Langsung ke konten utama

KERINDUAN PAULUS KE ROMA

gbr: commons.wikimedia.com
Kalau kita membaca Roma 1:8-15 ini, selintas saja pun kita akan mengetahui betapa banyaknya alasan Paulus untuk datang dan menjumpai mereka, jemaat yang tinggal di Roma.

Mengapa kita perlu mengetahui alasan Paulus? Karena kita akan melihat betapa luar biasanya hubungan Paulus sebagai rasul Yesus Kristus dengan jemaat di Roma.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa bukan Paulus yang mendirikan jemaat Roma. Kita jangan terpaku dengan komentar itu, yang terlebih penting adalah hubungan antara rasul Paulus dengan orang-orang percaya yang tinggal di Roma, baik mereka penduduk sana atau pun pendatang dan pengunjung.

Roma 1:8  _Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia._

Paulus tidak pernah berbasa-basi dalam suratnya. Ia mengatakan semuanya dengan tulus. Apakah itu ucapan salam mau pun pujiannya disampaikan dengan sungguh-sungguh.

Jadi alasan pertama kedatangan Paulus adalah karena adanya iman yang mereka miliki.
Tanpa iman mustahil kita bisa menyenangkan hati Tuhan.

Tuhan tertarik dengan mereka, karena *jemaat Roma telah menjamah hati Tuhan dengan iman yang mereka miliki.*

Sering jemaat salah kaprah, meminta dan memohon supaya setiap hati jemaat dijamah oleh Tuhan. Iman yang aktif dan positif adalah iman yang dapat menjamah hati Tuhan, lewat pujian, lewat perkataan, lewat nubuatan, lewat doa dan perbuatan.

Karena hati Tuhan telah terjamah itulah, maka Tuhan mengutus rasul-Nya, Paulus untuk datang ke Roma. Dia telah menanamkan  kerinduan itu kepada rasulNya. Kerinduan Paulus adalah kerinduan Tuhan. Kerinduan Tuhan adalah kerinduan Paulus. Sulit untuk dibedakan.

Roma 1:9-10  _Karena Allah, yang *kulayani dengan segenap hatiku* dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, *adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu*:_
_Aku berdoa, semoga *dengan kehendak Allah* aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu._

Jadi tidak tepat jika dikatakan kerinduan termasuk alasan Paulus untuk menjumpai mereka. Sebab itu Paulus menegaskan dulu siapa dirinya, yaitu pelayan Tuhan yang dilayani nya dengan segenap hati. Dan dengan kehendak Allah saja dia diberikan kesempatan untuk datang.

Lalu apa tujuan Paulus mengunjungi mereka? Yang jelas bukan untuk reunian atau kangen-kangenan. Kita akan lihat ayat-ayat selanjutnya sudah begitu dahsyat. Ada agenda dan kehendak Tuhan akan yang dilakukan dan dibawakan oleh Paulus.

Roma 1:11  _Sebab aku ingin melihat kamu untuk *memberikan karunia rohani* kepadamu *guna menguatkan kamu*,_

Romans 1:11  _For I long to see you, that I may *impart to you some spiritual gift*, so that you may be established-–

Wow! Dahsyat! *Paulus hendak mengimpartasikan karunia rohani kepada mereka!*

Hey...kita sering mempersempit pandangan kita mengenai karunia rohani ini menjadi kemampuan untuk mendapatkan penglihatan, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, bernubuat, etc.

Bukan kah kita akan jauh lebih lagi bersukacita jika *sorga selalu terbuka* bagi kita (open heaven), firman dan pewahyuan selalu mengalir, tidak ada lagi misteri atas rahasia Kerajaan Allah,  aliran-aliran air hidup itu dicurahkan, etc. dibandingkan dengan karunia-karunia yang kita sendiri inginkan?! Itu hidup yang _beyond the bless_! Inilah karunia-karunia rohani yang akan *membuat kita terus dikuatkan; naik dari satu level kepada level berikutnya; beralih dari kemenangan kepada kemenangan (bukan kalah menang); memperbesar kapasitas roh; makin dekat kepada tujuan Tuhan (destiny).*

