Langsung ke konten utama

KEHIDUPAN RUMAH ROHANI ~ MEMBANGUN KECENDERUNGAN HATI

 

Ringkasan tentang Rumah Rohani dari Input Pp. Djonny – Jan 2022

Bicara tentang rumah dapat dirangkum dengan dua kata yaitu tentang kecenderungan hati.

Sehebat apa pun hal yang bisa orang tunjukkan  itu dibatasi dan tergantung dari kecenderungan hati yang ada di dalam hatinya. Apakah perkataannya, keputusannya dan akhirnya dinyatakan dengan tindakan atau perbuatannya selalu tergantung oleh kecenderungan hatinya. 

Keputusan orang mengekspos kecenderungan hatinya.

Kecenderungan Hati Yang Tertuju pada Kebenaran

Firman Tuhan menegaskan, jikalau kecenderungan hati kita hanya tertuju kepada Tuhan dan realita Kerajaan-Nya dan memprioritaskan hal-hal ilahi sebagai hal utama yang kita kejar, maka segala yang dicari dan dikejar bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, semua itu akan ditambahkan kepada kita (Mat.6:31-33).

 

Membaca Kecenderungan Hati

Kita tidak usah risau dengan masa depan kita di dalam rumah; HANYA baca, periksa dan perhatikan saja kecenderungan hati kita sendiri masing-masing seperti apa.

Lot berpisah dengan Abraham oleh karena kecenderungan hatinya yang  tercipta ketika berada di Mesir, bukan karena terjadi pertengkaran diantara para gembala Abraham dan Lot.

Lot mengambil keputusan yang salah, seharusnya ia tetap berada bersama Abraham. Keluarganya hancur berantakan. Semua karena kecenderungan hati kepada Mesir.

Esau memiliki kecenderungan hati yang ingin bebas, tidak mau terikat aturan rumah. Kecenderungan hatinya tercipta dan bertumbuh di luar rumah, tepatnya di padang perburuan. Kecenderungan hati yang dimilikinya membuatnya tidak menghargai salah nilai yang tertinggi di dalam rumah – yakni tentang hak kesulungan dan warisan. Ia menggunakan kekuatannya sendiri, kekuatan lahiriah, termasuk untuk menyenangkan bapanya, Ishak dengan selalu memberikan daging hasil buruannya.

Kecenderungan orang yang masih hidup secara manusiawi (natural) justru berfokus melihat aspek negatif atau yang berpotensi untuk menjadi negatif. Begitu pula dengan orang-orang yang tidak lagi terhubung dengan Tuhan, merek akan terus memunculkan kecenderungan hidup dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.

 

Hidup dalam kepatutan

Sebaliknya Yakub memiliki kecenderungan hati untuk dengar-dengaran dan taat kepada ayah-ibu yang ada di rumah, menghargai pola kehidupan dan nilai-nilai yang ada di dalam rumah. Dia tau hal-hal apa yang paling berharga di dalam rumah. Telinganya terlatih mendengarkan segala aturan yang diterapkan di rumah, sudah biasa ditegur. Teguran tidak lagi membuat telinganya menjadi merah, tidak membuat emosinya menjadi negatif.

 

Yesus juga pernah ditegur oleh Yusuf dan Maria, karena tanpa izin mereka, Yesus yang baru berumur 12 telah membuat orangtuanya khawatir akan keselamatan-Nya, karena tidak ikut pulang bersama mereka. Yesus menyaatakan hasrat hati-Nya bahwa Dia harus berada di dalam rumah Bapa-Nya.  Tapi Yesus segera menyadari otoritas Yusuf dan Maria yang diberikan Bapa sendiri untuk memberikan pengayoman kepada-Nya, maka Yesus segera ikut mereka pulang, menuruti mereka, taat kepada mereka. Yesus menyadari nilai-nilai rumah dan menghargai hal itu. Itu yang men-set kecenderungan hati Yesus. Ketetapan hati-Nya terbentuk di dalam rumah.

Luk 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Yesus di sungai Yordan ketika hendak dibaptis memanifestasikan dan mengekspos kecenderungan hatinya:      

Mat 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah SEPATUTNYA KITA MENGGENAPKAN SELURUH KEHENDAK ALLAH." Dan Yohanespun menuruti-Nya.

Kata SEPATUTNYA membuktikan Yesus bukan memenuhi apa yang dikatakan hukum Taurat, yang hanya berisi LARANGAN dan KEWAJIBAN. Yesus tidak sedang meresponi hukum Taurat.

