Langsung ke konten utama

TERUJI, TERBUKTI UNTUK PROMOSI

Rangkuman “TERUJI, TERBUKTI UNTUK PROMOSI (Bag 5)”

Upper Room 178 – 18 Februari 2025

Dr. Jonathan David

Sesi ini berfokus pada konsep "sungai Tuhan" dan lima tahapan yang terkait dengannya, yaitu penyegaran, pembersihan, pembentukan, impartasi, dan pelepasan. Dr. David menekankan pentingnya membersihkan diri dari kedagingan dan "keakuan , pengaruh budaya negatif, dan pola pikir yang membatasi untuk menerima impartasi (pencurahan) ilahi dan pelepasan (release) ke dalam destiny seseorang - agar dapat mengalami berkat dan kelimpahan dari Tuhan. Ia juga memperingatkan tentang bahaya "sungai Babel,"  yang melambangkan sistem duniawi yang korup dan menyesatkan mewakili agama palsu. Khotbah ini memotivasi pendengar untuk terus berproses dalam Tuhan, membiarkan Roh Kudus memimpin mereka menuju transformasi dan tujuan ilahi.


Mengapa "keakuan" menghambat pembentukan diri?

"Keakuan" menghambat pembentukan diri karena beberapa alasan penting yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani dan pribadi. Berikut adalah poin-poin yang menjelaskan mengapa "keakuan" menjadi penghalang:

Menghancurkan Proses Pembentukan: Setiap kali pembentukan terjadi, "keakuan" akan menghancurkannya. Ini berarti bahwa setiap upaya untuk memperbaiki diri atau dibentuk oleh Tuhan akan terhambat jika "keakuan" masih dominan.

  • Menghalangi Impartasi dan Pelepasan: Jika Tuhan membiarkan seseorang memasuki tahap impartasi (penerimaan berkat dari surga) dengan "keakuan" yang masih termanifestasi, orang tersebut dapat menjadi bahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Misalnya, seseorang mungkin bernubuat atau memberi dengan kesombongan, yang akan membuat segala sesuatu dalam hidup menjadi tidak normal. Dalam tahap pelepasan, "keakuan" yang kuat dapat menyebabkan seseorang merasa memiliki lisensi untuk bertindak semaunya, yang pada akhirnya akan merusak diri sendiri.
  • Mencemari Berkat: Jika seseorang memasuki tahap impartasi dan pelepasan dengan "keakuan", berkat-berkat yang diterima dapat berubah menjadi kutukan. Orang tersebut mungkin melupakan jalan menuju gereja, melupakan Alkitab, dan melupakan berdoa. Hidupnya menjadi dipenuhi dengan hal-hal duniawi.
  • Menghambat Aliran Berkat: "Keakuan" dapat menyebabkan korsleting dari suplai Tuhan, sehingga berkat-berkat tidak dapat mengalir dengan dahsyat. Berkat yang seharusnya diterima menjadi terkontaminasi oleh "keakuan" di dalam diri.
  • Kurangnya Peningkatan: Jika "keakuan" tidak berkurang, Tuhan tidak dapat memberikan peningkatan dalam hidup seseorang. Seseorang harus menundukkan diri dan mengatasi "keakuan" agar Tuhan dapat berkarya lebih besar dalam dirinya.
  • Egois: Pada dasarnya manusia itu egois, sehingga setiap hubungan, setiap ayat yang dibaca, dan segala sesuatu yang digarisbawahi selalu tentang diri sendiri. Ketika "aku" itu tidak ada lagi, Tuhan telah membentuk diri seseorang.

Bagaimana budaya lama dapat menghambat?

Budaya lama bisa menghambat ketika ada bagian-bagian tertentu dari budaya tersebut yang menghalangi seseorang untuk maju. Dr. Jonathan David menjelaskan bahwa seseorang tidak harus dibatasi oleh budayanya. Berikut adalah poin-poin penting terkait hal ini:

  • Identitas dan Budaya: Orang seringkali merasa bahwa kehilangan budaya berarti kehilangan identitas. Namun, identitas sejati seseorang berasal dari kasih karunia Tuhan.
  • Konflik Budaya: Semakin seseorang berpegang pada budayanya, semakin besar kemungkinan terjadi bentrokan dengan budaya lain. Ini karena orang lain juga akan berpegang pada budaya mereka masing-masing.
  • Mentalitas yang Menghambat: Jika ada bagian dari mentalitas atau budaya yang menghambat kemajuan, bagian tersebut harus dilepaskan. Ini termasuk sikap dan ketakutan tertentu yang tidak memungkinkan seseorang untuk maju.
  • Fokus pada Roh: Penting untuk tidak membangun hubungan berdasarkan kedagingan atau politik, melainkan fokus pada hubungan rohani. Dengan demikian, seseorang dapat terbebas dari keterbatasan budaya dan mentalitas yang menghambat.
  • Pengalaman: Pengalaman masa lalu dapat memengaruhi masa kini dan menghalangi masa depan. Pengalaman yang keliru dapat membatasi seseorang, tetapi penting untuk tidak membiarkan pengalaman buruk menghentikan kemajuan.

