Langsung ke konten utama

The Cost of Legacy Transfer (UR #234)


Ini adalah rangkuman khotbah Dr. Tunde Bakare pada konferensi ISAAC 2025 yang menyoroti pentingnya transfer warisan rohani atau legacy antar generasi. Melalui kisah nabi Elia dan Elisa, ditekankan bahwa menerima tongkat estafet kepemimpinan memerlukan kesetiaan, fokus, dan pengorbanan yang besar. Dr. Bakare juga memberikan penghormatan mendalam kepada Dr. Jonathan David dan istrinya atas dedikasi pelayanan mereka meskipun dalam kondisi kesehatan yang menantang. Prinsip penghormatan ganda menjadi poin utama, di mana jemaat didorong untuk menghargai pemimpin mereka bukan hanya dengan sikap, tetapi juga melalui tindakan nyata. Penulis menegaskan bahwa warisan sejati tidak dapat dibeli dengan uang, melainkan diperoleh melalui penyucian hati dan pengabdian yang tulus kepada Tuhan. Terakhir, pesan ini mengajak setiap individu untuk menjadi penatalayan yang bertanggung jawab agar dampak pelayanan mereka dapat terus berlanjut bagi generasi mendatang.


Berikut adalah catatan ringkas dari sesi "The Cost of Legacy Transfer" oleh Dr. Tunde Bakare:

Inti dari Transfer Warisan (Legacy Transfer)

  • Transfer warisan tidaklah murah; harganya sangat mahal.
  • Tujuan utama dari proses ini bukan untuk menggalang dana, melainkan untuk membangun manusia.
  • Para peserta diharapkan menjadi orang-orang yang membawa Firman Tuhan maju dan melihat buah dari apa yang telah ditabur dalam hidup mereka.

Tahapan Perjalanan Elia dan Elisa (2 Raja-raja 2)

Perjalanan dari Gilgal menuju Yordan menggambarkan proses persiapan hati untuk menerima warisan:

  1. Gilgal (Tempat Penyunatan): Ini adalah titik awal di mana hati harus disunat agar menjadi peka secara roh. Tanpa sunat hati, seseorang tidak dapat sepenuhnya beroperasi dalam perjanjian Tuhan.
  2. Betel dan Yerikho: Tempat-tempat di mana rombongan nabi berada, namun mereka hanya menjadi penonton yang memiliki pengetahuan tanpa tindakan.
  3. Sungai Yordan (Tempat Kematian): Melambangkan keharusan untuk "mati" terhadap diri sendiri sebelum bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi.
  4. Menjadi Pelaku, Bukan Penonton: Banyak orang hanya mengumpulkan wahyu terbaru tanpa kesediaan untuk membayar harganya.

Permintaan Elisa: Porsi Ganda

  • Elisa tidak meminta pengurapan dua kali lipat, melainkan porsi ganda dari roh Elia, yang merupakan bejana hikmat dan kapasitas untuk memimpin.
  • Syarat untuk menerima warisan ini adalah fokus dan keselarasan: "Jika engkau dapat melihat aku terangkat."
  • Setelah menerima jubah Elia, Elisa menunjukkan penghormatan dengan berseru, "Di manakah TUHAN, Allah Elia?", yang menunjukkan bahwa legacy tersebut telah berhasil dialihkan melalui penghormatan kepada mentornya.

Kepemimpinan dan Pengorbanan

  • Pemimpin besar seringkali mengorbankan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri demi kemenangan umatnya.
  • Meskipun dalam keadaan lemah atau sakit, seorang pemimpin seperti Elisa tetap memberikan strategi kemenangan bagi generasi berikutnya (Raja Yoas).
  • Warisan Elisa tidak terkubur di liang lahat; ia menyebarkannya melalui strategi "anak panah" yang melambangkan generasi muda (Mazmur 127).

