Langsung ke konten utama

Pra TLC 2025 Sesi 4: Understanding the Book of Revelation

Understanding the Book of Revelation: Revealing Christ - Ps. Djonny Tambunan

Sesi pengajaran ini membahas secara mendalam Kitab Wahyu. Pembicara menekankan bahwa Wahyu adalah wahyu Yesus Kristus yang utuh, bukan tentang ketakutan, melainkan tentang penyingkapan diri Kristus. Diskusi juga mencakup pentingnya hidup selaras dengan pewahyuan Tuhan dan peran Roh Kudus yang tidak terbatas dalam menyingkapkan kebenaran. Selain itu, pembicara mengkritik praktik keagamaan yang membatasi Roh Kudus dan mendorong pendengarnya untuk memiliki pemahaman yang akurat tentang Kitab Suci melalui penerangan mata hati.





Berikut adalah catatan lengkapnya:

Yesus Kristus yang Utuh dan Nubuatan

Kita hidup di masa pewahyuan Yesus Kristus yang utuh. Kitab Wahyu adalah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepadanya untuk ditunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Pewahyuan ini disampaikan melalui malaikat yang diutus kepada Yohanes, yang kemudian diperintahkan untuk menuliskannya.

Banyak hal dalam Kitab Wahyu (pasal 1-22) adalah nubuatan.

Berbahagialah orang yang membacakan, mendengarkan, dan menuruti kata-kata nubuat ini, karena waktunya sudah dekat.

Hidup selaras dengan Tuhan hanya bisa terjadi apabila seseorang menuruti apa yang tertulis dalam pewahyuan tentang Yesus Kristus.

Kitab Wahyu tidak berbicara tentang ketakutan; Roh Kudus (Penghibur) tidak akan memberikan ketakutan, melainkan penghiburan.

Segala sesuatu yang tertulis di Kitab Wahyu menyingkapkan tentang Yesus Kristus, termasuk wanita Izebel dan iblis yang dibelenggu. Banyak orang salah mengira bahwa pembelengguan iblis adalah pewahyuan tentang iblis, padahal itu adalah pewahyuan tentang pribadi Yesus Kristus.

Seorang malaikat biasa dapat membelenggu iblis, menunjukkan bahwa tidak perlu berteriak-teriak untuk membelenggu iblis atau membayangkan belenggu fisik; ini adalah hal yang spiritual, bukan lahiriah atau jasmani.


  • Pentingnya Wahyu dan Bahaya Memilih-milih

Amsal 29:18 menyatakan bahwa bila tidak ada wahyu dari Tuhan dan firman-Nya, orang-orang menjadi tidak terkendali (liar/binasa). Hidup akan tidak terkendali jika hanya melihat Kitab Wahyu secara penggal-penggal tentang Yesus Kristus.

Memilih-milih ayat yang disukai (misalnya Wahyu 12, 19, 22) adalah kebodohan di hadapan Tuhan di zaman sekarang.

Kita hidup di masa di mana Kristus telah pergi kepada Bapa, dan Roh Kudus mewahyukan, tetapi banyak yang memilih-milih pewahyuan sesuai keinginan diri sendiri, yang merupakan hal yang celaka.

Berbahagialah dan diberkatilah orang yang menaati hukum Allah. Kitab Amsal (Salomo) dan Kitab Wahyu (Yohanes) mengkonfirmasi bahwa menaati membawa kebahagiaan.

Tuhan ingin kita mengetahui zaman di mana kita hidup. Percaya pada apa yang Yesus katakan, bahwa Dia akan kembali.

Percaya adalah aspek penampilan pada jiwa. Jika tidak percaya seutuhnya dan pilih-pilih, iman yang utuh yang Tuhan taruh dalam roh tidak akan tampil sempurna pada jiwa. Orang yang tidak percaya disebut bimbang, yang merupakan aspek jiwa.

Roh memang penurut (abadi), tetapi daging lemah. Roh menuruti kehendak Tuhan.

Jika orang tidak dapat melihat apa yang Tuhan sedang lakukan, mereka akan sangat diberkati ketika mereka memperhatikan apa yang Dia ungkapkan.


  • Kehidupan di Masa Kini dan Penggenapan Harapan Pahlawan Iman

Kita hidup di masa di mana pewahyuan Yesus Kristus menjadi jelas.

Para hamba Tuhan dan pahlawan iman sebelumnya (misalnya Abraham) melihat janji-janji Tuhan tetapi tidak sempurna tanpa kita, karena penggenapannya ada pada masa kita.

