Langsung ke konten utama

Pra TLC 2025 Sesi 7:Living in God's Fullness

The Fruit of the Spirit:Living in God's Fullness - ps. Djonny Tambunan

Sesi khotbah terakhir dari pra TLC ini berfokus pada konsep iman Kristen dan peran Roh Kudus dalam kehidupan umat Tuhan. Papa menekankan bahwa umat saat ini adalah "generasi iman" yang harus mengaplikasikan praktik keimanan setiap hari. Melalui berbagai referensi Alkitab seperti Lukas 8, Yohanes 14, Ibrani 12, dan 2 Raja-raja 2, khotbah ini menjelaskan bagaimana Roh Kudus memberdayakan orang percaya untuk menjadi "buah sulung" Kristus, yang memanifestasikan dimensi ilahi Allah di bumi. Terdapat penekanan pada kesetiaan, ketaatan, dan fokus pada Kristus sebagai kunci untuk menerima pengurapan dan melihat pekerjaan Allah, seperti yang dicontohkan oleh Elisa dalam mengikuti Elia. Selain itu, pesan ini menyoroti pentingnya memahami Alkitab secara akurat dan tidak terpaku pada kelemahan manusiawi pemimpin rohani, melainkan melihat dimensi ilahi yang nyata dalam hidup mereka sebagai panduan.


Berikut adalah catatan lengkap dari pesan-pesan isi khotbah tersebut:

Khotbah ini menggarisbawahi pentingnya hidup sebagai "generasi iman" dan mengaplikasikan praktik keimanan setiap hari. Saudara diajak untuk memahami bahwa apa yang telah dilihat oleh iman para hamba Tuhan terdahulu adalah mengenai generasi ini.

Konsep Iman dan Jiwa:

  • Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Di manakah imanmu?" (mengacu pada Lukas 8:25). Ini menunjukkan bahwa pertanyaan itu bukan ditujukan kepada orang banyak atau yang belum lahir baru, melainkan kepada mereka yang dekat dengan-Nya.

  • Ketidakpercayaan seringkali merupakan aspek dari jiwa.

  • Jiwa dan tubuh adalah milik saudara, dan saudara memiliki kuasa atas keduanya. Oleh karena itu, faktor-faktor luar tidak boleh menekan atau memaksa jiwa saudara.

Pekerjaan yang Lebih Besar dan Manfaat Kepergian Yesus:

  • Yesus berkata bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan (perbuatan-perbuatan) yang lebih besar (mengacu pada Yohanes 14:12).

  • Kepergian Yesus kepada Bapa adalah lebih berguna (mengacu pada Yohanes 16:9), karena jika Dia tidak pergi, Penghibur (Roh Kudus) tidak akan datang. Saudara harus hidup dalam posisi rohani yang mengerti hal ini.

  • Tujuan kepergian Yesus adalah agar rencana Bapa, yaitu menjadikan manusia segambar dan serupa dengan Dia (mengacu pada Kejadian 1:26), dapat tergenapi.

Mata Air Kehidupan dan Roh Kudus:

  • Khotbah ini mengumpamakan gereja awal seperti Taman Eden, di mana "ular masih bisa masuk" dan ada kebingungan.

  • Di surga baru dan bumi baru, hanya ada satu aliran sungai yang mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba (mengacu pada Wahyu 22).

  • Yesus berbicara tentang Roh Kudus sebagai mata air yang akan menjadi mata air di dalam diri orang yang haus (mengacu pada Yohanes 7:37-39). Mata air di dalam diri saudara ini dibutuhkan untuk orang lain, karena dapat "mengairi apa saja".

  • Saudara didorong untuk merenungkan dan mengkhayalkan hal-hal indah ini, dan tidak memikirkan orang-orang bermasalah atau keras kepala di gereja. Tuhan akan "melembekkan" kepala mereka.

  • Terlalu berlebihan merindukan kedatangan Yesus segera mungkin baik, tetapi Roh Kudus akan membawa saudara menjelang titik akhir setelah Dia bekerja. Jangan rindu kedatangan Kristus jika hutang belum dibereskan atau masih menyimpan dendam.

Gereja di Masa Roh Kudus dan Perlombaan Iman (Ibrani 12):

  • Kita hidup di masa zaman Roh Kudus ini, dan perlu memahami gereja seperti apa yang harus berjalan sekarang.

  • Khotbah ini menghubungkan Ibrani 11 (tentang pahlawan iman) dengan Ibrani 12.

