Langsung ke konten utama

Preparing the Bride - Session 2

Persiapan gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus untuk pernikahan dengan Anak Domba - Sesi 2

Ps. Djonny Tambunan

Pada sesi ini papa membahas konsep menjadi kudus dan setia sebagai istri Kristus. Pembicara menekankan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya untuk mengatasi godaan dan mencapai kekudusan. Ia menarik garis paralel antara pencobaan yang dialami Y esus dan pencobaan yang dihadapi orang Kristen masa kini. Papa mengilustrasikan lebih jauh dengan tokoh Musa sebagai teladan keteguhan iman.


Berikut adalah rangkumannya, yang akan membantu Anda memahaminya dengan mudah:

  • Tujuan Tuhan dalam Hidup Orang Percaya:

    • Tuhan berharap umat-Nya menjadi kudus dan mencapai kekudusan seperti Kristus.

    • Ini bukan hanya menjadi umat Tuhan, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya.

    • Untuk mencapai ini, Tuhan memberikan Roh Kudus.


  • Peran Roh Kudus:

    • Roh Kudus memberikan kemampuan untuk merespon kehendak Roh, bukan keinginan daging.

    • Roh Kudus memberikan identitas bahwa orang percaya adalah milik Kristus.

    • Roh Kudus bekerja untuk menghidupkan tubuh yang fana, memberikan kekuatan spiritual.


  • Kehidupan dalam Daging vs. Kehidupan dalam Roh:

    • Hidup menurut daging tidak berkenan kepada Allah.

    • Keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.

    • Dipimpin oleh Roh membebaskan dari hukum Taurat.


  • Perbuatan Daging vs. Buah Roh:

    • Perbuatan daging termasuk percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percederaan, pemecah belah, kedengkian, kemabukan, dan pesta pora. Orang yang melakukan ini tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    • Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.


  • Pencobaan dan Penderitaan:

    • Yesus dicobai dalam segala aspek kehidupan manusia, tetapi tidak berdosa.

    • Iblis terus mencobai selama manusia masih mengenakan tubuh yang bisa mati.

    • Penderitaan (Pascho) berarti mengalami hal yang jahat, tetapi tujuannya bukan untuk membuat mati secara jasmani, melainkan supaya berdosa.

    • Karena Yesus menderita tanpa berbuat dosa, Ia dapat menolong mereka yang dicobai.


  • Pertolongan dalam Pencobaan:

    • Kristus memberikan pertolongan kepada mereka yang dicobai.

    • Mengatasi pencobaan dengan kekuatan sendiri sama dengan meniadakan pertolongan dari Kristus.


  • Contoh Musa:

    • Musa memilih menderita sengsara dengan umat Allah daripada menikmati kesenangan dari dosa.

    • Kesenangan yang dinikmati Musa sebagai anak Putri Firaun adalah kebohongan tentang identitasnya.

    • Musa lebih memilih menderita karena Kristus daripada menikmati kesenangan dari dosa.

  • Adam yang Pertama dan Adam yang Terakhir:

    • Adam pertama (manusia pertama) diciptakan pertama, lalu Hawa.

    • Hawa yang pertama kali jatuh dalam dosa karena pencobaan.

    • Adam yang terakhir (Kristus) menjadi Roh yang menghidupkan.

    • Adam yang terakhir juga memiliki istri.


  • Istri Adam yang Terakhir:

    • Ada Hawa (perempuan) dari Adam yang terakhir (Kristus) yang merupakan gambaran orisinil dari pengharapan Tuhan.

    • Dia dicobai dalam segala aspek kehidupan, tetapi tidak berdosa, dan tetap setia kepada Kristus.


  • Kesetiaan dan Kekudusan:

    • Iman membuat orang percaya bisa bertahan dan tetap kudus.

    • Kristus menguduskan dan menyucikan jemaat dengan firman.

    • Tujuan Kristus adalah menghadirkan jemaat di hadapan-Nya sebagai jemaat yang cemerlang tanpa cacat cela.


Apa Harapan Tuhan terhadap Gereja sebagai Mempelai Kristus?