Apa pengaruh budaya kepada pola pikir seseorang?

Budaya dapat memengaruhi pola pikir seseorang secara signifikan, terutama jika seseorang terlalu terpaku pada budayanya sendiri. Selain hal-hal yang telah dijelaskan di atas, soal: Keterbatasan IdentitasKonflik dengan Budaya Lain, Mentalitas yang Menghambat, Pengaruh Pengalaman Masa Lalu; juga penting sekali masalah perspektif yang dapat menciptakan batasan dalam pikiran seseorang.

  • Pentingnya Perspektif Rohani Untuk mengatasi pengaruh negatif budaya, penting untuk fokus pada perspektif rohani. Hubungan yang dibangun tidak hanya berdasarkan aspek kedagingan atau hal-hal lahiriah,  tetapi lebih pada hubungan rohani, yang memungkinkan seseorang untuk terbebas dari keterbatasan budaya dan ritual-ritual budaya khususnya.

Dengan kata lain, budaya dapat membentuk pola pikir seseorang, tetapi tidak seharusnya menjadi batasan yang menghalangi kemajuan atau menghalangi hubungan dengan Tuhan dan orang lain. Membebaskan diri dari aspek-aspek budaya yang menghambat dan berfokus pada pertumbuhan rohani dapat membantu seseorang mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan dinamis mengikuti pola Roh Kudus.

Konsep Sungai Tuhan

Bagaimana konsep sungai Tuhan mempengaruhi pembaharuan diri, pembersihan, pembentukan, impartasi, dan pelepasan?

Konsep sungai Tuhan, seperti yang dijelaskan papa Jonathan, mempengaruhi berbagai aspek pertumbuhan rohani dan pribadi:

  • Penyegaran diri (Tahap pertama): Dimensi pertama sungai Tuhan adalah penyegaran. Ini seperti mandi, di mana seseorang merasa segar kembali setelah merasa kotor atau tercemar. Dalam hadirat Tuhan, seseorang dapat dengan cepat menyelaraskan diri, bangkit, dan memperbarui kekuatan. Ini membantu seseorang untuk tidak terus-menerus terpuruk, tertekan, atau tertindas oleh perasaan negatif, kekhawatiran, dan kecemasan.
  • Pembersihan (Tahap kedua): Tahap kedua dari sungai Tuhan adalah pembersihan. Tuhan mencari hal-hal negatif dan hal-hal dari masa lalu yang menghalangi seseorang untuk melangkah ke masa depan. Ini termasuk menyingkirkan benih musuh dan hal-hal negatif yang menghambat. Seseorang harus meminta Tuhan untuk membersihkan dan membebaskan dari budaya atau mentalitas yang menghambat. Pengalaman masa lalu yang memengaruhi masa kini juga dibersihkan.
  • Pembentukan (Tahap ketiga): Tahap ketiga adalah pembentukan, di mana Tuhan membentuk tetapi juga menyingkirkan 'keakuan'. Tidak semua hal yang diperbolehkan itu berguna. Seseorang harus memutuskan apa yang ingin dipertahankan dan apa yang tidak. Apa pun yang bersifat 'keakuan' yang tidak berguna atau menjauhkan dari kehidupan Roh harus dihentikan. Jika 'keakuan' ada, Tuhan tidak dapat membentuk seseorang.
  • Impartasi (Tahap Keempat): Tahap keempat adalah impartasi, di mana banyak hal akan datang kepada seseorang. Hal-hal yang sebelumnya tidak dipahami atau dipercayai, sekarang mulai dipahami dan diimani. Tuhan melepaskan semuanya kepada orang tersebut karena mereka sekarang berada dalam tahap di mana 'keakuan' tidak ada lagi. Tidak ada korslet dari suplai Tuhan karena tidak terkontaminasi oleh 'keakuan'.
  • Pelepasan (Tahap Kelima): Tahap kelima adalah pelepasan, di mana Tuhan akan mulai melepaskan seseorang. Seseorang telah mempelajari pengendalian ilahi dan sekarang Tuhan memberikan pelepasan ilahi. Ke mana pun orang itu pergi dan apa pun yang mereka lakukan, mereka akan berhasil. Setiap tempat yang diinjak telapak kaki orang itu, Tuhan akan memberikannya kepada mereka karena mereka sudah diciptakan untuk penugasan.