5 Harga yang Harus Dibayar untuk Menerima Legacy

  1. Penghormatan (Honor): Penghormatan bukan sekadar sujud, tetapi memberikan sesuatu yang berharga kepada hamba Tuhan sebagai bentuk "penghormatan ganda" bagi mereka yang mengajar Firman.
  2. Jangan Meremehkan Benih: Kesetiaan dalam perkara kecil (seperti benih mangga yang kecil namun bisa menjadi hutan) menentukan kesetiaan dalam perkara besar.
  3. Melepaskan Keterikatan pada Uang: Tidak ada yang akan memberikan warisan sejati jika seseorang terus berpegang teguh pada uangnya dan tidak rela melepaskannya.
  4. Kesetiaan pada Milik Orang Lain: Jika seseorang tidak setia pada apa yang menjadi hak atau milik orang lain (seperti dalam sebuah jaringan pelayanan), ia tidak akan dipercayakan dengan miliknya sendiri.
  5. Mencabut Cinta akan Uang: Seseorang tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon secara bersamaan; cinta akan uang harus dicabut dari hati untuk menerima warisan kekal yang mengubah bangsa.

Q&A Page

1. Bagaimana Melakukan Sunat Hati agar peka secara roh?

Melakukan sunat hati agar peka secara roh adalah proses spiritual yang fundamental sebelum seseorang dapat menerima transfer warisan (legacy) dan beroperasi dalam perjanjian Tuhan. Berikut adalah langkah-langkah dan prinsip untuk melakukan sunat hati:

  • Datang kepada Tuhan dengan Kerendahan Hati: Seperti contoh Raja Daud, setelah ia gagal dalam hubungannya dengan Batsyeba, ia datang kepada Tuhan dan secara spesifik memohon, "Sunatlah hatiku". Ini menunjukkan bahwa sunat hati dimulai dengan pengakuan akan kebutuhan spiritual dan permohonan langsung kepada Tuhan.
  • Melewati Pengalaman "Gilgal": Gilgal disebutkan sebagai tempat penyunatan. Secara spiritual, ini adalah titik awal perjalanan di mana hati harus disunat agar seseorang tidak hanya memiliki tanda lahiriah (seperti sunat fisik), tetapi benar-benar memiliki kepekaan roh untuk berjalan bersama pemimpin atau mentor spiritual,.
  • Menanggalkan "Kedagingan": Sunat hati digambarkan dengan analogi menarik kulit khatan ke belakang agar tidak lagi menutup. Secara rohani, ini berarti menarik atau memotong ego dan keinginan daging yang menghalangi seseorang untuk beroperasi sepenuhnya dalam ikat janji Tuhan,.
  • Mengalami Kelahiran Baru: Sunat hati berkaitan erat dengan dilahirkan kembali dari air dan Roh. Seseorang yang telah mengalami proses ini akan memiliki sifat dasar seperti angin—tidak mudah ditebak oleh musuh karena ia bergerak sesuai tuntunan Roh, bukan berdasarkan pola duniawi.
  • Mengalami "Kematian Diri" di Sungai Yordan: Untuk mencapai kepekaan roh yang lebih dalam, seseorang harus sampai ke "Yordan", yang melambangkan tempat kematian terhadap diri sendiri. Beliau menyatakan bahwa seseorang tidak dapat benar-benar hidup secara roh atau naik ke tingkat yang lebih tinggi kecuali ia bersedia untuk "mati" terhadap keinginan pribadinya.
  • Mencabut Cinta akan Uang: Bagian dari menyunat hati adalah mencabut cinta akan uang (Mamon) dari dalam hati. Seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan; oleh karena itu, hati harus dibersihkan dari ketamakan agar dapat menerima warisan kekal yang mampu mengubah bangsa.

Dengan melakukan sunat hati, seseorang tidak lagi menjadi "penonton" yang hanya memiliki pengetahuan tanpa tindakan, melainkan menjadi pelaku yang peka terhadap gerakan Roh Kudus.

