Langsung ke konten utama

Pra TLC 2025 Sesi 4: Understanding the Book of Revelation

Understanding the Book of Revelation: Revealing Christ - Ps. Djonny Tambunan

Sesi pengajaran ini membahas secara mendalam Kitab Wahyu. Pembicara menekankan bahwa Wahyu adalah wahyu Yesus Kristus yang utuh, bukan tentang ketakutan, melainkan tentang penyingkapan diri Kristus. Diskusi juga mencakup pentingnya hidup selaras dengan pewahyuan Tuhan dan peran Roh Kudus yang tidak terbatas dalam menyingkapkan kebenaran. Selain itu, pembicara mengkritik praktik keagamaan yang membatasi Roh Kudus dan mendorong pendengarnya untuk memiliki pemahaman yang akurat tentang Kitab Suci melalui penerangan mata hati.





Berikut adalah catatan lengkapnya:

Yesus Kristus yang Utuh dan Nubuatan

Kita hidup di masa pewahyuan Yesus Kristus yang utuh. Kitab Wahyu adalah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepadanya untuk ditunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Pewahyuan ini disampaikan melalui malaikat yang diutus kepada Yohanes, yang kemudian diperintahkan untuk menuliskannya.

Banyak hal dalam Kitab Wahyu (pasal 1-22) adalah nubuatan.

Berbahagialah orang yang membacakan, mendengarkan, dan menuruti kata-kata nubuat ini, karena waktunya sudah dekat.

Hidup selaras dengan Tuhan hanya bisa terjadi apabila seseorang menuruti apa yang tertulis dalam pewahyuan tentang Yesus Kristus.

Kitab Wahyu tidak berbicara tentang ketakutan; Roh Kudus (Penghibur) tidak akan memberikan ketakutan, melainkan penghiburan.

Segala sesuatu yang tertulis di Kitab Wahyu menyingkapkan tentang Yesus Kristus, termasuk wanita Izebel dan iblis yang dibelenggu. Banyak orang salah mengira bahwa pembelengguan iblis adalah pewahyuan tentang iblis, padahal itu adalah pewahyuan tentang pribadi Yesus Kristus.

Seorang malaikat biasa dapat membelenggu iblis, menunjukkan bahwa tidak perlu berteriak-teriak untuk membelenggu iblis atau membayangkan belenggu fisik; ini adalah hal yang spiritual, bukan lahiriah atau jasmani.


  • Pentingnya Wahyu dan Bahaya Memilih-milih

Amsal 29:18 menyatakan bahwa bila tidak ada wahyu dari Tuhan dan firman-Nya, orang-orang menjadi tidak terkendali (liar/binasa). Hidup akan tidak terkendali jika hanya melihat Kitab Wahyu secara penggal-penggal tentang Yesus Kristus.

Memilih-milih ayat yang disukai (misalnya Wahyu 12, 19, 22) adalah kebodohan di hadapan Tuhan di zaman sekarang.

Kita hidup di masa di mana Kristus telah pergi kepada Bapa, dan Roh Kudus mewahyukan, tetapi banyak yang memilih-milih pewahyuan sesuai keinginan diri sendiri, yang merupakan hal yang celaka.

Berbahagialah dan diberkatilah orang yang menaati hukum Allah. Kitab Amsal (Salomo) dan Kitab Wahyu (Yohanes) mengkonfirmasi bahwa menaati membawa kebahagiaan.

Tuhan ingin kita mengetahui zaman di mana kita hidup. Percaya pada apa yang Yesus katakan, bahwa Dia akan kembali.

Percaya adalah aspek penampilan pada jiwa. Jika tidak percaya seutuhnya dan pilih-pilih, iman yang utuh yang Tuhan taruh dalam roh tidak akan tampil sempurna pada jiwa. Orang yang tidak percaya disebut bimbang, yang merupakan aspek jiwa.

Roh memang penurut (abadi), tetapi daging lemah. Roh menuruti kehendak Tuhan.

