Langsung ke konten utama

KIDUNG AGUNG - Hawa Terakhir BAGIAN 1

Kristus akan datang untuk Pengantin-Nya, kekasih hati-Nya. Orang percaya harus dipersiapkan, bukan hanya menjadi umat-Nya, anak-anak-Nya yang percaya, tetapi menjadi Gereja-Nya, kekasih hati-Nya.

Why 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Para sahabat Mempelai Pria, mereka lah yang diutus Tuhan untuk mempersiapkan mempelai-Nya.

Yoh 3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Sahabat mempelai laki-laki mempersiapkan Mempelai Wanita dengan pemahaman dan pengenalan yang lebih dalam tentang kasih Mempelai Pria.

Pesan pertama ini terdapat dalam Kidung Agung. Bapa hendak menggambarkan KASIH-Nya dan kasih sayang-Nya yang istimewa kepada Mempelai-Nya yang Terkasih (kita).

Melalui padang gurun, kita belajar bahwa Bapa sangat menghendaki kita memilih Dia di atas SEGALA hal dan melalui ini kita menjadi “PENGANTIN”-Nya yang sepenuhnya bersatu dalam kesatuan.

Kidung Agung

Kidung Agung, Salomo memaparkan hidupnya gadis Sulam atau gadis Sunem dengan cara yang tersembunyi agar kita dapat menemukan kekasihnya, Sang Gembala. Kidung Agung sendiri tidak memberikan gambaran Salomo yang menjalani kehidupan barunya menurut roh, tapi justru ia hendak mencari bagaimana gadis Sunem itu sampai begitu sangat mengasihi kekasihnya, Sang Gembala. Ia tidak tergoda sedikit pun dengan rayuan dan puisi romantis raja. Juga tidak terpengaruh cintanya kepada kekasihnya, walau pun raja memamerkan segala kekayaan, kemegahan, keagungannya dengan para pengawal yang merupakan para pahlawan yang gagah perkasa dan kereta kerajaan dan terutama hikmat raja yang nyata berasal dari Tuhan.

Kid 3:7   Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel. 8  Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam. 9  Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon. 10  Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem, 11  puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Dalam perjalanan dari padang gurun kembali ke istananya yang megah, raja hendak membawa gadis Sunem itu masuk kedalam imaginasinya seolah-olah ia sedang berada dalam iring-iringan pengantin. Raja telah mengenakan mahkota yang pernah dikenakan ibunya pada hari pernikahannya terdahulu. Ibunya raja adalah Batsyeba, telah menikahinya dengan Naama, seorang perempuan Amon.

1Raj 14:21  Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon.

Pernikahan Pertama Salomo – Kawin Campur

Salomo menikah sebelum dia ditahbiskan menjadi raja Israel, menggantikan raja Daud. Sebab Salomo memerintah sebagai raja selama 40 tahun, sedangkan Rehabeam sudah berumur 41 tahun waktu naik tahta. Jadi 1 atau 2 tahun sebelum Salomo diangkat sebagai raja, ia sudah dinikahkan dengan Naama, ibu Rehabeam, seorang perempuan Amon.  Itulah hari kesukaan hatinya.

1Raj 11:42 Lamanya Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel ialah empat puluh tahun.

Pada umumnya Kidung Agung, dibaca sebagai puisi atau surat cinta antara Salomo dan gadis Sunem. Padahal Kidung Agung adalah kisah cinta segitiga antara raja, gadis Sulam dan Sang Gembala.

Kidung Agung menggambarkan berjalan bersama Tuhan sebagai "Pernikahan Anak Domba", seperti dikatakan oleh Yohanes dalam Kitab Wahyu.

Why 19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Saat kita mulai benar-benar mendalami kata-kata “kasih” Salomo yang merupakan rayuan dan gombalan, juga kata-kata mesra gadis Sunem kepada kekasihnya, serta kata-kata Sang Gembala; maka akan terungkap, sisi praktis Kitab Kidung Agung, dan bagaimana itu memengaruhi kehidupan kita, dan bagaimana kita dapat membangun hubungan pernikahan yang kuat dengan Kristus sebelum Kedatangan-Nya Kembali.

