Langsung ke konten utama

Penyebab Kegagalan Dalam Mengikut Tuhan

 Rangkuman Penyebab Kegagalan mengikut Allah

Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam mengikut Tuhan. Mereka tidak sampai mengakhiri garis akhir dalam perlombaan iman. Tidak sampai kepada takdir (destiny) yang Tuhan tetapkan dalam hidup mereka.  Kita berdoa, supaya jangan kita terjerumus, sebab hambatan terbesar ada dari dalam sendiri.

Kita bisa mengalami firman Tuhan. Realtita firman Tuhan adalah realita Tuhan sendiri yang menyatakan  Pribadi-Nya kepada kita. Realitas Tuhan itu  akan kita miliki dan nikmati, sebab Firman Kebenaran-Nya menjadi milik kita sendiri, menjadi iman dan jatidiri kita.  Firman Kebenaran yang diwujudkan di dalam dan melalui kita kami. Firman Tuhan akan mencapai maksudnya lewat hidup kita. Biarlah Roh Kudus menuntun kita, memberikan pengertian dan hikmat.

Mat 8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 19  Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."  20  Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

21  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." 22  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

Luk 9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." 60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."

2 orang ini berencana ikut Tuhan. Pertama ia seorang ahli taurat.

Ia mulai terbuka siapa diri Yesus dengan semua hukum taurat yang ia pahami. Ia melihat koneksinya.  Ia berkata: Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 

Yesus menjawab dengan istilah: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

 

Kendala mengikut Tuhan itu bisa terbongkar, mengikut Tuhan itu datang dari diri sdr, bukan dari lingkungan.

Ahli taurat ini mengakui Yesus itu rabbi, “guru”, meski pun Yesus bukan keturunan seorang rabbi. Orang ini sudah periksa kehidupan Yesus, Ia layaknya seperti rabi2 lain yang tersohor pada masa itu. Nikodemus, Saulus (Paulus) seorang rabi. Ini dari budaya bangsa Yahudi bukan orang Ibrani. Itu dimulai pada saat pembuangan di Babel. Semua hamba2 Tuhan yang  menyadur kembali hukum Taurat dan kitab2 Musa menjemahkannya kepada bahasa yang lebih mudah, menguraikannya, mereka disebut para rabi. Apa masalahnya kalau seorang ahli taurat mengakui bahwa Yesus itu adalah seorang rabi. Tentu harusnya kita jika diposisi itu sangat sukacita dan menjadikan ia murid sdr. Tapi Yesus singkapkan kendala yang ada pada orang ini. Yesus menjawab keinginan ahli taurat ini: serigala punya liang, burung punya sarang, tapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Apa artinya?

Ya, rumah itu tempat yang nyaman. Ia punya hukum2, itu tempat yang nyaman. Walau pun ia tau kebenaran yang baru (terkini) ia akan kembali kepada hukum2 yang lama. Yesus menunjuk kepada keyakinan ahli taurat ini. Kalau kau berhasil mengalami terobosan, kebenaran dibukakan ketika Allah berkata lain, kau bersedia bergerak maju, apa kau bisa ikuti kegerakan Tuhan di mana saja. Bukan jadi penghalang. Tapi banyak orang mengikuti Tuhan dengan apa yang sudah diketahui saja, yang memberikan berkat, kenyamanan; tapi Allah itu dinamis. Ia membawa kau ke dimensi yang tidak terbatas.  Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Ini bicara tentang kepala. Apakah kepala kita ini? Ketika Ia mengalami kesengsaraan apa kah kau tetap setia? Apa tuntutan-Nya itu berkaitan dengan keinginan orang ini: aku mengikuti kemana pun kau pergi?

Yesus itu bangsa Yahudi dari keturunan Ibrani dan Dia berada di sekeliling orang Ibrani dan bangsa Yahudi. Tentu Yesus tidak berikan perumpamaan supaya orang ini bisa mudah mengerti perkataan Yesus itu. Mat 13, Yesus bicara kepada banyak orang dalam bentuk perumpamaan.

Mat 13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" 11  Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Yesus mengetahui akan mengungkapkan rahasia kepada mereka yang berguna, bukan Cuma ingin mendengar dan menjadi puas. Ada istilah yang Yesus katakan dan hanya pernah Ia ucapkan pada ahli Taurat, Farisi dan Saduki saja; tidak pada murid2.