Jika orang tidak dapat melihat apa yang Tuhan sedang lakukan, mereka akan sangat diberkati ketika mereka memperhatikan apa yang Dia ungkapkan.


  • Kehidupan di Masa Kini dan Penggenapan Harapan Pahlawan Iman

Kita hidup di masa di mana pewahyuan Yesus Kristus menjadi jelas.

Para hamba Tuhan dan pahlawan iman sebelumnya (misalnya Abraham) melihat janji-janji Tuhan tetapi tidak sempurna tanpa kita, karena penggenapannya ada pada masa kita.

Mereka rela mati karena mereka melihat dalam iman bahwa Roh Kudus akan beroperasi, mengendalikan, dan memimpin hidup kita di masa depan. Harapan merekalah yang membuat mereka tenang meninggalkan dunia ini.

Abraham mati tanpa memperoleh apa-apa di masa hidupnya, bahkan sebuah bangsa pun belum dibangun, tetapi dia percaya akan janji Tuhan bahwa dia akan menjadi sebuah bangsa dan melihat dalam iman generasi tersebut.

Kita harus memenuhi harapan para pahlawan iman tersebut.


  • Roh Kudus Tanpa Batas

Roh Kudus adalah Roh Kudus tanpa batas yang telah bekerja dengan Allah dan Kristus. Sekarang, orang percaya memiliki Roh Kudus yang sama tanpa batas ini.

Yesus tidak pernah menjadi misteri karena dijamin oleh Tuhan bahwa yang Dia kirim, yang kita miliki, yang bekerja dan memimpin kita adalah Roh Kudus yang sama tanpa batas.

Banyak orang tidak menyadari kekayaan yang mereka miliki dalam Roh Kudus tanpa batas ini, seperti orang kaya yang hanya menggunakan sedikit uangnya atau petani yang membeli truk 32 ton untuk mengangkut satu kuintal hasil bumi. Mereka membatasi Roh Kudus.

Gerakan Pentakosta lenyap karena mereka menyetop (membatasi) Roh Kudus dan berpusat pada karunia-karunia (seperti glossolalia/bahasa roh sebagai bukti keselamatan). Ini disebut "api asing". Nadab dan Abihu mati disambar api oleh Tuhan karena membawa api asing. Semangat seseorang harus diperiksa asalnya.


  • Pewahyuan Yohanes di Patmos dan Pengertian Rohani

Yohanes ditangkap dan berada di pulau Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian Yesus, pada masa Kaisar Nero.

Kitab Wahyu menggunakan bahasa sandi (misalnya "binatang" untuk Kaisar Nero) yang dimengerti oleh ketujuh jemaat. Hikmat Allah memungkinkan Yohanes menulis hal-hal yang sudah dimengerti oleh jemaat.

Yohanes dikuasai oleh Roh pada Hari Tuhan. "Hari Tuhan" adalah berbicara tentang waktu Allah dalam alam kekekalan, dari kekekalan sampai kekekalan. Yohanes mendengar suara nyaring seperti bunyi sangkakala dari belakangnya. Ini bukan suara lahiriah atau jasmani. Suara dari belakang itu berbicara tentang suara dari dalam batinmu, yang mengandung tujuan dan pengertian. Suara itu adalah Tuhan dari dalam batinmu.

Ketika Yohanes "berpaling untuk melihat suara", ini adalah hal yang spiritual, bukan gerakan fisik. Dia memeriksa dari dalam dirinya apakah itu suara pikiran atau hati nurani.

Dia melihat tujuh kaki dian dari emas, yang melambangkan angka kesempurnaan (7) tentang pribadi Allah, tindakan Allah, dan pengampunan Allah. Ini adalah penglihatan spiritual.

Kitab Wahyu tidak bisa ditafsirkan dengan akal pikiran; membutuhkan Roh Kudus yang tanpa batas.

  • Penebusan Utuh dan Mata Hati yang Terang

Orang percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan, yang merupakan jaminan penebusan yang menjadikan kita milik Allah.

Penebusan yang Yesus bayar adalah seutuhnya, bukan hanya pengampunan dosa, tetapi juga untuk bisa mengerti, memahami, dan mendapatkan penjelasan yang jelas dari Tuhan.