 

Pencobaan Berat

Gadis Sunem itu menemukan pencobaan, rintangan dan binatang buas di padang gurun. Jika potensi risiko dan masalah ini tidak ditangani, hal itu akan sangat mengganggu pertumbuhan rohani kita. Dan bahkan membuat kita gagal dan terhenti perjalanan rohani kita bersama kekasih kita, Sang Gembala. Walau pun tidak sekali pun ayat menyebut kata Tuhan, kita bisa mengetahui bahwa kekasih hatinya si gadis Sunem yang berprofesi sebagai gembala, itulah Kristus Yesus, Tuhan kita.

Pembaca Kidung Agung yang budiman harus dapat membedakan manakah perkataan raja Salomo, perkataan si gadis Sulam (Sunem) dan perkataan Sang Gembala.

Dalam perjalanan baru kita, kita akan membandingkan sikap dan respon kita kepada TUHAN dengan sikap dan respon Sang Mempelai Wanita (gadis Sunem) dan Sang Mempelai Pria (kekasihnya, sang gembala) dalam Kidung Agung, sampai akhirnya terungkaplah tangga rohani yang tersembunyi untuk memasuki hadirat dan Masa Pertunangan-Nya dengan Sang Mempelai Pria kita.

Ia menampilkan diri-Nya bukan hanya sebagai Tuhan, Penebus, Juru Selamat, dan Raja kita, tetapi juga dalam hubungan yang paling intim dan pribadi yang dapat dibayangkan.

Sungguh menakjubkan bahwa Bapa telah memberikan kita panduan petunjuk rohani melalui daya imajinasi yang hampir seperti bertualang dari hutan, gunung dan kota untuk membantu kita dalam percintaan kita yang sedang tumbuh dewasa.

Ia mencari Mempelai Wanita yang disucikan untuk menjadi nilai-nilai kasih antara suami (Sang Mempelai Pria) dan istri (Sang Mempelai Wanita).

Kasih Kristus bagi Mempelai-Nya adalah kekal dan tidak akan pernah pudar, karena Ia telah berjanji bahwa Ia TIDAK AKAN PERNAH meninggalkan atau mengabaikan Mempelai-Nya.

Hos 2:19 (2-18) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. 20  (2-19) Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.

Namun, kita tidak boleh lelah menunggu Kedatangan-Nya dan lupa mengisi pelita kita dengan minyak. Kita akan tetap sibuk mempersiapkan pakaian dan pelita pernikahan kita.

Awal Petualangan

Kidung Agung diawali dengan ungkapan kerinduan Sang Mempelai Wanita kepada Sang Mempelai Pria:

Kid 1:2  —  Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 3  harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

Kiranya Tuhan mempersenjatai, melengkapi kita dengan kasih-Nya.  Kasih setia Tuhan itu lebih nikmat daripada karunia-karunia, termasuk karunia hikmat Salomo. Namun harum bau urapan-Mu, karena Roh Kudus-Nya mengurapi kepalaku dengan minyak yang tercurah atas nama-Mu, sebab itu umat-Nya akan makin mencintai Tuhan. Ia melindungi pikiranku dan jiwa yang ada di kepala dari kecemaran pemikiran najis dan jahat. Belzebul adalah pangeran lalat, kenajisan dan hawa nafsu kedagingan.

Itu adalah pernikahan yang penuh dengan kasih karunia yang berdaulat dan tanpa syarat, karena Dia mengasihi Mempelai Perempuan-Nya dengan belas kasihan, kasih dan anugerah yang kekal.

Pernikahan rohani dimulai dengan doa keinginan, dan pernyataan kesediaan Sang Mempelai untuk menanggapi setiap langkah yang mungkin diambil-Nya terhadapnya. Ada kekuatan Bapa yang menarik Mempelai Perempuan-Nya, sehingga ia tertarik kepada Mempelai Pria.

Kid 1:4a Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!

Kekuatan Bapa telah dilepaskan sebelum ia mengutus hamba-hamba-Nya dengan otoritas-Nya.

Yoh 6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Karena:  Sang raja [Salomo] telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya [bilik-bilik kamarnya].

Raja Salomo telah memiliki banyak isteri dan gundik. 

Tetapi:  Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!