Harapan Tuhan terhadap gereja sebagai mempelai Kristus adalah agar umat-Nya menjadi kudus dalam seluruh hidup mereka, sama seperti Dia yang kudus. Tuhan tidak hanya mengharapkan gereja menjadi umat-Nya, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya.

Bahwa Tuhan ingin agar kehidupan gereja mencapai seperti yang Tuhan harapkan, yaitu kekudusan yang nyata dalam hidup Kristus menjadi kekudusan yang nyata juga dalam hidup jemaat. Karena gereja adalah mempelai Kristus, Dia berharap kesetiaan dari jemaat.

Tujuan akhir dari pekerjaan Tuhan dalam hidup jemaat adalah supaya mereka siap seperti yang tertulis dalam Wahyu 19 ayat 7. Tuhan sedang mempersiapkan gereja dari berbagai situasi dan keadaan agar dapat bertahan dan tetap setia. Kristus menguduskan dan menyucikan jemaat setiap hari dengan firman agar mereka dapat berdiri teguh, bertahan, sehingga tidak bercacat dan bercela di hadapan-Nya. Dengan demikian, Tuhan berharap gereja mencapai titik siap pada hari perkawinan Anak Domba sebagai istri Kristus yang abadi.


Apa saja pencobaan yang dihadapi Yesus?

  • Lukas pasal yang keempat: Iblis mencobai Yesus di padang gurun setelah Ia berpuasa selama 40 hari. Iblis mengakhiri semua pencobaan pada saat itu, tetapi mundur untuk menunggu waktu yang baik (kairos).
  • Yesus dicobai dalam setiap aspek kehidupan manusia. Ini berarti tidak ada area kehidupan manusia yang terhindar dari pencobaan yang Yesus alami.
    • 1Yoh 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
    • Ada 3 aspek kehidupan manusia yang tidak luput dari pencobaan:
      • Keinginan daging
      • Keinginan mata
      • Keangkuhan hidup

Beberapa contoh pencobaan yang dihadapi Yesus:

  • Yesus dicobai oleh banyak wanita yang menyerahkan hidup mereka kepadanya, namun Ia tetap memiliki pikiran dan hati yang kudus.
  • Yesus dicobai dalam hal Mamon (kekayaan), kehidupan, dan kesombongan (Luk 4:5-6). .
  • Menurut Galatia 5:19, yang dikutip dalam sumber, Yesus dicobai untuk percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, dan segala sesuatu yang termasuk dalam perbuatan daging.

Kita melihat bahwa Yesus menderita karena pencobaan, dan meskipun dicobai dalam segala hal, Ia tidak berbuat dosa. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Ibrani 4:15 yang menyebutkan bahwa Imam Besar (Yesus) dapat merasakan kelemahan-kelemahan kita karena Ia juga telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, namun tanpa berbuat dosa.


Apa implikasi praktis dari Kristus yang juga dicobai dalam segala hal?

Ada implikasi praktis dari Kristus yang juga dicobai dalam segala hal adalah sangat signifikan bagi kehidupan orang percaya:

  • Yesus memahami kelemahan kita: Karena Yesus telah dicobai dalam segala aspek kehidupan manusia, Ia dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Ini berarti bahwa ketika kita menghadapi pencobaan, kita memiliki seorang Imam Besar yang mengerti secara pribadi apa yang kita alami. Kita tidak melayani Tuhan yang jauh dan tidak memahami perjuangan kita.
  • Yesus dapat menolong kita dalam pencobaan: Karena Yesus berhasil mengatasi setiap pencobaan tanpa berbuat dosa, Ia dapat menolong mereka yang dicobai. Pertolongan ini bukan hanya sekedar memberikan contoh, tetapi merupakan tindakan aktif dari Kristus bagi mereka yang sedang berjuang melawan dosa. Ketika kita dicobai, kita dapat datang kepada Kristus dengan keyakinan bahwa Ia mampu dan bersedia membantu kita.
  • Teladan bagi orang percaya: Kehidupan Yesus yang tanpa dosa meskipun menghadapi berbagai macam pencobaan menjadi teladan bagi orang percaya. Kita dipanggil untuk menjadi kudus sama seperti Dia kudus, dan kenyataan bahwa Ia juga dicobai seperti kita menunjukkan bahwa kekudusan itu mungkin dicapai melalui Roh Kudus.
  • Roh Kudus sebagai kekuatan dalam menghadapi pencobaan: Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam diri Yesus dan membangkitkan-Nya dari kematian, juga diam dan bekerja dalam diri orang percaya. Roh Kudus memberikan kekuatan spiritual untuk merespon kehendak Roh dan bukan keinginan daging, sehingga kita dapat bertahan dan tidak jatuh dalam dosa ketika dicobai.
  • Menolak mengandalkan kekuatan sendiri: Di sini ditekankan bahwa jika kita mencoba mengatasi pencobaan dengan kemampuan diri sendiri, kita seolah-olah meniadakan pertolongan yang ditawarkan oleh Kristus. Kesadaran bahwa Kristus dapat menolong seharusnya mendorong kita untuk bergantung pada kekuatan Roh Kudus dan bukan pada usaha kita sendiri.

