Langsung ke konten utama

YESUS ANAK DOMBA ALLAH

MENGAPA BANYAK ORANG BERHENTI MENGIKUT YESUS (part2)

By Ps. Ir. Yappy Widjaya 14 Agustus 2016

Saudara sudah lama mengikuti Tuhan. Tapi sekarang saudara merasa kasih saudara sudah pudar, sudah dingin, sudah tawar hati, tidak lagi bergairah. Mungkin kau masih bergereja, tapi ada sesuatu yang mengikat saudara di gereja. Merasa sudah terhubung lama dengan pastor dan teman-teman, kalau kau di suruh memilih kau lebih senang di rumahdan berlibur. Kau hanya terikat faktor-faktor jasmani, bukan lagi factor-faktor ilahi. Tidak lagi bergairah. Ada perubahan dalam hatimu atau hatinya. Ada pandangan hidup dan motivasi yang berubah. Penilaian yang berubah. Mungkin kau tetap berkata ‘yes’ dan ‘amin’ ketika mendengar khotbah, tapi itu bukan hal yang spiritual dari dalam hatimu.

Ada mujizat dari 5 roti 2 ikan. Banyak orang yang mengikut Yesus sampai sore menjelang malam. Mereka tidak sadar bahwa mereka lapar, sampai Yesus melakukan mujizat. Tapi kemudian hati mereka berobah, motivasi mereka berobah. Mujizat itu Yesus buat untuk menguji mereka dan kemurnian hati mereka. Keesokan  harinya tiba-tiba saja mereka mau mengangkat Yesus sebagai raja. Lalu Yesus mengatakan: Aku lah roti hidup yang turun dari sorga. Janganlah terpaut pada hal-hal jasmani. Lalu mereka mengatakan hal ini terlalu keras, siapakah yang dapat menerimanya. Kemudian tinggallah 12 orang murid-muridNya dan Yesus menantang mereka untuk meninggalkan Dia. Kata Petrus; Tuhan kepada siapakah kami pergi, karena perkataanMu adalah perkataan hidup dan kekal.
Apa yang seharusnya menjadi motivasi dalam mengikut Yesus?

Yohanes 1:29  Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

Behold….. perhatikan dengan benar, dengan saksama. Kita harus pro-aktif, bisa melihat, bisa menjangkau, bisa menjamahNya. Bangkitkan dan miliki kehausan dan kelaparan untuk mengenal dan mengikut Dia sebagai Anak Domba Allah. Harus memiliki kerinduan dan passion untuk mengenalnya secara pribadi, bukan kenal dari mulut orang. Kita jangan hanya mengenalnya hanya sebagai Juru Selamat. Jangan kepercayaanmu hanya sampai di situ saja. Pengenalanmu dangkal sekali, jika hanya mengenalNya sebagai Juruselamat, sumber berkat dan sebagai jawaban. Kebanyakan orang Kristen hanya sedemikian dangkalnya. Suatu saat jika pengharapan mereka tidak terpenuhi dan masalahnya tidak terselesaikan bertahun-tahun, maka ia akan kecewa. Apalagi dia mendengar kesaksian ‘kisah sukses’  dari orang lain di mimbar gereja.  Mereka tidak sedang berjalan bersama Yesus, Anak Domba Allah.

Adam dan Hawa mengenakan daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangan mereka. Tapi menggantikannya dengan kulit binatang yang sudah dikorbankan dan disembelih. Persembahan Kain dari hasil kebunnya tidak berkenan kepada Tuhan, tapi  persembahan korban bakaran Habil berkenan di hadapanNya.

Wahyu 22:1  Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Air kehidupan mengalir dari tahta Allah dan tahta Anak Domba. Dari kitab kejadian sampai kitab Wahyu Yesus  diperkenalkan sebagai Anak Domba yang disembelih. Tidak bisa dibedakan tahta Allah dan tahta Anak Domba Allah.

Ketika Yohanes memperkenalkan Yesus pertamakali , sebagai protokoler Kerajaan Allah, dia memperkenalakan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Itu tidak memenuhi pengharapan orang-orang. Hanya 2 orang yang mengikut Yesus, salah satunya adalah Andreas murid Yohanes Pembaptis sendiri. Walau pun Yohanes mendengar kesaksian dari Bapa di sorga, dia sendiri mendengarkan suara itu ketika dia membaptis Yesus di sungai Yordan dan melihat Roh Tuhan turun atas Yesus dalam rupa burung merpati.

Yesus Anak Domba Allah tidak popular di gereja-gereja. Yang popular adalah Yesus Juru selamat. Mengahapus dosa manusia.

Tapi kita harus megenalNya sebagai Anak Domba Allah. Kita harus siap menghidupi kehidupan-Ny dan kematianNya (dan juga kebangkitan-Nya). Dia tidak memiliki hak dalam segala aspek hidup-Nya. Dengan demikian Allah dengan mudah memiliki otoritas atas hidupNya.