Mat 8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."

Yesus tidak menghakimi: betul kan? Tapi Ia berikan perumpamaan yang tidak dimengerti mereka.

  1. Ada kesediaan ahli Taurat ini jadi murid Yesus: aku akan mengikuti Engkau. Ini tentu kabar baik buat kita. Ada kesediaan, kerelaan dan kemauan datang dari dirinya. Tentu saudara menyambut dan merespon orang ini. Tidak seperti Yesus yang harus mempertimbangan ulang.
  2. Aku ikut engkau kemana pun Kau pergi? Ini luarbiasa ia mau menyingkirkan kehendak  bebasnya dan egonya untuk mengikuti Yesus. 2 hal ini jadi bahan2 untuk mengikut Yesus, untuk menurut kehendak Tuhan. Pernahkan kita bertanya: ini bahan2 sudah cukup untuk Allah membentuk hidup kita. Yesus menjawab ahli Taurat itu: itu belum cukup. Yesus menjawab yang lain. Apa salahnya dari seorang ahli Taurat? Bukankah Nikodemus juga seorang Farisi, seorang rabi, seorang ahli Taurat. Yesus menyambut Nikodemus. Dia beritahukan apa yang bisa dikerjakan Allah supaya bisa lahir baru.

Ada banyak orang bersedia untuk dimuridkan bersedia, menyerahkan kehendaknya untuk menuruti kehendak Allah. Sdr pikir itu cukup diucapkan? Apa Allah menyambut yang demikian. Yesus tau realita apa yang dihadapi orang ini, apa yang membuat ia gagal di tengah jalan ketika mengikut Yesus.

Mat 7:21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku : Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Bukan masuk sorga, tapi masuk ke dalam pemerintahan kerajaan, yang melakukan kehendak Bapa.

22  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Tuhan tidak mengakui kau hamba-Nya, sebab bukan datang dari kehendak Tuhan. Banyak orang berlomba untuk semua kegiatan dan aktivitas rohani, karena merasa sudah berada dalam pemerintahan Allah. Tapi akhirnya Tuhanlah yang menilai. Jangan tertusuk hatimu dan kecewa. Dia tau siapa yang tepat disebut hamba-Nya dan murid-Nya.

Apa yang Yesus katakan tentang hamba / murid-Nya / pengikut-Nya:

Pertama

Luk 14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Orang ini mengajukan diri menjadi murid Tuhan. Tapi mengapa Yesus mengatakan: anak manusia tidak dapat meletakkan kepalanya. Ia ingin menjalankan kepemimpinan dalam hidup sdr.

Luk 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Ini yang dimaksudkan anak manusia tidak dapat meletakkan kepalanya. Ia bicara dengan kiasan yang pada masa itu dipahami orang Yahudi / Ibrani. Itu bicara tentang kepemimpinan. Anak manusia tidak memiliki tempat yang bebas dalam diri kalian untuk berperan sebagai kepala, tempat bagi Tuhan memimpin kehidupan.

 

Ada harga  yang harus dibayar dan ada pergeseran yang harus terjadi. Ini bukan terobosan, tapi pergeseran.

Jawaban Yesus disesuaikan dengan budaya yang dimengerti orang Israel/ibrani.

Siapa yang dapat memimpin dirinya? Seekor burung dan segirgala dipimpin oleh dirinya sendiri. Tapi anak manusia tidak punya tempat meletakkan kepalanya. Bukan seluruh hidupnya, hanya kepala. Kepala sdr diletakkan pada leher sdr. Dinamikanya kekiri ke kanan, atas bawa ditentukan oleh leher. Pada waktu Yesus mengatakan tempat itu bicara tempat kepemimpinan dalam hidup sdr untuk jadi sempurna, jadi benar; hanya apabila leher tidak menghambat kebebasan dari kepada untuk bergerak menurut maunya kepala.

Ini istilah dalam PL yang diungkapkan Allah tentang Israel. Yesus mengambil istilah ini mengubahnya sedikit, tapi pengertiannya. Sulit bagi Tuhan bukan karena Allah punya masalah yang datang dari diri sdr yang menuntut kepemimpinan. Anak manusia tidak mempunyai tempat melakukan kepemimpinannya;  Tuhan katakan: tegar tengkuk (stiff neck); leher tempat meletakkan kepala.