2. Mengapa Elisa meminta porsi ganda roh Elia, bukan pengurapan ganda?

Elisa secara spesifik meminta porsi ganda dari roh Elia, bukan sekadar pengurapan ganda, karena alasan-alasan berikut:

  • Roh sebagai Bejana Hikmat: Dr. Tunde Bakare menjelaskan bahwa roh adalah bejana hikmat. Elisa tidak meminta kuantitas pengurapan, melainkan kapasitas batiniah dan kebijaksanaan yang dimiliki mentornya.
  • Kapasitas untuk Memimpin: Elisa menyadari besarnya tanggung jawab yang dipikul Elia. Ia meminta porsi ganda karena ia merasa butuh kapasitas ganda untuk bisa berada di posisi Elia dan melanjutkan kepemimpinannya.
  • Melakukan Hal yang Lebih Besar: Elisa memiliki ambisi spiritual untuk melakukan hal-hal yang lebih hebat daripada yang telah dilakukan Elia selama hidupnya, sehingga ia membutuhkan kapasitas roh yang jauh lebih besar.
  • Pembeda antara "Kereta" dan "Kereta-kereta": Bukti bahwa Elisa menerima porsi ganda ini terlihat saat kematiannya. Jika Elia dijemput oleh satu kereta berapi (tunggal), Raja Yoas bersaksi bahwa Elisa adalah "kereta-kereta (jamak) Israel", yang menunjukkan peningkatan kapasitas dan dampak yang ia terima dari roh tersebut.

Dr. Bakare menegaskan bahwa banyak orang keliru mengkhotbahkannya sebagai "urapan dua kali lipat", padahal permintaan Elisa sebenarnya berkaitan dengan hikmat, kapasitas, dan posisi kepemimpinan yang terkandung dalam roh Elia.


3. Jelaskan strategi anak panah untuk mewariskan legacy ke generasi muda?

Strategi anak panah merupakan metode simbolis dan praktis yang digunakan untuk mentransfer warisan (legacy) kepada generasi berikutnya, sebagaimana dicontohkan dalam interaksi antara Nabi Elisa dan Raja Yoas. Berikut adalah penjelasan mengenai strategi tersebut berdasarkan sumber:

  • Simbolisme Anak Panah sebagai Generasi Muda: Strategi ini berakar pada Mazmur 127, yang menyatakan bahwa anak-anak pada masa muda adalah seperti anak-anak panah di tangan pahlawan,. Anak panah melambangkan kekuatan dan jangkauan masa depan yang dikirim oleh generasi sebelumnya.
  • Impartasi melalui Penumpangan Tangan: Dalam prosesnya, seorang mentor atau pemimpin (seperti Elisa) meletakkan tangannya di atas tangan generasi muda (Raja Yoas) yang sedang memegang busur. Hal ini melambangkan perpindahan kapasitas, strategi, dan kuasa untuk meraih kemenangan, bahkan ketika sang mentor berada dalam kondisi lemah atau sakit,.
  • Membidik Jendela Timur (Masa Depan): Instruksi untuk membuka jendela ke arah timur dan memanah melambangkan "anak panah kemenangan dari TUHAN". Ini menunjukkan bahwa warisan yang diberikan bukan sekadar simbolis, melainkan strategi nyata untuk mengalahkan musuh di masa depan.
  • Tingkat Kesungguhan Menentukan Hasil: Elisa memerintahkan raja untuk memukulkan anak-anak panah itu ke tanah. Jumlah pukulan (tindakan) menentukan sejauh mana kemenangan akan diraih. Hal ini menekankan bahwa generasi muda harus memiliki antusiasme dan ketekunan dalam menggunakan strategi yang telah diwariskan; memukul hanya tiga kali dianggap kurang karena seharusnya dilakukan lebih banyak untuk kemenangan total,.
  • Distribusi Kolektif: Dr. Tunde Bakare menjelaskan bahwa warisan yang besar (seperti porsi ganda Elisa) seringkali terlalu berat untuk dipikul oleh satu orang saja. Oleh karena itu, strategi anak panah adalah tentang menyebarkan kuasa dan hikmat tersebut kepada banyak orang muda agar dampaknya bisa menjangkau masa depan secara lebih luas,.