Anak Domba seorang yang mengerjakan dan menggenapi tujuan Tuhan. Misinya adalah menghapus dosa dunia. Dunia harus dikembalikan kepada tatanan sorga. Dunia pendidikan, kesehatan, agama, entertain dst… semua harus dikembalikan. Kita harus memiliki jalan yang sama, menyelesaikan misi yang sudah dimulaiNya. Di mana pun kita berada, panggilan hidupmu adalah untuk mempengaruhi dan berdampak, memulihkan domain-domain kehidupan di dunia ini. Hidupmu bukan untuk cari makan dan nafkah untuk keluargamu.
Domba adalah binatang yang paling siap menjadi korban. Dia tidak tau kapan dia mati, tapi dia harus siap setiap saat untuk dikorbankan. Fokus kita bukan Yesus sebagai juru selamat, sebagai jawaban problem hidupmu, menjagai mu dari segala bahaya dan ketika kau tidur. Yesus bukan pengawal, bukan satpam. Kau sendiri siap sedia menjadi jawaban, menjadi juru selamat.

Yesus sebagai domba yang kelu, diam saja ketika di bawa ke pembantaian.

Jadi siapakah Yesus dalam hidup saudara?

Lukas 9:18-23  Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." 
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Petrus menjawab: Messias dari sorga.

Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakannya, tapi BapaKu yang di sorga.
Petrus membiarkan Roh kudus bekerja di dalamnya.
Kita harus memberikan keleluasaan untuk Roh Kudus bekerja dalam diri kita, miliki passion, untuk mengenal Yesus dan memahami Yesus seperti yang Bapa inginkan dan Bapa nyatakan kepada kita. Bukan dari pengalaman atau kesaksian seseorang. Jika tidak ketika berkat-berkat itu terhenti, kau akan mulai meragukan dan meninggalkan Tuhan.
Mereka yang dipilih, yang dikehendaki oleh Tuhan akan diberikan pemahaman yang sama dengan pemahaman Bapa tentang Yesus, tentang Anak Domba Allah.

Setiap perkataan dan firman yang mendatangimu, walau pun begitu sederhana, kita harus memahami dengan roh bukan dengan kedagingan dan keinginan hatimu. Semua itu adalah firman kerajaan. Bukan orang yang berseru kepada Ku: Tuhan….Tuhan… tapi mereka yang melakukan kehendak Bapa.

Tanpa mematikan keinginan sendiri, mati terhadap diri sendiri kita tidak bisa memahami pesan dari firman itu, karena ego itu akan menutupi pengertian firman itu. Ijinkan Roh dan Firman itu bekerja. Ijinkan Bapa bekerja.

Filipi 2:12-13  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Lembutkan hatimu, maka Bpa yang mengerjakannya di dalam kamu. Baik kehendak dan kemauan, mau pun pekerjaan menurut kemauanNya. Hati yang lembut mudah diarahkan oleh Tuhan, mudah dikerjakan oleh Bapa.
Lukas 9:22  Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Itulah Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Yesus dikatakan seperti Yohanes Pembaptis yang sedang popular, sebagai Yeremia atau Elia atau salah satu nabi yang lain. Itulah sebabnya orang-orang itu tidak dapat mengikuti Yesus sampai akhir, karena salah dan gagal mengenali Yesus. Mereka tidak memahami siapa Yesus .

JESUS: Thou art, the Christ, the Son, the Living, the God.
JESUS IS.
JESUS THE CHRIST.
JESUS THE SON.
JESUS THE LIVING.
JESUS THE GOD.

Mereka mengenali Yesus sebagai tukang kayu, mengenal ibu bapanya secara jasmani, secara natural. Bahkan mereka kenal dengan saudara-saudara Yesus.

Tinggal sesaat lagi kau melihat Aku. Dan tinggal sesaat lagi kau akan melihat Aku. Itulah transformasi Yesus dari yang natural kepada yang spiritual.

Orang-orang yang bersama-sama Yesus, kita pun harus mengalami ujian. Kualitas hubungan saudara harus diuji. Saudara harus evaluasi, siapa Yesus menurut saudara hari ini, besok dan nanti. Level pemahamanmu harus meningkat setiap hari.  Kau harus memahami konsekuensimu sebagai pengikut Yesus.

Kita harus menghancurkan penghalang, kedagingan, kepentingan diri sendiri, motivasi yang salah dalam mengikut Yesus. Ketika diberkati kita harus berhati-hati, tetap bersyukur, tapi itulah titik rawan.  Tidak ada hubungannya berkat itu dengan siapa Yesus.  Murnikan hatimu, murnikan pengenalanmu. Saatnya kau berobah dan buang semua motivasi yang tidak murni. Ikuti Yesus hanya sebagai Anak Domba.

