Langsung ke konten utama

BAGAIMANA HARUS HIDUP AKURAT

BAGAIMANA HARUS HIDUP AKURAT DALAM PATRON TUHAN

Ketidakakuratan akan ada korban seperti Uza. Sebaliknya dampak ketaatan kita kepada Tuhan akan lahir bangsa Tuhan.



Wahyu 11:1
Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Ada 3 hal yang diukur:
  1. Bait suci
  2. Mezbah
  3. Orang yang beribadah di dalamnya.

Bait Suci masih terus ada pada Wah 21-22, walau pun iblis telah dihukum Tuhan.
Bait Suci menggambarkan kehidupan rohani kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Ukuran hidup kita harus sama dengan ukuran Tuhan. Ukuran hidup kita harus tepat, akurat dan presisi seperti yang dikehendaki Tuhan.  Ketika Musa diperintahkan Tuhan membangun tabernakel itu ukurannya harus akurat, detil, tidak boleh meleset. Bahkan bahan-bahan dari tabernakel itu: warnanya, kain, benangnya, bahannya dari kulit lumba-lumba dan sebagainya. Semua bentuk, ukuran dan warna harus sesuai dengan ketetapan Tuhan. Jika kita ingin menjadi Bait Suci kita harus membangun hidup kita dengan ukurannya dan seleranya Tuhan, bukan dengan selera, ukuran, keinginan sendiri.

Daud memiliki kerinduan memindahkan Tabut Allah ke Yerusalem, karena Tabut belum ada di Bait Suci. Tabut yang berisi 10 hukum dalam 2 tablet. Tabut Allah telah dirampas musuh dan diletakkan di kuil Dagon.  Tapi apa yang terjadi, patung-patung mereka yang tinggi besar itu jatuh hancur berantakan. Daud kemudian ingin membawa kembali tabut ke Yerusalem, kota Daud, tapi caranya tidak tepat. Dia taruh tabut dalam sebuah gerobak. Dan di tarik lembu. Tapi ini cara yang salah. Ini cara yang biasa dilakukan oleh orang Filistin. Niat baik tidak cukup. Caranya harus benar. Dia pakai cara Filistin, karena dia pernah tinggal lama di Gat, wilayah orang Filistin, tempat kelahiran Goliath. Gat adalah pusat militer orang Filistin. Daud lari dari kejaran Saul ke Gat. Jadi Daud telah terkontaminasi, dia memakai cara orang Filistin.
 
1 Sam 6:7 Oleh sebab itu ambillah dan siapkanlah sebuah kereta baru dengan dua ekor lembu yang menyusui, yang belum pernah kena kuk, pasanglah kedua lembu itu pada kereta, tetapi bawalah anak-anaknya kembali ke rumah, supaya jangan mengikutinya lagi.

Apa yang terjadi ketika tabut dipindahkan dengan cara orang Filistin?

Tabut itu hampir terjatuh dari kereta.

2 Sam 6 2:-7
Uza mati, karena tangannya diulurkan kepada tabut Allah itu untuk menahan tabut Allah itu tergelincir.  Tidak boleh seorang pun memegang tabut kecuai imam besar. Niatnya baik, tapi melanggar hukum Tuhan.  

Ada hukum-hukum Tuhan, ketetapan Tuhan, patron Tuhan; walau pun niat saudara baik, tapi tanpa kompromi Tuhan membunuh Uza karena melanggar hukum Tuhan. Kita tidak bisa menurunkan standar Tuhan.

2 Sam 6:10-12

2Sa 6:10  Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.

2Sa 6:11  Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

2Sa 6:12  Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.


Daud tidak jadi membawa tabut itu ke Kota Daud, tapi dipindahkan ke rumah Obed-Edom, orang Gat. Selama 3 bulan tabut itu di simpan di rumah Obed-Edom, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Ketika tabut itu ada di rumah Obed-Edom, mereka diberkati, padahal Edom itu sudah terkutuk.

Bagaimana cara memindahkan tabut itu tanpa menyentuhnya? Walau pun motivasinya baik, mereka harus menggunakan cara Tuhan. Hukum tetap hukum yang harus ditaati dengan akurat. Mereka diajar untuk akurat.
 
Kita harus hidup akurat sehingga bisa menjadi model buat gereja-gereja di luar sana.
Banyak yang beranggapan persepuluhan itu menurut hukum Taurat. Yang pertama memberikan perpuluhan adalah Abram. Yang menerima hukum Taurat adalah Musa.

Perpuluhan pertama itu wajib menurut hukum dan ketetapan Tuhan. Perpuluhan kedua itu merupakan persembahan khusus, persembahan korban untuk tujuan Tuhan. Persembahan itu ucapan syukur.  

Jadi bagaimana tabut itu harus dipindahkan? Harus akurat. Caranya harus akurat.
Tuhan tidak memberikan waktu kepada Uza. Tuhan langsung membunuhnya.

Mal 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Perpuluhan pertama adalah milik Tuhan, yang wajib dikembalikan, supaya ada persediaan makanan, terselenggaranya firman Tuhan di rumah Tuhan.