Mereka rela mati karena mereka melihat dalam iman bahwa Roh Kudus akan beroperasi, mengendalikan, dan memimpin hidup kita di masa depan. Harapan merekalah yang membuat mereka tenang meninggalkan dunia ini.

Abraham mati tanpa memperoleh apa-apa di masa hidupnya, bahkan sebuah bangsa pun belum dibangun, tetapi dia percaya akan janji Tuhan bahwa dia akan menjadi sebuah bangsa dan melihat dalam iman generasi tersebut.

Kita harus memenuhi harapan para pahlawan iman tersebut.


  • Roh Kudus Tanpa Batas

Roh Kudus adalah Roh Kudus tanpa batas yang telah bekerja dengan Allah dan Kristus. Sekarang, orang percaya memiliki Roh Kudus yang sama tanpa batas ini.

Yesus tidak pernah menjadi misteri karena dijamin oleh Tuhan bahwa yang Dia kirim, yang kita miliki, yang bekerja dan memimpin kita adalah Roh Kudus yang sama tanpa batas.

Banyak orang tidak menyadari kekayaan yang mereka miliki dalam Roh Kudus tanpa batas ini, seperti orang kaya yang hanya menggunakan sedikit uangnya atau petani yang membeli truk 32 ton untuk mengangkut satu kuintal hasil bumi. Mereka membatasi Roh Kudus.

Gerakan Pentakosta lenyap karena mereka menyetop (membatasi) Roh Kudus dan berpusat pada karunia-karunia (seperti glossolalia/bahasa roh sebagai bukti keselamatan). Ini disebut "api asing". Nadab dan Abihu mati disambar api oleh Tuhan karena membawa api asing. Semangat seseorang harus diperiksa asalnya.


  • Pewahyuan Yohanes di Patmos dan Pengertian Rohani

Yohanes ditangkap dan berada di pulau Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian Yesus, pada masa Kaisar Nero.

Kitab Wahyu menggunakan bahasa sandi (misalnya "binatang" untuk Kaisar Nero) yang dimengerti oleh ketujuh jemaat. Hikmat Allah memungkinkan Yohanes menulis hal-hal yang sudah dimengerti oleh jemaat.

Yohanes dikuasai oleh Roh pada Hari Tuhan. "Hari Tuhan" adalah berbicara tentang waktu Allah dalam alam kekekalan, dari kekekalan sampai kekekalan. Yohanes mendengar suara nyaring seperti bunyi sangkakala dari belakangnya. Ini bukan suara lahiriah atau jasmani. Suara dari belakang itu berbicara tentang suara dari dalam batinmu, yang mengandung tujuan dan pengertian. Suara itu adalah Tuhan dari dalam batinmu.

Ketika Yohanes "berpaling untuk melihat suara", ini adalah hal yang spiritual, bukan gerakan fisik. Dia memeriksa dari dalam dirinya apakah itu suara pikiran atau hati nurani.

Dia melihat tujuh kaki dian dari emas, yang melambangkan angka kesempurnaan (7) tentang pribadi Allah, tindakan Allah, dan pengampunan Allah. Ini adalah penglihatan spiritual.

Kitab Wahyu tidak bisa ditafsirkan dengan akal pikiran; membutuhkan Roh Kudus yang tanpa batas.

  • Penebusan Utuh dan Mata Hati yang Terang

Orang percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan, yang merupakan jaminan penebusan yang menjadikan kita milik Allah.

Penebusan yang Yesus bayar adalah seutuhnya, bukan hanya pengampunan dosa, tetapi juga untuk bisa mengerti, memahami, dan mendapatkan penjelasan yang jelas dari Tuhan.

Paulus berdoa agar Allah memberikan roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar dan akurat, serta menjadikan mata hati (pengertian) terang.

Tuhan memiliki pengharapan bagi kita dan memanggil kita. Dia berharap kita mengerti apa yang Dia harapkan, bukan hanya melakukan banyak mukjizat.

Tuhan berharap kita mengerti betapa kayanya kemuliaan bagian yang telah ditentukannya (ditakdirkan) bagi orang kudus. Banyak orang meminta hal-hal kecil (picisan) dari Roh Kudus. Betapa hebatnya kuasa Tuhan bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya. Kuasa ini sama dengan yang membangkitkan Kristus dari kematian dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan Allah.