Lukas 9:23  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Lukas 9:23 Setiap orang yang mau mengikut Aku harus:

1. Dia harus menyangkal dirinya; menyangkal kehendakmu; tanggulangi dirimu sendiri; menyangkal hak-hak atas suami-istri,anak, atau harta; jadikan Dia yang awal dan yang akhir.

2. Memilkul salib setiap hari, rela berkorban, siap menjadi korban; Luk 9:24-26
Kita harus lakukan setiap hari, stand by, melatih tubuh kita, rela berkorban setiap hari, persiapkan itu, taruh dalam pikiran, matikan kepentinganmu. Benahi dirimu setiap hari. Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus, mengosongkan diri.

3. Mengikuti Dia: mengikuti firman, mengikuti prinsip-prinsip dan langkah-langkahnya.

Beberapa hal yang menjadi dasar yang membuat kita menjadi lemah untuk mengikut Tuhan dan ini tidak boleh ada dalam hidup saudara:

Karena dasarnya adalah apa yang Tuhan telah perbuat bagi saudara dalam hidup saudara (berkat, jawaban doa, kesembuhan, mujizat, pertolongan Tuhan, dst.). Semua yang Tuhan kerjakan itu adalah supaya saudara kembali kepadaNya, bukan untuk dijadikan dasar untuk menjadi percaya kepadaNya. Orang gila di Gerasa itu ditolak untuk mengikuti Yesus setelah dipulihkan hidupnya. Itu motivasi yang baik, tapi tidak benar menurut pandangan Tuhan. Tapi dia diutus Yesus untuk menjadi saksi Tuhan di Dekapolis.

Pada mulanya adalah Firman. Ikut Yesus karena firman.
Yesus membuat 5000 orang yang berbondong-bondong itu pergi meninggalkan Dia, dengan memberikan mereka makanan yang berlimpah, karena IA ingin memurnikan motivasi mereka, tapi mereka meninggalkanNya.

Berdasarkan kepahitan, kegagalan dan kehancuran. Itu dasar yang rapuh sekali. Boleh kau alami kepahitan, kegagalan dan kehancuran, tapi kau harus memandang Dia sebagai Anak Domba Allah, bukan sebagai juruselamat yang akan menyelesaikan masalah saudara. Sekali pun Sadrakh, Mesakh, Abednego, tidak diselamatkan dari dapur api, mereka memutuskan untuk tetap menyembah Tuhan.

Jika kita mengikut Yesus karena di dasarkan kepada orang-orang pada masa hidupnya, maka ini adalah dasar yang salah, karena suatu hari saudara menjadi lemah jika kesaksian itu tidak terjadi saudara.

Jika didasarkan pada hal-hal lahiriah (papa, mama, saudara, pastor, pendeta) dan bukan karena iman. Ibr 10:38-39.  Orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman. Tujuan hidupmu menjadi orang benar, bukan orang baik. Jangan mundur, tapi dengarkan firman terus-menerus sehingga imanmu terus meningkat dan diupgrade.

Didasarkan pada pemahaman manusia , sudut pandang sendiri dan sudut pandang manusia. Ams 16:2; Ams 12:15;  Ams 21:2. Hak 21:25

Jangan salah mengenai kasih. Kasih itu berjenis-jenis. Kasih eros, phileo, storge, agape.
Eros kasih suami-istri atau pasangan kekasih, phileo, kasih persaudaraan; storge kasih orang-tua kepada anak; atau andara saudara-saudara kandung; agape adalah kasih Tuhan. Jangan berdasarkan pemikiran dan pemahaman kita sendiri.

Jangan hidup menurut pandanganmu sendiri,menurut seleramu dan pikiranmu sendiri. Bukan dengan kuat, gagahmu, tapi oleh Roh Tuhan. Jangan bersungut-sungut dan berkeluh-kesah, karena itu kau diakui sebagai anak.

Didasarkan pandangan bahwa hidup mengikut Yesus itu tidak akan mengalami kesusahan. Ini pandangan yang salah. Tugas dan tanggung-jawab Tuhan bukan untuk melindungi hidup saudara. Dia adalah Allah Pencipta, Allah Maha Kuasa. Yang Awal dan yang Akhir.  Wah 2:8-11

Dia punya kontrol dan kendali. Pastikan Dia tau,  bukan karena dosa dan kesalahanmu, tapi Dia mau menguji hatimu supaya setia sampai akhir, sampai mati.

Matius 10:22  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Jangan berharap mengikut Tuhan tidak ada tantangan dan kesulitan.

Yohanes 17:14  Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Dunia akan membenci saudara.

Yakobus 1:12  Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Hidup dalam pencobaan.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...