Langsung ke konten utama

SISTEM BABEL versus SISTEM KERAJAAN

PEPERANGAN Antara Babel dan Kerajaan

Sistem Babel bekerja sangat halus, sulit terdeteksi. Hanya Roh Kudus yang memampukan kita untuk membedakan dan hanya ketaatan kepada Tuhan yang dapat membebaskan kita dari sistem Babel.  Sistem Babel bekerja kuat di gereja. Sistem Babel ini memerangi sistem KerajaanNya. Setan lah yang ada dibalik sistem Babel. Oleh firman dan pewahyuanNya, Tuhan menyingkapkan cara kerja sistem Babel ini. Sistem Babel tidak dimulai oleh Nimrod, tapi oleh Kain. Sistem Babel ini memang dibangun oleh manusia dari generasi ke generasi dengan dibumbui dan diinspirasikan oleh setan.

Oleh karenanya kita harus keluar dari zaman kebodohan spiritual. Tinggalkan zaman kebodohan dan beranjak untuk tidak terus menjadi orang yang bodoh; orang yang tidak memiliki pemahaman pewahyuan yang Tuhan bukakan. Sekarang zaman pewahyuan. Firman itu seperti air yang sedang digelontorkan begitu deras mengalir.
Apa yang dibagikan mungkin banyak yang sudah kita tau. Mungkin bukan sesuatu yang asing. Carilah semakin jelas dan semakin dalam lagi. Kita harus terhubung lebih dalam lagi dengan sumbernya. Rasakan derasnya firman yang mengalir itu. Dan responilah dan pahamilah.
Hos 4:6  Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

UmatKu binasa (destroyed) karena tidak mengenal (lack of knowledge) Allah. Karena engkaulah yang menolak pengajaran itu...maka Aku juga menolak engkau menjadi imam.
Ini adalah peringatan dari nabi Tuhan. Bodoh karena kurangnya pemahaman dan pengenalan, tidak mengenal pribadi Yesus Kristus itu sendiri. Bodoh karena menolak pengajaran. Itu karena kebiasaan selalu melihat fakta-fakta lahiriah.
Wah 1:1  Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
Inilah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakanNya kepadaNya, supaya dinyatakan kepada hamba-hambanya ….
Aliran pewahyuan hanya ditujukan oleh seorang yang memiliki hati seorang hamba. Yang rendah hati; yang tidak punya hak apa pun, yang sudah lunas dibayar; yang tidak pernah melawan instruksi tuannya. Seorang yang punya spirit hamba memiliki tingkat kehausan tinggi untuk mengenal; tidak memandang diri sendiri; tidak dipengaruhi spirit Babel.
Orang yang merasa pintar menolak pengenalan akan Allah. Seorang hamba mau diajar, dibentuk, sehingga pewahyuan itu dengan mudahnya mengalir.
Contoh-contoh masa kebodohan. Demas tiba-tiba meninggalkan Paulus karena lebih mencintai dunia. Dia tidak meninggalkan Tuhan, tidak melakukan perzinahan; tapi lebih mencintai jalan dunia ini. Ia pergi ke Tesalonika dan tetap beribadah kepada Tuhan, tetap melayani. Bukan itu yang Tuhan kehendaki.
Daud pernah masuk ke masa kebodohan di Maz 73. Ia sempat meragukan pribadi Tuhan.
Psa 73:1  Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.

Psa 73:2  Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.

Psa 73:3  Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

Sedikit lagi ia terpeleset dan tergelincir melihat hidup orang fasik yang tidak mengalami kesusahan, kesakitan dan penderitaan. Ini sempat terjadi pada Daud. Nyaris ia tergelincir karena merasa cemburu kepada pembual-pembual dan orang-orang fasik. Berarti Daud sedang tidak sedang berada di jalan Tuhan.
Psa 73:4  Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;

Psa 73:5  mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Psa 73:6  Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan.

Psa 73:7  Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.

Psa 73:8  Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.

Psa 73:9  Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.

Psa 73:10  Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.