Paulus berdoa agar Allah memberikan roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar dan akurat, serta menjadikan mata hati (pengertian) terang.

Tuhan memiliki pengharapan bagi kita dan memanggil kita. Dia berharap kita mengerti apa yang Dia harapkan, bukan hanya melakukan banyak mukjizat.

Tuhan berharap kita mengerti betapa kayanya kemuliaan bagian yang telah ditentukannya (ditakdirkan) bagi orang kudus. Banyak orang meminta hal-hal kecil (picisan) dari Roh Kudus. Betapa hebatnya kuasa Tuhan bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Kuasa ini sama dengan yang membangkitkan Kristus dari kematian dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan Allah.

Kuasa ini mengubah hidup kita dan menempatkan kita jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kekuasaan, dan kerajaan, bukan hanya di dunia ini tetapi juga di dunia yang akan datang.

Segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Kristus. Karena kita manunggal dengan Kristus, segala sesuatu juga ada di bawah kaki kita.

Doa yang kuat adalah memohon agar Tuhan membuka mata hati kita, memancarkan terang kebenaran-Nya, dan menyingkapkan kekayaan kemuliaan warisan yang sudah ditakdirkan.

Di surga, kita bukan menjadi asisten, melainkan termasuk dalam Anak Domba dan duduk bersama di takhta Allah dan Anak Domba. Kita tidak pernah menjadi asisten karena Allah tidak mengingkari janji-Nya dan Yesus memberikan Roh Kudus yang sama yang akan menjadikan kita duduk bersama-sama. Dalam hukum Yahudi, suami dan istri menjadi satu.


  • Tingkat Penglihatan dan Kehendak Tuhan

Wahyu pasal 1 adalah kunci yang akan membuka semua wahyu yang lain.

Yohanes melihat pintu terbuka di surga dan dipanggil untuk "naiklah kemari" untuk ditunjukkan apa yang akan terjadi sesudah ini. Ini berarti melihat apa yang akan terjadi pada hidup kita sendiri.

Pada level awal (Wahyu 1), Yohanes melihat keburukan dan hal-hal yang rusak dari gereja-gereja.

Ketika naik level (Wahyu 4), pandangan akan berubah; tidak ada lagi tujuh gereja yang cacat, melainkan terlihat takhta. Ini adalah realitas yang suatu hari akan terwujud di bumi.

Fokus pada masalah gereja adalah level yang lebih rendah; Tuhan ingin kita melihat tingkat penglihatan yang lebih tinggi, yaitu takhta. Wahyu 22 menunjukkan tingkat takhta yang lebih tinggi lagi.

Banyak hal dalam alam dan kerangka waktu kekekalan yang belum terwujud di bumi ini. Allah berjanji akan menjadikan langit baru dan bumi baru yang berisi kebenaran.

Jangan memaksakan hal-hal terjadi pada masa kita; Roh Kudus tahu waktunya (timing-nya). Para pahlawan iman tetap teguh meskipun tidak menerima janji di masa mereka karena mereka melihat dalam kerangka waktu kekekalan dan percaya kebenaran itu akan bermanifestasi.


  • Tidak Takut Mati dan Memahami Destiny

Banyak orang takut mati dan mencari segala cara untuk menghindarinya.

Para hamba Tuhan besar seperti Watsmany dan George Whitefield meninggal muda (umur 55-56) tetapi mereka teguh dan kuat karena mereka sudah melihat dan mengerti, mata hati mereka sudah terang.

Iman adalah seperti panca indra ke alam waktu (kerangka waktu) Allah, memungkinkan mereka melihat masa depan.

Pemahaman tentang destiny (tujuan hidup) menghilangkan ketakutan akan kematian. Jika destiny sudah tercapai di usia tertentu, tidak perlu berharap hidup lebih lama tanpa tujuan.

Roh Kudus menunjukkan apa yang akan segera terjadi di bumi ini dan membantu kita menyesuaikan diri dengan waktu dan zaman.