Mengapa saya katakan Paulus melakukan agenda dan kehendak Tuhan? Padahal ia hanya berkata: aku hendak.... Bukan kah ia yang berkehendak? Karena Tuhan harus menggenapi Mat 13:12

_Matius 13:12  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya._

Jemaat Roma memiliki iman sehingga Tuhan menambahkan berbagai berkat rohani kepada mereka. Kita harus percaya kepada orang-orangnya Tuhan, bukan saja percaya kepada Tuhan, bahwa apa yang hamba Tuhan katakan itu berasal dari Tuhan.

Yohanes 12:49  _Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan._

Ayat berikutnya lebih dahsyat lagi.

Roma 1:12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh *iman kita bersama*, menguatkan kamumu maupun oleh imanku.

Ternyata Paulus akan mengimpartasikan pula imannya.

Romans 1:12  _that is, that I may be encouraged together with you by the *mutual faith* both of you and me._

Mutual artinya imbal balik. Akan ada kolaborasi iman. Ada kesatuan iman yang bersinergi. Ini seperti iman Abraham diberikan kepada Ishak dan juga kepada Yakub.
Allah nya Abraham menjadi Allah nya Ishak. Allah nya Abraham menjadi Allah nya Yakub.

Keluaran 15:2  _TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia *Allah bapaku*, kuluhurkan Dia._

Ini adalah nyanyian Musa dan bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir.

Kejadian 32:9  Kemudian berkatalah Yakub: "Ya *Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak*, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu –

Pada saat ini Allah Abraham dan Ishak belum menjadi Allah Yakub. Barulah setelah Yakub bergumul dengan Malaikat Tuhan, Allah kakeknya dan bapa nya menjadi Allah nya dan Yakub diubahkan jati dirinya menjadi Israel. Sehingga sejak itu, Tuhan pun mengaku bahwa Ia adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Israel.

Filipi 4:19  _*Allahku* akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus._

Jika Allahnya Paulus menjadi Allahnya jemaat Filipi, maka mereka tidak akan pernah berkekurangan, tapi akan merasa puas dengan apa yang ada (to be content, ayat 11).

Allah yang Paulus kenal, bukan yang kita kenal. Ini berbicara mengenai dimensi atau kedalaman akan pengenalan akan Allah.

Jemaat Roma akan menjadi tempat demonstrasi kemenangan, karena *adanya kesatuan hati antara bapa dan anak-anaknya. Dan antara anak-anak dengan bapanya.* Inilah yang menyenangkan hati Tuhan. Itu sebabnya Dia akan mendemonstrasikan kemenangan itu. Keberhasilan adalah bonusnya. Keberhasilan mereka adalah buah-buahnya!

Rasul Paulus bertindak sebagai bapa spiritual bagi mereka yang di Roma. Lihatlah juga salam yang diberikannya di Ef16. Mereka bukanlah orang-orang yang baru dikenalnya.

Dengan impartasi iman, maka Allah-nya Paulus akan menjadi Allah-nya jemaat Roma. Sungguh luarbiasa dan dahsyat, warisan rohani yang diteruskan kepada anak-anak spiritual Paulus!

Salah satu anak rohani yang paling banyak menerima warisan dari Paulus adalah Timotius.

Mengapa banyak gereja mengalami masalah dengan kepemimpinan? Antara gembala dengan jemaat, antara istri gembala dengan jemaat. Antara diaken/pelayan dengan gembala, masalah antar jemaat, etc. Semua itu menggambarkan bahwa gereja tidak dibangun dengan memakai pola ilahi, polanya Tuhan di mana Yesus Kristus harus menjadi dasar.

Maleakhi 4:5  Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 
Maleakhi 4:6  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Inilah jenis pemulihan yang harus terjadi pada setiap gereja yang bermasalah. Dikatakan Tuhan akan mengutus nabi Elia. Nabi Elia diutus Tuhan dengan cara yang berbeda dan dengan pelayanan khusus pada masanya, seperti juga Yohanes Pembaptis.
Demikian juga Tuhan akan mengutus nabi-nabi dan rasul-rasulNya dengan pelayanan khusus pada masa ini. Supaya tergenapi janji-janji kepada Abraham dan rencana Tuhan atas umatnya.