  • Ibrani 12:1-3 mengajarkan untuk menanggalkan segala beban dan dosa yang merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan oleh Allah, bukan perlombaan pilihan sendiri.

  • Kita hidup dalam kepenuhan kasih karunia, bukan di zaman di mana kita terus-menerus meminta tolong Tuhan. Kasih karunia diberikan agar kita hidup olehnya.

  • Penting untuk memandang Yesus yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman itu kepada kesempurnaannya (Ibrani 12:2). Yesus adalah "patron" atau "prototipe" yang harus kita fokuskan.

  • Jika saudara tidak menggunakan iman, saudara akan menjadi lemah dan putus asa, karena iman akan memberikan kekuatan. Jiwa yang lemah adalah penyebabnya.

Perbedaan Gunung Sinai dan Bukit Sion (Ibrani 12):

  • Kita tidak datang ke Gunung Sinai yang dapat disentuh, dengan api yang menyala-nyala, kekelaman, kegelapan, angin badai, dan bunyi sangkakala yang mengerikan. Sinai adalah peristiwa Taurat dan mukjizat lahiriah yang membuat orang ketakutan.

  • Musa pun merasa takut dan gentar di Sinai, dan ini membangun "takut akan Tuhan" dalam dirinya. Takut akan Tuhan bukan karena takut mati, melainkan untuk memelihara kekudusan hidup agar layak di mata Tuhan.

  • Yesus adalah Jalan (Yohanes 14:6) yang tepat agar kita tidak salah jalan dalam mencari hal-hal supranatural. Tanda-tanda akan "menyertai" kita, bukan kita yang harus mengikutinya.

  • Khotbah ini menekankan akurasi dalam membaca dan membagikan Alkitab; membedakan "Yesus Kristus" dan "Kristus Yesus" karena ditulis dengan ilham Roh Kudus. Ada perbedaan penekanan (misalnya "Anak Manusia" vs. "Tuhan Yesus").

  • Suara Tuhan digambarkan keras seperti sangkakala, "atraktif," dan ingin mencuri perhatian. Halilintar Tuhan kini ada di dalam kita, tidak perlu takut.

  • Kita sudah datang ke Bukit Sion, ke Kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, tempat miliaran malaikat, dan kepada jemaat anak-anak sulung (Ibrani 12:22).

Konsep "Buah Sulung" (Firstfruit):

  • Istilah "anak-anak sulung" dalam Ibrani 12:23 dalam bahasa aslinya adalah "buah sulung" (firstfruit).

  • Yesus adalah Yang Sulung, tetapi saudara adalah "buah sulung dari kehidupan Yesus".

  • Yakobus 1:18 menyatakan bahwa atas kehendak-Nya sendiri, Allah menjadikan kita "buah sulung di antara semua ciptaan-Nya". Buah sulung berarti "hasil kehidupan si sulung".

  • Pekerjaan Roh Kudus adalah menjadikan saudara "buah sulung yang nyata". Ini mengapa ada pra-TLC, komsel, dan teknologi Alkitab, semua adalah tuntunan Roh Kudus.

  • Roma 8:29 menyatakan bahwa kita ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Kita menerima "anugerah buah sulung".

  • Roma 8:23 menyebutkan kita "menerima karunia sulung" (yang dalam bahasa aslinya adalah "buah sulung daripada Roh Tuhan, daripada Roh Kudus").

  • Tubuh yang sakit atau cacat akan dikubur, dan kita akan memakai tubuh yang sama yang pernah mengalami kebangkitan, karena Roh Kudus dapat membangkitkan tubuh (Roma 8).

  • Roh Kudus memiliki reputasi dalam menjadikan Yesus yang sulung, dan Dia mampu menjadikan kita buah sulung.

  • Pekerjaan Roh Kudus dalam menjadikan kita buah sulung adalah penuh tantangan karena Dia harus berhadapan dengan kehendak bebas saudara. Roh Kudus tidak akan meninggalkan satu pun pekerjaan-Nya dan akan menyelesaikannya sampai langit baru dan bumi yang baru.

Kisah Elia dan Elisa sebagai Ilustrasi (2 Raja-raja 2, 1 Raja-raja 19, 2 Raja-raja 6, 2 Raja-raja 13):

  • Pemanggilan Elisa: Elia melempar jubahnya kepada Elisa, dan Elisa segera meninggalkan segala sesuatu (lembunya, bajaknya dijadikan kayu api) untuk mengikuti dan melayani Elia.