“PATUT”  berarti BUKAN hal yang WAJIB dilakukan, tapi PILIHAN.  TAAT juga BUKAN WAJIB, tapi PILIHAN.  Tindakan KETAATAN mau pun KEPATUTAN BERSUMBER dari KECENDERUNGAN HATI.

Satu-satunya HAL yang membuat SORGA TERBUKA dan ADA PERKENANAN BAPA adalah KECENDERUNGAN / KETETAPAN HATI YESUS.

 

TUJUAN RUMAH ADALAH UNTUK MENSET KECENDERUNGAN HATI / KETETAPAN HATI KITA.

Kepatutan  akan menuju ketaatan. Kita di dalam rumah mungkin belum sepenuhnya taat, tapi apakah kita memiliki kecenderungan hati “PATUT”, berlaku dan bertindak SEPATUTNYA. Memutuskan segala sesuatu  menurut KEPATUTAN?

Bukan segala sesuatu yang baik itu PATUT.  KEPATUTAN menjadi  SARINGAN / FILTER dari keputusan dan tindakan kita, bukan boleh atau tidak. 

KEPATUTAN akan menyaring BENIH YANG TIDAK BAIK dan meredam EMOSI NEGATIF. Patutkah saya kecewa? Patutkah saya marah?  Kepatutan menangkap benih yang baik. Patutkan saya membiarkan yang terbaik hanya lewat?

Ketika kecenderungan hati kita berpaut pada kebenaran firman, maka timbul DORONGAN-DORONGAN dari Sang Penolong, dari Roh Kudus untuk melakukan hal-hal yang SEPATUTNYA kita lakukan, seperti halnya yang terjadi pada diri Yesus.

 

MENJADI RUMAH ROH KUDUS

Saya mendapati Penolong yang Tuhan anugerahkan adalah hal yang paling berharga dan paling mulia, karena Dia bersedia dan rela tinggal dan diam bersama di dalam tubuh saya yang fana. Di dalam tubuh ini DULU roh saya ditawan seperti rasul Paulus katakan: Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Rm 7:24.

Ternyata jawabannya adalah Roh Kudus sekarang ada di dalam saya. Dimana saya SEKARANG seperti menjadi tawanan Roh, demi Dia melindungi saya, mengarahkan saya dan memberdayakan saya (Kis 20:22). Maka saya memutuskan untuk terus bersinergi dengan Roh Kudus.

Setelah saya menyadari ada KUASA yang sedang dan terus bekerja, DIA lah Roh Kudus DI DALAM saya yang MEMBUAT saya bisa MENEROBOS setelah tubuh saya mati. 

Dan selama tubuh saya hidup, ketika kecenderungan hati saya menerima firman, saya dibungkus di dalam KUASA-Nya. Itu yang membuat saya seperti hebat, karena bisa menerobos segala halangan dan tantangan  di depan saya.

Saya merdeka untuk membuat setiap keputusan menurut kecenderungan hati. Sebaliknya Roh Kudus akan menasihati saya ketika saya menahan kebenaran oleh karena pikiran saya salah. Jika saya berkeras, MENGERASKAN HATI, maka sayalah yang harus mengambil segala resiko dan konsekuensi keputusan saya atas kecenderungan hati yang salah, karena tidak berpihak kepada kebenaran. Saya patut melembutkan hati saya ketika firman itu mendatangi saya.

 

Sekali lagi, KEPATUTAN itu bukan KEWAJIBAN atau LARANGAN. Kita bertumbuh dalam kasih-karunia dan kebenaran, bukan karena menjalankan hukum Taurat, bukan perintah dan larangan, bukan boleh atau tidak.

Sepatutnya kita selalu terhubung dengan firman, sepatutnya kita selalu terhubung dengan Bapa lewat Roh Kudus, sepatutnya kita terhubung dengan aliran air hidup dan aliran kasih karunia di dalam rumah yang dibawa seorang sumber anugerah, sepatutnya kita terhubung dengan semua saudara-saudara di dalam roh lewat frekuensi sorga, sepatutnya kita terhubung dengan jalan-jalan Tuhan. Sebaliknya memutuskan hubungan dengan jalan-jalan dunia dan cara-cara dunia. Sepatutnya kita tidak mencobai diri kita karena bisa menggeser kecenderungan hati kita secara negative. Sepatutnya kita MEMBATASI hal-hal yang bisa menggeser kecenderungan hati kita  dan MEMUTUSKAN semua hal yang mencoba/beresiko menggeser pengharapan kita.