Pemulihan ini juga harus terjadi kepada setiap keluarga, terutama kepada para gembala dan para pelayan Tuhan.

Tanpa gereja dipulihkan tidak akan pernah jemaat bisa bertumbuh dengan sehat dan benar, seberapa pun kayanya gereja, seberapa pun jemaatnya, seberapa pun karunia roh yang dimiliki, seberapa pun pengurapan Tuhan, saya pastikan Tuhan tidak hadir. Bangunan gereja (bukan gedung) harus memiliki struktur yang benar di atas dasar Kristus. Siapa ahli bangunan itu? Siapa yang meletakkan dasarnya sehingga bangunan tetap kokoh apa pun goncangan yang terjadi? Hanya orang-orangNya Tuhan yang dikaruniakan Tuhan dengan tugas khusus itu seperti rasul Paulus.

1Co 3:10  Sesuai dengan *kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku*, aku sebagai seorang *ahli bangunan* yang cakap telah *meletakkan dasar*, dan *orang lain membangun terus di atasnya*. Tetapi *tiap-tiap orang harus memperhatikan*, bagaimana ia harus *membangun di atasnya*.

_Eph 2:20  yang dibangun *di atas dasar para rasul dan para nabi*, dengan *Kristus Yesus sebagai batu penjuru*._
_Eph 2:21  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan._
_Eph 2:22  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh._

Itu sebabnya sedang dan sudah terjadi pemulihan 5 jawatan (ef 4:11). Gereja lokal tidak akan bisa dibangun dengan benar, tanpa pola ilahi.  Gereja harus dibangun menurut patron dan ukuran dari Tuhan. Nuh menerima patron dan ukuran bahtera dari Tuhan. Musa melihat patron yang ada di sorga. Bait Suci harus dibangun sesuai dengan selera Tuhan, sehingga Tuhan hadir. Dengan dasar ini gereja akan menjadi gereja yang kokoh, tidak tergoncangkan dan alam maut tidak dapat menguasainya.

_Roma 1:13  Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu — *tetapi hingga kini selalu aku terhalang* — agar di tengah-tengahmu aku *menemukan buah*, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain._ 

“Terhalang” bukan sekedar jadwal Paulus yang penuh, bukan karena kesibukannya.
Banyak faktor yang menjadi penghalang kedatangannya. Apakah jemaat Roma siap menerima kedatangannya? Apakah kota Roma siap? Apakah benih firman yang selama ini diterima mereka, sudah bertumbuh, berkembang dan siap berbuah?

Kita lihat surat kepada jemaat di Roma ini dituliskan rasul Paulus menjelang kunjungannya ke Roma. Paulus hendak melakukan penyelarasan terlebih dulu. Dia ingin membuat jemaat Roma memiliki persepsi yang sama, visi yang sama, tujuan yang sama, doktrin yang sama dan untuk menyamakan frekuensi sehingga jemaat mendapatkan juga kebenaran yang ia yakini.

Tuhan itu menuntut buah. Penghalang itu telah dihancurkan. Sekarang kerinduan Paulus terjawab sudah. Ia pasti akan menemukan buah.

Paulus membawa imannya. Akan ada penyatuan iman. Akan ada penyetaraan dan keselaras. Dan karunia roh adalah bonusnya. Akan ada suka-cita besar  dan penghiburan dari Roh Kudus. Kemenangan dimulai darKERINDUAN PAULUS KE ROMA

Kalau kita membaca Roma 1:8-15 ini, selintas saja pun kita akan mengetahui betapa banyaknya alasan Paulus untuk datang dan menjumpai mereka, jemaat yang tinggal di Roma.