 

 

Yang saya dapatkan dari topik khotbah ini :

Di bandingkan dari luar, hambatan dari diri sendiri lebih banyak.

Contohnya hidup dalam zona nyaman, masih hidup dengan pandangan sendiri, merasa sudah tau, banyak pengetahuan, mengabaikan Tuhan,suka menunda nunda dsb nya.

Ini ayat yang menjadi remedy buat saya dan saya percaya buat orang lain juga.

Amsal 3:5-10

3:5 Percayalah kepada TUHAN 1  e  dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri 2 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu 3 , maka Ia akan meluruskan f  jalanmu. g  3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri h  bijak, takutlah akan TUHAN i  dan jauhilah kejahatan; j  3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu k  dan menyegarkan tulang-tulangmu. l  3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu 4  dan dengan hasil pertama m  dari segala penghasilanmu, 3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh n  sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. 

 

Saya terus belajar mengosongkan diri untuk tujuan Allah dalam hidup saya, terus belajar membangun manusia roh saya. Ketika hambatan itu datang, saya selalu belajar untuk menyadari bahwa dalam setiap tingkah laku saya Tuhan menyertai saya.

Saya selalu ingin memberikan kebebasan roh kudus bekerja, salah satu nya dengan mentaati perkataan bapa rohani.

Juga saya belajar untuk berdamai dengan diri sendiri, belajar mencintai diri sendiri untuk Tuhan, hidup sehat. Bukan mencintai diri sendiri dengan Ego dan hanya memikirkan diri sendiri, kehendak sendiri/agenda sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri maksudnya agar mendapat kebenaran, hasilnya damai sejahtera dan sukacita dari roh kudus artinya Roh kudus ikut bersuka cita, ada perkenanan Tuhan. Jadi apapun instruksi yang di katakan oleh bapa itu tidak berat.

Memang tidak mudah, maka dari itu saya selalu berdoa agar Tuhan memurnikan hati saya, dan membuat saya melihat, agar tidak melenceng. Apa yang dunia tawarkan itu membuat kita jauh dari Tuhan.

Saya bersyukur memiliki bapa rohani, dan rumah rohani yang membuat saya di jagai, karena banyak orang-orang di gereja yang hidupnya fatherless, dan di dalam kebingungan. 

Firman ini membuat saya menyadari bahwa  saya tidak boleh hidup dengan pandangan sendiri. Dan saya tidak mau hidup dalam orientasi uang(mamon) sudah di katakan bahwa kita hanya penata layar nya Tuhan.

Harus alami pergeseran, dalam motivasi dan, selalu miliki hati yang murni.

Akhir akhir ini dunia sedang gencar-gencarnya dengan slogan “show your true self”,  “ love your self” atau self love. Cukup berbahaya apabila orang percaya terbawa/bergeser pandangannya. Walaupun kehendak bebas kita tidak bisa di matikan, tapi dengan ada nya kehendak bebas itu saya/kita gunakan untuk mencintai Tuhan.

Tidak boleh berkeras hati atau menjadi jemaat yang lehernya tegar tengkuk.  Kadang pikiran kita sendiri yang membuat bapa rohani atau Allah sulit bekerja dalam hidup kita. Ketika kita memberi hidup kita kepada Allah, dengan kuasa yang dimilikinya pasti Allah bersedia meng-upgrade hidup setiap kita.

Kita harus bersiap sedia selalu untuk dapat merepresentasikan kehidupan Kristus, karakter Yesus.

Betapa pentingnya kita mengalami realita Kerajaan Sorga dan realita Tuhan sendiri, bagaimana realita kehadiran Tuhan dalam setiap aspek hidup kita itu benar-benar mencengkeram seluruh keberadaan kita.

Bukan hanya realita Tuhan itu dalam roh ketika kita menyembah, tapi juga bisa kita alami dan rasakan dalam jiwa pikiran, perasaan dan keinginan serta dalam tubuh kita setiap saat. Kita bisa melihat, merasakan dan alami semua dari setiap tanda-tanda yang menyertainya.

Realita Tuhan adalah Kebenaran Firman yang terwujud di dalam dan melalui diri setiap kita. Kuasa dan pekerjaan Firman dan Roh yakni setiap pekerjaan baik yang disediakan Allah Bapa - akan mencapai maksudnya lewat hidup kita.

 

Be In His Love and Grace

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...