Langsung ke konten utama

Preparing the Bride (session 06)

The Bride of Christ: Faithfulness in Waiting

Karakteristik gereja yang ideal digambarkan sebagai kekasih Tuhan atau "Hawa yang terakhir" yang setia. Materi ini berfokus pada karakteristik gereja yang diharapkan oleh Tuhan, dianalogikan dengan Hawa yang terakhir yang tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan bakal suaminya. Analogi ini dikembangkan melalui interpretasi Kitab Kidung Agung 1:15-17 dan dikaitkan dengan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Baru.


Karakteristik Gereja yang Diharapkan Tuhan

  • Gereja diharapkan memiliki karakteristik seperti Hawa terakhir, yaitu tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan sang calon suami (Kristus).

  • Tuhan ingin gereja sebagai kekasih-Nya selama hidup di dunia ini hingga hari perkawinan Anak Domba.

  • Roh Kudus menolong gereja untuk memahami tuntutan dan persyaratan Tuhan agar dapat sampai kepada hari perkawinan Anak Domba dan berkehidupan menunggal di alam Allah yang kekal.

Kid 1:15  —  Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. 16   —  Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita. 17  Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.




Pembahasan Kidung Agung 1:15-17 sebagai Gambaran Hubungan Kristus dan Gereja

Ayat-ayat ini menggambarkan pertemuan dan percakapan antara Sang Gembala (Kristus) dan kekasih-Nya (gereja).

  • "Lihat cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau bagaikan merpati matamu":

    • Mata diibaratkan pelita tubuh yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

    • Mata seperti merpati melambangkan kesetiaan (merpati itu monogami).

    • Pandangan gereja diharapkan penuh dengan kesetiaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupannya.

    • Mata juga dikaitkan dengan Roh Kudus.


  • "Lihatlah tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik, sungguh sejuk pertiduran kita":

    • Menunjukkan kerinduan untuk mencapai hubungan suami istri yang final dan tertinggi dengan Kristus.

    • Tempat tidur yang sejuk melambangkan kedamaian dan ketenangan bersama Kristus karena mengenal-Nya bukan hanya sebagai Juru Selamat tetapi juga sebagai kekasih dan suami.

    • Menggambarkan pemikiran gereja yang tertancap jauh ke depan pada hari perkawinan.

    • Berbicara tentang penggenapan firman nubuatan yang menguatkan dan membuat tidak mudah tergoda.


  • "Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita":

    • Menggambarkan rumah masa depan gereja bersama dengan Kristus di alam Allah.

    • Kayu Aras: Lambang bahan pokok dan ciri istana Raja Daud dan juga niatan Daud untuk membangun rumah Tuhan. Menunjukkan kesamaan ciri antara rumah Tuhan dan tempat kediaman gereja bersama Kristus.  Kayu Aras diasosiasikan dengan kemuliaan dan kekekalan.

    • Kayu Eru: adalah kayu yang langka, melambangkan kehidupan Ilahi Allah yang terpancar melalui kehidupan orang percaya. Ini juga menyiratkan penolakan halus terhadap tawaran duniawi yang dapat menggoyahkan kesetiaan.


Peperangan di dalam Pikiran (2 Korintus 10:3-5): 

Gereja masih hidup di dunia tetapi tidak berjuang secara duniawi.

Senjata perjuangan adalah kuasa Allah untuk meruntuhkan benteng-benteng dan menawan segala pikiran untuk ditaklukkan kepada Kristus. Pikiran yang setia akan menghasilkan perbuatan yang setia.

Peperangan yang paling mengerikan adalah peperangan di pikiran.

2 Korintus 10:3-5 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4  karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5  Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,


Menjauhkan Diri dari Keinginan Daging (1 Petrus 2:11): 

Orang percaya diingatkan bahwa kehidupan di bumi ini bukanlah tempat tinggal permanen mereka. Mereka harus menjauhkan diri dari keinginan daging yang melawan jiwa dan tetap fokus pada tujuan akhir mereka di alamnya Allah.

1Ptr 2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Sebagai pendatang dan perantau di bumi, orang percaya harus menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak). 