Psa 73:11  Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"

Psa 73:12  Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

Daud membandingkan hidupnya dengan apa yang dialami orang-orang fasik. Orang-orang fasik itu malah bertambah kaya, tambah makmur, tambah senang, baik-baik saja. Daud tidak lagi melihat secara spiritual, tapi melihat fakta-fakta yang ditunjukkan jalan-jalan dunia ini.
Orang-orang fasik mengetahui firman, mengetahui hukum-hukum Tuhan, tapi tidak mau melakukannya. Ini seperti mereka yang berada di sinagoge di Efesus.
Psa 73:13  Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.

Psa 73:14  Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.

Psa 73:15  Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.

Ay13. Dia malah berpikir untuk mengatakan sia-sia menjaga tangan yang bersih. Nyaris saja ia terpeleset dan tergelincir. Namun Daud segera kembali masuk ke hadirat Tuhan. Dan dia dapat melihat akhir dari jalan-jalan licin orang-orang fasik itu. Semua itu Tuhan tunjukkan ketika ia masuk ke hadirat Tuhan. Daud segera keluar dari masa kebodohan dan kembali ke jalan Tuhan.
Jadi Daud setelah menyadari kebodohannya ia bisa menuliskannya di ayat 1.
Ay1. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.

Orang yang tulus hati memiliki spirit seorang hamba. 
Apa yang membuat bisa kembali ke jalan Tuhan.
Psa 73:16  Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,

Psa 73:17  sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.

Psa 73:18  Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.

Psa 73:19  Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

Ay16. Daud masuk ke dalam tempat kudus Allah sehingga Tuhan memperlihatkan akhir daripada orang-orang fasik. Pada tempat-tempat licin Tuhan taruh mereka dan dalam sedikit waktu lamanya mereka jatuh dan hancur.
Psa 73:20  Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Psa 73:21  Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

Psa 73:22  aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.

Psa 73:23  Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.

Psa 73:24  Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

Ay23... Daud tetap di dekat Tuhan, sehingga Tuhan membimbingnya memegang tangannya, menasihatinya dan akhir dibawa masuk ke tempat kemuliaan Tuhan. Dulu dia seperti hewan, dungu secara spiritual (ay22).  Itu bahaya sekali, sudah bodoh, lalu menjauh dari Tuhan. Foolish and ignore = tolol dan dungu. Daud tetap di dekat Tuhan; terus bersama dengan Tuhan sampai Tuhan memegang tangannya...kemudian masuk kepada destinynya. Sekarang dia dapat memuji Tuhan, sampai dia dapat berkata tidak menginginkan apa pun selain Tuhan. Bagianku dan warisanku tetaplah Engkau selama-lamanya....
Psa 73:25  Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

Psa 73:26  Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Spirit Babel digambarkan sebagai perempuan....di mana banyak gereja melacurkan diri kepadanya.
Psa 73:27  Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