Melalui strategi ini, seorang pemimpin memastikan bahwa apa yang ia bawa tidak terkubur bersamanya, melainkan terus hidup dan bekerja melalui "anak-anak panah" yang telah ia bidik dan lepaskan ke masa depan.

4. Bagaimana mencabut cinta akan uang dari hati?

Berdasarkan penjelasan Dr. Tunde Bakare tersebut, mencabut cinta akan uang dari hati adalah langkah krusial untuk bisa menerima warisan rohani (legacy) yang kekal. Berikut adalah cara-cara praktis dan spiritual untuk melakukannya:

  • Menyadari Bahwa Anda Tidak Bisa Mengabdi pada Dua Tuan: Langkah pertama adalah menyadari bahwa seseorang tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon secara bersamaan. Mamon diposisikan sebagai "tuan" yang bersaing dengan Tuhan, sehingga Anda harus membuat keputusan tegas untuk memilih mana yang akan dilayani.
  • Mempraktekkan Prinsip Penghormatan (Honor): Penghormatan bukan sekadar sikap fisik, melainkan tindakan memberikan sesuatu yang berharga kepada hamba Tuhan yang telah mengajar Firman. Memberikan "penghormatan ganda" kepada pemimpin yang melayani dengan baik adalah cara untuk melepaskan keterikatan hati pada materi.
  • Jangan Meremehkan "Benih" Kecil: Kesetiaan dalam perkara kecil menentukan kesetiaan dalam perkara besar. Jika seseorang merasa sulit melepaskan uang dalam jumlah kecil (misalnya $10), ia akan semakin sulit melakukannya saat menjadi kaya. Melatih diri untuk murah hati sejak dari hal kecil membantu mencabut akar ketamakan.
  • Belajar Melepaskan dengan Rela: Beliau menekankan bahwa transfer warisan itu sangat mahal dan tidak akan diberikan kepada mereka yang berpegang teguh pada uangnya dan tidak rela melepaskannya. Seseorang harus bersedia membayar harga materiil sebagai bagian dari proses pembangunan manusia, bukan sekadar penggalangan dana.
  • Setia pada Milik Orang Lain: Ketidaksetiaan terhadap apa yang menjadi hak atau milik orang lain (seperti dalam sebuah jaringan pelayanan) menghalangi seseorang untuk menerima warisannya sendiri. Menjaga integritas terhadap keuangan atau aset milik orang lain adalah bentuk latihan agar hati tidak dikuasai oleh keinginan memiliki secara tidak benar.
  • Memohon Kasih Karunia Tuhan: Pada akhirnya, mencabut cinta akan uang memerlukan intervensi ilahi. Anda perlu berdoa agar Tuhan menjamah hati dan memberikan kasih karunia untuk melakukan apa yang benar, sehingga hati dibersihkan dari segala bentuk kekejian dan ketamakan.

Dengan mencabut cinta akan uang, seseorang tidak akan lagi menggunakan warisan rohani untuk alasan yang salah dan siap menjadi saluran berkat yang mengubah bangsa.