Penderitaan dan Kemuliaan yang Akan Datang

Penderitaan saat ini adalah ringan dan mengerjakan kemuliaan kekal yang jauh lebih besar.

Ada urutan penderitaan dulu baru kemuliaan yang menyusul (seperti yang dialami Kristus).


Peranan Roh Kudus (Yohanes 16:13, Kidung Agung 1:15)

Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Roh Kebenaran akan memimpin ke dalam seluruh kebenaran dan memberitakan hal-hal yang akan datang.

Keintiman dengan Roh Kudus akan meneguhkan kesetiaan hati kepada Kristus dan membantu bertahan dalam menjalani dan menuju kepada penggenapan firman nubuatan.

Merpati juga merupakan lambang Roh Kudus.


Meneladani Pemimpin Rohani 

Jemaat diminta untuk meneladani pemimpin rohani mereka seperti Paulus meneladani Kristus.

Kedua sejoli dalam Kidung Agung meniru Daud, yang dianggap menduplikasikan keinginan Tuhan.

Kesetiaan dan Iman (Pistis)

  • Dalam bahasa Ibrani dan Yunani, kata setia (pistis) memiliki identitas yang sama dengan iman.

  • Kesetiaan adalah buah Roh.

  • Gereja diharapkan untuk setia dan teguh karena Allah memberikan Firman Rhema dan Roh Kudus yang membangkitkan iman.

  • Kesetiaan gereja akan terpancar dalam mata, perbuatan, dan cara berpikir.

  • Gereja diharapkan untuk tetap setia seperti gadis Sunam yang menolak cinta Salomo, yang merupakan penolakan halus terhadap godaan duniawi.


Gereja sebagai Kekasih Kristus

  • Tuhan ingin gereja bukan hanya sebagai domba (umat Tuhan) tetapi sebagai kekasih-Nya, yang memiliki hubungan yang lebih dalam dan intim dengan-Nya.

  • Mzm 23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Domba (umat Tuhan) telah berubah menjadi manusia (kekasih). Hanya manusia kekasih Tuhan yang diam dalam rumah Tuhan, bukan seperti domba yang diam di kandang dan di padang rumput.


Apa makna kiasan “mata bagai merpati”?

Makna kiasan "mata bagai merpati" yang terdapat dalam Kidung Agung 1 ayat 15, seperti yang dibahas dalam sumber, adalah sebagai berikut:

  • Kesetiaan (Monogami): Salah satu ciri utama merpati adalah monogami, yaitu tetap setia dengan pasangannya. Oleh karena itu, "mata bagai merpati" melambangkan kesetiaan gereja kepada Kristus. Tuhan mengharapkan gereja sebagai kekasih-Nya untuk tetap teguh dalam kesetiaannya kepada-Nya. Kesetiaan ini dipengaruhi oleh pandangan rohani yang benar, seperti yang dijelaskan dalam Matius 6:22. 

Mat 6:22-23 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

  • Pelita Tubuh: Mata diibaratkan sebagai pelita tubuh. Sebagaimana pelita menerangi seluruh tubuh, pandangan mata mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang. Dalam konteks ini, mata yang bagai merpati, yaitu mata yang penuh kesetiaan, akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan gereja, memancarkan dan membuktikan kesetiaan kepada Kristus selama hidup di dunia. Jika pandangan mata (hati dan pikiran) penuh kesetiaan kepada Kristus, maka seluruh aspek kehidupan gereja akan terang di mata Tuhan.


  • Aspek Rohani: Mata yang bagai merpati juga dikaitkan dengan aspek Roh Kudus. Kesetiaan yang terpancar dari mata gereja merupakan hasil dari hubungan yang intim dengan Roh Kudus.

Secara keseluruhan, kiasan "mata bagai merpati" menggambarkan harapan Tuhan agar gereja memiliki pandangan yang penuh dengan kesetiaan yang tidak tergoyahkan kepada Kristus, yang akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan mereka dan dimampukan oleh Roh Kudus. Kesetiaan ini diibaratkan seperti sifat monogami pada merpati.


Bagaimana Gereja dapat membuktikan kesetiaannya?