Psa 73:28  Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Jadi kita harus memiliki hati yang bersih, murni, hati seorang hamba, yang selalu dekat Tuhan. Jangan melihat kepada hal-hal yang lahiriah. Kita harus mengerti mengapa banyak kesakitan dan penderitaan dalam hidup kita; padahal kita memiliki tangan yang bersih dan hati yang murni? Kenapa orang benar mengalami penderitaan padahal hatinya tulus? Karena Tuhan sedang mencari mutiara dalam hidup saudara, Tuhan sedang memurnikan hati saudara.
Ada banyak roh di dunia ini yang menantang saudara untuk bersikap seperti Daud supaya merasa tawar hati dan pahit; sehingga saudara merasa percuma mempertahankan hati yang bersih dan murni. Tapi ingat, Tuhan sedang memurnikanmu seperti memurnikan emas dengan api. Kau akan dapat kehidupan yang kekal. Sekalipun saudara sudah mati, generasi berikutnya tidak akan mulai lagi dari nol. Hidup kita bukan untuk diri sediri tapi untuk generasi berikutnya.
Kalo Daud sampai berkata “sia-sia” ia sudah berkhianat kepada generasi berikutnya. Paulus sudah meninggal, tapi sikap hidupnya, pengajarannya, spiritnya tetap hidup sampai sekarang. Ada banyak orang menerima janji Tuhan, tapi tidak pernah menerima janji-janji itu sampai matinya. Mereka tidak menjadi kecewa dan tetap bersuka-cita karena janji-janji itu akan digenapi pada generasi berikutnya. Hidup benar dalam kekudusan, tetap dekat, bergairah kepada Tuhan; itu semua bagi generasi berikutnya.
Lihat jemaat Smirna dan Makedonia; tetap miskin tapi menjadi berkat. Mereka mempertahankan kebenaran dan jalan-jalan Tuhan. Mereka bukan orang-orang bodoh, tapi orang-orang yang mengenal Tuhan.
Tuhan sedang berurusan dengan Daud, bukan dengan orang-orang fasik. Tuhan sudah tentukan takdir bagi orang-orang fasik. Jangan buat hidupmu tercemar; jangan melihat secara natural/lahiriah. Jangan sampai tersantet spirit Babel. Hidup saudara itu sangat berharga; jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan. Hiduplah dengan murni dan tulus; karena hidup generasi berikutnya sangat bergantung pada saudara.
Maz 137:1  Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.
Ada Babel dan ada Sion. Ada orang-orang yang duduk dan berdiri di sungai Babel. Mereka minum dari sungai Babel, bukan dari sungai Tuhan (Yeh 47). Mereka salah posisi. Walau pun Sion dan Babel sama-sama tempat yang spiritual; tapi darimanakah engkau minum air? Di mana posisimu?
Orang yang minum dari sungai Babel tidak akan dipuaskan. Tapi air dari Tuhan tidak akan membuat kita haus lagi, sebab air itu akan menjadi mata air di dalam kita. Mereka dipaksa untuk menyanyikan nyanyian Sion. Mereka tidak  bisa, mereka bingung, merasa terbelenggu. Mereka menjadi agamawi. Yesus berkata: Barangsiapa haus baiklah ia datang kepadaKu. Jalan Tuhan berbicara kita harus memiliki kehausan, lalu datang kepada Tuhan. Bukan datang dulu kepada Tuhan, baru meminta kehausan. Kehausan harus datang dari kita, merasakan kebutuhan akan Tuhan, mencari jalan-jalan Tuhan.
Roh Babel bekerja kuat dalam sistem agama. Datang ke gereja tanpa kehausan, berarti hanya kerutinan, hanya kewajiban, hanya agamawi.
Jika merasa nyaman, merasa sudah memenuhi kewajiban, lalu menjadi damai sejahtera di hati, itu menjadi ukuran ibadah kita diterima Tuhan. Bukan itu ukurannya Tuhan. Ia melihat kehausan, kelaparan dan kerinduan kita sebelumnya.
Mudah sekali spirit Babel bermain pada domain agama. Sistem Babel telah mengisi jiwa mereka. Mereka telah minum air dari sungai Babel.  Mereka datang ke gereja hanya karena takut kehilangan perlindungan dan kehilangan berkat. Mereka tidak peduli firman dan tidak peduli hadirat Tuhan. Mereka terus menerus seperti itu, karena tertawan oleh spirit Babel. Jangan dikenyangkan dan dipuaskan oleh hiburan di dunia ini, karena kau tidak merasa lagi membutuhkan firman Tuhan.
Maz 137:7  Ingatlah, ya TUHAN, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: "Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!"

Ingatlah kepada bani Edom....pada hari pemusnahan Yerusalem...runtuhkan-runtuhkan sampai kepada dasarnya...
Inilah musuh bangsa Israel. Musuh hendak menghancurkan bukan hanya bangunan, tapi juga sampai kepada fondasi hidup kita, dasar hidup kita, yaitu Kristus sendiri diruntuhkan. Itu artinya orang itu bisa menjadi antikris. Jika kasih dan kebenaran sudah hancur, orang tidak bisa lagi melakukan kebenaran.
Col 2:6  Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.

