kuasa, dan otoritas Allah termanifestasi. Khotbah dimulai dengan penekanan pada pentingnya mendengar suara Tuhan dan mengasihi kebenaran-Nya. Dr. Jonathan David menyatakan bahwa tanpa kedua hal ini, akan ada kekacauan. Ia juga menekankan tentang karunia-karunia Roh Kudus yang diperlukan, seperti pewahyuan, pengertian, dan hikmat  untuk dapat menge...

Apa Maksudnya dengan CIPTAAN BARU DALAM KRISTUS?

Kor 5:17        Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ayat di atas menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Tapi benarkah demikian?   Dan yang lama sudah berlalu? Sebab kata ‘sesungguhnya’ menunjukkan kita belum bisa melihat yang baru itu. Mari kita telaah. Ef 4:24            dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. MANUSIA BARU kita telah   diciptakan menurut kehendak Allah SECARA SEMPURNA di dalam KEBENARAN DAN KEKUDUSAN YANG SESUNGGUHNYA yaitu DI DALAM KRITUS YESUS.   KEBENARAN DAN KEKUDUSAN INI TELAH TERUJI yaitu Yesus sendiri yang dalam rupa-Nya sebagai manusia – TELAH TERBUKTI SUDAH MENGALAHKAN DOSA DAN MAUT. Ef 2:10        ...

The House of Shem (Kemah-kemah Sem)

Dari sejarah yang disebutkan di Alkitab, inilah gineologi dari Adam ke Yusuf. Kelihatannya peta ini disusun dari Kej 5:1-32 dan dilanjutka ke Kej 11:10-26 seperti yang Musa tuliskan.  PRA AIR BAH Dari "peta" gineologi ini dapat dengan mudah kita melihat karya Tuhan yang luarbiasa. Semua generasi terhubung dengan orang-orang strategis Tuhan secara luarbiasa. Kita melihat hubungan 3 generasi: Henokh, Metusalah dan Lamekh. Juga hubungan 3 generasi berikutnya antara: Metusalah, Lamekh dan Nuh. Disusul dengan hubungan antara 3 generasi: Lamekh, Nuh dan Sem.  Ini seperti pola yang Allah sediakan untuk menjaga kesinambungan warisan rohani yang kekal (legacy). Pola 3 generasi dalam satu kemah ini menjamin warisan menjadi pusaka - inheritance to heritage legacy. Bahkan Sem juga terhubung dengan Metusalah, anak dari Henokh. Maka, tidak heran Sem menjadi sangat luarbiasa.  Warisan menggambarkan aset yang diwariskan orangtua kepada anak laki-lakinya, sedangkan pusaka mengacu pada anu...