Mengapa kita perlu mengetahui alasan Paulus? Karena kita akan melihat betapa luar biasanya hubungan Paulus sebagai rasul Yesus Kristus dengan jemaat di Roma.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa bukan Paulus yang mendirikan jemaat Roma. Kita jangan terpaku dengan komentar itu, yang terlebih penting adalah hubungan antara rasul Paulus dengan orang-orang percaya yang tinggal di Roma, baik mereka penduduk sana atau pun pendatang dan pengunjung.

Roma 1:8  _Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia._

Paulus tidak pernah berbasa-basi dalam suratnya. Ia mengatakan semuanya dengan tulus. Apakah itu ucapan salam mau pun pujiannya disampaikan dengan sungguh-sungguh.

Jadi alasan pertama kedatangan Paulus adalah karena adanya iman yang mereka miliki.
Tanpa iman mustahil kita bisa menyenangkan hati Tuhan.

Tuhan tertarik dengan mereka, karena *jemaat Roma telah menjamah hati Tuhan dengan iman yang mereka miliki.*

Sering jemaat salah kaprah, meminta dan memohon supaya setiap hati jemaat dijamah oleh Tuhan. Iman yang aktif dan positif adalah iman yang dapat menjamah hati Tuhan, lewat pujian, lewat perkataan, lewat nubuatan, lewat doa dan perbuatan.

Karena hati Tuhan telah terjamah itulah, maka Tuhan mengutus rasul-Nya, Paulus untuk datang ke Roma. Dia telah menanamkan  kerinduan itu kepada rasulNya. Kerinduan Paulus adalah kerinduan Tuhan. Kerinduan Tuhan adalah kerinduan Paulus. Sulit untuk dibedakan.

Roma 1:9-10  _Karena Allah, yang *kulayani dengan segenap hatiku* dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, *adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu*:_
_Aku berdoa, semoga *dengan kehendak Allah* aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu._

Jadi tidak tepat jika dikatakan kerinduan termasuk alasan Paulus untuk menjumpai mereka. Sebab itu Paulus menegaskan dulu siapa dirinya, yaitu pelayan Tuhan yang dilayani nya dengan segenap hati. Dan dengan kehendak Allah saja dia diberikan kesempatan untuk datang.

Lalu apa tujuan Paulus mengunjungi mereka? Yang jelas bukan untuk reunian atau kangen-kangenan. Kita akan lihat ayat-ayat selanjutnya sudah begitu dahsyat. Ada agenda dan kehendak Tuhan akan yang dilakukan dan dibawakan oleh Paulus.

Roma 1:11  _Sebab aku ingin melihat kamu untuk *memberikan karunia rohani* kepadamu *guna menguatkan kamu*,_

Romans 1:11  _For I long to see you, that I may *impart to you some spiritual gift*, so that you may be established-–

Wow! Dahsyat! *Paulus hendak mengimpartasikan karunia rohani kepada mereka!*

Hey...kita sering mempersempit pandangan kita mengenai karunia rohani ini menjadi kemampuan untuk mendapatkan penglihatan, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, bernubuat, etc.

Bukan kah kita akan jauh lebih lagi bersukacita jika *sorga selalu terbuka* bagi kita (open heaven), firman dan pewahyuan selalu mengalir, tidak ada lagi misteri atas rahasia Kerajaan Allah,  aliran-aliran air hidup itu dicurahkan, etc. dibandingkan dengan karunia-karunia yang kita sendiri inginkan?! Itu hidup yang _beyond the bless_! Inilah karunia-karunia rohani yang akan *membuat kita terus dikuatkan; naik dari satu level kepada level berikutnya; beralih dari kemenangan kepada kemenangan (bukan kalah menang); memperbesar kapasitas roh; makin dekat kepada tujuan Tuhan (destiny).*

Mengapa saya katakan Paulus melakukan agenda dan kehendak Tuhan? Padahal ia hanya berkata: aku hendak.... Bukan kah ia yang berkehendak? Karena Tuhan harus menggenapi Mat 13:12

_Matius 13:12  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya._

Jemaat Roma memiliki iman sehingga Tuhan menambahkan berbagai berkat rohani kepada mereka. Kita harus percaya kepada orang-orangnya Tuhan, bukan saja percaya kepada Tuhan, bahwa apa yang hamba Tuhan katakan itu berasal dari Tuhan.