Kuasa ini mengubah hidup kita dan menempatkan kita jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kekuasaan, dan kerajaan, bukan hanya di dunia ini tetapi juga di dunia yang akan datang.

Segala sesuatu telah diletakkan di bawah kaki Kristus. Karena kita manunggal dengan Kristus, segala sesuatu juga ada di bawah kaki kita.

Doa yang kuat adalah memohon agar Tuhan membuka mata hati kita, memancarkan terang kebenaran-Nya, dan menyingkapkan kekayaan kemuliaan warisan yang sudah ditakdirkan.

Di surga, kita bukan menjadi asisten, melainkan termasuk dalam Anak Domba dan duduk bersama di takhta Allah dan Anak Domba. Kita tidak pernah menjadi asisten karena Allah tidak mengingkari janji-Nya dan Yesus memberikan Roh Kudus yang sama yang akan menjadikan kita duduk bersama-sama. Dalam hukum Yahudi, suami dan istri menjadi satu.


  • Tingkat Penglihatan dan Kehendak Tuhan

Wahyu pasal 1 adalah kunci yang akan membuka semua wahyu yang lain.

Yohanes melihat pintu terbuka di surga dan dipanggil untuk "naiklah kemari" untuk ditunjukkan apa yang akan terjadi sesudah ini. Ini berarti melihat apa yang akan terjadi pada hidup kita sendiri.

Pada level awal (Wahyu 1), Yohanes melihat keburukan dan hal-hal yang rusak dari gereja-gereja.

Ketika naik level (Wahyu 4), pandangan akan berubah; tidak ada lagi tujuh gereja yang cacat, melainkan terlihat takhta. Ini adalah realitas yang suatu hari akan terwujud di bumi.

Fokus pada masalah gereja adalah level yang lebih rendah; Tuhan ingin kita melihat tingkat penglihatan yang lebih tinggi, yaitu takhta. Wahyu 22 menunjukkan tingkat takhta yang lebih tinggi lagi.

Banyak hal dalam alam dan kerangka waktu kekekalan yang belum terwujud di bumi ini. Allah berjanji akan menjadikan langit baru dan bumi baru yang berisi kebenaran.

Jangan memaksakan hal-hal terjadi pada masa kita; Roh Kudus tahu waktunya (timing-nya). Para pahlawan iman tetap teguh meskipun tidak menerima janji di masa mereka karena mereka melihat dalam kerangka waktu kekekalan dan percaya kebenaran itu akan bermanifestasi.


  • Tidak Takut Mati dan Memahami Destiny

Banyak orang takut mati dan mencari segala cara untuk menghindarinya.

Para hamba Tuhan besar seperti Watsmany dan George Whitefield meninggal muda (umur 55-56) tetapi mereka teguh dan kuat karena mereka sudah melihat dan mengerti, mata hati mereka sudah terang.

Iman adalah seperti panca indra ke alam waktu (kerangka waktu) Allah, memungkinkan mereka melihat masa depan.

Pemahaman tentang destiny (tujuan hidup) menghilangkan ketakutan akan kematian. Jika destiny sudah tercapai di usia tertentu, tidak perlu berharap hidup lebih lama tanpa tujuan.

Roh Kudus menunjukkan apa yang akan segera terjadi di bumi ini dan membantu kita menyesuaikan diri dengan waktu dan zaman.


  • Pelayanan dan Keintiman dengan Roh Kudus

Ketika melayani (misalnya di acara penghiburan), fokus harus pada memberikan penghiburan yang sejati, bukan justru menambah duka.

Seorang hamba Tuhan tidak boleh diatur-atur mengenai topik atau penekanan khotbah, karena ini bisa berbahaya.

Jangan punya ambisi untuk menjadi hamba Tuhan, karena cobaan dan pencobaannya tinggi dan makin halus.

Penceramah menolak diatur dan bahkan pernah di-blacklist dari gereja karena menyampaikan kebenaran, bukan karena ingin membuat masalah. Ini dianggap "merdeka" dari beban.

Jangan atur Roh Kudus, berbahaya jika mengatur-Nya. Orang yang menghalangi Roh Kudus sering berkata "Roh Kudus belum ngomong apa-apa" karena mereka sedang berpikir dan mengulas sendiri.

Hidup dalam Roh Kudus itu sederhana; Roh Kudus adalah pribadi yang harus diakrabi. Keintiman dengan Roh Kudus akan buyar jika kita mulai memanfaatkan Dia.






Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...