JAGAI KECENDERUNGAN HATI YANG KITA MILIKI DENGAN INTEGRITAS

Kita harus terus selaraskan dengan firman-Nya, dengan pola hidup ilahi yang sudah terbangun dalam hidup seorang bapa rohani (Amsal 2:1-7), maka kasih karunia itu yang akan memampukan dan menguatkan kita. Sebab hidup di dalam sebuah rumah rohani pun kita sangat bergantung pada kasih karunia, bukan berdasarkan faktor kedagingan kita.  Bukan berasal dari kekuatan sendiri. Kita tidak boleh pasif, stagnant dan terhenti pertumbuhan kasih-karunia dan stature kita.

AMS 2:1   Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam HATIMU, 2  sehingga TELINGAMU MEMPERHATIKAN HIKMAT, dan engkau MENCENDERUNGKAN HATIMU KEPADA KEPANDAIAN (PENGERTIAN)  Ams 2:3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4  jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

 

ARTI AY1-7.  condongkan TELINGA kepada HIKMATdan memakai PENGERTIAN pada HATI dan PIKIRAN. Firman dan kebenaran berasal dari mulut Tuhan sendiri. HIKMAT adalah DIA SENDIRI yang berbicara dari mulut-Nya.  BERUSAHALAH UNTUK MEMPUNYAI PIKIRAN YANG MEMILIKI KESADARAN TINGGI (bukan bengong-bengong dan suka menghayal) dan PIKIRAN YANG TAJAM DAN MINTALAH PENGERTIAN (incline thine ear unto wisdom, and apply thine heart to understanding to have sober and sound mind).  Biarkan FIRMAN MEMPROSESMU sehingga kau mempunyai pandangan dan pengertian yang lebih baik dan engkau mencarinya seperti mencari uang yang hilang atau mengejarnya seperti mengejar harta karun, maka engkau akan memperoleh kebijaksanaan, Dia mengaruniakan HIKMAT, pengertian tentang takut akan Tuhan, dan pengetahuan akan Allah sendiri. Segera engkau akan menyadari pentingnya menghormati TUHAN, mendapat pengenalan akan Kristus dan mempercayakan diri kepada-Nya.  TUHANlah sumber hikmat. Dari mulut-Nyalah datang pengetahuan, pengertian dan akal budi. Tuhan melindungi dan menolong orang yang tulus dan murni hatinya, yang berjalan dalam INTERGRITAS. Dia menjadi perisai dan yang mengawal jalan mereka.

 

Pikiran dan Emosi negatif akan MENGGESER kecenderungan hati.

Keinginan yang tidak patut akan men-set atau menggeser kecenderungan hati.

Dari hal-hal yang BAIK yang ada di dalam RUMAH : banyak tersedia makanan, banyak saudara-saudara, ada pola rumah, ada bapa rohani, ada perlindungan;  TAPI yang paling menentukan adalah FIRMAN KASIH KARUNIA, karena firman kasih karunia BERKUASA MEMBANGUN.  Siapa yanag mengajarkan  dan mengalirkan  firman kasih karunia?  Murid-murid gereja mula-mula bertekun dalam pengajaran para rasul.

Ada saja peristiwa, kondisi, orang ataupun keadaan yang buat kita mengalami emosi negatif. Kondisi hati tersebut sebenarnya bukan karena disebabkan faktor eksternal, melainkan keadaan internal diri kita sendiri yang kecenderungannya masih mencari hal - hal yang negatif.

Mereka yang menolak kebenaran dan menolak Yesus, seperti anak muda yang kaya; kecenderungan hati mereka yang masih memiliki cinta akan diri sendiri, cinta akan dunia ataupun cinta akan uang. Intinya, mereka belum memiliki paradigma ilahi, yakni belum mati dari segala bentuk keakuan dan keberadaan manusia lama. Masih pertimbangkan untung-rugi.

Sangat umum jemaat di gereja-gereja  yang hidupnya masih 'diselubungi' oleh keakuan, filosofi manusiawi atau duniawi dan roh agamawi. Sehingga setiap kali membaca firman atau mendengar suatu pengajaran, semua itu akan terus mereka pahami dari paradigma dan persepsi yang bersifat manusiawi, duniawi maupun agamawi yang hanya menyenangkan keakuan mereka.

 

Contoh dari pikiran dan emosi negatif yang mengubah kecenderungan hati terjadi pada Adam-Hawa.

Pergeseran ini dialami oleh Hawa dan Adam di taman Eden. Melalui 'dialog' yang terjadi dengan Iblis, maka Hawa mulai 'MELIHAT' pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Mereka tentunya sudah sering 'melihat' pohon tersebut, tapi kali ini mereka 'MELIHAT' dalam ketertarikan karena kecenderungan hati mereka telah mengalami perubahan disebabkan terjadinya 'dialog' dengan Iblis.