Yohanes 12:49  _Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan._

Ayat berikutnya lebih dahsyat lagi.

Roma 1:12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh *iman kita bersama*, menguatkan kamumu maupun oleh imanku.

Ternyata Paulus akan mengimpartasikan pula imannya.

Romans 1:12  _that is, that I may be encouraged together with you by the *mutual faith* both of you and me._

Mutual artinya imbal balik. Akan ada kolaborasi iman. Ada kesatuan iman yang bersinergi. Ini seperti iman Abraham diberikan kepada Ishak dan juga kepada Yakub.
Allah nya Abraham menjadi Allah nya Ishak. Allah nya Abraham menjadi Allah nya Yakub.

Keluaran 15:2  _TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia *Allah bapaku*, kuluhurkan Dia._

Ini adalah nyanyian Musa dan bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir.

Kejadian 32:9  Kemudian berkatalah Yakub: "Ya *Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak*, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu –

Pada saat ini Allah Abraham dan Ishak belum menjadi Allah Yakub. Barulah setelah Yakub bergumul dengan Malaikat Tuhan, Allah kakeknya dan bapa nya menjadi Allah nya dan Yakub diubahkan jati dirinya menjadi Israel. Sehingga sejak itu, Tuhan pun mengaku bahwa Ia adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Israel.

Filipi 4:19  _*Allahku* akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus._

Jika Allahnya Paulus menjadi Allahnya jemaat Filipi, maka mereka tidak akan pernah berkekurangan, tapi akan merasa puas dengan apa yang ada (to be content, ayat 11).

Allah yang Paulus kenal, bukan yang kita kenal. Ini berbicara mengenai dimensi atau kedalaman akan pengenalan akan Allah.

Jemaat Roma akan menjadi tempat demonstrasi kemenangan, karena *adanya kesatuan hati antara bapa dan anak-anaknya. Dan antara anak-anak dengan bapanya.* Inilah yang menyenangkan hati Tuhan. Itu sebabnya Dia akan mendemonstrasikan kemenangan itu. Keberhasilan adalah bonusnya. Keberhasilan mereka adalah buah-buahnya!

Rasul Paulus bertindak sebagai bapa spiritual bagi mereka yang di Roma. Lihatlah juga salam yang diberikannya di Ef16. Mereka bukanlah orang-orang yang baru dikenalnya.

Dengan impartasi iman, maka Allah-nya Paulus akan menjadi Allah-nya jemaat Roma. Sungguh luarbiasa dan dahsyat, warisan rohani yang diteruskan kepada anak-anak spiritual Paulus!

Salah satu anak rohani yang paling banyak menerima warisan dari Paulus adalah Timotius.

Mengapa banyak gereja mengalami masalah dengan kepemimpinan? Antara gembala dengan jemaat, antara istri gembala dengan jemaat. Antara diaken/pelayan dengan gembala, masalah antar jemaat, etc. Semua itu menggambarkan bahwa gereja tidak dibangun dengan memakai pola ilahi, polanya Tuhan di mana Yesus Kristus harus menjadi dasar.

Maleakhi 4:5  Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 
Maleakhi 4:6  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Inilah jenis pemulihan yang harus terjadi pada setiap gereja yang bermasalah. Dikatakan Tuhan akan mengutus nabi Elia. Nabi Elia diutus Tuhan dengan cara yang berbeda dan dengan pelayanan khusus pada masanya, seperti juga Yohanes Pembaptis.
Demikian juga Tuhan akan mengutus nabi-nabi dan rasul-rasulNya dengan pelayanan khusus pada masa ini. Supaya tergenapi janji-janji kepada Abraham dan rencana Tuhan atas umatnya.

Pemulihan ini juga harus terjadi kepada setiap keluarga, terutama kepada para gembala dan para pelayan Tuhan.