  • Tradisi Kerabian: Pada zaman Yesus, seorang murid rabi tidak mendaftarkan diri, tetapi rabi itu sendiri yang menunjuk muridnya. Ini adalah suatu kehormatan. Yesus sebagai rabi juga memilih murid-murid-Nya berdasarkan "catatan Allah di hati mereka," ada kerinduan tersembunyi untuk dipanggil.

  • Elisa melayani Elia dengan setia selama 13 tahun, dan orang lain melihatnya hanya sebagai "pelayan".

  • Ketika Elia akan terangkat, rombongan nabi di Betel dan Yeriko tahu bahwa Elia akan diambil, tetapi mereka hanya memandang dari jauh. Mereka merasa sudah cukup dengan pimpinan Elia dan tidak bergerak lebih jauh.

  • Elisa meminta "dua bagian dari rohmu" (2 Raja-raja 2:9), yang diinterpretasikan sebagai porsi sulung atau seluruh dimensi Allah yang ada pada Elia. Elisa tahu bahwa dimensi Allah yang sudah dilepaskan ke bumi tidak akan ditarik kembali ke surga, itu adalah hidup kekal (zoe).

  • Elia mengatakan bahwa permintaan Elisa itu "sukar" (bukan tidak bisa), tetapi akan terjadi jika Elisa dapat "melihat" Elia terangkat. "Melihat" di sini berarti melihat secara langsung dengan mata rohani, bukan hanya mendengar atau menebak. Ini tentang melihat dimensi Allah dalam diri Kristus melalui Roh Kudus.

  • Ketika Elia terangkat dalam angin badai, kereta berapi dan kuda berapi "memisahkan" mereka. Elisa tidak melihat Elia masuk ke dalam kereta, melainkan Elia "lenyap" dari pandangan.

  • Elisa berseru, "Bapaku, Bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!". Ini berarti Elisa melihat Elia sama seperti Bapa di surga melihat Elia: sebagai wujud spiritual dari "kereta Israel dan orang-orang yang berkuda," yaitu dimensi ilahi Allah yang bekerja melalui Elia.

  • Kemudian, dimensi ilahi ini termanifestasi dalam diri Elisa sendiri, seperti yang diakui oleh Raja Yoas (2 Raja-raja 13:14) dan bujangnya Gehazi yang bisa melihat kuda dan kereta berapi saat Elisa berdoa (2 Raja-raja 6:17). Ini adalah "buah sulung".

  • Peringatan: Banyak orang di gereja hanya terpaku pada kelemahan lahiriah pemimpin mereka, atau hanya memanfaatkan mereka untuk kebutuhan diri sendiri, tanpa mencari tahu dimensi ilahi Allah yang ada pada hamba Tuhan tersebut.

  • Penting untuk fokus dan taat. Jangan biarkan gangguan (misalnya HP) menghalangi aliran spiritual dan fokus pada dimensi ilahi yang ditampilkan.

  • Dimensi Allah tidak bisa bekerja efektif dalam hidup saudara jika saudara selalu melihat kelemahan hamba-hamba Tuhan.

  • Ketaatan, keteguhan hati, dan kesetiaan adalah jalan untuk menerima dimensi ilahi Allah.

  • Roh Kudus memilih siapa yang berhak menerima buah sulung dan menjadi "putra rohani sejati" dari hamba yang diutus Tuhan. Jangan hanya memilih pemimpin yang "laku" atau mampu mengumpulkan banyak orang, karena itu kemampuan duniawi, bukan dimensi Allah.

  • Saudara diajak untuk proaktif dan peduli terhadap orang lain, seperti Yesus yang proaktif dalam penebusan.

  • Biarkan Roh Kristus, Roh Kudus, dan roh saudara diberdayakan untuk menampilkan dimensi Kristus dan Bapa melalui hidup saudara.

  • Apa yang saudara lihat, itu bisa saudara miliki, asalkan saudara tahu jalannya. Mengikuti Yesus sebagai Jalan akan membawa saudara mencapai "dimensi Bapa" dalam hidup ini.

  • Hidup dengan kekuatan kasih karunia adalah perjalanan dari iman menuju iman, untuk membuktikan bahwa saudara cocok memiliki "nomor induk kependudukan langit baru, bumi baru".

  • Saudara harus bisa melihat dimensi ilahi Allah yang sudah nyata hidup di muka bumi ini pada diri manusia, pada diri orang-orang Tuhan yang teruji dan terbukti.

Khotbah ini diakhiri dengan rasa syukur atas anugerah menjadi buah sulung dan pekerjaan Roh Kudus yang merampungkan rencana Allah untuk menjadikan langit baru dan bumi baru.


Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...