Gereja dapat membuktikan kesetiaannya melalui berbagai cara:

  • Tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam pengabdian kepada Allah dan Kristus. Ini berarti meneladani Hawa yang terakhir yang diharapkan tidak mudah dibujuk dan tetap setia kepada suaminya, yaitu Kristus.

  • Memiliki pandangan yang penuh dengan kesetiaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Ini tercermin dalam kiasan "mata bagai merpati" yang melambangkan kesetiaan yang mendasari setiap langkah hidup gereja.

  • Tidak berjuang secara duniawi melainkan menggunakan senjata rohani yang diperlengkapi dengan kuasa Allah untuk meruntuhkan benteng-benteng pikiran. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan bukan hanya soal tindakan lahiriah, tetapi juga pengendalian pikiran dan fokus rohani.

  • Menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Kesetiaan melibatkan pengendalian aktif atas pikiran agar selaras dengan kehendak Kristus.

  • Sebagai pendatang dan perantau di dunia, menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berperang melawan jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak). Ini menunjukkan kesetiaan dalam menjaga kekudusan dan tidak menyerah pada godaan duniawi.

  • Terus-menerus memikirkan tentang persatuan di masa depan dengan Kristus dan penggenapan firman nubuatan. Fokus pada harapan akan kedatangan Kristus dan janji-janji-Nya memperkuat kesetiaan di masa kini.

Gambaran tentang "petiduran yang sejuk" (Kidung Agung 1:16) melambangkan kerinduan gereja untuk bersatu sepenuhnya dengan Kristus, seperti hubungan suami istri. Pikiran gereja harus tertuju pada hari perkawinan Anak Domba.

  • Memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus, yang akan menuntun ke dalam seluruh kebenaran dan meneguhkan hati dalam kesetiaan kepada Kristus. Keintiman dengan Roh Kudus adalah kunci untuk memelihara kesetiaan.

  • Mempercayai sepenuhnya Firman nubuatan (2 Korintus 4:17, 1 Petrus 1:11), yang menjadi kekuatan untuk menguatkan pikiran, perasaan, dan roh. Keyakinan pada janji-janji Allah yang akan datang memampukan gereja untuk tetap setia.

Penderitaan saat ini dianggap ringan dibandingkan dengan kemuliaan kekal yang akan datang. Firman nubuat menguatkan gereja untuk tetap setia melalui masa penantian.

  • Meneladani kehidupan para pemimpin rohani yang meniru Kristus. Mengikuti teladan orang-orang yang hidup dalam kesetiaan kepada Kristus adalah cara untuk belajar dan bertumbuh dalam kesetiaan.

  • Mengekspresikan kesetiaan yang dipancarkan oleh Roh Kudus melalui mata, perbuatan, dan cara berpikir. Kesetiaan yang sejati akan terlihat dalam seluruh aspek kehidupan.

  • Meskipun mengalami berkat-berkat dunia, tetap mengingat dan mencintai Kristus sebagai kekasih utama dan tidak tergoyahkan oleh tawaran duniawi. Kesetiaan berarti memprioritaskan Kristus di atas segala hal.

  • Menghidupi "pistis" atau “faithful”, yang dalam bahasa Ibrani dan Yunani memiliki makna ganda sebagai iman dan kesetiaan. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan adalah bagian integral dari iman Kristen dan merupakan buah Roh.

Singkatnya, gereja membuktikan kesetiaannya dengan memiliki hati dan pikiran yang tertuju kepada Kristus, menolak godaan duniawi, hidup dalam Roh Kudus, mempercayai Firman Allah, dan meneladani Kristus dalam segala aspek kehidupannya.


Pikiran Seperti Apa yang Harus di tawan oleh Gereja?

Gereja harus menawan segala pikiran yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Paulus secara eksplisit menyatakan dalam 2 Korintus 10 ayat 5: "kami menawan segala pikiran Oh itu peperangan yang paling mengerikan adalah pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus".

Ini berarti gereja harus secara aktif mengendalikan dan membawa setiap pemikiran ke dalam ketaatan kepada Kristus. Peperangan utama yang dihadapi gereja bukanlah peperangan duniawi, tetapi peperangan di pikiran.