Dengan demikian, implikasi praktis dari Kristus yang dicobai dalam segala hal adalah bahwa kita memiliki seorang Juruselamat yang berempati, mampu menolong, dan memberikan teladan dalam menghadapi pencobaan. Ini memberikan pengharapan dan kekuatan bagi orang percaya untuk mengejar kekudusan dan kesetiaan kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan hidup.


Mengapa kepemilikan oleh Kristus itu sangat penting?

Bahwa kepemilikan oleh Kristus itu sangat penting karena beberapa alasan mendasar:

  • Identitas diri: Roh Kudus memberikan identitas yang jelas bahwa saudara adalah milik Kristus. Kepemilikan ini bukan sekadar status, tetapi inti dari siapa diri Anda sebagai orang percaya. Jika Roh Allah diam di dalam kamu, dan Roh itu adalah Roh Kristus, maka Anda adalah milik Kristus. Jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus.
  • Hubungan yang intim seperti Pernikahan: Penggunaan kata "milik" sangat penting karena menggambarkan hubungan seperti seorang istri adalah milik suaminya. Ini bukan kepemilikan seperti domba-domba milik Allah, tetapi relasi yang lebih dalam dan intim, sebagaimana gereja adalah mempelai wanita Kristus. Tuhan tidak hanya ingin kita menjadi umat-Nya, tetapi juga menjadi kekasih atau istri-Nya.
  • Bagian dari rencana Allah untuk kekudusan: Kepemilikan oleh Kristus berkaitan erat dengan rencana Allah untuk menjadikan kita kudus dan siap sebagai mempelai-Nya. Allah memiliki rencana untuk mempersiapkan kita hingga mencapai titik siap sebagai istri pengantin-Nya sesuai dengan Wahyu 19 ayat 7. Kekudusan yang diharapkan Tuhan terjadi nyata dalam hidup kita karena kita adalah istri mempelai Kristus.
  • Pekerjaan Roh Kudus dalam hidup: Karena kita adalah milik Kristus, maka Roh Kudus yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam dan bekerja di dalam kita. Roh Kudus bukan hanya memberikan identitas kepemilikan, tetapi juga menghidupkan tubuh kita yang fana dan memberikan kekuatan spiritual. Tujuan akhirnya adalah supaya kita memiliki kehidupan yang sama yang diharapkan oleh Tuhan.
  • Perlindungan dari kehidupan daging: Kepemilikan oleh Kristus memberikan dasar untuk tidak lagi hidup dalam daging atau menurut keinginan daging, melainkan menurut apa yang diinginkan Roh. Kehidupan daging bertentangan dengan kehendak Allah, dan kepemilikan oleh Kristus memampukan kita untuk merespons pekerjaan Roh yang sedang menghidupkan kita menuju kekudusan.

Singkatnya, menjadi milik Kristus adalah fondasi dari identitas rohani kita, menggambarkan hubungan yang mendalam dengan-Nya seperti pernikahan, merupakan bagian penting dari rencana Allah untuk kekudusan kita, menjadi landasan bagi pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita, dan membebaskan kita dari dominasi kehidupan daging.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...