 

KECENDERUNGAN HATI KITA PADA SAAT INI AKAN MENENTUKAN JALAN YANG AKAN KITA LALUI DAN TEMPAT YANG AKAN KITA TUJU. Kabar baiknya adalah anak-anak rohani dapat mewarisi roh yang sama seperti yang dimiliki oleh bapanya. Maka anak-anak  harus membangun hubungan yang sehat dengan sang bapa rohani sampai mereka memanifestasikan passion, kecenderungan, sikap hati, konsep pikir dan gaya hidup ilahi yang sama seperti yang bapa rohaninya miliki.

 

Yakub terbukti memiliki ketetapan hati yang kuat, sebab Rahel tidak bisa menggeser kecenderungan hatinya. Yakub tetap bertaut dan fokus kepada misi dari Ishak, ayahnya, untuk menggenapi ikat-janji ayahnya dengan Allah. Namun, tetap saja hal itu membuat Yakub memiliki celah kelemahan. Celah itu membuat Yakub mencoba mempertahankan Benyamin, anak Rahel, daripada melihat tujuan Allah melahirkan suatu bangsa pilihan Allah, seperti yang difirmankan Allah kepada Abraham.  Celah itu akhirnya ditutup oleh Yehuda yang bersuara kuat seperti singa yang mengaum untuk membela ayahnya.  Tindakan Yehuda seperti juga dilakukan oleh Sem dan Yafet yang menutupi cela Nuh oleh karena mabuk dan telanjang (Kej 9:23). Sama seperti yang dilakukan imam besar Zadok dan Betsyeba terhadap Daud untuk menolongnya sampai kepada destiny, menggenapi seluruh perkataan Tuhan.

 

Kasih karunia membangun kecenderungan untuk taat

Inti dari pengajaran para rasul adalah firman kasih karunia.

Kis 2:42  Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Paulus diakhir-akhir pelayananan memberikan SATU PESAN TERAKHIR kepada para penatua jemaat di Efesus, melalui suratnya; sebelum ia bertolak ke Roma untuk diadili.

Kis 20: 17  Dari Miletus, Paulus mengutus orang ke Efesus dan menyuruh para penatua jemaat datang kepadanya. 18  Dan, ketika mereka datang kepadanya, ia berkata kepada mereka, "Kamu sendiri tahu, bagaimana aku hidup di antaramu sepanjang waktu, sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di Asia, 19  sambil melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati, dan dengan air mata, dan dengan pencobaan-pencobaan yang menimpaku melalui persekongkolan orang-orang Yahudi,

25  Dan sekarang, lihatlah, aku tahu bahwa tidak ada di antaramu, yang kepadamu aku berkeliling memberitakan kerajaan, akan melihat wajahku lagi.

Kis 20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan (warisan) bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Di dalam RUMAH kita DIBANGUN KECENDUNGAN hati untuk taat pada kebenaran dan untuk menerima WARISAN.

Firman kasih karunia-Nya MEMBANGUN kita MENJADI PATUT dan LAYAK menerima WARISAN, menerima MANDAT, menerima PERKENANAN.

TANDA SEBUAH RUMAH ROHANI adalah FIRMAN KASIH KARUNIA yang berasal dari HATI TUHAN SENDIRI. 

 

MARIA Menerima Kasih Karunia

Maria membangun Yesus oleh karena telah menerima firman kasih karunia: Namailah Dia Yesus.

Luk 1:30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Salomo masih muda dan belum berpengalaman: artinya BELUM PATUT. Tapi karena DAUD, ayahnya, ia menerima kasih karunia untuk membangun Bait Allah.

Bekal Daud yang terpenting dan paling berharga bukanlah semua material dan pola yang ia serahkan kepada Salomo, tapi SEPOTONG NASIHAT: KENALLAH ALLAH AYAHMU.

Hanya dengan MENGENAL ALLAH-nya DAUD, maka Salomo akan menjadi PATUT dan LAYAK  MEWARISI Kerajaan. Bukan lagi faktor darah / daging, tapi faktor KEPATUTAN.

Warisan rohani BUKAN ditentukan faktor darah/daging, bukan karena kedekatan lahiriah, tapi faktor KEPATUTAN.  KEPATUTAN DITENTUKAN OLEH KECENDERUNGAN HATIMU bukan PERBUATAN / PERFORMANCE / PELAYANAN. Yesus belum melayani.