Tanpa gereja dipulihkan tidak akan pernah jemaat bisa bertumbuh dengan sehat dan benar, seberapa pun kayanya gereja, seberapa pun jemaatnya, seberapa pun karunia roh yang dimiliki, seberapa pun pengurapan Tuhan, saya pastikan Tuhan tidak hadir. Bangunan gereja (bukan gedung) harus memiliki struktur yang benar di atas dasar Kristus. Siapa ahli bangunan itu? Siapa yang meletakkan dasarnya sehingga bangunan tetap kokoh apa pun goncangan yang terjadi? Hanya orang-orangNya Tuhan yang dikaruniakan Tuhan dengan tugas khusus itu seperti rasul Paulus.

1Co 3:10  Sesuai dengan *kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku*, aku sebagai seorang *ahli bangunan* yang cakap telah *meletakkan dasar*, dan *orang lain membangun terus di atasnya*. Tetapi *tiap-tiap orang harus memperhatikan*, bagaimana ia harus *membangun di atasnya*.

_Eph 2:20  yang dibangun *di atas dasar para rasul dan para nabi*, dengan *Kristus Yesus sebagai batu penjuru*._
_Eph 2:21  Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan._
_Eph 2:22  Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh._

Itu sebabnya sedang dan sudah terjadi pemulihan 5 jawatan (ef 4:11). Gereja lokal tidak akan bisa dibangun dengan benar, tanpa pola ilahi.  Gereja harus dibangun menurut patron dan ukuran dari Tuhan. Nuh menerima patron dan ukuran bahtera dari Tuhan. Musa melihat patron yang ada di sorga. Bait Suci harus dibangun sesuai dengan selera Tuhan, sehingga Tuhan hadir. Dengan dasar ini gereja akan menjadi gereja yang kokoh, tidak tergoncangkan dan alam maut tidak dapat menguasainya.

_Roma 1:13  Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu — *tetapi hingga kini selalu aku terhalang* — agar di tengah-tengahmu aku *menemukan buah*, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain._ 

“Terhalang” bukan sekedar jadwal Paulus yang penuh, bukan karena kesibukannya.
Banyak faktor yang menjadi penghalang kedatangannya. Apakah jemaat Roma siap menerima kedatangannya? Apakah kota Roma siap? Apakah benih firman yang selama ini diterima mereka, sudah bertumbuh, berkembang dan siap berbuah?

Kita lihat surat kepada jemaat di Roma ini dituliskan rasul Paulus menjelang kunjungannya ke Roma. Paulus hendak melakukan penyelarasan terlebih dulu. Dia ingin membuat jemaat Roma memiliki persepsi yang sama, visi yang sama, tujuan yang sama, doktrin yang sama dan untuk menyamakan frekuensi sehingga jemaat mendapatkan juga kebenaran yang ia yakini.

Tuhan itu menuntut buah. Penghalang itu telah dihancurkan. Sekarang kerinduan Paulus terjawab sudah. Ia pasti akan menemukan buah.

Paulus membawa imannya. Akan ada penyatuan iman. Akan ada penyetaraan dan keselaras. Dan karunia roh adalah bonusnya. Akan ada suka-cita besar  dan penghiburan dari Roh Kudus. Kemenangan dimulai dari sini. Kita tidak melihat jemaat Roma menjadi salah satu dari 7 gereja/jemaat yang mendapatkan teguran / peringatan di Kitab Wahyu.

Mereka akan mengalami betapa dahsyatnya demonstrasi dan manifestasi Roh Tuhan di Roma, tidak terbayangkan oleh pikiran yang terbatas ini. Haleluyah... haleluyah... haleluyah!
 i sini. Kita tidak melihat jemaat Roma menjadi salah satu dari 7 gereja/jemaat yang mendapatkan teguran / peringatan di Kitab Wahyu.

Mereka akan mengalami betapa dahsyatnya demonstrasi dan manifestasi Roh Tuhan di Roma, tidak terbayangkan oleh pikiran yang terbatas ini. Haleluyah... haleluyah... haleluyah!


Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...