Postingan populer dari blog ini

Conquering the Mountains of Governance and Political (UR #237)

Khotbah  Dr. Tunde Bakare dalam acara ISC 2025 membahas peran strategis orang percaya di gunung politik dan pemerintahan . Beliau menekankan pentingnya memiliki pola atau cetak biru ilahi serta karakter yang murni sebelum terlibat dalam kepemimpinan publik agar tidak tercemar oleh sistem dunia. Melalui berbagai rujukan Alkitab, ia menjelaskan bahwa Tuhan akan membangkitkan pemimpin-pemimpin profetik untuk menggantikan sistem yang korup dan menindas rakyat. Bakare juga membagikan pengalaman pribadinya di Nigeria tentang bagaimana kekuatan doa dan nubuat mampu mempengaruhi arah politik nasional serta menentang rezim yang tidak adil. Inti dari pesan ini adalah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang berani merebut kembali pengaruh di berbagai bidang budaya demi kesejahteraan bangsa. Narasi ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan yang takut akan Tuhan adalah kunci utama yang membedakan kemajuan suatu negara dari keterpurukannya. Berikut adalah c...

Peran Roh Kudus (MKS #49)

  "Manusia Kerajaan Sorga 49", berfokus pada rencana ilahi Allah bagi umat manusia dan bagaimana individu dapat menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak-Nya. Ditekankan bahwa orang percaya tidak boleh mengandalkan kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kuasa Roh Kudus dan Firman Allah untuk memenuhi takdir mereka. Ibadah JMD Bandung 2 Agustus 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 49 Poin-Poin Utama : Memahami Bahasa Allah: Papa menekankan pentingnya memahami "bahasa" Allah, mencatat bahwa Alkitab tidak boleh dilihat sebagai ayat-ayat yang terisolasi, tetapi sebagai satu rencana besar yang terpadu. Memahami firman dan menyelaraskan hidup dengan kehendak Allah memerlukan tuntunan Roh Kudus, bukan sekadar kemampuan akal. Roh Kudus sangat penting untuk wahyu yang sejati. Kuasa Firman: Firman memiliki kuasa bawaan untuk menggenapi dirinya sendiri. Manusia cukup percaya dan memberi ruang bagi kasih karunia Allah, bukan memaksakan dengan usaha sendiri seperti pola hukum Taurat. Or...

Kapasitas dan Potensi Spiritual (MKS #48)

Ps. Djonny  membahas konsep Manusia Kerajaan Sorga melalui tinjauan teologis atas janji Tuhan kepada Abraham dalam Kejadian 17 . Beliau menjelaskan bahwa identitas sebagai raja menurut definisi ilahi bukan didasarkan pada kekuasaan duniawi seperti Nimrod, melainkan pada kapasitas spiritual untuk memerintah melalui kebenaran dan ketaatan. Terdapat penekanan pada enam langkah Allah dalam Kejadian 1 , mulai dari memberkati hingga memberikan otoritas untuk menaklukkan bumi, sebagai pola bagi manusia untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia. Peran Roh Kudus dianggap krusial dalam memperluas pengaruh hidup seseorang agar mencapai kaliber dunia demi kemuliaan Tuhan. Melalui teladan Yesus, jemaat diajak untuk menyadari potensi ilahi dan warisan rohani mereka sebagai keturunan Abraham yang dipanggil untuk menyatakan otoritas surga. Ibadah JMD Bandung 26 Juli 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 48 Berikut adalah catatan selengkapnya dari materi "Manusia Kerajaan Sorga 48: Raja-Raja dari Ket...

Ikat Janji Allah (God's Covenant) dengan Abraham dan Keturunannya

Saat Teduh 26 Jan 2025 Kej 26:1  Maka timbullah kelaparan di negeri itu.  —  Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2  Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3  Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau,  4  Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5  karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." Kej 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan k...

BELAJAR DARI GEREJA EFESUS

Salah satu gereja yang dibangun rasul Paulus dari awalnya adalah jemaat Efesus. Gereja Efesus menjadi gereja yang perkembangannya sangat fenomenal, karena dalam beberapa tahun dilatih oleh rasul Paulus mereka telah memberikan dampak kepada kota Efesus dan firman tersebar di Asia .