Col 2:7  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita....hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia (tetap di jalan-jalan Tuhan),  berakar di dalam Dia (bangun fondasi hidupmu, menggali firman).
Babel berarti pencampuran, kebingungan. Orang yang diposisi babel hanya bisa melihat yang baik, tidak bisa membedakan benar dan salah. 
Arti Babel adalah pencampuran dan kebingungan:
  1. Sistem Babel dibuat oleh manusia tapi dibumbui dan diinspirasi oleh setan;
  2. tujuannya melepaskan diri dari campur-tangan Tuhan.
  3. Sistem ini berasal dari penolakan manusia terhadap firman Tuhan dalam hidupnya (Kain, Nimrod)
  4. Sistem ini dibangun dari satu generasi ke generasi yang lain, jadi tidak pernah mati (sampai kitab Wahyu)
  5. Sistem babel adalah upaya manusia untuk menghilangkan Tuhan dari kehidupannya, yaitu dengan jalan manusia memilih untuk bersandar kepada kekuatannya sendiri, daripada bersandar pada firman
Kita harus bergantung kepada Tuhan, bersandar pada firman Tuhan, mengandalkan Tuhan.
  1. Bersungguh-sungguh mencari rencana Tuhan atas hidup kita di atas segala keadaan; dalam keadaan kita sakit, dalam penderitaan atau dalam kelimpahan.
  2. Menyediakan diri (action) sebagai instrumen / alat Tuhan yang digunakan untuk menggenapkan tujuan dan kehendaknya dalam hidup kita.
  3. Tetap melakukan dan menggenapi agendaNya; sementara itu kita terus kembangkan pemahaman mengenai Dia; tentang pewahyuan Yesus Kristus yang sedang memimpin kita di jalanNya.
  4. Bersungguh-sungguh, serius, komitment untuk mengikuti jalan Tuhan, cara Tuhan, pola Tuhan dan melakukan kehendaknya terlepas dari usia, tubuh kita, kondisi keuangan, dll.



Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Spirit Amalek

Perang Melawan Spirit Amalek Dari Generasi ke Generasi Spirit Amalek adalah spirit cinta akan uang, keserakahan, egoisme, spirit familiarity (minta dimaklumi oleh Tuhan untuk suatu perbuatan yang dipandang baik). Spirit Amalek membuat orang percaya menjadi batu sandungan, mencari kesempatan dari kelemahan orang, bahkan menahan kegerakan Tuhan. Kita melihat spirit keserakahan yang sama beroperasi di banyak pemimpin Gereja , bahkan hari ini. L ebih dari apa pun, hal ini telah mendiskualifikasi mereka untuk mengecap firman yang baik dan karunia-karunia dunia yang akan datang ( from ruling in the Tabernacles Age to come, Ibrani 6:5) . Kisah Purim kembali ke waktu ketika orang Amalek menyerang Israel beberapa minggu setelah mereka meninggalkan Mesir di bawah Musa. Kisah ini dicatat dalam Keluaran 17: 8-16. Setelah pertempuran .... (14) Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, "Tulis kanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah kep...

Delusi Ego Manusia

Umat ​​manusia percaya bahwa dirinya adalah tuhan (oleh karena kehendak bebas yang dimilikinya), dan hanya tunduk pada dirinya sendiri — tetapi ia hanyalah manusia fana yang tertipu oleh si jahat. Saya ingin membuktikan anggapan ini dengan mengutip kisah menara Babel. Kejadian 11:6 (TB) dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Perhatikan "mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana" . Artinya, Allah pun mengakui bahwa kekuatan dari kesatuan dan kesepatan manusia yang memilih memakai kehendak bebasnya, tanpa sedikitpun faktor Tuhan.  Justru mereka merasa jadi tuhan. Mereka membangun gambar diri (image) mereka dan mencari nama atau reputasinya. Padahal Tuhanlah yang ingin menjadikan mereka serupa dan segambar (image) dengan diriNya. Tapi bukan ...

Efesus 3:16-20 - DOA PAULUS

MEMPERBESAR KAPASITAS ROH Efesus 3:16-20 3:16  Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan   kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, Doa yang disampaikan  dalam Efesus 3: 16-20 pada dasarnya ada lima hal yang  rasul Paulus doakan agar mereka dan kita memiliki: ...

ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) - The Boundless Spirit UR #225

Berikut adalah catatan  dari khotbah THE UPPER ROOM 225 oleh Dr. Jonathan David pada tanggal 24 Maret 2026 yang berjudul "ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1)" : THE UPPER ROOM 225 - 24 Maret 2026 ROH YANG TANPA BATAS (Bagian 1) Pembicara: Dr. Jonathan David 1. Pendahuluan & Doa Pembuka Pencurahan Terakhir: Tuhan berfirman akan ada pencurahan terakhir Roh Kudus yang akan mengakhiri segalanya dan memulai zaman baru, yaitu zaman kebenaran . Manifestasi Roh Kudus: Roh Kudus akan membawa umat-Nya kepada kebenaran, pewahyuan, pengertian, hikmat, dan memberikan informasi rahasia serta pengertian mendalam yang hanya diberikan oleh surga . Musuh tidak akan bisa memotong informasi atau apa yang Tuhan katakan kepada kita . Kisah Mendengar Suara Tuhan: Pembicara menceritakan pengalaman tentang seorang wanita yang mengaku bersedia membayar 1 juta dolar untuk bisa mendengar suara Tuhan . Namun, ketika ditawari CD dan catatan khotbah seharga USD 55, wanita tersebut mengeluh mahal...

MASUK PADA MASA PENGGENAPAN FIRMAN

Kita adalah generasi yang masuk pada masa penggenapan firman. Namun walau pun sudah mendapatkan banyak perkataan Tuhan, penglihatan, nubuatan dan seterusnya, tetap saja seringkali kita merasa bingung, buntu bahkan sebagian orang menjadi tidak percaya, banyak mengeluh, bersungut-sungut dan undur. Penyebabnya adalah karena kita fokus pada persoalan dan terpengaruh keadaan, hal-hal yang sifatnya natural. Demikian halnya dengan Yosua ketika ia memandangi tembok Yerikho, setelah bangsa Israel telah menyeberang sungai Yordan, di seberang Yerikho.

YUSUF ARITMATEA MENJADI GENERASI PENGGENAP

gambar: myeastercandy.blogspot.co.id Ada orang-orang yang Tuhan sudah siapkan dan tetapkan untuk menjadi pelaksana dari firman-Nya. Di saat saat kritis dan penting banyak orang terkejut,  tidak menyangka, ada orang-orang yang bisa melakukan hal-hal yang kristis. Nama Yusuf dari Arimatea baru muncul di saat-saat kematian Yesus. Dia bukan termasuk 12 murid Yesus. Tidak juga termasuk 70 murid Yesus atau 500 murid Yesus yang lainnya. Yusuf Arimatea tiba-tiba muncul di saat yang kritis sekali.  Ketika tidak ada seorang pun yang tidak punya akses kepada Pontius Pilatus, ternyata muncul Yusuf dari Arimatea. Ketika itu murid-murid Yesus yang sudah mengikuti Dia tiga setengah tahun lamanya semua lari meninggalkan Yesus dan tercerai-berai. Jadi siapa yang akan menguburkan mayat Yesus dengan layak? Siapa yang bisa menggenapkan firman perkataan Tuhan?   Membuat kita terkejut; kapan Tuhan menyiapkannya?  Alkitab hanya menyebut dia adalah seseorang yang berasal da...

Upper Room 35 – DR. Jonathan David

  Dobel dekade sorga terbuka, ketajaman profetik, posisi strategis dan demonstrasi Roh adalah anugerah yang diberikan Tuhan Yang Mahatinggi untuk kita menghadapi tantangan 20 tahun hari-hari terakhir ini (2019-2039). 08-02-2022 Sorga terbuka dan Roh Kudus turun. Sekarang aku bisa memulai pelayanan. Hal-hal supranatural akan mengambil alih. Roh Kudus jadilah pemimpinku sebagaimana Kau memimpin Kristus. Kesaksian dari Roh, bahwa aku adalah anak Allah yang hidup, bergabung dengan Kristus dan mewarisi yang Tuhan sediakan. Ketajaman profetik, dobel dekade sorga terbuka, posisi strategis dan demonstrasi Roh akan jadi porsi hidup kami dalam 2 dekade sorga terbuka 2019-2039. Selama 40 hari 40 malam Goliath menantang orang Israel.   Daud membangkitkan keberaniannya ketika Isai memberikan tugas mengantar makanan. Pergi dan lihat. Dia dengarkan nasihat bapanya dan tugas itu sudah diset. Berapa banyak yang mentaati bapa rohani? Kita kehilangan pesan itu. Dan Bileam dicemari oleh...