Berikut adalah poin-poin terkait pikiran seperti apa yang harus ditawan gereja:

  • Pikiran yang menentang pengenalan akan Allah: Setiap pemikiran yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah dan firman-Nya harus ditawan.

  • Pikiran yang dipengaruhi oleh kedagingan dan kekuasaan duniawi: Meskipun gereja hidup di dunia, perjuangan tidak boleh dilakukan secara duniawi. Kekhawatiran ekonomi, masalah sosial, dan status duniawi tidak boleh mendikte pikiran gereja.

  • Pemikiran yang goyah dan mudah dipengaruhi oleh pencobaan: Gereja harus memiliki pikiran yang teguh dan tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai tawaran dan bujukan, meskipun tampak rohani.

  • Pemikiran yang tidak mengenal Allah dan Kristus sebagai kekasih: Gereja harus memiliki pemikiran yang didasari pengenalan yang intim akan Allah sebagai Bapa dan Kristus sebagai kekasih.

  • Pemikiran yang tidak selaras dengan Firman nubuatan: Gereja diharapkan untuk men-setting pikiran kepada penggenapan Firman nubuatan seolah-olah sudah terjadi, yang akan menguatkan dan mencegah dari mudah tergoda.

  • Keinginan-keinginan daging yang berperang melawan jiwa: Pikiran adalah bagian dari jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak), sehingga keinginan daging yang merusak jiwa juga harus dilawan dan ditawan.

Dengan menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, gereja dapat membuktikan kesetiaannya dan hidup sesuai dengan harapan Tuhan sebagai kekasih-Nya. Proses ini dimungkinkan melalui keintiman dengan Roh Kudus dan mempercayai Firman Allah.


Teladan siapa yang harus diikuti oleh Gereja?

1Kor 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.


1Kor 4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16  Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

Gereja hendaknya mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus. Para pemimpin rohani atau gembala jemaat pun harus menjadi teladan bagi jemaat, sama seperti Rasul Paulus yang meminta jemaat untuk mengikuti teladannya seperti ia juga mengikuti teladan Kristus.

Selain Kristus, sumber juga menyoroti beberapa figur sebagai contoh dalam aspek tertentu:

  • Hawa yang terakhir: Gereja diharapkan memiliki karakteristik seperti Hawa yang terakhir, yaitu tidak mudah tergoda dan tetap teguh dalam kesetiaannya kepada Allah dan Kristus.

  • Gadis Sunem (dalam Kitab Kidung Agung): Teladannya adalah pikirannya yang terus-menerus tertuju pada persatuan di masa depan dengan kekasihnya (Kristus), menunjukkan kesetiaan yang tidak tergoyahkan meskipun menghadapi godaan.

  • Merpati: Sifat merpati yang monogami dan setia pada pasangannya menjadi kiasan bagi kesetiaan gereja kepada Kristus.

  • Daud: Kedua sejoli dalam Kidung Agung (melambangkan Kristus dan gereja) merujuk pada rumah Daud yang terbuat dari kayu aras sebagai gambaran rumah masa depan mereka. Hal ini menunjukkan adanya kemiripan karakteristik yang diharapkan antara umat Tuhan dan tempat kediaman Tuhan. Daud juga dipandang sebagai sosok yang meniru dan menduplikasi keinginan Tuhan.

  • Rasul Paulus: Ia secara eksplisit meminta jemaat untuk mengikuti teladannya, karena ia sendiri meneladani Kristus.

  • Pemimpin Rohani/Gembala: Jemaat juga diminta untuk meneladani pemimpin rohani mereka karena mereka seharusnya meneladani dan meniru Kristus. Dengan mengikuti teladan pemimpin yang mengikuti Kristus, jemaat juga akan meniru kehidupan yang sama dari Tuhan.

Dengan demikian, teladan utama yang hendaknya diikuti gereja adalah Kristus. Figur-figur lain seperti Hawa yang terakhir, gadis Sunem, merpati (dalam sifatnya), Daud (dalam meniru keinginan Tuhan), Rasul Paulus, dan para pemimpin rohani yang meneladani Kristus, dapat menjadi contoh dan panduan dalam berbagai aspek kesetiaan dan pengabdian kepada Tuhan.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...