Perpuluhan kedua untuk store house Tuhan, rumah Tuhan, bukan untuk store house gereja. Dalam hal ini kita harus akurat.

Ketidakakuratan akan ada korban seperti Uza. Sebaliknya dampak ketaatan kita kepada Tuhan akan lahir bangsa Tuhan.

Korban mungkin tidak berarti mati secara fisik, tapi mati dari rencana Tuhan. Mati dari kehendak Tuhan. Mati dari ketetapan Tuhan, mati dari takdir / destiny Tuhan.

Uza menjadi korban karena ketidakakuratan Daud.

Perpuluhan kedua yang telah dikumpulkan saudara-saudara telah mencapai bangsa-bangsa melalui papa JD. Papa Djonny tidak melihat jumlah, tapi melihat keakuratan.

Lupakan Indonesia baru kalo gereja tidak akurat menurut hukum-hukum Tuhan.

Kej 26:1-4
Gen 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Gen 26:2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.

Gen 26:3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.

Gen 26:4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,

Tuhan melarang Ishak pergi ke Mesir, tapi diam di negeri Filistin di Gerar sebagai orang asing. Lalu Tuhan mengingatkan kembali ikrar sumpahNya kepada Abraham.

Itu karena Abraham telah 1)mendengar suara Tuhan, 2) memelihara kewajibannya 3) menurut segala perintah, 4)ketetapan dan 5)hukum Tuhan. Ada 5 hal Abraham hidup secara akurat, sehingga sumpah Tuhan dan ikrar Tuhan terjadi pada generasi berikutnya.

Sebuah bangsa harus ada hukum. Identitas dan jatidiri bangsa itu tergantung dari hukum yang ditegakkan.

Kej 14:20
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Abram pertamakali dicatat dalam Alkitab memberikan persepuluhan kepada Imam Besar Melkisedek. Kita melakukan storehouse supaya tujuan Tuhan terjadi pada hidup kita. Persepuluhan dasarnya hukum. Hukum itu dasarnya bukan suka atau tidak suka. Tapi suka atau tidak harus ikut.

Mal 3:8-10
Mal 3:8  Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu (NKJV robbed = merampoki) Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

Mal 3:9  Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Mal 3:10  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Ay9. Kutuk pertama di Taman Eden. Ular dikutuk. Tanah dikutuk. Berkaitan dengan penghidupan.
Ay8. Menipu = rob = merampok Tuhan.
Ay10. Persembahan persepuluhan = tithes = jamak
1) Persembahan perpuluhan 2) persembahan khusus
Tingkap langit terbuka. 

Korban Saul Yang Melanggar Hukum Tuhan

1 Sam 13:1-13 Hanya imam yang berhak mempersembahkan korban.
Ay8-9. Saul tidak taat, hidup tidak akurat terhadap hukum-hukum Tuhan. Ia melakukan korban bakaran, karena rakyat mulai meninggalkan dia, sebab ketakutan terhadap keadaan, pasukan Filistin begitu besar jumlahnya dan rakyat mulai berserak-serak sebab takut dan gemetar.

Kata Samuel, Saul telah melakukan perbuatan bodoh, karena sedianya Tuhan akan mengokohkan kerajaannya. Akhirnya Saul mati, demikian juga Yonatan anaknya. Tinggal Mefiboset, tapi timpang. Ketidakakuratan menuntut korban. Generasi berikutnya tidak bisa menjalankan perintah dan tujuan Tuhan.

Kesalahan Saul Berikutnya

1 Sam 15:1-23 Saul tidak taat pada perintah Tuhan. Tuhan berkata: Saul tidak taat, berbalik dari Tuhan dan tidak melaksanakan firman Tuhan. Kalo kita tidak akurat, melaksanakan perintah Tuhan hanya sebagian, maka kita sama sekali tidak melakukan perintah Tuhan. Saul berdalih-dalih dengan menyalahkan rakyatnya. Tuhan menolak Saul.

Jangan kompromi, hanya melakukan sebagian ketaatan. Ketaatan sebagian itu bukan ketaatan, tapi pemberontakan.

Kontradiksi Saul Dengan Daud

Kis 13:22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dosa Daud dengan mengambil istri Uria dengan cara licik lebih besar dari Saul.
Kesalahan Saul didasarkan kepada : ketidakakuratan dan tidak sabar.   Tapi Saul tidak pernah menyesal, tidak bertobat, selalu berdalih-dalih, dan menyalahkan rakyat.
Tapi Daud punya hati yang hancur ketika ditegur nabi Natan. Daud tidak berdalih, tidak bela diri, tapi menyesal dengan hancur hati.

Miliki hati yang lembut, yang mau bertobat, mana yang tidak benar, tidak akurat, kembali kepada jalan Tuhan dan hukum-hukum Tuhan.

Maz 119 Daud diselaraskan hidupnya dengan hukum-hukum Tuhan dan peringatan-peringatan Tuhan.


Sermon notes ps.Yappy 11-Juni-2017


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...