Rumah Rohani

POLA   RUMAH   ROHANI Ps. Ir. Djonny Tambunan Sekaranglah waktunya, apa yang pernah saudara terima perkataan Tuhan itu, janji Tuhan, nubuatan itu, maka kita akan menerimanya, kita akan menikmatinya dan kita akan menggenapinya. Jangan lihat ke belakang. Tuhan berkata: Apa yang Ku firmankan akan Ku genapi segera dengan sempurna. Kapan kita siap? Selama kita tidak siap tidak akan tergenapi. Kalo kita mengambil sikap seperti binatang-binatang yang masuk ke dalam bahterah Nuh, maka kita akan masuk. Nuh hanya menyediakan satu jenis makanan bagi semua binatang. Semua orang yang mengambil sikap seperti Ishak itulah yang akan menerima warisan.   Harta yang berharga tidak diberikan kepada mereka yang bersikap seperti anjing dan babi. Apa yang membuat kita masuk atau tidak adalah keputusan kita sendiri, sikap kita sendiri. Jangan minta waktu, karena waktu tidak bisa mengubah saudara , tapi apa merubah kita adalah keputusan kita. Lupakan yang di belakangmu, apakah...

Kepenuhan keallahan (the fullness of the Godhead) di dalam Yesus dan Orang Percaya (MKS #42)

Ringkasan: Khotbah Ps. Djonny ini masih membahas konsep iman yang hidup melalui teladan perjalanan hidup Abraham . Bahwa iman sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata yang mendasari setiap keputusan hidup sehari-hari. Penulis menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir baru, mereka menerima benih ilahi dan potensi Allah yang harus dikembangkan hingga mencapai kedewasaan spiritual. Melalui ketaatan Abraham, Allah menyingkapkan rahasia kerajaan-Nya yang kemudian diwariskan secara spiritual kepada generasi berikutnya sebagai keturunan Abraham . Fokus utama narasi ini adalah ajakan bagi jemaat untuk bertumbuh dewasa dan tidak menjadi bayi rohani agar dapat menerima janji warisan ilahi . Akhirnya, iman tersebut dipandang sebagai kunci untuk menampilkan dimensi rupa Allah dan mengalahkan kuasa maut di dunia. Ibadah JMD Bandung 14 Juni 2026 - Manusia Kerajaan Sorga 42" Berikut adalah ringkasan poin-poin penting serta penjelasan detailnya:...

Membangun Benteng Perlindungan

SATE 10 December 2020   Bacalah terlebih dahulu: Ibrani 8:7-10, Ayub 1:1 Sebagaimana iblis dapat membuat benteng di dalam pikiran manusia, Allah juga dapat membuat benteng di dalam manusia. Ayub mempunyai empat karakter yang menonjol di dalam kehidupannya yaitu saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika iblis melakukan berbagai pencobaan kepada Ayub seiijin dari Allah, dimulai dari kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, istrinya, bahkan dijauhi oleh teman-temannya. Tetapi ketika masalah tersebut muncul, Ayub tetap kuat dan karakter Ayub tetap sama, karena Allah sudah membangun terlebih dahulu banteng dan kubu di dalam pikiran Ayub! Sehingga berkali-kali Alkitab mengatakan bahwa Ayub itu tidak berdosa.   Allah membangun di dalam roh, dengan cara menaruh dan menuliskan hukumNya di dalam akal budi manusia. yaitu melaui mendengarkan dan merenungkan firman sehingga Allah menjadi Allah mereka, dan manusia menjadi umatNya.   *#1. Bagaimana Allah bisa berhasil ...