  • Pelayanan dan Keintiman dengan Roh Kudus

Ketika melayani (misalnya di acara penghiburan), fokus harus pada memberikan penghiburan yang sejati, bukan justru menambah duka.

Seorang hamba Tuhan tidak boleh diatur-atur mengenai topik atau penekanan khotbah, karena ini bisa berbahaya.

Jangan punya ambisi untuk menjadi hamba Tuhan, karena cobaan dan pencobaannya tinggi dan makin halus.

Penceramah menolak diatur dan bahkan pernah di-blacklist dari gereja karena menyampaikan kebenaran, bukan karena ingin membuat masalah. Ini dianggap "merdeka" dari beban.

Jangan atur Roh Kudus, berbahaya jika mengatur-Nya. Orang yang menghalangi Roh Kudus sering berkata "Roh Kudus belum ngomong apa-apa" karena mereka sedang berpikir dan mengulas sendiri.

Hidup dalam Roh Kudus itu sederhana; Roh Kudus adalah pribadi yang harus diakrabi. Keintiman dengan Roh Kudus akan buyar jika kita mulai memanfaatkan Dia.






Postingan populer dari blog ini

Upper Room 2 - DR. Jonathan David

Menjalani kehidupan Roh Living the life of the Spirit Pendahuluan Kita tidak boleh pasif dan membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. di masa pandemi yang sudah 1,5tahun lewat harusnya terus menantikan Tuhan dan mengharapkan terjadi sesuatu yang luarbiasa. Kita harus tau apa yang Tuhan sedang kerjakan menurut agenda-Nya di waktu-waktu ini. Tidak cukup hanya mengenal Tuhan, tanpa mengetahui apa yang sedang dikerjakan-Nya. Dan Ia telah sampaikan kepada nabi dan rasul-Nya apa yang sedang dan segera terjadi di bukan Apri-September 2021 ini. Kita harus menjadi bagian dari apa yang Tuhan kerjakan. Jika kita tidak menantikan Tuhan dan membiarkan diri kita dibawa oleh pemikiran sendiri, yang dipengaruhi oleh opini orang atau dari media, maka apa yang ada pada kita dan kita terima selama ini, otomatis akan hilang dan diambil. Jangan biarkan selama zoom untuk ibadah / komsel itu tanpa kita alami benih yang mengandung kuasa dari firman lewat dan diambil oleh setan di pinggir jalan.   Tu...

GALATIA 1:10-24 KELUAR DARI HIDUP YANG SIA-SIA

Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?  Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebagai seorang rasul Tuhan, Paulus mengambil SIKAP TEGAS untuk tidak mencari perkenanan manusia. Tujuannya adalah melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan menggenapinya. gbr: knowing-jesus.com Ini adalah suatu MASALAH SERIUS dalam hubungan kita dengan Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu. Ketika kita mulai mengandalkan orang dalam hidup kita atau dalam melayani Tuhan, maka kita akan mulai kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Saul sangat mengutamakan orang Israel dibandingkan Tuhan. Ketika Samuel terlambat sedikit datang ke Gilgal, Saul menjadi tidak taat dan mempersembahkan korban bakaran sendiri; karena ia melihat rakyat mulai meninggalkannya. Walau pun Samuel menegurnya dan mengecam perbuatannya yang bodoh, Saul tidak menyesal.  Saul juga...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