PANGGILAN KEPADA KEIMAMATAN MELKISEDEK

Ibrani 7:1-3  Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

The Unstoppable Generation and Strategies for Leadership Succession (UR #238)

Artikel ini bersumber dari materi pengajaran dari Dr. Jonathan David mengenai konsep suksesi kepemimpinan dan pembentukan generasi "Manusia yang Tak Terhentikan."  Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah pelayanan sangat bergantung pada ketangguhan spiritual pemimpinnya dalam menghadapi berbagai hambatan seperti pola pikir negatif dan pergaulan yang salah. Fokus utamanya adalah pentingnya membangun hubungan bapa-anak yang sejati untuk mewariskan takdir ilahi, bukan sekadar membagi tanggung jawab struktural. Melalui rujukan kitab Kisah Para Rasul 16 dan Pengkhotbah 2 , dijelaskan bahwa suksesi yang akurat harus direncanakan dengan hati-hati agar warisan rohani tetap berlanjut tanpa perubahan arah. Tujuan akhirnya adalah melahirkan gereja apostolik yang tak tergoyahkan dan murni dari pengaruh duniawi atau denominasi. Strategi ini menuntut penggunaan hikmat, pengetahuan, dan keterampilan ilahi untuk menerjemahkan kehendak Tuhan ke dalam realitas di bumi. 30 06 2026, ...

EIDO dan GINOSKO

Yohanes 4:10 Jawab Yesus kepadanya: *"Jikalau engkau tahu (eido) tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu:*  Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Gbr: youtube.com Eido di sini artinya memiliki pengetahuan. Mungkin tau dari orang lain atau pernah melihat-Nya. Pernah mendengar khotbah atau melihat perbuatan dan mujizat yang Yesus lakukan. Mereka yang tidak memiliki pengetahuan disebut orang bodoh dan bahkan sebagai pelaku kejahatan, karenanya mereka menolak karunia Allah dan menolak Yesus yang diutus oleh-Nya. Orang bodoh tidak melihat apa yang disediakan Allah dan akan berakhir kepada hidup yang sia-sia walau sesukses apa pun di dunia ini menurut anggapan orang. Yohanes 1:11-12 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu merek...

"Berkat" (Barak/Berekah) Dan Bagaimana Kita Menerima Berkat Itu Dari Tuhan

Konsep Kunci: Barak/Berekah (Berkat) ) Asal Kata: Kata "berkat" dalam bahasa Ibrani adalah barak, yang artinya memberkati. Bentuk kata bendanya adalah berekah, yang berarti hasil dari tindakan memberkati. Makna Mendalam: Barak juga dikaitkan dengan kata "to kneel" atau "menekuk lutut". Ini menunjukkan bahwa berkat dari Tuhan adalah tindakan di mana Tuhan merendahkan diri-Nya untuk melayani dan melimpahkan kebaikan-Nya kepada kita. Contoh Nyata: Tindakan Yesus yang merendahkan diri menjadi hamba, mati bagi kita di kayu salib adalah wujud tertinggi dari barak (berkat) Allah. Ayat Kunci: Amsal 10:22:  "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." Mazmur 127:2:  "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Pengkhotbah 2:26:  "Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia ...

KEHIDUPAN ZOE Kehidupan Yang Berkelimpahan

Kehidupan Berkualitas Yang Yesus Berikan Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,    dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. gbr: opernarmautralia.org Yesus datang supaya kita akan memiliki kehidupan yang melampaui arus seluruh aspek kehidupan, lebih dari cukup, mencapai setiap bagian dari roh manusia kita, setiap bagian dari alam jiwa kita, pikiran, kehendak dan emosi, mencapai setiap bagian dari tubuh fisik kita, mencapai setiap bagian dari keuangan kita, hubungan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan duniawi dan kehidupan spiritual kita. Dalam bahasa Yunani,   ada tiga kata yang berbeda -bios, psuche, dan zoe- diterjemahkan sebagai "hidup", dan masing-masing memiliki arti yang berbeda. Bios – adalah kehidupan biologis kita. Semua makhluk hidup memiliki bios. Bioskop artinya gambar hidup. Biologi ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Psuche adal...