Gadis Sunem dan harusnya semua kekasih Tuhan hidup bersuka cita karena kekasih kita, lebih daripada berkat yang kita dapatkan, meski pun fasilitas yang disediakan adalah fasilitas dari seorang raja Salomo.

" Tariklah aku " berhubungan dengan rasa lapar rohani kita yang harus melampaui segala hal dalam hidup kita. Keinginan jasmani kita tidak dapat memiliki pengaruh dan semuanya harus dilepaskan atau dimatikan.

Kita harus mengkondiskan diri kita, sehingga memungkinkan munculnya motivasi dalam diri kita oleh Dia, dan hanya Dia. Bukan karena berkat-berkat dan perlindungan, pengurapan kesembuhan atau Inilah sifat sejati kita, kerinduan agar Dia saja yang memberi makan dan memuaskan saat kita karunia ilahi lainnya. Kita mempersiapkan diri untuk dibawa ke Kamar-Nya sebagai Pengantin-Nya dan bukan ke kamar raja Salomo.

 

Bagaimana kita mencapainya?

Bapa akan segera mengamankan keselamatan (to secure the safety) Mempelai Wanita-Nya untuk menarik cinta mereka kepada-Nya dengan membebaskan mereka masing-masing dari dosa daging mereka.

Dosa-dosa kita dan kelemahan kita menghalangi kita memasuki ruang pernikahan ini, bahkan hanya sebagai tamu undangan. Yang tidak membuat kita tidak layak, hanya karena tidak mengenakan pakaian pesta.

Mat 22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14  Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Jadi banyak orang percaya, umat Tuhan di dalam Kerajaan-Nya yang ternyata tidak layak, karena tidak mengenakan pakaian pesta. Mereka telah menerima undangan Sang Raja pada pesta perjamuan kawin Anak Domba. Mereka telah merespon dengan baik, tapi tidak hidup dalam kebenaran, tidak hidup dalam kekudusan, tidak mencuci pakaian mereka. Mereka tau cara memanipulasi orang-orang, bahkan di dalam Kerajaan-Nya. Sebenarnya Tuhan hanya membutuhkan kemurnian hati dan ketulusan untuk Dia dapat meluruskan jalan-jalan kita dan mengikuti-Nya ke mana Roh Kudus menuntun.

Setelah mengalami kelahiran baru tidak berarti kita sudah menjalani hidup sebagai Ciptaan Baru. Semua unsur sebagai Ciptaan Baru sudah dipenuhi dan dianugerahkan Tuhan di dalam hidup kita, tapi itu tetap menjadi pilihan kita apakah kita mau melakukannya atau tidak. Tuhan tetap menghormati kehendak bebas kita sebagai manusia merdeka.

Setelah dilahirkan baru tidak berarti kita mengasihi Tuhan, kecuali dengan ketaatan melakukan perintah dan kehendak Tuhan. Awalnya, kita tidak mencintai-Nya sebagaimana yang Dia inginkan, karena kita adalah Mempelai-Nya yang belum siap.

Seharusnya dan sewajarnya atau sepatutnya kita mempersembahkan diri kita kepada Sang Bapa, dan secara aktif mencari Dia dengan menantikan Dia, dengan tenang menghadapkan diri kita di hadapan-Nya sehingga rasa lapar rohani kita dapat tercipta dan diaktifkan di dalam diri kita.

Rm 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Mempersembahkan diri bukan hanya dengan ide, kekuatan dan kemampuan kita. Pola penyembahan selalu seperti itu sejak Kain dan Habil melakukan persembahan. Semua yang baik dan benar dan menyenangkan dan berkenan itu hanya bersumber dari kehidupan Tuhan sendiri. Oleh kasih karunia-Nya kita dapat melakukannya dengan akurat.

Biarlah kasih akan Tuhan memenuhi hati kita.

Yes 62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat  pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Dia yang telah memulainya dalam kasih, biarlah Dia juga mengakhirinya dalam kasih. Kasih yang kekal tidak pernah terputus, tidak pernah berhenti.

Yer 31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Tuhan Yang Mahatinggi, Bapa Semesta Alam, Raja segala raja, Engkau telah menunjuk Kristus sebagai Mempelai Pria kami.

Why 21:9  Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Bapa akan memamerkan pengantin perempuannya, Gereja sebagai mempelai Kristus.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...