Peringatan Terhadap "Sungai Babel": 

Peringatan terhadap sungai Babel dijelaskan papa Jonathan sebagai peringatan terhadap percampuran antara agama palsu dan sistem duniawi yang dapat merusak kehidupan rohani. Berikut adalah poin-poin penting terkait peringatan ini:

  • Sumber Pencemaran: Sungai Babel digambarkan sebagai sungai yang mengairi bangsa-bangsa di dunia, tetapi tercemar. Bangsa-bangsa meminum dari sungai ini dan menjadi mabuk oleh percabulan rohani.
  • Campuran Agama dan PerdaganganBabel adalah campuran dari agama palsu dan sistem perdagangan duniawi yang menikah bersama. Sistem ini membuat orang menjadi kaya, tetapi juga menyebabkan kehancuran orang-orang kudus.
  • Penghakiman Tuhan: Tuhan akan menghakimi Babel dalam satu jam, dan sistem ini akan runtuh. Keruntuhan bank dan sistem keuangan adalah contoh dari penghakiman ini.
  • Akibat Meminum dari Sungai Babel: Orang-orang yang meminum dari sungai Babel akan mengalami kehancuran sumber daya mereka. Mereka akan berdiri jauh karena takut akan siksaan yang akan datang.
  • Sistem yang Menindas: Sistem Babel menggunakan pinjaman dan utang untuk membuat bangsa-bangsa menjadi budak. Negara-negara yang terjerat utang akan terus membayar bunga tanpa pernah benar-benar terbebas.
  • Pentingnya Memilih Sungai Kehidupan: Umat Tuhan diperintahkan untuk menutup sungai-sungai Babel dan minum dari sungai kehidupan yang mengalir dari takhta Allah. Dengan minum dari sungai kehidupan, umat Tuhan dapat terhindar dari pencemaran dan kehancuran yang disebabkan oleh sistem Babel.
  • Ciri-ciri Sungai Babel: Sungai ini memberi makan kedagingan dan memelihara pertumbuhan kedagingan. Humanisme dan filosofi manusia bukanlah tujuan dari sungai kehidupan.
  • Pentingnya Kerohanian: Orang percaya harus fokus pada sungai Yang Mahatinggi dan minum dari sungai kehidupan untuk memperoleh air yang menyelamatkan dan membersihkan. Sungai internal yang mengalir dari dalam hati akan membawa orang percaya ke tingkat berikutnya.
  • Keruntuhan Sistem Babel: Keruntuhan sistem Babel digambarkan sebagai kesempatan bagi orang-orang benar untuk menerima kelimpahan dari Tuhan. "Dekade mendatang akan menjadi dekade yang penting karena ini adalah dekade di mana kelimpahan dari Tuhan akan turun atas orang-orang benar."

Pentingnya Cetak Biru Mental (Mental Blueprint): Papa ini menyatakan bahwa memiliki cetak biru mental yang tepat adalah kunci untuk menghasilkan kekayaan dan mematuhi kehendak Tuhan. Pikiran yang diperbarui memungkinkan seseorang untuk membedakan kehendak Tuhan dan menerima kasih karunia-Nya. "Karena sebagaimana seseorang berpikir demikianlah ia akan menjadi."

Untuk penjelasan detil mengenai "Mental Blueprint" KLIK DI SINI: Lihat Sesi Upper Room berikutnya:"Kuasa menghasilkan kekayaan" dari Perspektif Spiritual (Upper Room 179).

Pentingnya Kreativitas: Kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi dipandang sebagai dimensi penting untuk menghasilkan kekayaan di masa depan. "Uang akan berada dalam dimensi roh kreatif dan intuitif dalam dekade ini." Tuhan akan memberikan hal-hal baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Kutipan Penting:

"Kau tidak akan pernah bisa mengubah dunia sampai hal ini lenyap, biarlah hal ini tertanam di dalam hatimu, bahwa daging bukanlah cara hidup yang kau inginkan."

"Makanan-Ku adalah kehendak Dia yang telah mengutus Aku dan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya."

"Jika ada bagian tertentu dari budaya yang menghambatmu, lepaskan hal itu."

"Jika 'keakuan/diri' ada, Tuhan tidak dapat membentuk kita."

"Dekade mendatang akan menjadi dekade yang penting karena ini adalah dekade di mana kelimpahan dari Tuhan akan turun atas orang-orang benar."

Kesimpulan:

Pesan ini merupakan ajaran tentang transformasi rohani melalui pemurnian diri, penundukan ego, dan keterhubungan dengan sumber ilahi. Dokumen ini mendorong para pendengar untuk melepaskan diri dari pengaruh duniawi, mencari hadirat Tuhan, dan membiarkan diri dibentuk menjadi wadah berkat bagi bangsa-bangsa.

Untuk melihat catatan lengkapnya klik link ini.

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...