Misteri Penciptaan, Kejatuhan, dan Pengadilan Akhir Diungkapkan

Pengantar Seluruh teka-teki penciptaan, kejatuhan, dan pengadilan akhir diungkapkan lewat kisah Ayub. Tuhan berhasil memancing iblis lewat gagasannya sendiri untuk mencobai Ayub. Dari situ terungkap motifnya, bagaimana ia berusaha menawan dan mengunci sistem peradilan sorga untuk pemberontakannya. Anda sedang melihat cetak biru alam semesta dari sudut pandang ruang kendali utama (The Master Plan) atau Rencana Agung Tuhan.  Monumen Iman Tokoh iman yang luarbiasa kesalehannya adalah Ayub. Ia nyaris memiliki iman yang sempura. Kesalehannya justru terbukti ketika berada di titik nol. Walaupun teman-temannya bukan memberi nasehat yang positif; melainkan menuduhnya menyembunyikan dosa besar, sehingga mengalami banyak malapetaka, Ayub tidak teralihkan.  Meskipun isterinya juga mengecamnya dengan kasar, tapi Ayub tetap teguh imannya. Seakan Ayub sudah sempurna. Dalam peristiwa tragis ini tidak ada ucapan Ayub yang salah. Ayub memang berdiri sebagai monumen iman yang luar biasa di dal...

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

Sinergi Iman dan Kasih Karunia

Efesus 2:8 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  Peristiwa wanita yang sakit pendarahan sangat tepat untuk menjelaskan Sinergi: Diselamatkan "Oleh" Kasih Karunia "Melalui" Iman Dalam kasus wanita yang sakit pendarahan, iman dianalogikan sebagai akun bank. Percaya dalam jiwa wanita adalah ceknya. Jumlahnya adalah "asal kujamah ujung jubah Yesus, maka aku sembuh." Kasih karunia adalah hasil yang keluar dari Yesus, ditarik dari akun bank itu (iman pada Yesus). Namun jumlah yang ditarik ternyata bukan seperti yang tertulis pada cek wanita itu, tapi jauh berlebih. Wanita itu bukan saja menerima kesembuhan, tapi Yesus juga berkata:  " Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" M arkus 5:34 (TB)  Analogi akun bank dan cek  menggambarkan sisi "legal-spiritual" dari mukjizat tersebut. Ini memperlihatkan bagaimana...

Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir (Bagian 2 - UR #218)

THE UPPER ROOM 218 – 27 Januari 2026 Kasih Karunia Untuk Mengejar Takdir Tanpa Gangguan (Bagian 2) 1. Panggilan untuk Membangun Mezbah dan Menyelami Roh ​ Membangun Mezbah : Setiap orang percaya dipanggil untuk membangun mezbah dan mempersembahkan korban agar Allah turun dengan api-Nya. ​ Sungai yang Dalam : Tuhan sedang mengukur "seribu hasta lagi" agar kita dapat menjelajahi sungai Allah yang semakin dalam, sehingga tidak ada lagi pergumulan di dalam hati. ​ Pola Pikir Kerajaan : Tuhan ingin kita memiliki pola pikir, gaya hidup, dan perilaku yang sesuai dengan pola Kerajaan Allah. ​2. Belajar dari Tokoh Alkitab: Ketaatan dan Identitas ​ Daniel : Ia bangkit di tengah budaya asing karena mengenal Tuhan, mengetahui panggilannya, dan memahami apa yang perlu dilakukan. ​ Ester : Tuhan memiliki kasih karunia yang berbeda untuk orang yang berbeda; Ester dipakai melalui cara yang bagi sebagian orang dianggap "tidak rohani". ​ Elia : ​Kekua...

Upper Room 34 - DR. Jonathan David

  25-01-2022   Anugerah Untuk Memerintah (GRACE TO GOVERN) Pendahuluan – oleh Ps. Cyrus Mat 13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." Problemnya bukan pada kebutuhan tapi pada tanahnya. Jika tanahnya baik, benih akan tumbuh, sebab ada aliran air, karena ada benih yang cerdas yang telah diprogram (dengan pengertian dan hikmat). Kuasa dan kekuatan serta kasih karunia tersembunyi di dalam FT (logos) itu.   Tanah hanya memerlukan kondisi, tidak memerlukan edukasi oleh karena digerakkan oleh sesuatu (Firman dan Roh Kudus) dari dalam yang dipanggil terang Tuhan dan pribadi Tuhan sendiri (Yoh 1:1).   Mengapa tidak kita menerima firman-Nya dan perkataan-Nya dari pribadi Tuhan (YHWH) sendiri. Banyak orang yang suka mendengarkan khotbah yang baik, tapi Kerajaan Allah dan pemerintahan-Nya tidak tertam...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...