 

KECENDERUNGAN HATI menjadi POINT PALING PENTING dan MENJADI GOAL PEMBANGUNAN RUMAH.

TUHAN MELIHAT HATI.

Hati yang MURNI CENDERUNG mengikuti FIRMAN KEBENARAN.

Hati yang MURNI CENDERUNG BERPIKIR DAN BERTINDAK SEPATUTNYA.

Hati yang MURNI CENDERUNG TAAT.

Hati yang murni tidak mengandung benih jahat, tidak membawa agenda / motivasi pribadi.

Agenda / motivasi pribadi MEROBAH KECENDERUNGAN HATI.

Emosi / pikiran negatif menyuburkan ilalang, MEROBAH KECENDERUNGAN HATI.

 

Tujuan Rumah-Rumah (kemah-kemah) Rohani  Adalah Untuk Menjawab Panggilan Tuhan

 

Kemah-kemah Yehuda di kota kecil yang bernama Bethlehem membangun satu budaya-baru, budaya Kerajaan, yang akan melahirkan Mesias. Yakub telah melepaskan nubuat  dan visi ini kepada Yehuda:

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:10 ).

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yes 9:6  (9-5)

Yesaya diutus oleh Tuhan untuk MELURUSKAN kembali PANGGILAN TUHAN kepada bangsa Israel, bahwa MELALUI SUKU YEHUDA akan lahir MESIAS, Dia yang berhak atas tongkat kerajaan dan menyandang lambang pemerintahan. Dia yang memegang kunci Daud. Kenajisan bangsa Yehuda harus ditahirkan dengan bara api. Najis bibir adalah penyakit dan kekalahan bangsa itu dalam membangun yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, melainkan hanya membuat raja Yehuda (Uzia) menjadi tinggi hati dan sombong.

Kemah-kemah Yehuda itu terbangun dan menyiapkan JAWABAN, respon atas PANGGILAN TUHAN. Mesias akhirnya dilahirkan di kota Bethlehem-Yehuda.

 

TIDAK BOLEH ADA SELUBUNG MENGHALANGI PANGGILAN TUHAN

Seorang sumber anugerah diperlukan untuk membangun SATU RUMAH.  Papa Jonathan David membangun SINERGI diantara bangsa-bangsa supaya KEMAH-KEMAH KRISTUS disiapkan MENJAWAB PANGGILAN TUHAN untuk  MELAHIRKAN GEREJA ANAK LAKI-LAKI yang akan memerintah atas bangsa-bangsa di bumi dan seluruh bumi akan tahkluk karena GEREJA membawa KEMULIAAN Tuhan yang belum pernah ada. Belum pernah dilihat, belum pernah terpikir, belum pernah orang bermimpi, belum ada di dalam hati.

Why 12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya..

Inilah agenda setiap Gereja yang dipanggil oleh Tuhan menjadi rumah dan kemah rohani.

Untuk itu, ini waktunya untuk kita mengarahkan hati kita pada agenda rumah rohani yang Tuhan tetapkan. Jangan keluar dari rumah, namun berakarlah dengan kuat sebagai anak di dalam rumah.

SEKARANG ADALAH WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGEVALUASI "KECENDERUNGAN HATI". APAKAH KITA MASIH TERUS MENGEJAR APA YANG DUNIA INI KEJAR??

Kecenderungan hati kita yang mencintai kebenaran akan mengkondisikan kita dapat melihat panggilan-Nya yang penuh kemuliaan, mengerti kehendak-Nya serta hidup meresponi dan mengerjakan agenda-Nya.

Jadi mari kita benahi kecenderungan hati kita, jangan sampai kita salah memegang harapan masa depan. Tidak ada masa depan yang indah dari apa yang dunia tawarkan. Walaupun terlihat indah di depan tetapi rapuh dan hancur di belakangnya.

Jadi KEKAYAAN KITA, GELAR KITA, POSISI KITA, PROFESI kita, PELAYANAN kita, siapa pun kita TIDAK BOLEH MENGHALANGAI PANDANGAN KITA ATAS PANGGILAN TUHAN. Kalau sampai kita tidak bisa melihat, terus dihalangi, itu berarti KECENDERUNGAN kita akan mengikuti apa yang DUNIA ini cari. Dunia berhasil mengarahkan hati kita.

Jadi mudah atau susah itu tergantung kita bisa melihat tidak panggilan Tuhan yang melebihi panggilan-hati kita, cita-cita kita, agenda kita pribadi, keinginan pribadi dan seterusnya.

 

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...